
Note : Budayakan like sebelum baca 🐾🐾
Fang Ling terserak melihat sesuatu di belakang Fixie, dia tidak jadi menggunakan barang yang di berikan Fixie sebelumnya..
"Kemari..Apa yang terjadi denganmu..?"Fang Ling menarik tangan Fixie, sementara Fixie berusaha memberontak karena masih tidak sanggup mencium aroma tidak sedap di tubuh Fang Ling.
"Aw, lepas..!!"Fixie menarik tangannya kuat-kuat hingga lepas dari genggaman Fang Ling, iapun sedikit meringis dibuatnya..Sebab genggaman Fang Ling sangat kuat, sampai-sampai membuat pergelangan tangannya memerah.
"Apa yang membuatmu menjadi sangat kasar..? Gunakan benda itu dengan cara menumpahkan dari kepala, setelah itu aku akan memperlihatkan sesuatu."
Fixie sedikit memandang mata Fang Ling dengan tatapan marah, tetapi tidak lama setelahnya diapun memalingkan wajah seraya memijat pergelangan tangannya yang sempat di tarik.
Sadar jika sudah bersikap kasar terhadap gadis itu, Fang Ling hanya menunduk..Lalu perhatiannya di alihkan oleh botol kaca di tangannya, iapun membuka tutup botol tersebut lalu menuangkan isi dari benda itu ke kepalanya.
Butiran cahaya berwarna keemasan keluar dari dalam botol, cahaya itu menyelimuti tubuh Fang Ling.. Sepintas tidak ada perasaan yang bisa di jelaskan, tetapi setelah cahaya itu hilang barulah tercium aroma yang sangat harum.
"Apa ini..?" Tanya Fang Ling, sesekali ia mencium bahu pakaiannya yang berbau harum semerbak bunga.
"Itu wewangian, biasanya digunakan oleh wanita elf..Tetapi karena kau bau sekali, kurasa tidak ada salahnya menguji benda itu kepada laki-laki,"
"Menguji..? Tu-tunggu,maksudmu, benda ini berbahaya..?"
"Tentu saja tidak, kau jangan terlalu khawatir..Paling tidak benda itu tidak akan membunuhmu."
Raut wajah kebingungan Fang Ling cukup membuat Fixie terhibur, benda yang di gunakan Fang Ling sebelumnya adalah wewangian biasa..Fixie melakukan hal ini lantaran kesal, ia sangat ingin melihat raut wajah datar Fang Ling berubah.
Sebenarnya kali ini tidak bisa dikatakan berhasil, sebab Fixie hanya dapat melihat wajah kebingungan Fang Ling beberapa detik saja sebelum pria itu kembali datar..Hal itu tidak terlalu memuaskan bagi Fixie, tetapi ia masih memiliki beberapa rencana tersembunyi untuk di gunakan melihat perubahan ekspresi pada wajah Fang Ling.
Fang Ling kembali menatap Fixie,"Berbalik, aku ingin melihat apa yang terjadi kepadamu.."
Fixie hanya mengangguk sebagai jawabnya, iapun berbalik..Ternyata keempat sayapnya membeku akibat udara dingin, bahkan ada dua sayap yang patah..Sayap bawaan dari lahir masih bisa kembali normal, tetapi membutuhkan waktu yang lama.
"Udara dingin membekukan sayap ku, untuk beberapa bulan kedepan mungkin aku akan menjadi elf yang tidak bisa terbang.."Fixie menggoyangkan tubuhnya sambil tersenyum cerah, tetapi perkata elf itu mengandung kesedihan.
__ADS_1
Melihat hal itu Fang Ling hanya diam, diapun melangkah semakin dekat dengan punggung Fixie lalu menyentuh sayap yang patah.. Saat ujung jari Fang'Ling mengenai sayapnya, Fixie sedikit tersentak sekaligus tersipu.
"Mmm..Ja-jangan, benda itu sangat sensitif..Jangan menyentuhnya."Kata Fixie dengan nada bergetar, tetapi Fang Ling yang mendengarnya hanya bersikap santai sebelum menyelimuti telapak tangannya dengan api.. Seketika es yang membalut sayap Fixie meleleh, tetapi kerusakan pada sayapnya mengakibatkan Fixie tidak bisa terbang untuk waktu yang lama.
"Hanya ini yang bisa aku lakukan, sayap tidak termasuk dalam organ tubuh..Sehingga aku tidak bisa memperbaikinya, mungkin kau harus bersabar untuk saat ini."
Fang Ling mundur dua langkah, sementara Fixie membalikan tubuhnya dan merasa ada yang aneh.. Saat tangan Fang Ling menyentuh sayapnya, es yang ada di sana meleleh tetapi juga membuat tubuhnya menjadi hangat.
"Ternyata orang ini sangat pengertian, tetapi wajahnya yang datar itu.."Gumam Fixie di dalam hatinya, sampai tidak sadar sudah mengepal lantaran melihat wajah datar Fang Ling.
"Apa yang kau lihat..? Sebaiknya kita cepat kembali atau Han Dong akan hilang."
"Ta-tapi.."Perkataan Fixie tersentak, ia bingung bagaimana caranya dia terbang sedangkan saat ini sayapnya sedang terluka lumayan parah.
Fang Ling berjongkok di depan Fixie, sontak elf itu terkejut sekaligus bingung dengan wajah tersipu karena malu.
"Eh..? apa yang harus aku lakukan."Fixie menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
"Berhenti berpikir yang aneh-aneh, cepatlah naik..Waktu bergerak maju, bukan mundur."Ujar Fang Ling, ia sudah merasa pegal pada posisi itu.
"Uh.."Tubuh Fang ling sedikit bergetar, bahkan kedua kakinya hampir tidak sanggup menahan tubuh Fixie meskipun tubuh gadis itu tergolong kecil.
"Ada apa..? apa berat..??"Fixie nampak khawatir, tetapi Fang Ling hanya diam sebab sudah berpengalaman untuk tidak membawa-bawa kata yang menyinggung fisik perempuan.
"Tidak, aku tidak apa,"Fang Ling berusaha berdiri, lalu dia terbang dengan cepat menuju kembali ke kota Muxan untuk menemui Han Dong.
Fixie yang berada di punggung Fang Ling merasa tertekan tatkala wajahnya sering terkena kibasan sayap Fang'Ling..Iapun mencubit pinggang Fang Ling, alhasil karena terkejut Fang Ling terjatuh dari udara setinggi dua ratus kaki menghantam Padang pasir.
Bruuuk
Keduanya jatuh dengan posisi Fixie di atas tubuh Fang Ling, sehingga dia tidak merasa terlalu sakit..Sementara Fang Ling merasa sangat kesal, bukan karena sakit lantaran karena apa yang di lakukan Fixie sudah menghambat perjalanan.
"Apa masalahmu..! Kau kira aku tidak bisa terluka setelah jatuh dari ketinggian seperti tadi."
__ADS_1
"Ah.. Ma-maaf hanya saja sayap mu mengibas wajahku,"Fixie segera berdiri, dia berdiri di samping Fang Ling dengan perasaan serba salah.
Fang Ling bangkit berdiri, iapun juga tidak bisa menyalahkan Fixie tentang hal ini..Diapun mengibas bagian pakaian yang kotor, setelahnya kembali menatap Fixie yang nampak sedang tertunduk.
"Sudahlah, jangan salahkan dirimu sendiri, Xie'Xie..Ini juga salahku."
Permintaan maaf Fang Ling benar-benar mengejutkan Fixie, tetapi tidak hanya itu..Bahkan saat Fang Ling berjalan mendekat dan membopong Fixie selayaknya tuan putri, gadis elf itu seakan merasa bermimpi.
Ia dapat merasakan tubuh Fang Ling yang begitu hangat, entah itu karena di dalam tubuhnya terdapat elemen api..Tetapi hal itu membuat gadis manapun tergila-gila dan rela melakukan apapun.
Wajah Fang Ling yang datar dan nampak tidak bersahabat sedikitpun membuat orang-orang takut mendekatinya, tetapi ketampanannya benar-benar tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.
Lompatan lembut Fang Ling saat terbang menggentarkan hati Fixie, tanpa sadar Fixie terbawa suasana dan menyenderkan kepalanya ke dada lebar Fang Ling.
Fang Ling berpikir jika kali ini dia benar-benar terlambat, hari sudah sangat larut.. Dirinya sempat tidak yakin jika Han Dong masih menunggu di Vapilun, dirinyapun memutuskan memacu kecepatan maksimal sampai-sampai membelah langit malam.
Jujur saja perjalanan ini di lalui Fang Ling selama satu jam sampai akhirnya gerbang kota Muxan terlihat di depan sana..Fang Ling terbang menurun tepat di depan gerbang, beberapa penjaga sebelumnya nampak langsung membuka gerbang sementara sebagai dari mereka berjalan menghampiri Fang Ling.
"Selamat datang kembali tuan, apa perjalananmu menyenangkan..?"Penjaga itu mengukir senyuman terbaik.
Tau apa yang di inginkan penjaga itu dan dirinya juga sedang terburu-buru, Fang Ling langsung memberikan sepuluh koin emas kepada salah satu penjaga mereka sebelum berjalan memasuki kota Muxan dengan Fixie yang tertidur di gendongannya.
Sempat melotot menatap koin emas pemberian Fang Ling, beberapa penjaga itu langsung melambaikan tangan dengan raut wajah bersuka cita.
"Terimakasih tuan, semoga langit melindungi mu..Kau memiliki istri yang cantik semoga di berkati seorang anak."
Fang Ling mengangkat tangan lalu menaikan jari tengahnya."Ya terimakasi..Gunakan uang itu sebaik mungkin, juga jangan lupakan temanmu..Ku beritahu kepada kalian, dia bukan istriku..!"
Setelah kembali masuk ke kota Muxan, Fang Ling cukup terkejut karena masih ada banyak orang yang mondar-mandir..Juga masih ada banyak toko dan kedai masih terbuka di tengah malam seperti ini, nampak sangat ramai dan meriah dengan lampu jalan yang di dominasi oleh warna merah, kuning dan putih cerah cemerlang.. Menambah kesan kesempurnaan sebuah kota.
•Pendekar rajawali
•Legenda sang dewa naga
__ADS_1
Bersambung...