Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Berangkat ke kota zamrud hijau


__ADS_3

Setahu Fang Ling jika ingin mengunjungi sebuah tempat penyelenggaraan memang membutuhkan plakat..Tetapi ia baru tau jika plakat ini hanya di berikan kepada orang-orang penting saja.


Sadar apa yang sedang di pikirkan Fang'Ling..Han Dong tersenyum kecil sebelum mengeluarkan sebuah plakat hitam dari balik pakaiannya.


"Mengenai plakat yang ku katakan sebelumnya..Saudara tidak perlu merasa pusing, aku memiliki satu tetapi benda ini tidak gratis, ku jamin benda ini akan sangat membantumu."


Fang Ling tersenyum kecil, ia hendak mengeluarkan beberapa koin emas untuk menukarkannya dengan plakat hitam milik Han Dong..Tetapi kali ini Han Dong nampak tidak tertarik dengan emas, karena sebelum Fang Ling sempat mengeluarkan beberapa emas, pria itu malah tertawa kecil.


"Hahahaha..ada beberapa alasan mengapa benda ini tidak bisa di tukarkan dengan emas sebanyak apapun..Benda ini sangat sulit di dapatkan, sehingga dengan hanya memiliki benda ini kau akan merasa beda dengan pengunjung lain."


Menyadari jika plakat tersebut memiliki kehebatan lain, Fang Ling semakin di buat penasaran.. Memangnya sehebat apa plakat itu hingga nampak sangat di bangga-banggakan oleh Han Dong.


"Jika tidak bisa di bayar oleh koin emas, kau mengingatkan apa..? Memangnya kehebatan apa yang bisa di lakukan plakat itu..??Fang Ling mengangkat sebelah alisnya, sembari memandang plakat yang berada di tangan Han Dong.


"Saudara akan mengetahuinya sendiri begitu sudah berada di tempat lelang tersebut..Yang pasti benda ini tidak akan mengecewakanmu."Han Dong tersenyum menjanjikan, sehingga membuat Fang Ling yang melihatnya semakin tertarik dengan plakat tersebut.


Sempat berpikir jika sedang di olok-olok, Fang Ling membungkam pemikiran seperti itu.. Karena ia memang dapat melihat, jika Han Dong bukanlah orang sembarang di benua pasir mati meskipun penampilannya lebih mirip seperti orang-orang dari benua Daun Wangi.


Karena kesimpulan itulah Fang Ling meyakinkan diri jika apa yang di katakan pria sepuh itu memang benar adanya..Tetapi ia juga harus tetap berhati-hati, karena sebaik apapun orang terlihat.. Kita tidak tau iblis macam apa yang berada di dalamnya.


"Baiklah ku pegang perkataan mu..Lalu apa permintaan anda terkait mengenai plakat itu..?"Tanya Fang Ling.


Han Dong menyimpan kembali plakat di tangannya ke dalam balik pakaian..Lalu ia kembali menatap Fang Ling."Kudengar tidak jauh dari kota ini terdapat sebuah pemukiman kecil bernama kota zamrud hijau..Tetapi karena ada sesuatu kejadian, kota yang awalnya sangat hijau tersebut berubah tandus dan sangat berbahaya karena banyak orang mati akibat penyakit berbahaya, sehingga tidak ada lagi manusia di sana...


"Tetapi anehnya orang-orang dari kota tersebut menghilang entah kemana.. Kudengar mereka semua mati di tangan seseorang yang bernama medusah, orang itulah yang satu-satunya masih sanggup tinggal di tempat beracun tersebut.. Pergilah ketempat itu, bunuh Medusa dan ambil sesuatu di jantungnya."


Mendengar penjelasan dari Han Dong dapat di simpulkan jika medusah bukanlah lawan yang lemah.. Apalagi pria sepuh itu memiliki kemampuan yang lumayan tinggi, tetapi menyuruh Fang Ling untuk membunuhnya.

__ADS_1


Sebelum menyimpulkan jika dirinya benar-benar mau dan bersedia membantu..Fang Ling berpikir sejenak, iapun dapat menyimpulkan beberapa kejanggalan mengenai kota zamrud hijau setelah merenung.


"Ini bukanlah penyakit, melainkan sebuah wabah..Wabah lebih berbahaya dari penyakit karena dapat membunuh seisi kota dengan cara terjangkit, tetapi yang membuatku merenung mengapa medusah tidak ikut mati meskipun sudah tinggal di sebuah kota beracun..?? Apa dialah yang menebar wabah tersebut, untuk memanen jiwa manusia dan melakukan praktek kemampuan terlarang. Karena itulah kau menginginkan benda di jantung medusah.. Karena medusah sudah bernafas di sebuah kota beracun, sehingga memiliki tubuh kuat dan dapat terhindar dari berbagai racun. Apa yang aku katakan benar..??


Senyuman Han Dong berubah masam..Pria sepuh tersebut nampak seperti seorang bocah yang tertangkap basah sedang mencuri ayam, tetapi karena masih memiliki plakat lelang ia masih dapat menggunakan Fang Ling.


"Hahaha, bukan begitu maksudku.. Membiarkan medusah hidup adalah sebuah kecerobohan, karena pria itu suka menculik anak kecil untuk menjadi santapan,"Han Dong tersenyum kecut.


Fang Ling mengangkat sebelah alisnya."Menculik anak kecil, untuk di jadikan santapan..? memangnya dia apa."


"Ular, dia adalah salah seorang aliran hitam tetapi memiliki sifat introvert..Sehingga dia sangat suka menyendiri di sebuah kota mati, dengan menyantap beberapa anak manusia jika merasa lapar."Jelas Han Dong.


Fang Ling sempat terkejut mendengar jika medusah adalah seekor siluman ular, tetapi hal itu tidak aneh mengingat banyak ular yang sangat suka dengan hal-hal berbau racun.


Sempat mendapatkan larangan dari Fixie karena merasa tempat itu terlalu berbahaya..Fang Ling tetap menerima tawaran Han Dong karena hanya dengan plakat itulah ia bisa menemukan Lang Ming dan teman Fixie segera.


"Tidak perlu khawatir mengenai hal itu, aku sudah menyiapkan sebuah tunggangan..Dia akan otomatis mengantar mu ke kota zamrud hijau, mari ku antar kau melihat tunggangan tersebut."Jelas Han Dong, iapun berdiri seraya melambai.


Fang Ling hanya mengangguk, pria sepuh itu berserta dua pengikutnya sudah lebih dulu pergi ke luar paviliun.. Sementara saat Fang Ling akan menyusul, Fixie menarik tangannya.


"Apa kau yakin akan pergi ke tempat itu..? Di sana akan sangat berbahaya."Fixie terlihat mengkhawatirkan Fang Ling, tetapi Fang Ling malah berpikir sebaliknya.


"Ya..! tempat itu akan sangat bebahaya jika ada dirimu,"Ujar Fang Ling.


"Maksudmu, bagaimana denganku..?"


"Haa..Kau tidak mengerti..Tentu saja kau tinggal di tempat ini, tidak mungkin elf kecil sepertimu pergi ketempat yang sangat berbahaya."

__ADS_1


Merasa kesal Fixie menendang kaki Fang Ling dengan menggunakan beberapa persen kekuatannya hingga mampu membuat Fang Ling pura-pura meringis, lalu ia melipat tangan di depan dada sambil mengembungkan pipi.


"Apa kau masih memandang rendah diri ku..? meskipun aku masih berusia 15 ribu tahun, tetap saja kemampuan penyembuhan ku dapat menolongmu dari kematian, jadi bawa aku juga."


Fang Ling tidak perduli dengan larangan dan perkataan Fixie, ia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar."Jangan bicara seenaknya, beberapa hal tidak bisa kau paksa dengan kepala kerasmu itu...Jadi tetaplah disini..Kehadiran mu hanyalah beban bagiku,"Ujar Fang Ling meskipun sebenarnya ia mengkhawatirkan Fixie.


Mendengar perkataan Fang Ling, Fixie merasa sakit hati..Ia merasa sudah membebani Fang Ling, karena dirinya Fang Ling rela pergi ke sebuah kota berbahaya seorang diri.


"Dasar es batu..!"Fixie menghentak lantai dengan sebelah kakinya, lalu ia pergi berlalu menuju kembali ke lantai atas sambil menangis.


Sementara Fang Ling hanya menggeleng seraya menghela nafas panjang melihat tingkah Fixie.. Begitu keluar dari Vapiliun, Fang Ling terkejut setengah mati melihat hewan tunggangan yang sudah di sediakan Han Dong untuknya.


"Apa..! jangan katakan jika kadal ini adalah hewan tunggangannya.!!"Fang Ling melotot, di hadapannya terdapat seekor kadal besar..Nampak seperti kadal gurun pada umumnya.


"Eh, memangnya kenapa..? Jalan yang akan kau lalui di penuhi oleh pasir hisap, sehingga unta tidak bisa lewat.. Satu-satunya hewan tunggangan yang mampu melewati jalur itu hanyalah kadal ini."Han Dong tersenyum kecil, sambil menepuk-nepuk wajah kadal di sampingnya..Nampak dengan jelas jika kadal itu setinggi dua kaki.


Karena tidak ada pilihan lain akhirnya mau tidak mau Fang Ling mengiyakan perkataan Han Dong, diapun naik ke atas punggung kadal tersebut, kemudian secara perlahan kadal itu mulai bergerak.


"Ku peringatkan kepadamu untuk cepat kembali sebelum malam hari..Jika tidak akan ada sesuatu yang buruk,"Han Dong berteriak, karena saat itu Fang Ling sudah berada sejauh beberapa meter di depan.


"Kau tua kepar4t..! Kenapa kau tidak jelaskan sejak awal, jika begini aku tidak tau apa yang akan terjadi jika saja aku akan kembali saat malam hari."


"Maaf itu salahku, karena lupa menjelaskannya kepadamu sebelumnya."Ujar Han Dong, iapun tertawa terbahak-bahak bersama Ruo Xin dan Sun Qin membayangkan keadaan Fang Ling jika ia pulang saat malam hari.


Sementara itu di lantai atas paviliun, Fixie hanya memperhatikan Fang Ling dari sebuah jendela..Gadis itu memandangi Fang Ling, dengan mata berkaca-kaca.


"Dasar, dia dingin sekali.."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2