
Note : Biasakan like sebelum baca ❤️
Takut akan mendapatkan masalah jika bersangkut paham dengan klan thaosi, Fang Ling lebih mempertimbangkan pendapat untuk menemui tahaosi tersebut.
Klan thaosi sejenis klan aneh yang sangat berbeda dengan klan lain, klan terdekat thaosi adalah klan ronin atau samurai.
Tidak di ketahui pastinya dimana kedua klan ini membentuk sebuah perguruan, mereka seakan ada di mana-mana.
Di kota, desa atau di kerajaan sekalipun terdapat banyak thaosi yang berkeluyuran bebas keluar masuk benua lain.
Tetapi yang menjadi kejanggalan bagi Fang Ling, kenapa thaosi yang ia temui beberapa menit sebelum-nya bisa berada di tempat berbahaya seperti ini dan lagi malah menjadi budak.
Jika bukan karena menjalankan rencana tidak mungkin klan thaosi mau berada di tempat ini apalagi menjadi budak, pasti ada sesuatu yang akan di kerjakan thaosi tersebut di kota mikaze.
Dari jarak cukup jauh Fang Ling memperhatikan tahaosi sebelumnya.. Pria cantik itu terlihat sedang bermeditasi seakan tidak terganggu dengan kurungan yang terbilang sempit.
Fang Ling memperhatikan bagian tubuh pria itu untuk beberapa waktu, hingga matanya terbelalak melihat tato Yin dan Yang terdapat di punggung pria itu.
'Thaosi tingkat tinggi..?! Apa yang dia lakukan di tempat ini.'Batin Fang Ling dengan mata melebar, seraya melirik ke arah punggung pria beberapa meter di depan secara diam-diam.
Terdapat suatu tingkat thaosi yang di bedakan oleh bentuk tato, tato Yin dan Yang berada di tingkat kedua dari yang paling kuat.
Sedangkan terdapat tiga tingkatan..Paling kuat memiliki tato naga, kedua Yin dan Yang dan ketiga hybrid atau tato burung berwarna biru.
Mengenai tempramen dan cara menjalankan misi bagi klan Thaosi sangatlah berbeda..Mereka memiliki tempramen aneh, serta selalu menjalankan misi secara terang-terangan.
Klan thaosi memiliki sesuatu yang membuat mereka mampu keluar masuk kerajaan di semua benua dengan semau mereka.
Fang Ling semakin yakin jika thaosi itu sedang menjalankan misi, apalagi di tempat ini banyak mayat hidup.
Takut jika thaosi itu akan melakukan hal aneh kepada budak lain, Fang Ling memberanikan diri untuk mendekat dan menanyakan apa tujuan dari kedatangan thaosi tersebut.
Fang Ling tidak datang dengan tangan kosong ia membawa semangkuk sup, setelah berjalan sampailah dia tepat di hadapan tahaosi sebelum-nya.
__ADS_1
Awalnya thaosi itu tidak menghiraukan kedatangan Fang Ling dan tetap meneruskan meditasi seraya menutup kedua mata-nya.
Fang Ling menatap datar pria di depan, diapun berjongkok dan memberikan mangkuk sup yang ia bawa kepada thaosi tersebut karena kebetulan dia belum mendapatkan bagian.
"Pria kemanyun, apa yang membuatmu datang ke tempat seperti ini..Memburu mayat hidup..??"Fang Ling berkata dengan nada sedikit menyindir, sambil meletakan mangkuk yang ia bawa tepat di depan thaosi tersebut.
"Jaga sikap mu ketika berhadapan denganku, apa yang aku lakukan dan menjadi urusan ku di tempat ini bukan urusan mu dan lagi aku tidak membutuhkan mu, atau sebaliknya..?? Kau yang membutuhkan ku."
Thaosi itu menyudahi meditasi, diapun membuka mata dan tersenyum cerah ke arah Fang Ling di mana malah membuat Fang Ling menjadi jengkel.
"Seterah kau saja, katakan kepadaku apapun yang kau tau mengenai elf di tempat ini.."Ujar Fang Ling, seraya menahan diri untuk tidak melakukan hal yang tidak di inginkan.
"Elf..? Kau sedang membicarakan apa..??"Thaosi itu seakan sedang menyembunyikan sesuatu, hingga sesuatu yang besar menekan tubuhnya.
"Ugh..Ka-kau.."
Karena medan magnet yang di ciptakan Fang Ling dari lepasanya hawa intimidasi, membuat thaosi itu kesulitan berbicara bahkan untuk sekedar bernafas.
Fang Ling menatap tajam ke arah kedua mata thaosi yang sedang meringis di depan."Mungkin apa yang kau lakukan di tempat ini bukan urusanku, tetapi karena kau memiliki informasi yang ku butuhkan akan ku dapatkan meskipun harus membelah kepala mu."
Hanya dengan membaca situasi Fang Ling tau jika thaosi itulah yang menghilangkan hawa intimidasi miliknya, bahkan mampu menyegel sepertiga kekuatan Fang Ling dengan kertas kuno yang ia tempelkan di dada Fang Ling.
Tidak tau pastinya kapan kertas tersebut ada di sana yang pasti untuk melakukan hal itu di dalam medan intimidasi bukanlah hal yang mudah.
Hingga beberapa saat Fang Ling baru sadar jika tubuhnya sudah membeku sama sekali tidak bisa di gerakan.
"Kau...
Thaosi itu tersenyum lembut."Jika bertanya kepada seseorang awali dengan senyuman, kau masih tidak berubah..Kaisar naga.."
Ingatan Fang Ling tiba-tiba menjadi kacau, ia seakan pernah melihat pria itu tetapi juga tidak..Lalu dia menyimpulkan, jika thaosi itu sudah mengobrak-abrik ingatannya untuk mencari sesuatu.
Thaosi itu memejamkan mata, ia melihat sampai ke dalam semua ingatan Fang'Ling."bukan itu..Ini juga bukan, ah ini dia..Apa kau masih ingat denganku..??"
__ADS_1
Fang Ling berusaha menggerakkan tubuh..Di luar dugaan, Fang Ling mampu menggerakkan tangannya lalu merahi dua kertas di dadanya dan segera merobek kedua kertas itu hingga tubuhnya kembali bisa bergerak seperti semula.
Dengan cepat Fang Ling meraih leher pria di depan dan mencekiknya, tatapan Fang Ling menjadi buas seakan ingin membunuh siapa saja.
"Jangan lihat ingatan ku..."
Thaosi itu tersenyum meski merasa sakit karena Fang Ling tidak segan-segan mencekiknya."Apa kau masih di hantui oleh gadis yang kau bunuh, atau kau masih di hantui setelah membantai satu keluarga lengkap dengan anak-anaknya yang masih kecil..??"
Tiba-tiba Fang Ling di bawa masuk ke dalam ingatannya..Di mana di sekelilingnya di penuhi dengan bangunan-bangunan yang terbaka, serta ratusan mayat bergelimpangan dimana-mana.
Fang Ling juga melihat dirinya yang dulu tengah merangkul seorang mayat gadis di tengah banguan yang terbakar dan gelimpangan mayat dengan tubuh penuh darah serta memegang sebilah pedang di tangannya.
"Kau pembunuh..Kau pembunuh berantai yang haus akan darah, apa kau sendiri tidak mengingat bagaimana jeritan anak kecil yang kau bunuh..?"Thaosi sebelumnya berkata, tetapi tubuhnya tidak terlihat di manapun seakan suaranya berada di segala arah.
Fang Ling menundukkan kepala, ia merasa sangat menyesal pada saat itu bahkan menjadi penyesalan terbesar-nya setelah kegagalan yang di lakukannya.
"Tidak. Aku tidak membunuh mereka, aku di jebak oleh pembunuh yang asli dan di jadikan kambing hitam.. Karena pada saat bersamaan, aku datang ke kediaman itu dan melihat semua orang sudah mati terbunuh."Kata Fang Ling dengan nada seseorang yang depresi.
"Jikapun begitu, semua orang bahkan dewa menyalahkan mu dan membuat arwah dari orang tersebut menghantui mu selamanya.. Karena alasan itulah, mengapa kau sangat sering terbangun kembali ke dunia bawah karena ingin mengelak dari kesalahan tersebut..
"Percaya atau tidak, kau tidak pernah lagi merasa tidur nyenyak setelah ribuan tahun yang lalu akibat di timpa oleh kesalahan yang tidak kau lakukan, hahahaha..Dewa naga, kau benar-benar sangat memprihatinkan."
Meski sama sekali tidak membunuh pada saat itu, tetap saja Fang Ling merasa sangat amat terpuruk dan menyesali perbuatannya.
Fang Ling berusaha kembali bangkit berdiri setelah terpuruk, diapun memperkuat kesadaran yang pada akhirnya membawa ia keluar dari ingatan kacau tersebut.
"Bagaimana..? Takut..??"Thaosi itu berkata dengan nada sombong sambil melipat tangan di depan dada seraya duduk bersila menatap Fang Ling.
Untuk beberapa saat Fang Ling terdiam membeku, hingga beberapa saat kemudian sebuah hawa hitam pekat hasil dari pembunuhan dan pembantaian yang ia lakukan membuat thaosi di depan seketika pingsan.
Beruntung hawa itu tidak di rasakan oleh orang lain karena akan gawat jika itu terjadi, segera Fang Ling menarik kembali hawa membunuh tersebut.
"Hari ini benar-benar sangat melelahkan."Fang Ling menoleh ke luar jendela, ternyata hari sudah pagi dan lelang akan segara di selenggarakan.
__ADS_1
Di ruangan utama lelang sudah mulai terdengar suara orang-orang, Fang Ling segara mencari pria algojo sebelumnya untuk melakukan sesuatu.
Bersambung...