Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Keributan kecil di pagi hari


__ADS_3

Note : Biasakan untuk like sebelum baca 🐾🐾


Pagi hari di kota Muxan di awali dengan suara-suara hiruk pikuk orang di luar vapiliun, mereka semua bersemangat untuk memulai hari ini dengan berkerja atau melakukan sesuatu.


Cahaya hangat matahari merambat dan masuk dari celah jendela yang sedikit terbuka, Fixie yang tertidur pulas dikala itu seketika terbangun saat cahaya matahari menyentuh lembut wajahnya..Cukup lama termenung, ia baru sadar jika selama tidur dirinya berada di pangkuan Fang Ling sehingga membuatnya tersipu malu..Sementara Fang Ling nampak masih tertidur dalam posisi duduk bersila, tidak bergeser sedikitpun sejak tadi malam.


Sekilas Fixie memperhatikan wajah Fang Ling dengan posisi masih berbaring di paha pria tersebut.. Wajahnya nampak sangat sejuk tetapi juga tegas, di tambah alisnya yang panjang menambah sikap dingin dan datar Fang Ling.


Karena iseng Fixie menyentuh hidung mancung Fang Ling dengan ujung telunjuknya, tetapi ia langsung tertangkap basa oleh Fang Ling saat akan melakukan hal itu..Kini pria itu telah terbangun dan menatap tajam ke arah Fixie seolah meminta pengakuan.


Fixie segera mengganti posisinya dengan duduk menghadap ke arah Fang Ling.


"I-ini tidak seperti yang kau pikirkan, tadi ada sesuatu yang hinggap di hidungmu..Aku hanya mencoba mengusirnya."


Fang Ling sekilas memperhatikan wajah Fixie yang tersipu, lalu memalingkan wajahnya."Tidak ada orang yang akan percaya dengan ucapan mu, apalagi dengan eskpresi seperti itu."


"Hmph.. Siapa juga yang berbohong, dan lagi apa yang aku katakan tadi itu memang benar."Tidak mau kalah, Fixie mengembangkan pipinya serta melipat tangan di depan dada.


Suara hiruk pikuk di luar menarik perhatian Fang Ling, diapun berdiri lalu berjalan ke jendela yang menghadap langsung ke arah kota.


Diluar nampak sangat ramai, orang-orang berada di dalam kesibukan masing-masing..Tidak sedikit ada orang yang berasal dari benua lain sedang berjalan-jalan di kota.


Karena keramaian itu Fang Ling berpikir akan susah untuk lewat dengan penampilannya, apalagi Fixie memiliki kecantikan yang tidak main-main.


Sebenarnya mudah bagi Fang Ling untuk menakuti orang-orang, ia hanya perlu berubah ke form naga api.. Karena dalam hujud form itu, dia akan memiliki rambut pendek dengan raut wajah kasar.


Api merah darah menyelimuti tubuh Fang'Ling, saat api itu hilang dia sudah berada di form naga api..Sekilas wajahnya tetap saja nampak datar tetapi juga terlihat kasar, namun tidak sedikitpun mengurangi karisma yang di milikinya tetapi ini cukup untuk membuat orang merasa segan mendekatinya.


Fixie merasa cukup terkejut melihat penampilan Fang Ling, tetapi ia juga bingung kenapa pria itu mengubah bentuknya..Fixie berdiri, iapun berjalan menghampiri Fang Ling yang masih melihat-lihat dari jendela.


"Kenapa kau mengubah hujud mu..?"


Tanya Fixie sambil menatap lekat perubahan drastis pada penampilan Fang'Ling kali ini.


"Kenapa, apa kau tidak suka dengan penampilanku kali ini..?"Fang Ling menoleh ke arah Fixie di belakangnya.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, hanya saja tidak mungkin kau sengaja melakukan hal ini tanpa ada alasan."


Fang Ling kembali mendongak ke arah luar jendela."Gunakan cadar mu, perjalan ini akan semakin lambat jika kita menjadi pusat perhatian."


"Kita akan pergi sekarang..?"Fixie tersenyum bahagia, sedangakan Fang Ling hanya berdehem sebagai jawabannya."Baiklah aku akan bersiap-siap sekarang, jangan pergi terlalu jauh karena aku akan segera kembali."


Setelah menuntaskan perkataannya dengan semangat, Fixie berlari kecil menuju ke suatu ruangan yang masih berada di lantai dua.


Tidak begitu lama kemudian Fixie keluar dari ruangan sebelumnya dengan menggunakan gaun berwarna hijau lengkap dengan cadar..Penampilan Fifie nampak seperti orang timur tengah, tubuhnya yang kecil dan tidak lebih tinggi dari dada Fang Ling membuatnya nampak cantik dan anggun.


"Bagaimana dengan penampilanku..? apakah cantik..?"Fixie sedikit memutar tubuhnya, berharap mendapatkan pujian dari Fang Ling.


Diluar dugaan Fang Ling hanya bersikap semakin datar, apalagi dengan hujud form naga api akan membuatnya semakin bedes dan selalu ingin marah dan menghancurkan segala sesuatu.


"Jangan membuang-buang waktu, jika tidak ingin tertinggal cepatlah,"Fang Ling berjalan ke arah tangga dan langsung berjalan turun, sedangkan Fixie menyusul dari belakang.


Di lantai dasar vapiliun seper biasa akan selalu ramai dengan pria hidung belang, juga nampak Han Dong dan muridnya tengah bersiap-siap di luar Vapiliun seperti akan pergi ke suatu tempat dengan tiga unta mereka.


Fang Ling menoleh ke arah Fixie di sampingnya,"Apa kau memiliki bunga lotus darah..?


"Tidak penting, berikan satu padaku."


"Ah.. Ba-baiklah."


Meski awalnya sedikit bingung, akhirnya Fixie mengeluarkan sebuah bunga lotus berwarna merah darah dari dalam kantong penyimpan miliknya..Kantong penyimpan memiliki kemampuan sama dengan cincin dimensi, hanya saja cincin dimensi memiliki ruang tanpa batas tidak seperti kantong penyimpan yang memiliki kapasitas tertentu.


Fixie menyerahkan bunga itu kepada Fang'Ling, lalu keduanya berjalan bersama keluar dari Vapiliun anggrek untuk menghampiri Han Dong.


Saat Fang Ling berjalan mendekat, Han'Dong langsung saja menghentikan pekerjaannya menata barang dan berjalan menghampiri Fang Ling meski penampilannya sudah berubah.


"Apa kau ingin segera ke kota Mizaki,nak..?"


Fang Ling membungkuk memberi hormat kepada Han Dong,"Selamat pagi senior, ya..kami akan pergi sekarang, tetapi sebelum itu aku ingin kau menerima benda ini."Fang Ling menyodorkan bunga lotus darah di tangannya.


Han Dong nampak tidak mengerti, seakan baru pertama kali melihat bunga tersebut..Tetapi dia tetap menerima pemberian itu untuk menghormati Fang'Ling.

__ADS_1


Sadar apa yang di pikirkan Han Dong, Fang Ling hanya terdiam dengan wajah datar lalu berkata."Kristal medusah tidak akan bisa menyembuhkan putrimu, gunakan bunga itu untuk menyembuhkannya..Kau hanya perlu merebus bunga itu dan memberikan air hasil rebusan bunga tersebut untuk di minum anakmu."


Tanpa menunggu jawaban Han Dong, Fang Ling dan Fixie berjalan pergi dengan Han Dong dan kedua muridnya memandang heran keduanya.


"Guru ada apa dengan pemuda itu..? Sepertinya banyak yang berubah darinya, terutama sifatnya yang datar dan semakin dingin sejak hampir di makan hiu mayat hidup."


"Itu bukan urusan kita,"Han Dong memperhatikan bunga lotus berwarna merah di tangannya, ia berharap besar terhadap perkataan Fang Ling sebelumnya lalu menyimpan bunga itu ke dalam pakaian."Angkut semua barang, kita akan pulang sekarang."


Merasa ada yang aneh kedua murid Han Dong segera mengikuti perkataan guru mereka.. Setelah semua persiapan sudah di ikat pada punuk unta, mereka bertigapun pergi dari paviliun menuju ke rumah Han Dong yang berletak dekat dengan kerjaan benua daun wangi.


Sementara itu di tengah jalan kota yang ramai, Fang Ling dan Fixie berjalan berdampingan menuju ke dermaga di pintu timur kota Muxan.


Baru beberapa menit berjalan sudah banyak makanan ringan yang Fixie bawa, terlebih lagi Fang Ling lah yang membayar semuanya..Tetapi bukan masalah, Fang'Ling memiliki banyak tumpukan emas di dalam cincin dimensi.


Saat melihat manisan apel tidak jauh di depan, Fixie menarik lengan baju Fang Ling ke tempat itu dimana pada saat bersamaan banyak orang yang memandang ke arah Fixie.


"Tuan ini terlalu memanjakan kekasihnya, lihatlah seberapa banyak benda yang sudah di beli gadis itu."Cemoh seorang ibu rumah tangga kepada kedua orang temannya.


Cemohan itu tidak sengaja di dengar oleh Fixie saat dia akan meraih satu tusuk manisan apel..Diapun menatap ibu-ibu yang mencemoohnya, seraya melotot lucu dengan kedua tangan menggegam banyak makanan ringan.


"Memangnya kenapa..?! Apa aku memberatkan kalian, Hu.! Kalian saja yang tidak mengerti dengan perasaan tuan ku ini."


Keributan tersebut mengundang orang-orang, mereka nampak memperhatikan Fixie sementara Fang Ling tidak tau ala yang terjadi karena menghadap ke arah yang berbeda.


"Lihatlah gadis itu sangat menyeramkan, bahkan makanan di mulutnya masih banyak tersisa..Nak, kau akan kualat jika berani melawan orang tua."Perempuan paruh baya itu tersenyum menang, seakan semua orang akan membantu.


Karena kehabisan kesabaran Fixie bergerak maju lalu menjambak rambut perempuan yang sudah memfitnahnya..Alahasil terjadi duel panas, dimana nampak Fixie lah yang menenangkan pertarungan singkat tersebut sebelum beberapa orang memisahkan mereka.


"Kau..! Perempuan sebelumnya tersulut emosi, karena wajahnya yang berbedak tebal di penuhi oleh cakaran..Hingga dari kantong belanjaannya, perempuan itu mengeluarkan sebuah pisau dapur dan hendak menusuk perut Fixie sebelum Fang Ling menghadang dan menghentikan laju pisau itu dengan tangan kosong.


"Tidak seharusnya perempuan berwawasan luas seperti mu mengurus hidup seseorang..Belum lagi kau berani melakukan percobaan pembunuhan di depan umum, seharusnya kau sadar jika sikap mu tidak mencerminkan sosok seorang perempuan dewasa."


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2