Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Kehidupan menyenangkan


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Time skip !


"Mungkin ini saatnya kita berpisah."Kata Lang Ming, seraya berbalik dan melihat bintang di langit.


Fang Ling berjalan ke depan lalu menepuk pundak Lang Ming."Saudara, jangan pernah berpikir kau selalu sendiri karena ada banyak orang yang selalu menunggumu kembali. Setelah ini aku akan kembali ke sekte pedang bambu, pergilah ke sana jika ada waktu."


"Tentu saja aku akan mampir."Lang Ming terdiam sejenak, lalu menghela nafas panjang."Yaa..Inilah saat yang tepat untuk mengucapkan kata perpisahan, aku jika kita bertemu kembali saudara sudah menjadi lebih kuat."


"Tentu saja, kita akan kembali bertemu untuk mengadu kekuatan lagi..Sampai pada hari itu, aku ingin kau untuk selalu berhati-hati."


Lang Ming membalik tubuhnya lalu menangis, iapun mengucapakan selamat tinggal kepada Fang Ling lalu melesat cepat dan akhirnya hilang di antara bayang-bayang rumah.


Meski pertemuan ini sangat singkat, Fang Ling berusaha untuk mengerti apa yang di inginkan Lang Ming serta selalu mengharapkan sesuatu yang baik untuk pria buta itu.


Setelah berdiri selama satu menit di atas atap rumah, Fang Ling melompat masuk ke dalam retakan portal. Berselang beberapa detik, sebuah portal hitam kembali muncul di atas lautan luas tepat di antara perbatasan benua teratai perak dan benua daun wangi.


Fang Ling terbang keluar dari portal tersebut, setelah mempertimbangkan pendapat akhirnya dia memutuskan untuk tinggal sementara waktu di kediaman keluarga Su Yulan.


Kehadiran Fang Ling pada malam itu di sambut meriah oleh semua orang di kediaman keluarga Su, lebih parahnya Su'Ming terlihat paling mengkhawatirkan keadaan Fang Ling karena pria paruh baya itu sudah menganggap Fang Ling seperti anak sendiri.


Fang Ling membuka topeng rubah lalu tersenyum kepada semua orang sambil mengatakan aku tidak apa-apa.


Malam hari itu Fang Ling dan semua keluarga Su berkumpul di ruang tamu di mana mereka membakar ayam serta bercerita tentang banyak hal.


Khususnya mereka selalu mendengar cerita Fang Ling, di mana pada saat itu Su Luo dan Su Liang nampak asik mendengarkan cerita Fang Ling saat melawan banyak monster berukuran besar untuk menyelamatkan paman Lang Ming, kedua anak kecil itu seakan mendengarkan cerita dongeng.


Su Yulan juga nampak sangat bahagia malam itu karena Fang Ling kembali dengan keadaan baik-baik saja, bahkan sedari awal gadis cantik itu selalu duduk di samping Fang Ling.


Begitu berbicara bersama dengan Su'Ming, Fang Ling seakan merasakan kehangatan seorang ayah di mana dari sejak dia lahir tidak pernah merasakan kehangatan keluarga.


Keadaan ini benar-benar membuat Fang'Ling betah dan bahagia, beban serta takdir yang selalu menghantui pikirannya seakan menghilang hanya dengan melihat senyuman banyak orang.

__ADS_1


Malam itu juga mereka bercerita sampai berjam-jam lamanya hingga pada akhirnya semua orang kembali ke kamar masing-masing. Seperti biasa, Fang Ling akan tidur bersama Su Yulan.


Karena merasa sangat rindu dan sudah menahan nafsu lumayan lama, akhirnya Fang Ling dan Su Yulan memutuskan untuk kembali melakukan hubungan itu sampai mereka kelelahan di pagi hari dan akhirnya tertidur.


Fang Ling tinggal di kediaman keluarga Su setidaknya selama tiga bulan. Di sana dia selayaknya sudah di anggap sebagai anggota keluarga, setiap pagi dan sore Fang Ling dan Su Ming akan mengunjungi banyak tempat, tetapi yang paling sering mereka berdua lakukan adalah bercerita di atas sebuah pohon besar yang menghadap langsung ke arah pantai.


Di malam dan siang hari Fang Ling akan menghabiskan waktu bersama dengan Su Yulan, mereka berdua memiliki banyak waktu sehingga dapat mengenal satu sama lain dan dapat belajar dari kesalahan masing-masing.


Kisah cinta remaja memang terbilang rumit. Tetapi sebanyak apapun masalah dan kesalahan yang Fang Ling dan Su'Yulan lakukan, keduanya tau betul bahwa mereka saling membutuhkan dan melengkapi.


Hingga pada akhirnya setelah tinggal selama tiga bulan di kediaman keluarga Su, Fang Ling memutuskan untuk pamit kepada semua orang karena akan pulang ke sekte pedang bambu.


Perpisahan kali ini memang terbilang sangat berat karena Su Yulan enggan melepaskan Fang Ling, bahkan saat pria itu sudah akan pergi dan berdiri di depan gerbang, Su Yulan tidak mau melepaskan pelukannya.


Setelah satu jam lamanya, akhirnya berkat bantuan Su Yun yang selalu menasehati Su Yulan akhirnya gadis itu mau tidak mau melepaskan Fang Ling.


Sebelum pergi Fang Ling dan Su Yulan membuat janji untuk kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama sambil melihat kupu-kupu.


Melihat kupu-kupu adalah sebuah parade tahunan yang hanya di lakukan di pulau gunung tengkorak, di mana pada saat itu langit malam akan di penuhi oleh kepakan sayap kupu-kupu yang berwarna warni.


Selama perjalanan kembali Fang Ling menemukan beberapa penghalang berupa perampok, anak kecil serta serangan hewan buas tidak jarang dia temui begitu berjalan menyusuri hutan rimba yang menuju ke sekte pedang bambu.


Halangan kecil seperti itu dapat Fang Ling atasi hanya dengan mengibaskan tangan, hingga pada hari kedua perjalanan di hutan rimba tersebut, Fang Ling menemukan sebuah pohon besar di tepi ngarai tempat pertama kali dia bertemu dengan Luo Tang.


Karena pada saat itu sedang malam hari, Fang Ling memutuskan untuk beristirahat di sana sambil mengingat pertemuan Fang Ling dan Luo Tang.


"Pertemuan pertama dan kedua kita berawal dari tempat ini, guru Luo'Tang."Kata Fang Ling dengan nada sendu seraya berposisi duduk bersender di sebuah pohon menghadap ke arah ngarai tempat dimana dia hampir di bunuh oleh orang tuanya sendiri.


Tetesan air mata Fang Ling tidak lagi terhitung saat mengenang kebaikan Luo'Tang yang dengan baik hati mau merawat, menjaga serta memberikan tempat untuk kembali.


Di pagi hari Fang Ling Kembali melanjutkan perjalanan menembus hutan sampai tidak sengaja bertemu dengan seorang pria yang menaiki sebuah kereta kuda, pria itu adalah pria yang sama saat pertemuan kedua Fang Ling bersama dengan Luo Tang.


Fang Ling pun menumpang di kereta tersebut dan menyusuri jalan lurus di depan hingga bertemu dengan kelokan ke kanan, di mana jalan itu mengarah langsung ke kota kabut.

__ADS_1


Teringat di benak Fang Ling tentang Shun Jing, diapun memutuskan untuk mampir di tempat tersebut. Seperti biasa, kota kabut selalu di penuhi oleh kabut tebal yang membuat pengelihatan nyaris tidak berguna.


Untungnya Fang Ling memiliki pengelihatan jauh di atas manusia normal, sehingga dia dapat melihat dengan jelas seperti tidak ada halangan sama sekali.


Sesampainya di depan rumah keluarga Shun, Fang Ling langsung di sambut oleh pukulan dan tendangan Shun Jing yang iseng karena beranggapan jika pria itu tidak dapat melihat.


"Hahahaha, jarang sekali pasanganku mau mampir ke sini..Aku sangat senang, masuklah ayah dan ibu ada di dalam."


Setelah beberapa bulan Shun Jing nampak tidak berubah, dia masih saja memiliki sifat Sundere dan suka jahil tetapi itulah ciri khas yang membuat Fang Ling menyukai gadis yang sebenarnya memiliki sifat pemalu tersebut.


Kedatangan Fang Ling kali ini benar-benar tak terduga, bahkan ayah Shun Jing dan ibunya tidak percaya jika Fang Ling adalah murid Luo Tang yang datang setahun yang lalu.


Meski sudah mendengar jika Fang Ling sudah tumbuh besar, kedua suami istri itu tidak menyangka jika Fang Ling dengan cepat sudah menjadi pria dewasa yang memiliki pribadi dewasa serta memiliki kemampuan tinggi dengan ketampanan yang tidak main-main.


"Sudah ku duga sejak awal jika pemuda ini akan menjadi seorang legenda, Shun Jing sangat beruntung."Batin ayah Shun'Jing sambil memperhatikan Fang Ling, di mana Fang Ling nampak ling-lung dengan keadaan sekitar.


Sudah berhari-hari semenjak Fang Ling di terima dengan baik oleh keluarga Shun, dia juga sudah di anggap anak kebanggaan tersendiri bagi ayah Shun'Jing, dimana jika saja Shun Quan tidak sedang berada di sekte pedang bambu, dia akan terus-menerus di banding-bandinhkan dengan talenta yang dimiliki Fang Ling.


Jujur saja, tinggal di kediaman keluarga Shun adalah pengalaman yang sangat berat di mana Shun Jing semakin lama semakin nakal dan manja hingga pada salah satu malam gadis itu tidak berdaya berada di bawah kuasa Fang Ling.


Pagi hari setelah malam berdarah, sekaligus pertama kalinya bagi Shun Jing melakukan hubungan badan, membuatnya malu setengah mati hanya jika dia bertemu dengan Fang Ling.


Butuh berminggu-minggu untuk Fang Ling mendekati Shin Jing agar gadis itu tak perlu merasa malu, sehingga mereka dapat dengan puas menghabiskan waktu bersama-sama dan melakukan kegiatan apapun yang mereka mau.


Pada bulan ketiga setelah tinggal di kediaman Keluarga Shun, Fang Ling akhirnya memutuskan untuk kembali ke sekte dan tidak lupa pamit kepada Ayah dan ibu Shun Jing.


Pada saat itu Shun Jing berpura-pura seolah tidak perduli kepada Fang'Ling yang sudah akan pergi, padahal sebenarnya gadis itu sama sekali tidak pernah mengharapka jika Fang Ling akan pergi dari kehidupannya.


Meski berat akhirnya Fang Ling meninggalkan kediaman Shun setelah berpelukan singkat bersama Shun Jing, diapun Kembali melanjutkan perjalanan ke sekte pedang bambu yang sudah tidak jauh lagi.


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2