Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Tujuan selanjutnya


__ADS_3

Semua orang yang berada pada posisinya masing-masing, terlihat hanya berdiam diri memandangi tumpukan senjata yang keluar dari dalam bola besi raksasa.


Tidak bagi Fang Ling, dia dengan gembira melompat ke tumpukan senjata itu dan berguling selayaknya baru saja menemukan sesuatu yang sangat berharga. Sehingga, membuat teman-temannya kebingungan melihat tingkah pemuda itu.


Wang Yihan berjalan menghampiri Fang Ling sambil tersenyum canggung dan berkata,"Adik Fang, kenapa kau terlihat begitu senang. Bukankah itu hanyalah senjata di tingkat normal ?


"Kak Wang, senjata ini akan membantu kita untuk naik ke atas. Tergantung dari senjata yang kalian pilih, aku sarankan kalian mengambil pedang dalam jumlah banyak karena akan mudah di gunakan untuk memanjat tebing,"


Mendengar perjalanan Fang Ling mata semua orang melebar, langsung saja mereka mengambil senjata yang mereka mau dan yang biasa di gunakan. Hal itu bertujuan untuk mempermudah mereka dalam memanjat tebing, karena dengan senjata yang sudah mereka kuasai akan sangat membantu saat memanjat.


Setelah semua orang sudah siap termasuk teman-temannya mengambil senjata yang di perlukan, seperti biasanya Fang Ling mengambil tiga pedang dan satu tombak untuk di gunakannya.


"Baiklah, karena semuanya sudah siap. Ayo kita berangkat ! Fang Ling berlari dengan semangat dengan di ikuti teman-temannya dari belakang. Dia menuntut teman-temannya ke sebuah rantai besi yang menuju ke sisi kanan tebing yang tidak terlalu jauh.


Fang Ling berlari di atas rantai raksasa, ia mengambil dua pedang yang ada di punggungnya dan menancapkan kedua pedang itu di sisi tebing. Alhasil, tubuhnya bergelantungan di atas ngarai yang sangat dalam dan dapat di pastikan dia akan mati jika terjatuh.


"Adik Fang, jangan berhenti ayo kita lanjutkan ! Teriak Wang Yihan dengan wajah semangat, dengan tatapan percaya semua pendekar-pendekar menatap Fang Ling, seolah dia adalah pemimpin mereka.


Dengan dorongan kepercayaan semua orang, Fang Ling menjadi semakin bersemangat. Dia mulai bergerak meninggalkan sebuah retakan dari kedua pedangnya saat menancap sisi tebing yang berupa batu yang padat.


Ratakan tersebut sengaja Fang Ling tinggalkan agar semua orang dapat naik ke atas dengan mudah. Tapi, setiap kali pedangnya menancap bebatuan akan membuat pedang itu semakin hancur secara perlahan.

__ADS_1


Fang Ling tidak berhenti, kedua tangannya terus menancapkan kedua pedang itu secara berganti dan menarik tubuhnya naik ke atas. Sedangakan di atas kepala Yen Siulan, Ah Bai mulai terbangun dan langsung saja terkejut begitu tau jika dia ada di kepala yang salah. Di tambah, tubuhnya berada di atas ngarai yang sangat tinggi.


"Aung Aung Aung ! Ah Bai berteriak keras, tubuhnya bergetar hebat hingga membuatnya hampir menangis karena berada di kepala yang salah.


Merasa ada sesuatu yang bergetar di atas kepalanya, membuat Yen Siulan terkejut dan hampir terjatuh,"Hei, Ah Bai tenanglah. Tuan mu ada di atas sana, jangan membuat gerakan tiba-tiba jika tidak mau aku lempar ke bawah,"


Mendengar gertakan Yen Siulan, membuat Ah Bai semakin ketakutan begitu tau jika dia berada di atas kepala seorang iblis perempuan yang sangat jahat. Dengan mata polosnya, Ah Bai melihat tuannya berada di atas dan di pisahkan lima orang dari tempatnya saat ini berada.


"Aung Aung ! Sebelum melompat ke kepala Shun Jing tidak lupa Ah Bai memukul kepala Yen Siulan, dan dengan cepat melompat ke atas kepala Shun Jing. Hingga membuat gadis itu terkejut dan hampir terjatuh.


"Dasar anak nakal, akan aku kuliti jika aku menangkap mu,"Teriak Shun Jing begitu tau yang melompat ke atas kepalanya ada Ah Bai, sedangakan Ah Bai yang melewati dua iblis wanita yang sangat kejam hanya merinding ketakutan.


Dengan empat kaki pendeknya Ah Bai melompat ke kepala Yue liang, sehingga kembali membuat gadis itu terkejut dan hampir terjatuh,"Dasar nakal ! apakah kau ingin kita berdua terjatuh,"


Dengan tubuh gemuknya Ah Bai berhenti di atas kepala Wang Yihan untuk mengambil nafas beberapa-kali, dengan lidah menjulur keluar."Tuhan, sepertinya dunia sudah di penuhi dengan iblis perempuan,"Batin Ah Bai.


Air liur Ah Bai tidak sengaja menetes ke kepala Wang Yihan, membuat pemuda itu terkejut dan langsung mengambil Ah Bai yang berada di atas kepalanya dengan mata memerah.


"Kebetulan aku sedang lapar, kau sangat gemuk dan akan enak jika di panggang matang,"Ucap Wang Yihan dengan wajah seperti iblis, membuat Ah Bai yang ada di genggamannya ketakutan setengah mati.


"Aung Aung,(Tidak, daging ku rasanya tidak enak)," Ah Bai memberontak dan tidak sengaja mengaktifkan kekuatannya, hingga mengubahnya menjadi harimau putih berukuran biasa.

__ADS_1


Dengan kuat Ah Bai melompat dan memeluk Fang Ling dari belakang,"Aung Aung,(Tuan, selamatkan aku. ada begitu banyak manusia yang ingin memakan ku,"


Fang Ling yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan Ah Bai, hanya diam dan fokus ke jalannya saat ini, dengan membawa Ah Bai yang berukuran sebesar harimau normal di punggungnya.


"Ah Bai jika kau tidak keberatan, kembalilah ke ukuran asli mu. Kau terasa sangat berat, karena aku sedang mendaki tebing ini,"Kata Fang Ling dengan wajah membiru akibat menahan tubuh Ah Bai yang sangat berat.


Dengan polosnya Ah Bai merangkak ke atas kepala Fang Ling dan baru berubah ke bentuk aslinya begitu sampai, membuat Fang Ling yang sedang memanjat tebing hampir kehilangan fokusnya dan kembali memanjat.


Beberapa jam di habiskan semua orang dengan bergelantungan di tepi tebing hingga matahari mulai terbenam, sedangakan di atas Fang Ling secara samar-samar melihat ujung tebing.


Dengan kedua pedang yang sudah hampir hancur, Fang Ling bergerak cepat hingga akhirnya berhasil naik ke atas tebing dengan selamat. Walaupun kedua pedangnya hancur.


Mata Fang Ling melebar ketika mulai dapat melihat gunung tengkorak yang sangat besar, dengan ujung yang menembus awan. Gunung itu sangat megah dan berada di tengah-tengah sungai yang melingkari gunung tersebut.


Dari belakang Wang Yihan naik ke atas tebing dengan di susul oleh teman-temannya yang lain, dengan langkah pelan pemuda itu berjalan menghampiri Fang Ling dan menepuk pundaknya.


"Akhirnya kita berhasil, tersisa tujuh area termasuk ujian yang ada di gunung tersebut,"Kata Wang Yihan sambil membuang nafas lega.


"Benar, jalan kita sudah semakin dekat. Setelah melewati hamparan hutan itu, kita akan sampai ke gunung tengkorak yang agung,"Kata Fang Ling sambil melihat hamparan hutan di hadapannya, dengan di ikuti semua teman-temannya.


__ADS_1


Ilunstrasi : Pedang Suci


Bersambung...


__ADS_2