
Setelah semua rencana yang telah di lakukannya di bongkar dengan sangat mudah oleh Fang Ling, Murad terlihat mulai ketakutan dan tidak lagi mampu untuk menyangkal perbuatannya.
Wajah Murad di penuhi keringat dingin, dia di lindungi oleh bawahannya walaupun mereka sebenarnya juga takut.
"Ap-apa yang kau mau ? sebutkan semuanya, keluarga ku akan memenuhi semua keinginan mu,"Murad terlihat putus asa.
Fang Ling tegak berjarak beberapa meter di hadapan Murad sambil melipat kedua tangannya di depan dada,"Lucu sekali tuan muda bertanya seperti itu kepadaku. Coba lihat semua orang itu, seharusnya kau sudah bisa menebak apa yang akan terjadi kan,"
Murad menoleh ke arah semua orang, orang-orang itu terlihat sangat geram dan emosi bahkan tatapan mereka memancarkan rasa ingin membunuh dirinya yang sangat besar.
Melihat tatapan semua orang itu, Murad yakin jika sejak awal Fang Ling sengaja membongkar rencana yang telah di buatnya di hadapan semua orang untuk membuat dirinya tersudut.
Mungkin saja dengan puluhan bawahan yang Murad bawa, mereka bisa membunuh banyak orang di tempat itu namun ujung-ujungnya mereka akan tetap mati mengingat kini mereka ada di kandang lawan.
Murad kembali menatap Fang Ling dengan raut ketakutan,"Ka-kalian tidak bisa membunuh ku, aku adalah tuan muda dari keluarga cabang kerajaan. Jika kalian membunuh ku, sama saja kalian telah menyulut api pertempuran antar sesama benua,"
Semua orang kembali menatap Fang Ling, mereka sadar jika apa yang dikatakan Murad menang benar. Tapi Fang Ling hanya tersenyum mendengarnya, bahkan sedikit menyeringai.
Mu Tong yang sejak awal berdiri di samping Fang Ling menoleh ke arahnya, pria itu terlihat bingung untuk mengambil keputusan yang terbilang sulit tersebut.
"Bagaimana ini nak, jika mereka mati di sini maka akan membuat sekte naga langit dalam masalah. Sebaiknya kita lepaskan saja dan melaporkan kejadian ini kepada raja dari benua salju abadi,"
"Jika kita laporkan kejadian ini ke raja benua salju abadi, dia akan marah dan tetap saja akan terjadi pertikaian, Jadi Patriack tidak perlu pusing, serahkan masalah ini kepadaku,"Kata Fang Ling sambil masih menatap Murad.
Sebenarnya Mu Tong sedikit ragu tapi dia tau jika Fang Ling telah selangkah berpikir lebih jauh darinya, sehingga Mu Tong pun menyerahkan masalah itu sepenuhnya kepada Fang Ling.
"Baiklah nak, lakukan apa yang kau mau tapi jangan bawa-bawa nama sekte naga langit. Jika tidak maka sekte ini akan jadi bahan perbincangan, dan besar kemungkinan akan mempengaruhi kedudukannya sebagai sekte ketiga terkuat saat ini,"
Fang Ling menepuk pundak Mu Tong sambil tersenyum,"Tenang saja Patriack, serahkan saja padaku,"
Setelah menentukan keputusan, Fang'Ling kembali menoleh ke arah Murad,"Kau boleh pergi, tapi aku berikan waktu satu menit. Jika kau masih berada di kawasan sekte maka aku tidak akan segan-segan membunuh mu,"
Perkataan itu di perkuat Fang Ling dengan mengenakan jubah tempurnya yang langsung membuat kawasan sekte naga langit menjadi hening seketika.
Udara menjadi sesak bahkan tidak sedikit orang yang kesulitan untuk meneguk ludah, kini mereka merasa sangat yakin jika Fang Ling bukanlah pendekar sembarangan yang memiliki kemampuan masih misterius.
"Si-siapa pendekar itu, hawa ini ! dia berada di tingkat Mencari Da'o. Tapi kenapa hawa ini terkesan jauh lebih kuat dari hawa pendekar setingkat Mencari Da'o pada umumnya,"
"Jujur saja, awalnya aku mengira jika pendekar itu hanyalah pendekar biasa yang memiliki wajah tampan pada umumnya. Tapi melihat kekuatan yang di miliki pria itu tergolong besar, seharusnya dia memiliki sebuah gelar atau julukan di dunia persilatan,"
__ADS_1
Di saat semua orang tengah sibuk membicarakan tentang dirinya, Fang Ling masih terlihat santai menatap Murad yang nampak semakin ketakutan.
Fang Ling tersenyum sambil menaikkan satu persatu jarinya,"Satu, Dua, Tiga...."
"Di-dia mulai menghitung ! Cepat !!
Dengan tergesa-gesa Murad langsung mengaktifkan jubah tempurnya dan langsung terbang terbirit-birit hingga tidak sadar telah meninggal beberapa bawahannya.
Sangking tergesa-gesa Murad tidak lagi memikirkan tentang bawahannya yang kesulitan mengimbangi kecepatan dirinya. Bahkan tidak jarang Murad menabrak bebatuan gunung, karena saat itu kabut tebal sedang menutupi area sekte.
"60 Detik, Waktu habis !"
Fang Ling langsung melesat menjadi siluet ungu, kecepatannya tidak dapat di tangkap mata oleh pendekar di tingkat pembentukan Jiwa ke atas hingga hal itu cukup membuat pendekar lain terkejut.
Sementara itu Murad terlihat kebingungan karena di sekelilingnya tidak terlihat apapun sebab di tutupi oleh kabut putih yang sangat tebal.
"Tuan kau di mana ?!
Beberapa bawahan Murad memanggil namanya karena tidak dapat melihat apa-apa di sekeliling.
"Aku di sini ! apakah kita sudah keluar dari kawasan sekte ?"Murad menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari bawahannya namun tetap saja tidak terlihat apa-apa.
Sraaaaaak
"Arghhhh !!!
"Siapa di sana !! Tunjukan dirimu, Arghkkkk
"Tu-Tuan Tolong kami !!! Arghkkkkk
Dalam hitungan detik tiga orang bawahan Murad mati di tebas pedang, sementara Murad sendiri terlihat semakin ketakutan karena tidak bisa melihat apa-apa kecuali mendengar dan melihat beberapa gunung yang kebetulan mengitarinya.
Tubuh Murad bergetar hebat,"Ka-kalian tidak apa-apa ?
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Murad kecuali terdengar suara siulan angin yang membuat suasana menjadi semakin mencengkam.
Arghhkkkkkk
Arghkkkk
__ADS_1
"Ti-tidak jangan membunuhku ! Kumohon kepadamu, tuan selamatkan aku !!! Arghhhh
Mendengar suara jeritan bawahannya yang satu persatu mati di bunuh oleh sesuatu yang tidak jelas, Murad semakin ketakutan hingga membasahi celananya dengan air hangat dari surga.
"Ka-Kalian jangan menakuti ku, ki-kita sudah berada di luar kawasan sekte. Tidak mungkin dia masih ingin membunuh kita setelah gertakan ku tadi,"
Sangking ketakutan Murad menciptakan sebilah pedang, dia mencoba untuk tetap waspada walau dari segala arah dirinya telah di intai oleh sosok berambut putih.
Sosok pemuda berambut putih itu bergerak dengan sangat cepat dan berdiri di samping Murad,"Ha Ha Ha, Takut ?
"Siapa di sana !!"Murad menoleh ke segala arah namun tidak menemukan siapapun, padahal jelas-jelas ia telah mendengar suara tawaan seseorang.
Murad semakin ketakutan, kini dia tidak dapat lagi berkonsentrasi seolah-olah pikirannya telah di obrak-abrik oleh seseorang.
Tap
"Tuan,"
Seseorang menyentuh pundak Murad.
"Arghhhh !! Jangan bunuh aku !"Murad yang terkejut langsung menebas ke segala arah hingga pedangnya berhasil menebas seseorang.
Hurhssssss
Tiba-tiba kabut tebal yang menutupi kawasan sekte naga langit menghilang, di hadapan Murad ada beberapa orang yang salah satu dari mereka adalah ayah Murad itu sendiri.
Ternyata sekarang Murad telah berada di luas kawasan sekte naga langit dan sedang berada berada di atas hutan lebat benua green Land.
"Apa yang kau lakukan nak ? apa yang terjadi, kenapa kau membunuh bawahan ku... bagaimana dengan misi yang ayah berikan kepadamu ??"
Murad terlihat ling-lung dan tidak mampu untuk menjawab pertanyaan ayahnya, diapun menoleh kebawah ternyata pedangnya telah membunuh bawahan ayahnya sendiri.
Sementara itu di atas puncak sebuah gunung kecil yang lebih mirip seperti krucut, Seorang pria berdiri mematung memandang ke arah sekelompok orang yang berada beberapa meter di depan.
Pria itu membuka topeng yang menutupi wajahnya, tidak lain pria itu adalah Fang'Ling yang berada dalam hujud Form naga es miliknya dan karena itu pula rambut serta sifatnya berubah.
"Sayang sekali dia berhasil selamat, padahal sedikit lagi aku bisa membunuhnya,"Fang Ling langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Bersambung....
__ADS_1