
Semua orang terdiam dan mundur beberapa langkah saat merasakan hawa mengerikan dari tubuh Fang ling, mereka nampak takut untuk bergerak. Namun tidak bagi pendekar yang menuduh Shun'Jing.
Pendekar itu nampak melipat kedua tangannya di perut sambil menatap Fang ling dengan tatapan meremehkan,"Kau hanya berada di tingkat pembentukan dasar level lima, kau bisa apa melawan ku yang sudah berada di pembentukan inti level empat,"
Info khusus, tingkatan masing-masing di bagi dalam sepuluh level.
1.Kondensasi Qi
2.pembentukan Dasar
3.pembentukan inti
4.pengembangan Roh
5.pembentukan Jiwa
6.mencari Dao;
7.kenaikan abadi
Pendekar yang lebih senior itu nampak merasa sangat kesal dengan tatapan pendekar yang merendahkan Fang ling, ia kembali menatap Fang ling dengan tatapan tajam.
"Kau, ceritakan semuanya, jika cerita itu benar adanya. akan aku biarkan kalian bertarung sampai mati,"kata pendekar itu lantang dan penuh keyakinan.
Pendekar yang menuduh Shun Jing nampak tertawa kecil dengan teman-temannya, karena merasa Fang ling bukanlah lawan yang sulit baginya.
Melihat akan penghinaan itu, Fang ling tersenyum menyeringai dan mulai bercerita," Seperti yang senior lihat, terdapat sebuah tali pembatas di setiap sisi jalan, sehingga orang-orang yang melihat kehadiran pendekar-pendekar yang baru turun dari kapal, tidak seharusnya melewati batas itu.
"aku dan pasangan ku, berjalan di antara tali pembatas itu untuk mencapai ujung jalan. dapat di simpulkan jika perempuan itu sengaja menjulurkan kakinya memasuki area pembatas, sehingga pasangan ku tidak sengaja menginjak nya.
"Dan lagi, pastinya perempuan itu mempunyai niat buruk terhadap pasangan ku, hal itu terbukti dia sengaja menjulurkan kakinya memasuki area pembatas yang seharusnya dia tau betul jika itu di larang,"
Semua orang tercengang saat mendengar penjelasan Fang ling yang begitu masuk akal, sedangkan kelima perempuan yang ingin mencelakai Shun Jing menunduk dengan wajah di penuhi keringat.
__ADS_1
Hawa dingin keluar dari tubuh pendekar senior itu,karena merasa kelima perempuan itu sudah menghina sekte gunung tengkorak yang begitu jujur dan sangat membenci sifat berbohong.
Dengan tatapan dingin pendekar senior itu mengeluarkan pedangnya yang dari awal sudah berada di samping pinggangnya. Ujung pedang itu di arakan ke leher salah satu perempuan yang menjadi tersangka utama.
"Katakan dengan jujur, apakah benar yang di katakan dia," kata pendekar senior itu dengan nada dingin.
Merasa sudah berada di ujung tanduk, kelima perempuan itu mengagguk dan di usir dari sekte gunung tengkorak daripada harus mati dengan cara memalukan.
Setelah mendapat pengakuan dari kelima perempuan tersebut, tatapan orang-orang kembali tertuju pada pendekar sombong yang menuduh Shun Jing.
"Walaupun kau benar, apakah kau bisa melawan ku," kata pendekar itu dengan nada sombong.
Dengan wajah tersenyum mematikan, Fang ling membuat tiga pedang dari elemen es dan melemparkan pedang itu kepada pendekar yang menuduh Shun'Jing.
"Kau dan kedua teman mu, silakan lawan aku, gunakan pedang itu agar kalian bisa melukai ku," Fang ling melakukan ancang dengan tangan kosong nampak bersiap menerima serangan lawannya.
ketiga pendekar itu terkekeh melihat Fang ling yang mencoba melawan mereka dengan tangan kosong, ketiga pendekar itu tidak menolak pemberian Fang ling.
Mereka bertiga mencoba mengangkat pedang yang ada di bawah kaki mereka, namun urat-urat wajah mereka keluar dengan jelas saat mencoba mengangkat pedang yang di berikan Fang ling.
Dengan ganas Fang ling melompat dan memukuli pendekar yang tersungkur di tanah akibat terjangannya, yang begitu kuat hingga membuatnya hampir pingsan.
Fang ling menduduki perut pendekar itu dan melakukan pukulan bertubi-tubi yang terfokuskan pada wajah. Fang ling baru berhenti saat wajah pendekar itu hampir hancur dengan seluruh gigi yang terlepas dari tempatnya.
Dengan kedua tangan yang berlumuran darah, Fang ling berdiri dan berjalan ke tempat dua orang yang tersisa. Semua orang yang melihat keganasan Fang ling mundur beberapa langkah saat ia berjalan.
Kedua pendekar itu nampak putus asa untuk mengangkat pedang yang di berikan Fang ling, mereka berdua melompat cukup jauh dan mengeluarkan sebilah pedang di samping pinggangnya.
Tatapan mereka tertuju pada temannya yang sudah terkapar di atas tanah dengan mata yang sudah memutih, dengan cepat kedua pendekar itu berlari ke arah Fang ling dan mengayunkan pedangnya.
Dengan gerakan memutar Fang ling menangkal serangan kedua pendekar itu dengan menggunakan tangannya yang sudah di balut dengan es abadi.
Seketika pedang kedua pendekar itu patah saat berbenturan dengan lengan Fang ling, keduanya kembali mengambil jarak dan hendak mengenakan jubah tempur.
__ADS_1
"Di larang menggunakan jubah tempur, kalian hanya akan di permalukan jika mengenakan Jubah tempur untuk melawan seseorang di tingkat pembentukan dasar," kata pendekar senior yang dari awal hanya menonton mereka dengan tatapan datar.
Kedua pendekar yang sedang melawan Fang ling berdecak kesal karena yang di katakan pendekar senior itu memang benar, mereka berdua bergerak dari arah berlawanan dan hendak menyerang Fang ling dari sisi kanan dan kiri.
Tendangan dan pukulan kedua pendekar itu Fang ling tangkal dengan tangan kosong, ia menggegam tangan dan kaki pendekar itu hingga mengeluarkan suara patahan tulang.
Kedua pendekar itu berteriak keras, namun Fang ling tidak menghiraukannya, ia menghempas tubuh kedua pendekar itu ke tanah hingga keduanya terkapar.
"Adakah dari kalian yang tau siapa nama orang ini,"kata Fang ling yang tertuju pada pendekar yang menuduh Shun Jing.
Walaupun merasa takut, seorang pria muda berjalan mendekati Fang ling dan membisikkan sesuatu padanya, setelah selesai pria itu kembali ke tempatnya semula.
Tatapan mata Fang ling berubah manjadi ganas, sudut bibirnya sedikit terangkat dan berkata dengan nada dingin,"Jadi nama mu Ma Chau, aku akan mulai dari teman mu dan setelahnya kau,"
Dengan langkah pelan, Fang ling mendekati teman Ma Chau dan menginjak dada pria itu hingga membuat tulang rusuk nya hancur.
Suara erangan dan jeritan teman Ma Chau seketika hilang saat tulang pada dadanya hancur, hanya dengan injakan dari Fang ling yang tidak menggunakan kemampuan apapun.
Wajah semua orang menjadi pucat seolah tidak memiliki darah, mereka hanya dapat bersyukur karena tidak mencari masalah dengan Fang ling.
Dengan mata yang mencerminkan sebuah penolakan akan ampunan, Fang ling berjalan mendekati Ma Chau yang masih berbaring lemas di atas tanah.
Saat jarak Fang ling dan dirinya semakin dekat, Ma Chau merangkak ke arah pendekar senior,ia menarik kaki pendekar senior itu dengan kuat.
"Senior, bantu aku... aku akan mati jika dia sampai ke sini," kata Ma Chau memohon pertolongan kepada pendekar senior yang nampak tidak peduli dengannya.
Dengan wajah menyeringai, Fang ling menarik kaki Ma Chau dan menyeretnya ke tempat yang lebih luas dan cukup jauh dari tempat semua orang berdiri.
"Tolong maafkan aku, aku salah," Ma Chau berteriak histeris mencoba untuk lepas dari seretan Fang ling yang membawanya ke tempat luas.
Seolah tuli dan tidak mendengar teriakkan Ma Chau, Fang ling terus berjalan menyeret Ma Chau hingga dirinya berhenti di tempat luas.
"Api tidak akan mampu hidup, jika tidak ada yang menyulut nya," Kata Fang ling.
__ADS_1
Bersambung.....