
Matahari mulai menampakkan diri dari ufuk timur dan membangunkan semua orang yang tertidur, termasuk Fang Ling nampak tertidur lelap di paha Xian Guo yang berada di dahan pohon.
Cahaya matahari yang menyilaukan dan samar-samar cahayanya menembus dedaunan, hingga menyentuh wajah Xian Guo yang begitu putih.
Dengan mata terkatup-katup, Xian Guo mencoba untuk sepenuhnya sadar dari alam mimpin yang membuai dirinya untuk kembali tertidur.
Merasa ada yang salah dengan posisinya dan terasa berat di bagian pahanya, Xian'Guo mengucek matanya dan menemukan Fang Ling yang sedang tertidur pulas.
Merasa sangat kesal sekaligus juga tidak mau identitas dirinya terbongkar, Xian Guo menggulingkan tubuh Fang Ling hingga membuatnya terjatuh dari dahan pohon yang cukup tinggi.
Saat hanya berjarak beberapa meter, Fang Ling membuka matanya dan langsung saja melindungi kepalanya saat tau jika tubuhnya sedang terjatuh.
Bruuuk
"Aduh, apa yang terjadi,"
Dengan tubuh yang tidak di lindungi oleh elemen, Fang Ling dapat merasakan sakit di seluruh tubuhnya, saat dirinya menghempas tanah dengan cukup kuat.
Merasa jika Xian Guo lah yang sengaja mendorongnya hingga terjatuh, Fang'Ling langsung saja menatap ke atas dahan pohon dan menemukan Xian Guo yang menatapnya datar.
"apa yang kau lihat ?! Merasa kesal dengan Xian Guo, Fang Ling melempar ranting pohon ke arahnya, namun tidak ada satupun yang mengenai Xian Guo.
Setelah merasa tidak ada gunanya untuk meladeni Xian Guo, Fang Ling mendengus kesal sebelum berjalan ke arah pepohonan untuk mengambil tombak yang di sembunyikan nya.
Setelah semua sudah siap Fang Ling berjalan meninggalkan Xian Guo tanpa sepatah katapun dan secara tidak sadar membuatnya merasa sedikit sedih.
Merasa Fang Ling sedang tidak mau di ganggu, Xian Guo hanya berjalan mengikutinya dari belakang yang terpaut beberapa meter dengan Fang Ling.
Merasa ada yang janggal dengan area yang di lalui nya, Fang Ling menghentikan langkahnya dan membuka peta untuk memperhatikan area yang saat ini sedang di lalui nya.
"Menurut peta, seharusnya di depan terdapat jalan dua cabang...Tapi, kenapa di hadapan ku hanya terdapat jalan satu jalur dan begitu berbeda degan yang ada di dalam peta,"Gumam Fang Ling.
__ADS_1
Merasa ada Fang Ling sedang kebingungan dengan jalan yang di lalui nya, Xian Guo berjalan mendekati Fang Ling untuk menjelaskan apa yang sedang menghadangnya di depan.
"Di depan adalah sarang siluman laba-laba yang berusia seratus tahun bahkan lebih, tidak ada jalan lain karena kau harus mengalahkan mereka untuk mematahkan ilusi ini,"Jelas Xian Guo.
"Ilusi ?! sepertinya kau berbohong kepada ku...tidak mungkin ada laba-laba yang berusia seratus tahun lebih, mampu membuat ilusi seperti ini,"Kata Fang Ling.
"Sudah ku katakan, di ujung jalan terdapat siluman laba-laba dan untuk mengenai umurnya, itu semua tergantung dari seberapa beruntung diri mu,"Kata Xian Guo.
Fang Ling memandangi jalan di hadapannya, nampak ragu untuk menelusuri jalan tersebut yang sudah pasti terdapat seekor siluman laba-laba yang tidak di ketahui umurnya, sedang menunggu dirinya untuk dijadikani santapan berprotein.
"Jika aku terkena racun itu bukanlah masalah, namun yang menjadi masalahnya... bagaimana cara untuk mengalahkan siluman itu hanya dengan menggunakan senjata di tingkat Normal,"
"Jika aku benar-benar masuk dan tidak tau harus berbuat apa, maka aku akan benar-benar mati dalam keadaan yang menyedihkan,"Gerutu Fang Ling.
Dengan keadaan yang berada di ujung tanduk, Fang Ling berjalan memasuki hutan untuk mengambil sebuah hewan rayap di dalam sebuah pohon tumbang.
Rayap-rayap itu di masukan ke dalam sebuah tempat berbentuk tempat penyimpanan arak, barulah setelah semuanya sudah siap, Fang Ling berjalan memasuki jalan ilusi siluman laba-laba.
Dari belakang terpaut beberapa meter, Xian Guo hanya berjalan santai sambil melipat kedua tangannya, sambil memperhatikan Fang Ling dengan wajah datarnya yang khas.
Setelah berada di dalam jalur ilusi siluman laba-laba cukup lama, Fang Ling mulai merasa mual akibat tubuhnya terpapar energi negatif yang di gunakan siluman tersebut untuk membuat ilusi dalam waktu lama.
Setelah berjalan lurus karena hanya itu jalan yang tersedia di depannya, Fang'Ling mulai dapat melihat sebuah mulut gua yang terlihat cukup besar dari tempatnya berdiri.
"Baiklah, Sepertinya dia berada di dalam,"
Dengan tubuh yang terus di pompa adrenalin karena jantungnya yang berdetak cepat, Fang Ling perlahan melewati mulut gua dan menyusuri lorong gelap dengan keadaan yang lembab.
Kotoran kelelawar yang begitu banyak, membuat Fang Ling merasa sedikit pusing dan kehilangan sedikit fokusnya, untuk melihat ke depan.
Secara samar-samar di ujung jalan, Fang Ling dapat melihat banyak mata yang memancarkan cahaya kehijauan, pastinya mata itu milik dari siluman laba-laba yang mempunyai usia ribuan tahun.
__ADS_1
Setelah jarak dengan laba-laba itu hanya terpaut beberapa meter, Fang Ling mengambil batu berukuran cukup besar yang di temui nya di pinggiran goa.
Dengan kuat Fang Ling melempar batu itu hingga menghantam tubuh dari siluman laba-laba yang nampak sangat marah, dengan kakinya yang sangat besar ia berdiri dan mengejar Fang Ling.
Getaran hebat terasa saat laba-laba itu bergerak ke arahnya, yang pastinya memiliki ukuran yang tidaklah kecil, dengan sekuat tenaga Fang Ling berlari keluar gua untuk melakukan pertarungan di sana agar lebih mudah.
Dengan ukuran siluman itu yang sangatlah besar, akan sangat berbahaya jika bertarung di dalam gua sehingga Fang Ling memutuskan untuk memancing laba-laba itu keluar.
Banyaknya pepohonan di luar gua akan mempermudah Fang Ling melakukan serangan jarak jauh, juga terdapat banyak tempat berlindung bagi dirinya.
Dengan serangga sejenis rayap beracun, Fang Ling akan melempar tempat arak yang berisikan rayap tersebut yang berfokus pada mata siluman laba-laba itu.
Dengan begitu, rencana yang sudah matang akan membuat dirinya mudah untuk langsung membunuh siluman, yang masih tidak di ketahui berapa umur yang dimiliki siluman tersebut.
Dengan nafas yang mulai terasa berat karena goa tersebut cukup dalam dengan jalan yang lembek, membuat Fang Ling harus mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit hanya untuk berlari.
Di ujung jalan cahaya dari mulut goa mulai terlihat, Sedangakan siluman laba-laba yang sedang mengejarnya tepat berada di belakangn.
Mata Fang Ling melebar melihat siluman di belakangnya memiliki kulit kemerahan yang menandakan jika siluman itu memiliki umur di atas seribu tahun.
"Gawat, apa-apaan...kenapa ada hewan seribu tahun di hutan ini, kekuatannya setara bahkan dapat mengimbangi pendekar di tingkat pembentukan Jiwa,"gerutu Fang Ling.
"Tidak mungkin aku bisa melukainya dengan senjata yang tidak berguna ini, apa yang harus aku lakukan,"Fang Ling berlari tanpa henti dan langsung saja melompat saat sudah melewati di mulut gua, dengan di ikuti siluman laba-laba di belakangnya.
Dengan keadaan terungkup di tanah, Fang Ling mencoba untuk kembali berdiri dengan sekuat tenaga, saat dirinya menoleh kebelakang matanya melebar.
Terlihat jelas siluman laba-laba di hadapannya memiliki ukuran sepuluh meter dengan warna kemerahan, nampak sedang mengarahkan rahangnya ke arah Fang Ling seakan ingin memakannya.
Elemen baru naga air Xian Guo yang di berikan kepada Fang Ling.
__ADS_1
Bersambung.....