Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Misi pertama


__ADS_3

Selama dua hari Fang Ling pingsan akibat pukulan kecil dari Shin Hye, iapun di rawat di kediamannya sendiri yang berada di atas sebuah gunung besar.


Walaupun kediaman Fang Ling tidak terlalu besar, namun apapun yang di butuhkan dirinya sudah di sediakan di kediaman itu.


Setiap sore Lang Ming akan mengunjungi Fang Ling di kediamannya karena kini dia juga memiliki kediaman sendiri yang berada tidak terlalu jauh dari gunung tempat Fang Ling.


Namun entah kenapa setiap Lang Ming menghampirinya, dia selalu mencium aroma asing yang tampak sering mengunjungi kediaman Fang Ling. Apalagi obat dan perban yang di gunakan Fang Ling akan selalu baru, hal itu cukup membuat Lang Ming kebingungan.


Sama seperti Fang Ling dan Lang Ming, semua kandidat yang resmi menjadi murid di sekte naga langit akan di berikan satu kediaman per orang, setiap harinya murid-murid itu akan melakukan kegiatan dari sekte sesuai dengan jadwal sendiri.


Seminggu kemudian barulah Fang Ling nampak menggerakkan kelopak matanya, secara perlahan dia membuka mata dan memperhatikan langit-langit ruangan.


"Di mana ini ?? sial, luka ini tetap saja sakit,"Fang Ling mengubah posisinya dengan duduk bersila di atas kasur.


Secara bersamaan tubuh Fang Ling memancarkan hawa menyejukkan, hawa itu membalut tubuh Fang Ling dan menyembuhkan semua luka yang di alaminya.


"Teknik rahasia, pernafasan kaisar naga !"


Dengan kuat Fang Ling mengirup udara dingin di sekitarnya, diapun menekan hawa dingin itu ke dalam tubuhnya dan mengeluarkannya lagi dalam bentuk asap berwarna kehitaman.


Setelah melakukan teknik itu beberapa kali wajah Fang Ling terlihat kembali bertenaga dengan rasa sakit yang mulai memudar hingga tidak lagi terasa.


Fang Ling perlahan membuka matanya dan memperhatikan ruangan tempat yang kini di tempati oleh dirinya.


"Apakah ini kediaman yang di berikan sekte naga langit ?? Lumayan untuk di tinggali,"Fang Ling beranjak dari kasur dan berjalan keluar kamar.


Setelah berada di luar kamar terlihat ada beberapa ruangan luas yang berada di dalam rumah itu, ruangan-ruangan itu nampak sangat bersih seolah ada yang membersihkannya setiap hari.


Tidak mau ambil pusing tentang siapa yang membersihkan rumah yang menjadi kediamannya itu, Fang Ling kembali masuk ke dalam kamar untuk memakai pakaian karena sekarang dia sedang telanjang dada.


Setelah beberapa saat memilih pakaian, akhirnya Fang Ling menggunakan seragam sekte yang terlihat seperti mantel biru dengan seragam putih di bagian dalamnya.


Karena pakaian itu di lengkapi dengan mantel Fang Ling tidak terlalu merasa kedinginan, diapun berjalan keluar kamar dan bergerak lagi ke pintu keluar kediamannya untuk sekedar melihat-lihat.


Setelah berada di luar Fang Ling langsung tergelincir dan jatuh dari ketinggian, karena kediamannya tepat berada di depan jurang di atas sebuah gunung.


"Apakah begini cara sekte ini membunuh murid-muridnya,"Fang Ling tidak langsung membuka keempat sayapnya walaupun kini tubuhnya melesat jatuh ke bawah, sesaat setelah tubuhnya hampir mencapai lautan barulah Fang Ling membuka sayapnya dan terbang di atas permukaan air.

__ADS_1


Pemandangan indah langsung memanjakan mata Fang Ling karena hari itu terlihat cerah dan hanya terdapat sedikit awan, sebab itulah kini dia bisa melihat pemandangan di sekitarnya dengan leluasa.


Fang Ling menampung air sungai dengan kedua telapak tangan, diapun mengusap wajahnya dan minum air itu beberapa kali sebelum kembali terbang ke atas.


Setelah kembali ke kediamannya Fang'Ling terlihat kebingungan melihat pintu rumahnya terbuka karena dirinya ingat sudah menutup pintu itu sebelumnya.


"Aneh, apakah ada orang,"Fang Ling terbang mendekati pintu dan langsung masuk ke dalam kediamannya, iapun bersiaga dengan berjalan pelan menyusuri setiap ruangan di rumahnya.


Secara tidak sengaja Fang Ling mendengar deritan kayu dari dalam kamar, diapun menciptakan sebilah pedang dan masuk ke dalam kamar.


"Siapa kau ?"Fang Ling menaikan sebelah alisnya begitu menyadari jika yang berada di dalam kamarnya ada seorang perempuan.


Sontak kehadiran Fang Ling yang begitu tiba-tiba membuat Mu Yang terkejut hingga hampir menjerit, diapun berbalik dan menatap wajah Fang Ling untuk waktu yang lama.


Melihat gadis itu tidak fokus karena terus memperhatikan wajahnya, Fang Ling langsung menciptakan topeng hitam yang menutupi setengah wajahnya.


"Aku tanya sekali lagi, siapa kau ? dan kenapa bisa ada di kediaman ku ??" Fang'Ling menghilangkan pedang es dan beralih menatap gadis di hadapannya dengan tatapan tajam.


"Eh ? anu ak-aku hanya ingin melihat kondisi mu dan membawa beberapa pil yang di berikan ayah,"Mu Yang langsung mengeluarkan sekantong pil yang di ikat rapih di pinggangnya, diapun memberikan kantong itu kepada Fang Ling agar dia tidak salah paham.


Fang Ling menerima pemberian gadis di hadapannya walaupun sempat bingung dengan siapa ayah yang di maksud gadis cantik berseragam emas itu.


Mu Yang buru-buru mengangguk,"Be-benar hanya itu, jika kau...


"Tidak ini sudah cukup, kau boleh keluar,"Fang Ling menyimpan sekantong pil di tangannya ke dalam cincin dimensi.


Dengan perasaan campur aduk Mu Yang berjalan keluar kamar Fang Ling, diapun kembali ke kediamannya dengan membawa perasaan sedikit kecewa.


Sedangkan di dalam kamar Fang Ling langsung mengunci pintu kamar dan menutup jendela, setelah itu dia duduk bersila di atas kasur dan segera mengeluarkan sekantong pil dari dalam cincin dimensi.


"Walaupun ini hanya pil biasa yang tidak terlalu bagus, namun ini sudah lebih dari cukup untuk membantu perkembangan ku,"


Fang Ling tersenyum senang, dia membuka kantong pil itu lebar-lebar agar mudah menghisap semua energi yang terkandung di pil-pil itu.


Di hadapan Fang Ling muncul sebuah Holow hitam yang langsung menghisap semua energi di pil-pil itu, hanya dalam kisaran beberapa menit warna dari pil-pil itu memudar dan berubah menjadi putih menandakan jika energi di dalamnya sudah habis hingga tidak menyisakan apapun.


"Ini terlalu sedikit... Jangankan untuk memperkuat tulang, bahkan energi ini tidak cukup untuk membuat ku naik tingkat ke pembentukan Jiwa,"Gerutu Fang Ling.

__ADS_1


Merasa bosan Fang Ling berjalan keluar kamar, saat membuka pintu rumah dia di hampir oleh seekor burung kecil.


"Kenapa bisa ada burung kecil di ketinggian seperti ini," Merasa ada yang aneh, Fang Ling memperhatikan burung yang terbang di hadapannya secara detail hingga dia sadar jika di kaki burung itu terdapat sebuah kertas yang terikat.


Fang Ling menangkap burung kecil itu dan melepaskan ikatan kertas di kakinya, setelah surat itu sudah di dapatkan barulah Fang Ling melepaskan burung itu.


Setelah surat itu di buka isiannya mengatakan untuk membunuh seekor hewan siluman yang berada di pergunungan tinggi di barat daya, jika berhasil maka akan mendapatkan seratus poin pengalaman dan sekantong pil tingkat rendah.


"Hanya satu hewan siluman ? apakah misi ini tidak terlalu mudah,"


Segera membaca isi di dalam surat, Fang'Ling langsung terbang ke arah barat daya untuk mencari hewan siluman.


Selama di perjalanan di bawah Fang Ling dapat melihat ratusan murid lain sedang berlatih sendiri dan ada juga yang di arahkan oleh seorang pendekar senior, juga terlihat mereka semua sedang berlatih di altar naga.


Dengan kecepatannya yang sangat cepat, Fang Ling tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat yang di maksud, tempat itu berupa dataran kecil yang berjumlah ratusan.


Fang Ling mengeluarkan hawa yang berkemampuan seperti radar, diapun dapat merasakan hewan siluman yang berjumlah ribuan di semua pulau kecil di bawahnya.


"Karena pulau itu sangat kecil akan mudah untuk membunuh seekor hewan siluman, sekalian saja aku mencari ikan untuk makan malam,"


Fang Ling segera terbang mendekati pulau yang berjarak paling dekat dengannya, setelah kaki Fang Ling menyentuh dataran, diapun menciptakan sebilah pedang es dan berjalan menyusuri pulau kecil itu yang di tumbuhi berbagai macam pohon.


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2