
Sebelah alis Shin Hye terangkat naik, dia menatap Fang Ling lebih dalam,"Senjata rahasia ?
"Benar, sebelum itu kita harus menahan sekuat tenaga pendekar aliran hitam yang membentuk aliansi besar.. hingga senjata rahasiaku muncul,"
"Kau sudah tau mengenai aliansi aliran hitam ? Ya, ini bukanlah hal yang perlu di kejutkan karena kau selalu di kelilingi misteri...Lalu apa rencana mu selanjutnya ??
"Sepertinya hanya ini saja..tapi lebih lanjutnya aku perlu lebih banyak informasi yang belum kita ketahui, untuk itulah kita harus meminta bantuan Tetua Yung Felix,"
"Benar-benar, kita harus melakukan ini,"Shin Hye mengangguk.
Setelah berpendapat jika mereka membutuhkan lebih banyak informasi, Fang Ling dan Shin Hye berjalan memasuki sekte dan langsung ke tempat tinggal keluarga Yung Felix.
Setelah berada di rumah Yung Felix, nampak pira paruh baya itu sedang asik bermain dengan Yung Gui Ma di teras rumah. Sedangkan Yung Qian dan Gui Fei pergi ke sekte untuk sekedar melihat-lihat.
Sangking asiknya Yung Felix tidak sadar dengan kehadiran Fang Ling dan Shin Hye, iapun di kejutkan dengan suara batuk kecil di belakangnya.
"Uhuk uhuk, maaf mengangguk kesenangan tetua Felix bersama dengan cucu anda..tapi kita harus melanjutkan pembicaraan tadi,"Ujar Shin Hye.
Mendengar perkataan Shin Hye muncul pertanyaan di benak Fang Ling, dia merasa jika kehadiran Shin Hye di tempat ini bukan tidak bertujuan karena sepertinya sudah membicarakan hal penting dengan Yung Felix.
Kehadiran Shin Hye membuat Yung Felix terkejut, diapun langsung kembali mengubah imagenya agar terlihat bijak sana seperti biasanya.
"Tetua Shin, silakan duduk..Kita akan kembali membicarakan masalah yang tidak kunjung selesai ini, aku sudah menunggu mu,"
Kini perhatian Yung Felix tertuju pada Fang Ling karena sedari tadi tidak menyadari pemuda itu, sebab dia tidak bisa merasakan hawa kehadiran pemuda itu sama sekali.
"Anak ini sangat aneh, dia nampak seumuran dengan Yung Qian..Tapi kekuatannya sudah hampir setara dengan lima jagoan di aliansi aliran hitam, bahkan di usianya yang sangat mudah,"
Batin Yung Felix, dia tidak henti-hentinya memperhatikan Fang Ling sampai pemuda itu duduk berhadapan dengannya dan berposisi di samping Shin Hye.
"Tetua Shin, siapa pemuda ini ?"Tanya Yung Felix, karena sudah tidak tahan untuk mengenal pemuda itu lebih jauh.
Menyadari ketertarikan Yung Felix pada Fang Ling membuat Shin Hye takut jika pria itu akan mengambilnya, namun hal ini tak bertahan lama saat pria sepuh itu mendapatkan ide.
"Ah..Dia adalah penerusku, namanya Fang Ling... Sekaligus dia yang mengatur semua strategi perang ini,"
Mengetahui jika Fang Ling adalah penerus Shin Hye membuat Yung Felix merasa iri, namun dia kembali terkejut dengan perkataan Shin Hye.
"Mengatur strategi perang ?"
__ADS_1
Yung Felix memerhatikan Fang Ling, dia merasa tidak percaya jika pemuda bau kencur itu mampu membuat strategi peperangan.
"Maaf jika perkataan ku menyingung mu anak muda tapi ini adalah peperangan besar, bukan permainan catur yang menggunakan bidak.. karena ini mempertaruhkan nyawa,"
Perkataan Yung Felix yang bersifat merendahkan itu tidak membuat Fang Ling berkecil hati, dia dengan pasi menceritakan semua strategi yang di buatnya bersama Yung Qian sehari yang lalu kepada Yung Felix.
Hanya dengan mendengarkan penjelasan Fang Ling sudah membuat mata Yung Felix melebar, dia dan Shin Hye sudah duduk berjam-jam di tempat itu namun tidak mendapatkan strategi yang masuk akal.
"Strategi ini sungguh brilian ! apa yang kita tunggu ?? kita harus mengirimkan surat bantuan kepada semua sekte aliran putih dan netral,"
"Jadi bagaimana ? apa tetua sekte mau membantu kami dengan menjadi pemimpin perang ini ?? Tanya Shin Hye.
Yung Felix menatap Shin Hye,"Apa aku harus diam saja melihat benua teratai perak akan di hancurkan seperti ini ? walaupun sekte ini sangat tertutup, kami ini masih memiliki hati,"
Pernyataan Yung Felix membuat semangat Fang Ling membara, dia kemudian merasakan kemampuan Shin Hye yang bertingkat sama dan tak kalah dengan Yung Felix,
"Bagus inilah yang aku tunggu, permainan sedikit berubah.. Karena di sini ada tetua Shin, maka kalian berdua akan memimpin pasukan yang berbeda,"
Kedua pria itu nampak terkejut, mereka memperhatikan Fang Ling dengan wajah tidak mengerti seolah-olah meminta penjelasan lebih lanjut.
"Pasukan akan di bagi menjadi dua, yaitu sayap kiri dan sayap kanan.. Karena musuh menyerang mengandalkan banyak pendekar, pastinya mereka tidak berpikiran untuk membuat strategi seperti ini dan yakin bisa menang dengan mengandalkan ribuan pendekar
"Pemanah akan di lancarkan saat semua musuh menyerang ke arah pasukan sayap kanan, dengan begitu pendekar musuh yang berada di barisan depan akan langsung mati dan memberikan kesempatan mutlak untuk pasukan sayap kanan maju
"Jika pasukan sayap kanan maju, maka kita tidak bisa menggunakan strategi panah lagi karena bisa membahayakan pendekar kita.. Untuk itu, sayap kiri akan membantu sayap kanan... Sedangakan aku sendiri akan membersihkan jalan menggunakan hujan pedang, hal ini akan membuat panik musuh dan secara boros menggunakan perisai yang banyak menguras tenaga dalam
Wajah Yung Felix berubah serius,"Hujan pedang ? apa kemanapun ini akan membahayakan pendekar di pihak kita ??
"Tidak..Hujan pedang akan di lancarkan pada bagian tengah pertahan lawan, hal ini bertujuan untuk melemahkan mereka dan mempermudah kalian melawannya,"
"Nak, kau tidak mengerti.. Walaupun kita mampu membuat aliansi sendiri lama kelamaan kita akan terdesak dengan banyaknya pendekar di pihak lawan," Ujar Yung Felix.
"Setelah saat itu tiba maka senjata rahasiaku akan datang membantu..Tugas kita bukan memenangkan perang ini secara terdesak, kita menyerang secara bertahap untuk melemahkan lawan sebelum senjata rahasia ku datang membantu,"
"Senjata rahasia apa yang kau maksud ini anak muda ?"Tanya Yung Felix.
Fang Ling tersenyum, dia mendekati Yung Felix dan membisikkan sesuatu yang membuat pria parah baya itu terkejut dan terkagum-kagum.
"Lalu ada lagi yang ingin kau sampaikan anak muda ?"Lanjut Yung Felix.
__ADS_1
"Selain aliansi aliran hitam, apa tetua Felix mengetahui hal lain mengenai perang ini ?"Tanya Fang Ling.
"Sejauh ini hanya itu..."
Yung Felix terdiam sesaat, dia memikirkan hal lain yang sempat di dengarnya dari pedagang yang mampir ke sektenya beberapa minggu lalu.
"Berkaitan atau tidaknya dengan perang, tapi informasi ini tak kalah penting...Dari semua penjuru benua, mereka kehilangan banyak hewan buas berupa alpha secara misterius,"
Mata Fang Ling melebar, ternyata pencurian hewan buas yang di lakukan pedagang benua ketiga bukanlah semata-mata untuk di jual melainkan untuk di gunakan sebagai hewan perang.
"Ternyata benua ketiga bersekongkol dengan aliran hitam, bahkan tidak hanya sekte gunung tengkorak...Ternyata seluruh penjuru benua juga kehilangan banyak hewan buas,"
"Hal ini semakin membuat tingkat kemenangan kali ini berkurang 40% karena mereka membuat gila hewan alpha dan di jadikan hewan perang..Jenis ini juga pernah aku temukan di bagian barat daya sekte naga langit
Sontak kedua tetua sekte besar itu kembali merasa pusing, jika tidak di katakan oleh Fang Ling mereka tidak akan tau jika hewan-hewan itu di gunakan sebagai hewan perang.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, jika begini maka kita membutuhkan strategi lain yang lebih baik,"Ucap Shin Hye.
"Tidak..Tetap gunakan strategi ini, aku akan melakukan latihan tertutup. Aku membutuhkan banyak sekali batu kristal dan Qi alam dalam jumlah banyak dan melakukan serangan hujan pedang Suci yang berdaya hancur jauh lebih kuat dari hujan pedang biasa,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
Bersambung
__ADS_1