Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Su Yulan or Yen Siulan


__ADS_3

Luo tang menggendong Fang ling yang tidak sadarkan diri, memasuki kediaman Yen Chun untuk membawa murid kesayangannya ke kamar dan membiarkannya beristirahat. Sedangkan Yen Siulan masih berdiri di tempatnya dengan mata yang terus mengeluarkan air mata, terus menatapi matahari terbenam.


Su Yulan yang melihat kejadian itu membuatnya merasa sangat senang, karena dirinya tidak pernah mengira jika Fang ling begitu membenci Yen Siulan. dengan wajah riang, Su Yulan mengambil beberapa makanan Ringan dan berjalan ke arah Yen Siulan.


"adik kecil apa yang sedang kau lakukan ? tanya Su Yulan mencoba untuk berbasa-basi.


Yen Siulan hanya diam tidak merespon pertanyaan Su Yulan yang sengaja pura-pura tidak tahu walaupun dia melihat semuanya.


"adik,pemuda itu namanya Fang ling bukan ? dia sangat tampan dan di anugarahi tiga elemen sekaligus. akan sangat bahagia jika seorang perempuan bisa memilikinya," Su Yulan hanya tersenyum sinis melihat Yen Siulan yang mulai terbawa suasana.


"apa yang nona maksud ? Yen Siulan yang awalnya tidak mau berkomentar, terpaksa harus melakukan itu karena merasa kesal dengan sifat arogan Su Yulan yang mendarah daging.


"Jangan marah adik. semua perempuan bisa saja mengambil hati Fang ling termasuk diri ku," Su Yulan mencoba untuk merendam kemarahannya Walaupun dirinya sedikit marah.


"Apa hak mu mengatakan itu ? apakah kau pasangannya," Yen Siulan melepaskan hawa mengerikan dari tubuhnya, dengan mata menatap tajam Su Yulan yang ada di hadapannya.


"Bukankah semua orang mempunyai hak, aku dan kau juga begitu...Fang ling tidak memiliki pasangan, bukankah itu sebuah kesempatan bagi semua perempuan." Su Yulan tetap bersikap tenang dan tidak memasukkan ke hati sikap Yen Siulan yang sedikit tidak sopan dengannya.


Yen Siulan terdiam karena apa yang di katakan Su Yulan memang benar dan sangat jelas jika dirinya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Fang ling.


Merasa sudah tidak ada yang harus di bahas, Yen Siulan berjalan ke arah kediamannya meninggalkan Su Yulan yang hanya tersenyum simpul menatapnya.


Yen Chun dan Yen Luan, hanya bisa mengharapkan sesuatu yang baik terhadap anak mereka satu satunya. mereka memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan pasangan dan membiarkan Yen Siulan mencari jalannya sendiri dengan kemauannya.


Yen Chun merasa tidak mengerti kenapa Fang ling begitu membenci Yen Siulan, walaupun dirinya tau jika Fang ling tidak bermaksud untuk menyakiti Yen Siulan. karena Saat melukai leher Yen Siulan, dirinya melihat Fang ling menusuk perut nya dengan sebilah abelati kecil.


Hari berganti malam. semua orang di kediaman Yen Chun nampak sedang berkumpul di ruangan altar tetua, yang di gunakan untuk perkumpulan penting dalam membahas mengenai sesuatu yang berkaitan dengan turnamen yang diikuti Fang ling.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar di kediaman Yen Chun, Fang ling membuka matanya dan merasakan jika tubuhnya mengalami peningkatan yang signifikan dan jauh lebih cepat dari kehidupan pertamanya.


"Tingkat pembentukan inti 'level lima' dan tulang tingkat awan muda 'level lima belas '. Ternyata tangga itu membuat seseorang mampu naik tingkat dalam waktu cepat," Fang ling menyentuh pergelangan tangannya dan merasakan dantian nya sudah sangat besar dan di penuhi dengan energi kehidupan.


Merasa tubuhnya kembali segar, Fang ling beranjak dari kasur untuk melakukan beberapa gerakan ringan untuk meregangkan tubuhnya. Merasa lapar, Fang ling keluar dari kamar untuk mencari makanan yang mungkin saja masih ada.


"Aku baru ingat disini adalah kediaman patriak Yen Chun...kenapa Terlihat sangat sepi, seingat ku beberapa jam lalu di penuhi orang-orang," Fang ling berjalan masuk dan keluar ruangan yang ada di kediaman mewah milik Yen Chun untuk mencari orang-orang.


Saat menemukan pintu keluar, Fang ling berjalan keluar pintu dan menemukan jika hari sudah gelap. namun di luar di penuhi dengan lentera bahkan langit malam yang indah dengan bulan yang terlihat lebih besar dari biasanya.


Fang ling merasa sangat senang, karena bisa melihat keindahan yang hanya bisa di nikmati nya saat berada di empat alam dan mati saat akan menyebrang ke alam Surgawi.


"ke-kenapa dingin sekali..." fang ling Barus sadar jika dirinya telanjang dada hingga merasakan tubuhnya hampir beku.


Karena tidak mungkin mencuri pakaian milik Yen Chun. Fang ling menyentuh dadanya dengan ujung telunjuk. menciptakan sebuah pakaian berwarna putih yang terbuat dari elemen es.


"aku namai tempat ini dengan sebutan altar naga. karena aku bisa merasakan hawa mengerikan dari tombak yang berada di puncak gunung," Fang ling menatap ke arah ujung gunung yang tepat berada di belakangnya, namun tertutup awan karena ketinggian gunung Ryuzen sangatlah tinggi.


Su Yulan yang berencana untuk tidur di kediaman yang di berikan Yen Chun menghentikan langkahnya, saat melihat Fang ling sedang duduk sendirian tanpa ada yang menemani.


Su Yulan yang baru pertama kali ingin berada dekat dengan seorang pemuda, merasa sangat grogi dan takut tidak bisa mengendalikan kecanggungan nya. walaupun dirinya mudah marah, Su Yulan tetap seorang perempuan pemalu apalagi berdekatan dengan seorang pemuda yang di sukai nya.


Setelah berpikir seratus kali, Su Yulan memutuskan untuk berjalan mendekati Fang ling dengan seluruh tubuh bergetar, karena malu.


"ap-apakah aku boleh duduk bersama mu ? Su Yulan mencengkram pakaiannya karena merasa sangat canggung.


Fang ling yang sudah tau jika sikap Su Yulan sebenarnya pemalu, hanya tersenyum lembut dan mempersilakan perempuan cantik itu untuk duduk bersamanya.

__ADS_1


"apakah nona sudah menyetujui ikatan pertemanan dengan sekte pedang bambu ? fang ling menatap langit yang di penuhi dengan ribuan bintang, tidak sadar jika pertanyaan nya yang tiba-tiba membuat Su Yulan semakin terkejut.


Dengan jantung berdebar kencang, Su Yulan mencoba menenangkan diri, sebelum menjawab pertanyaan Fang ling,"Jika masalah itu sebenarnya aku tidak yakin...tapi melihat kemampuan mu yang sudah tidak di ragukan lagi, mungkin ayah akan setuju untuk mengingat pertemanan dengan sekte pedang bambu."


"Jika begitu aku bisa tenang...aku juga tidak akan mengecewakan semua orang dengan kemampuan yang aku miliki," Fang ling bernafas lega mendengar penjelasan Su Yulan. dirinya hanya harus menarik perhatian ayah Su Yulan.


"Nona kau...


"fang ling kau...


Keduanya terdiam beberapa saat karena sama-sama merasa canggung dan tidak tahu harus membicarakan apa. Sebelum Fang ling angkat suara dengan wajah memerah.


"Nona silakan duluan," kata Fang ling mempersilakan Su Yulan untuk berbicara terlebih dahulu.


"Ka-kau sangat tampan," Su Yulan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, karena merasa sangat malu hingga membuat telinganya memerah.


Fang ling tertawa kecil melihat tingkah Su Yulan yang dari awal hanya pura-pura kasar dan tegas. namun memiliki kepribadian yang blak-blakan dan sangat pemalu, membuat Fang ling yang terpuruk di dalam penyesalan sedikit terhibur dengan tingkah Su Yulan.


Dari pintu kediamannya, Yen Siulan hanya menatap kedua orang yang nampak sangat dekat itu dengan tatapan kecewa sekaligus sangat iri dengan Su Yulan, yang bisa membuat Fang ling tertawa.



Ilunstrasi : Su Yulan


note : Fang ling hanya milik author seorang


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2