Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Menemui Han Dong II


__ADS_3

Note : Budayakan like sebelum baca 🐾🐾🐾


Mata Han Dong seakan ingin keluar, terdapat rasa senang sekaligus bersimpati terhadap Fang Ling.. Han Dong memperhatikan jantung medusah di tangannya lalu mengeluarkan kristal oval berwarna hijau dari dalam jantung tersebut, seketika hawa pekat memenuhi ruangan di lantai dua paviliun.


Hawa ini berbeda dengan hawa intimidasi atau kehadiran pada umumnya, efek samping dari hawa yang keluar dari kristal oval di tangan Han Dong memiliki aroma kuat dan memabukkan.


Samar-samar Fang Ling dapat mencium aroma obat dan rancun secara bersamaan..Hal itu tidak berbahaya, hanya saja aroma yang keluar berbau khas dan kuat.


Fang Ling merasa bingung, dia tau pasti jika kristal itu dapat menyembuhkan penyakit tertentu..Tetapi Han Dong nampak sehat-sehat saja, lantas untuk siapa benda itu sampai Han Dong begitu menginginkannya.


Tidak tahan dengan pertanyaan yang selalu bersautan di otaknya, Fang Ling memutuskan untuk bertanya agar dirinya tidak lagi merasa bingung.


"Senior Han Dong, anda terlihat sehat..Lantas untuk siapa kristal itu..?


"Ha..? Ini untuk anak perempuan ku..Dia memiliki penyakit langkah sejak lahir, penyakit ini sering di panggil dengan sebutan penyakit progeria.. Siapapun yang mengalami penyakit ini akan menua dengan sangat cepat, untuk itulah aku membutuhkan kristal ini sebagai penangkal penyakit tersebut."


Fang Ling mencoba mengingat penyakit progeria, iapun berkecamuk di dalam hatinya mencoba mencari tau penyakit apa itu sebenarnya.


'Progeria..? Penyakit ini memang sangat berbahaya, kurasa benda itu tidak akan berguna untuk menangkal penyakit tersebut tetapi..'


Dalam diam Fang Ling memperhatikan raut wajah Han Dong..Pria sepuh itu sangat mengharapkan jika kristal tersebut mampu menyembuhkan anaknya, tetapi Fang Ling tau betul jika benda itu tidak berguna jika di hadapankan dengan penyakit Progeria.


Tetapi karena tau penyakit apa itu, tentunya Fang Ling tau apa yang bisa menyembuhkannya..Benda itu di sebut lotus kristal darah.


Tumbuh tidak di sembarang tempat, biasa di gunakan para elf untuk di jadikan bahan masakan..Bukan hanya mampu menangkal, tetapi bunga lotus kristal darah mampu menghilangkan semua penyakit termasuk progeria.


Fang Ling menatap sekilas wajah Fixie yang tengah tertidur pulas, lalu dia memperhatikan Han Dong..Sekilas Fang Ling merasa prihatin,tetapi dirinya masih memiliki urusan penting.


'Bagai mana ini..? Apa aku harus membantu Han Dong, meskipun tidak mengenal anaknya..Tetap saja pria ini sudah mau membantuku.'


Setelah memutuskan untuk membantu Han Dong, Fang Ling melirik wajah Fixie..Dia sangat berharap jika elf itu tau dimana tempat bunga lotus kristal darah tumbuh subur di tempat ini.

__ADS_1


Han Dong menyimpan kristal oval di tangan ke dalam balik pakaian mahalnya, lalu menatap Fang Ling dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya setelah berhasil mendapatkan kristal tersebut..Diapun mengeluarkan plakat yang telah di janjikan, plakat itu langsung ia berikan kepada Fang Ling.


Fang Ling menerima plakat itu, lalu memperhatikan nama yang terukir di atasnya."Fang Ling..? Bagaimana bisa plakat ini atas namaku.??


"Tentu saja bisa, saat kau pergi aku sudah mengubah plakat itu yang semulanya bernama ku menjadi namamu..Plakat itu sekarang milikmu, Fang Ling."


Fang Ling hanya terdiam menatap namanya terukir di bagian depan plakat tersebut..Iapun memasukan plakat itu ke dalam cincin dimensi, lalu mengucapkan terimakasih kepada Han Dong.


Han Dong tersenyum penuh makna, dia memperhatikan wajah Fang Ling sambil tersenyum serta mengusap janggutnya yang keseluruhan sudah berwarna putih dan memiliki panjang sedada.


"Kapan kau akan ke kota Mikaze..? Ku sarankan kepadamu untuk bergerak sekarang karena kota itu memiliki jarak yang lumayan jauh dari tempat ini."


Fang Ling hanya diam untuk sesaat, lalu dia kembali memperhatikan wajah Fixie dan mengingat beberapa janjinya dengan elf tersebut.


"Tidak.. Hari sudah terlalu malam akan sangat berbahaya bergerak sekarang, apalagi tempat ini sedikit aneh."


Han Dong mengangkat sebelah alisnya."Aneh..?


Fang Ling menceritakan kejadian saat dia hampir menjadi santapan hiu mayat, serta beberapa bajak laut yang mampu berlayar di atas pasir..Tidak lupa, Fang Ling menceritakan pertemuan dirinya dengan beberapa pendekar yang bertarung melawan mayat hidup sebelumnya.


"Apa di antara mereka semua ada seorang pria tua sepertiku dan seorang perempuan muda..? Mata Han Dong melebar.


Awalnya Fang Ling tidak menduga jika ekspresi pria sepuh itu akan sangat terkejut mendengar ceritanya, karena sempat mengira jika kejadian tersebut hanyalah kebetulan..Tetapi ekspresi terkejut Han Dong, membuktikan jika pria sepuh itu mengenal kelompok orang di dalam cerita.


"Aku tidak tau pasti mengenai perkara tersebut, tetapi kurasa memang ada dua orang yang senior katakan tadi.."Fang'Ling menatap mata Han Dong lebih dalam."Senior mengenal mereka..?


Han Dong terdiam untuk sesaat."Mereka adalah pengawas lautan pasir, termasuk jalan yang akan kau lalui nantinya..Mereka betugas memburu mayat hidup, tetapi dengan cara yang tidak masuk akal..Mereka akan menetapi sebuah kapal, lalu menjadi orang di dalam kapal sebagai umpan mayat hidup."


"Lalu apa mereka boleh di bunuh..? Tanya Fang Ling bersungguh-sungguh.


"Te-tentu saja tidak, pekerjaan mereka dikata sangat terpuji.. Beberapa nyawa hilang tidak akan membuat orang terkejut, karena pekerjaan pengawas laut pasir sangat berbahaya."

__ADS_1


"Beberapa nyawa..? Lucu sekali, apa beberapa nyawa itu bisa di beli dan di kembalikan dengan uang..??


Han Dong menghela nafas panjang."Kau tidak mengerti nak, keberuntunganmu akan di uji saat akan melalui lautan pasir dengan kapal di dermaga tidak jauh dari kota Muxan."


"Anggaplah lelang akan di selenggarakan dua hari dari sekarang, kau membutuhkan waktu seharian penuh di perjalanan untuk sampai..Jika bertemu dengan pengawas laut pasir, maka sebaiknya kau urungkan niat mu untuk pergi ke kota Mikaze."


Merasa ada yang sedang di sembunyikan Han Dong, membuat Fang Ling semakin tertarik di buatnya."Senior, tingkah laku mu nampak seperti seseorang yang menyembunyikan sesuatu.."


"Di pertengahan jalan kau akan bertemu dengan yang namanya Morata, berbentuk seperti naga tetapi hidup di bawah pasir.. Memiliki jenis yang sama seperti mayat hidup, masih banyak hewan berbahaya yang akan kau temui di laut pasir."


Mendengar perkataan Han Dong sebenarnya Fang Ling tidak terlalu ambil pusing, dia merasa tidak terlalu terkejut sebab ia merasa bosan bertemu dengan monster seperti Morata.


Sejujurnya Fang Ling lebih tertarik dengan pengawas laut pasir, mereka tidak segan-segan menjadikan nyawa orang sebagai umpan hanya untuk memuaskan ambisi mereka dalam memburu mayat hidup di lautan pasir.


"Senior aku akan beristirahat sebentar.. Sekali lagi terimakasih atas bantuanmu,"Fang Ling menangkup tangannya, memberi hormat kepada Han Dong..Sementara pria itu hanya tersenyum dan mengangguk.


"Jangan sungkan nak, gunakanlah tempat ini untuk beristirahat..Aku akan ke bawah, mungkin di sana murid-murid ku sedang kebingungan karena kehilangan kehilangan guru mereka."


Han Dong berdiri, diapun berjalan menuruni tangga menuju ke lantai dasar..Sementara di tempat itu hanya ada Fang Ling dan Fixie, saat Fang Ling akan beranjak..Fixie sudah lebih dulu memeluk tubuh Fang Ling hingga membuatnya kembali ke posisi duduk bersila.


Fang Ling hanya diam, dia memperhatikan wajah Fixie..Sekilas elf itu mengingatkan dirinya dengan Ah Bai, hal itu cukup membuat Fang Ling hampir menangis tetapi di tahan..Setelah beberapa lama termenung sendiri, akhirnya Fang Ling tertidur dengan posisi duduk.


___________________________


Di tempat lain, Lang Ming masih berada di dalam penjara besi..Ia nampak tengah duduk bersender, tubuhnya terlihat semakin kurus..Serta kesehatannya menurun drastis, tetapi mental Lang Ming masih tetap terjaga dengan baik.


Beberapa jam yang lalu dia memiliki teman berbincang, orang itu berada terpisah karena berada di penjara tepat di depan penjara Lang Ming..Tetapi orang itu sudah tidak ada, beberapa jam yang lalu dia di beli oleh seorang konglomerat.


"Kemana pria itu membawa gadis tadi..? Ah, sudahlah..Tidak berguna saat ini memikirkan hal tidak penting seperti itu."Lang Ming berkata sendiri, seraya menggenggam beberapa kristal alam yang masih tersisa sampai sekarang.


•Pendekar rajawali

__ADS_1


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...


__ADS_2