Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sebelum perang IX


__ADS_3

Gerakan dasar dalam menggunakan tombak mulai di peragakan Yukimura Sanada dengan baik.


Mangayun, melompat dan menusuk di peragakan Yukimura dengan selembut mungkin agar dapat mudah di mengerti oleh pendekar aliansi.


Lembutnya gerakan Yukimura membuat ia nampak seperti daun yang mengikuti alur angin nan tenang dan menyejukkan.


Ayunan tombaknya bahkan dapat membekukan daun yang kebetulan berguguran, karena Yukimura berada di bawah pohon.


"Indah"


Hanya itu yang ada di benak semua pendekar aliansi yang melihatnya, namun apa yang terjadi selanjutnya membuat mereka tercengang.


Lama kelamaan gerakan Yukimura semakin cepat dan tegas, desiran angin kasar mengiring irama ayunan tombak es yang di ayun dengan cepat.


Sangking cepatnya gerakan Yukimura, membuat ia terlihat lambat di mata ratusan pendekar yang memperhatikannya.


"Ce-cepat sekali, ayunan tombak itu apa tidak melukai bahu tangannya ?


"Jika saja salah sedikit, kemungkinan bahu tangannya akan geser dan membuatnya cidera parah,"


"Perhatian lagi saudara...Tuan Yukimura memberikan tempo berhenti di setiap gerakan yang berbeda, hal ini memberikan waktu untuk ia mengatur nafas bagi dirinya,"


"Jika di perhatikan lebih lanjut...Yang bergerak bukan hanya kedua lengan atau kaki, tapi juga tombaknya yang mengikuti irama gerakan seperti aliran air yang tenang,"


Semua pendekar terfokus dengan gerakan Yukimura, mereka memperhatikan gerakan pemuda itu lebih baik.


Sadar jika ratusan pendekar itu mulai serius, Yukimura langsung bergerak semakin cepat dengan memberikan tempo pendek di gerakan itu.


"Putaran naga"


Yukimura memutar tubuhnya, menciptakan gelombang yang mengeluarkan energi seperti naga yang mengitari tubuhnya.


Energi berbentuk naga berwarna putih dengan ukuran lumayan besar itu mengikuti semua gerakan Yukimura, dia terlihat seperti hidup di setiap gerakan.


"Hebat ! ini kemungkinan besar adalah gerakan tombak tingkat tinggi !!


"Kau salah ! ini sudah sempurna, lihat energi yang menyelimuti tubuh tuan Yukimura... Energi itu semakin besar dan semakin besar,"


"Kemungkinan gerakan itu mengumpulkan energi alam dan mengubahnya menjadi adrenalin bagi tubuh, di mana akan membuat tubuh kita menjadi kuat dan semakin cepat,"


Perdebatan kedua pendekar itu berhenti ketika energi berbentuk naga yang mengitari tubuh Yukimura sudah berukuran sebesar tubuh orang dewasa.


"Menembus langit, Naga penghancur !!


Yukimura mengakhiri gerakannya dengan menghantam tanah dengan tombak. Alhasil terjadi ledakan besar saat energi berbentuk naga meledak.


Semua orang kesulitan untuk melihat karena asap dari ledakan, hingga saat asap putih itu hilang mereka semua terdiam.


"Ha-Hancur !


Semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat, bahkan mulut mereka terbuka lebar.

__ADS_1


Tanah di hadapan Yukimura hancur dan menciptakan kawah es runcing, ia bahkan juga terkejut dengan kekuatan tombak es yang baru di sadari nya.


"Senjata ini... Apa-apa kekuatannya tidak manusiawi, walaupun aku memang hebat. Tapi efeknya tidak akan sebesar ini jika menggunakan tombak buatan ku,"


Yukimura Sanada berdebat dengan dirinya sendiri, antara dirinya memang hebat atau kekuatan tombak es yang berbahaya.


Setelah beberapa saat kemudian barulah Yukimura kembali santai, dia berjalan ke depan barisan pendekar lain.


Wajah terkejut ratusan pendekar itu saat menatap Yukimura, membuat pemuda itu sedikit senang.


"Jangan hanya mengagumi gerakan ku, tapi kalian jugalah yang akan menguasai teknik itu...Hari ini juga ! Jadi ayo berlatih !!


Semua pendekar pengguna tombak nampak sangat bersemangat, mereka langsung berlatih.


Yukimura Sanada terus memperhatikan gerakan mereka semua, tanpa terasa jika kini dia terus tersenyum melihat gerakan pendekar pengguna tombak yang semakin lama semakin bagus.


Di sisi lain Shin Hye, Yung Felix dan tentu saja putri Sin Yungkian, mereka semua duduk di sebuah meja bundar di sebuah taman kerajaan.


"Tuan putri, berapa jumlah jendral yang kita miliki saat ini ?"Tanya Shin Hye.


"Sekitar 40 orang, kemungkinan di antara mereka ada yang masih mengidap luka-luka akibat peperangan lalu,"


"Apa bisa tuan putri mengumpulkan mereka di sini ? ada sesuatu yang ingin ku katakan kepada mereka semua"


Sempat bingung dengan permintaan Shin Hye, akhirnya Putri Sin Yungkian memanggil seorang prajurit kerajaan.


Tidak berselang lama kemudian seorang prajurit dengan jubah tempur yang menempel di tubuhnya mendekat.


"Hormat tuan putri, apa anda memanggil saya ?"


Sin Yungkian mengangguk pelan membenarkan perkataan prajurit itu.


"Bisakah kau mengumpulkan semua jendral kerajaan di tempat ini,"


"Biak tuan putri,"


Prajurit itu segera meninggalkan tempat itu setelah kembali memberi hormat kepada semua orang.


Sambil menunggu kedatangan semua jendral kerajaan. Sin Yungkian kembali berbincang-bincang dengan Shin Hye dan Yung Felix.


___________________


Sedangkan di ruangan bagian barat kerajaan, terlihat Fang Ling masih di dalam pelatihan tertutupnya.


Tubuh Fang Ling terlanjang dada, ini di lakukan agar dirinya tidak kepanasan dan hilang konsentrasi.


Kristal alam di bagian bawah sudah banyak yang kehilangan kekuatannya, akibat di hisap habis.


Tubuh Fang Ling terlihat memancarkan hawa kuat, dia memilih menggunakan kekuatannya sendiri daripada harus bergantung dengan pedang legendaris.


Hal ini juga membuat sosok Fang Ling di penuhi kekuatan murni dari tubuhnya, bukan dari tiga pedang legendaris nya.

__ADS_1


Cahaya keemasan terus menerus membalut tubuh Fang Ling, terdapat tanda Yin dan Yang di bagian jidatnya.


Sehari sebelumnya dia sudah menembus tingkat mencari Da'o dengan sangat mudah dan cepat.


Bahkan tulang-tulangnya juga ikut di perbaiki, begitu juga dengan katalis darahnya yang satu persatu mulai terbuka dan terbebas.


Karisma yang terpancar di tubuh Fang Ling sangat berbeda, dia terlihat sangat anggun sekaligus gahar dengan otot abs nya yang indah.


Wajahnya seterang bulan, jika di lihat akan sangat tidak mungkin jika pemuda itu berasal dari keluarga yang sangat miskin dan susah.


Orang-orang yang melihatnya akan langsung tergila, hal ini kelak menjadi masalah tersendiri bagi Fang Ling.


Memiliki paras sempurna bukan berarti seseorang itu haus pujian, sebagian dari mereka merasa lelah dan condong menjauhi orang-orang.


Sedangkan Fang Ling tidak pernah berniat menutup wajahnya jika memang tidak perlu, tapi dia juga tidak segan-segan membunuh jika di butuhkan.


Bagi dirinya membunuh adalah kebebasan bagi orang-orang tertentu, biasanya mereka di hadapankan dengan masalah besar yang tak mungkin bisa di selesaikan.


Kata psikopat mungkin ada hal kecil yang tidak bisa mencerminkan kepribadian Fang Ling yang berubah-ubah.


_________________


Di taman tempat Sin Yungkian dan lainnya terlihat di penuhi dengan pria berperawakan kasar, mereka berbaris rapih di hadapan Shin Hye dan Yung Felix.


Dengan tegas Shin Hye melangkah beberapa langkah ke depan.


"Kalian semua akan memimpin satu kubus / kelompok yang berbeda, guna untuk membuat formasi ini semakin baik dan teratur,"


"Untuk itulah aku memanggil kalian...Satu lagi, kalian semua akan di berikan satu pil peningkat yang dengan instan akan membuat kalian berada di tingkat mencari Da'o,"


"Pil ini sangat susah di buat, jumlahnya juga pas-pasan untuk kalian semua...Jadi, ku harap ini bisa membantu kalian,"


Seorang pria paruh baya yang berbaris di hadapan Shin Hye mengangkat tangannya.


"Tetua Shin, jika kami memimpin masing-masing pasukan...Bagaimana dengan tetua yang berada di tingkat setengah abadi, apa mereka minum teh di kerajaan tanpa membantu ?!


Perkataan itu tidak membuat Shin Hye tersinggung, dia malah tersenyum membalas cemohan tersebut.


"Mereka berada di barisan depan dengan kelompok tersendiri, untuk melindungi kalian yang berada di belakang,"


lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2