
Kedua hydra itu menyerang bentuk naga Fang ling secara bersamaan. salah satu dari mereka melilit tubuh dan yang satu bertugas menyerang Fang ling dengan mengigit menggunakan giginya yang sangatlah runcing.
Blarrrr
Tubuh naga Fang ling mengeluarkan hawa biru mengerikan membuat seluruh kawasan hutan itu membeku hingga ke titik puncak es bentuk suci.
Bentuk naga Fang ling perlahan Berubah menjadi naga berkaki dua dan mempunyai dua tangan dalam bentuk perubahan suci.
Fang ling Berdiri tegak selayaknya dalam bentuk manusia, walaupun sedikit kesulitan karena tidak terbiasa menggunakan hujud aslinya dalam bentuk perubahan suci.
Dengan kedua tangannya, Fang ling mencengkram kuat salah satu hydra dan melempar dengan kuat hingga membentur tanah. Tidak berhenti di situ, Fang ling mencengkram kuat satu Hydra yang masih mengigit tubuhnya.
"Dasar hewan Rendahan ! Fang ling menginjak hydra yang mengigit nya hingga tiga kepalanya hancur berkeping-keping.
Agar tidak mampu meregenerasi, Fang ling membekukan luka di ketiga kepala hydra yang sudah terputus. agar hydra tersebut tidak bisa menumbuhkan kepalanya, karena es milik Fang ling adalah tipe abadi atau tidak pernah cair.
Satu hydra kembali membelit tubuh Fang ling dari belakang dan mengigit tubuh naga Fang ling dengan beringas. luka yang di sebabkan gigitan Hydra tersebut memancarkan cahaya kebiruan dan sedikit cairan biru.
Fang ling hendak mencakar kepala hydra yang melilit nya dari belakang, namun hydra yang tersungkur di tanah Kembali bangkit dan menyerang Fang ling hingga membuatnya terjatuh.
Jatuhnya Fang ling membuat getaran hebat, namun karena itu adalah serangan bertingkat dewa. tanah-tanah yang hancur melayang di udara akibat efek dari tenaga puncak fang ling dan hydra.
masing-masing kepala kedua hydra itu mengigit tubuh Fang ling, hingga membuatnya meraung keras dan terdengar sangat mengerikan.
Dengan susah payah, Fang ling meraih sebuah bukit yang masih dalam jangkauan tangannya. dengan kuat, Fang ling menghantam salah satu kepala hydra hingga membuatnya hancur dan melepaskan lilitan nya.
Dengan menggunakan bukit yang di ambilnya, Fang ling kembali menghantamkan kepala hydra yang masih menempel.
fang ling terus memukul kepala hydra itu dengan menggunakan bukit, yang sedari awal sudah di satukan nya dengan elemen es yang memberikan ketahanan sangat kuat agar tidak mudah hancur.
Dengan tubuh yang hampir melewati batas maksimal, Fang ling berdiri berencana mengakhiri pertarungan itu dengan menggunakan semua energi yang tersisa di dalam dantian milikinya.
__ADS_1
Seakan tau jika Fang ling ingin mengakhirinya, kedua hydra itu kembali bangkit dan menyerang kedua lengan Fang ling untuk mencegah ledakan yang akan di ciptakan nya.
Fang ling mencoba melempar kedua hydra itu, namun mereka melilit dengan sangat kuat. Fang ling merasa seluruh tubuhnya menjadi panas, karena sudah berada di puncak hujud aslinya.
Di saat kebingungan, Fang ling melihat sebuah gunung yang tidak jauh dari tempatnya bertempur. Dengan langkah cepat, Fang ling Berlari ke arah gunung itu dan menghempas kedua hydra yang ada di kedua tangannya.
Gunung itu hampir hancur akibat benturan keras, hingga kedua hydra itu berhasil lepas dari kedua tangan Fang ling yang begitu kuat.
Dengan kuat, Fang ling memukul satu persatu kepala hydra yang masih terbaring lemas dengan tubuh Bersender di antara gunung. Dengan keadaan hampir hancur, dua kepala hydra mengeluarkan cairan hijau dari mulutnya.
Ciaran hijau itu tepat mengenai bagian dada Fang ling, hingga menimbulkan sebuah retakan cukup besar yang membuat energi Fang ling, keluar dari Retakan di dadanya.
Butiran cahaya biru perlahan keluar dari Retakan di bagian dada Fang ling. Dengan emosi yang memuncak, fang ling menghancurkan dan menyobek kepala salah satu hydra dengan cakar nya.
Melihat Fang ling yang sudah terbawa emosi, kedua hydra itu mundur cukup jauh untuk meregenerasi luka mereka yang di akibatkan serangan Fang ling yang sangat brutal.
Fang ling juga menutup retakan di dadanya dengan menggunakan elemen es. Agar energi yang masih tersisa di dalam dantian milikinya tidak cepat habis.
"Percuma saja, luka yang sekarang kau alami membutuhkan beberapa bulan untuk kembali menutup... Sedangkan kau, tidak menit waktu sebanyak itu. karena kami akan membunuhmu," kata hydra yang masih mempunyai lima kepala utuh.
Setelah mengambil nafas beberapa saat, Fang ling kembali berlari menyerang kedua hydra di hadapannya dengan menggunakan kedua tangannya.
Dengan gerakan memutar, Fang ling mengubah serangannya dengan menggunakan ekornya yang mempunyai ujung yang cukup tajam.
Slaaas
hydra yang hanya mempunyai satu kepala, mati dengan kepala terkahir yang terputus dari tempatnya. Sedangkan satu hydra yang memiliki lima kepala utuh terpental akibat kibasan ekor Fang ling.
"mari kita cicipi rasa seekor hydra ! Fang ling berlari ke arah tubuh hydra yang sudah mati dan memakan bagian tubuhnya untuk memulihkan energinya.
Hydra yang terpental jauh merasa sangat murka melihat Fang ling sedang memakan kekasihnya," kau adalah makhluk Roh paling kejam yang pernah aku lihat...aku akan menghabisi mu,"
__ADS_1
Hydra itu bergerak cepat ke arah Fang ling dan melilit kedua kakinya hingga membuat keduanya terjatuh menghempas tanah dengan kuat.
"Jangan marah dasar mahkluk Rendahan, rasa kekasih mu seperti daging busuk aku sama sekali tidak menyukainya," Fang ling berdiri dan menginjak hydra yang masih tersungkur lemas karena terhimpit tubuhnya.
Setelah puas menginjak tubuh hydra itu hingga remuk, Fang ling kembali berdiri dan mengambil potongan kepala hydra yang sudah mati.
"apakah kau ingin merasakan rasa kekasih mu," Fang ling memukul kepala hydra itu dengan menggunakan kepala hydra yang sudah mati berkali-kali dan berhenti saat kepala hydra yang sudah mati hancur.
"Oh aku hampir lupa, hydra... bukankah kau menyimpan satu kitab dewa dan satu pedang ? Katakan di mana itu jika kau ingin selamat," kata Fang ling.
Hydra itu meludahi wajah Fang ling dengan lendir hijau dari mulutnya, membuat Fang ling tersungkur karena merasakan wajahnya melelehkan.
"hahaha, hydra kau sangat lucu...kau bahkan tidak tahu jika hanya hydra betina yang mampu melelehkan sesuatu dengan cairan hijau," Fang ling membersihkan wajahnya dan kembali berdiri.
Dengan ganas, Fang ling memotong satu persatu kepala hydra yang nampak sudah tidak berdaya. Fang ling berhenti saat kepala hydra itu hanya tersisa satu walaupun dengan luka sayatan akibat terkena cakarnya.
"Katakan atau kau mati ! ucap Fang ling.
"Kau hanya akan menemukan nya jika kau membunuh ku," Jawab hydra itu.
"Dengan senang hati aku lakukan," Fang ling mengoyak mulut hydra itu hingga seluruh bagian tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.
Dua cahaya perak terjatuh dari dalam tubuh hydra dan dengan cepat Fang ling mengambil kedua cahaya itu. namun sesuatu yang sangat tidak terduga terjadi dengan sisa-sisa tubuh hydra yang masih ada di tangannya.
Boooooom
Sisa-sisa tubuh hydra itu menciptakan sebuah ledakan yang kuat dan terbilang sangatlah hebat. Tubuh naga Fang ling menghilang akibat ledakan tersebut, hingga membuat tubuh manusia nya terpental jauh.
Fang ling yang sudah tidak sadarkan diri akibat ledakan hanya dapat berharap jika dia jatuh di tempat yang sangat empuk.
Dengan kuat tubuh Fang ling menghantam pinggiran tebing dan terjatuh kedalam sungai yang mengalir dengan pelan.
__ADS_1
Bersambung....