
Mendengar penjelasan Shin Hye sedikit membuat Fang Ling pusing, sebab seingatnya sang putri akan kembali sadar dua hari setelah peperangan.
Namun entah karena apa, perang kali ini jauh berbeda dengan di ingatan Fang Ling sebelumnya karena melibatkan aliansi aliran hitam.
Perang di ingatan pertama Fang Ling adalah perang kecil, karena pada saat itu pihak kerajaan bisa menang dengan mudah.
"Apa mungkin hal ini berkaitan dengan takdir yang terubah,"
Batin Fang Ling, ia memikirkan apa yang membuat kejadian menjadi berbeda.
Fang Ling mengusap wajahnya dengan tatapan tertuju pada wajah sang putri yang nampak pucat.
"Tidak, ini bukan waktunya memikirkan bagaimana kejadian bisa melenceng...Hal terpenting adalah menyelamatkan sang putri terlebih dahulu,"Batin Fang Ling.
Di samping Fang Ling nampak Shin Hye terlihat kebingungan, ia memikirkan siapa yang harus menyiapkan semua persiapan perang jika sang putri belum siuman.
Namun kebingungan Shin Hye pecah begitu mendengar suara menyejukan dan lembut di sampingnya.
"Tetua Shin, berapa kali anda membiarkan obat kepada sang putri ?
"Kemarin aku memberikannya tiga kali...tapi kau tau sendiri jika kita baru saja bertemu Yung Felix di sekte elang emas, jadi sang putri belum minum obat hari ini,"
Fang Ling melangkah lebih dekat dengan sang putri, ia menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut gadis itu.
"Lumayan, tapi tidak seindah tubuh Su Yulan,"Batin Fang Ling.
Wajah Fang Ling berubah serius, dia menggegam tangan sang putri dan merasakan aliran darahnya tersendat oleh sesuatu.
"Racun rubah es ? bagaimana bisa sang putri terkena racun ini, apa ada yang bersekongkol di kerajaan ini,"
Batin Fang Ling terus berpikir, ia terus mencari penyebab bagaiman bisa sang putri terkena racun rubah es.
Racun rubah es sendiri adalah racun yang sangat berbahaya. Darah dari rubah es lah yang di gunakan dalam pembuatan racun.
Efek dari racun rubah es akan membuat korbannya tidur panjang, semakin lama tidur makan akan semakin berbahaya. sebab, di saat korban itu tertidur organ tubuhnya mulai membeku dan setelah itu membunuhnya secara perlahan-lahan.
Tapi saat merasakan perendarahan sang putri mulai lancar, Fang Ling dapat menebak jika ini adalah hasil dari obat buatan Shin Hye.
"Tetua Shin memang hebat...racun ini sangat susah di sembuhkan, tapi dengan obat buatannya sudah mampu membuat racun ini mulai menghilang,"
Batin Fang Ling.
Kini yang harus di lakukan Fang Ling hanyalah membantu mempercepat proses penyembuhan sang putri menggunakan darah kaisar naga.
__ADS_1
"Aku harus membuat tetua Shin keluar dari ruangan ini, jika dia melihat aku yang menolong putri, maka tidak akan ada yang namanya dewa obat Shin Hye,"
Batin Fang Ling, diapun melirik ke arah Shin Hye di sampingnya.
"Jika begitu... bukankah sebaiknya tetua Shin membutakan obat untuk tuan putri ?
"Kau benar, bagaimana.. apa kau akan ikut dan belajar membuat obat dari sang dewa ini,"Kata Shin Hye sambil menunjukan senyuman percaya diri.
"Aku akan menyusul tetua.. nanti"
Perkataan Fang Ling sedikit membuat Shin Hye curiga, pria sepuh itupun keluar dari kersiamayn sang putri dan berbalik menoleh ke arah pintu masuk sambil memikirkan apa yang akan di lakukan Fang Ling terhadap seorang perempuan yang tak sadarkan diri.
"Tidak, tidak mungkin anak itu akan melakukan hal seperti itu,"Shin Hye menggeleng, dia berjalan kembali ke aula utama untuk kembali ke kediamannya dan meracik obat.
Walaupun sempat memikirkan hal kotor tentang Fang Ling, akhirnya Shin Hye dapat bernafas lega karena sudah tau dengan sifat Fang Ling yang tidak akan melakukan hal seperti itu.
Di dalam kamar sang putri, Fang Ling menatap datar sang putri dengan pikiran tertuju pada penyakit yang di derita gadis nan cantik itu.
"Untung saja aku berada di sini, jika tidak... mungkin kau akan mati akibat gempuran perang ini,"
Fang Ling berbicara dengan sang putri walaupun tau jika perempuan itu tidak mungkin bisa menjawab.
Dengan menggunakan telunjuk jari Fang'Ling memutuskan urat nadi di tangan kanannya. Luka di tangan Fang'Ling mengeluarkan darah emas yang merupakan esensi terbaik dari darah Kisar naga.
Fang Ling mendekat wajahnya dengan wajah sang putri hingga kedua bibir mereka hampir bersentuhan. Setelah itu Fang Ling kembali menarik kembali wajahnya dan membuka mulut putri dengan tangannya .
Secara samar-samar sang putri menatap wajah Fang Ling, karena pemuda itu sedang berdiri di samping dan sedang menatap wajahnya.
"Si-siapa ? kau ??
Fang Ling hanya diam, dari kejauhan dia merasakan hawa kehadiran Shin Hye. Agar tidak mengubah sejarah Shin Hye, Fang Ling terpaksa membuat sang putri kembali pingsan hanya dengan mengelus kepalanya.
Tidak jauh dari tempatnya berdiri Fang'Ling melihat sebuah jendela, diapun melesat cepat dan keluar melalui jendela bertepatan dengan Shin Hye yang sampai di kamar sang putri.
Keanehan dapat di rasakan oleh Shin Hye begitu melihat ruangan putri kosong, karena dia sempat merasakan hawa Fang Ling masih ada di ruangan itu.
"Di mana Fang Ling...anak itu lagi-lagi sang susah di tebak, terkadang aku bingung apa yang di pikirannya saat ini,"
Sambil membawa sebuah mangkuk keramik kecil yang berisikan obat cair di dalamnya, Shin Hye berjalan ke arah kasur putri dan langsung terkejut melihat keadaannya.
"Apa ! bagaimana bisa,"
Mata Shin Hye melebar melihat kulit sang putri kembali cerah dan temperatur tubuhnya kembali hangat, diapun menoleh ke arah Jendela yang masih menganga karena Fang Ling lupa menutupnya.
__ADS_1
"Apa itu angin ? tapi sepertinya obat buatan ku memang sangat hebat..."
Walaupun sempat berpikir jika Fang Ling lah yang membantu putri dan keluar melalui jendela, Shin Hye kembali percaya diri dengan obat buatannya dan menganggap jika jendela itu terbuka karena di dorong angin.
Karena suhu cukup dingin di luar, hal ini membuat Shin Hye khawatir dengan keadaan sang putri. Diapun berjalan ke arah jendela dan menutup jendela itu sebelum kembali berjalan ke arah kasur putri untuk memastikan keadaannya.
"Keadaannya sudah sangat stabil, mungkin dia tidak sadar karena kekurangan tenaga dalam,"gumam diri Shin Hye, diapun menyalurkan sedikit tenaga dalam miliknya kepada putri dengan menyalurkannya melalui sentuhan di dahi putri.
Sang putri kembali membuka matanya, dia masih terbayang dengan sosok Fang Ling namun tidak terlalu jelas dan saat matanya sudah tidak buram, barulah dia melihat wajah Shin Hye.
"Siapa kau ? apa kau yang menyelamatkan aku ?"Tanya sang putri dengan nada yang terdengar sangat lemah.
"Aku Shin Hye, benar aku yang menyelamatkan putri,"Shin Hye tersenyum percaya diri.
"Terimakasih tetua untuk bantuan ini, kerajaan teratai perak tidak akan pernah melupakan jasa mu ini,"ucap sang putri.
"Jangan sungkan putri... sebaiknya anda kembali beristirahat, saya akan kembali lagi nanti untuk memberikan obat kepada anda,"
Shin Hye menangkupkan tangannya untuk memberi hormat kepada putri, setelah itu diapun berjalan kembali ke kediamannya untuk membiarkan gadis itu berisitirahat, sekaligus mencari Fang'Ling untuk bersiap melakukan pelatihan tertutup.
Di dalam kamar, sang putri terlihat berbaring dengan pikiran yang terus terbayang sepasang mata old dan wajah pemuda yang tidak terlalu jelas.
Sedangkan Fang Ling terlihat sedang menatap putri dari kejauhan, tepatnya di atas pohon apel di luar perkarangan yang berhadapan langsung dengan jendela kamar putri.
"Memang seharusnya begitu, dengan ini nama dewa obat Shin Hye akan tetap ada dan tidak ada yang namanya pemuda tampan bermata odd,"
Fang Ling tertawa terbahak-bahak, dia memetik sebuah apel sebelum rebahan dan memakannya.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung