
Cukup lama menunggu, nampak Su Yulan keluar dari kediaman yang di berikan Yen Chun, dengan menggunakan pakaian biru bercorak putih dan tidak lupa menggunakan sebuah topi jerami yang di berikan sedikit kain putih untuk menutupi wajahnya.
Dengan langkah pelan Su Yulan menaiki kuda putih yang berposisi di samping Fang ling, membuat pemuda itu tidak berkedip melihat penampilan nya yang begitu Sempurna.
Su Yulan memperbaiki topi nya yang sedikit miring dan menyadari jika Fang ling sedang memperhatikannya,"apakah ada yang aneh ?
"Ti-tidak, se-sepertinya hanya tinggal Yen Siulan," Fang ling terkejut dan segera memalingkan wajahnya yang sudah memerah. membuat Su Yulan tertawa kecil melihat tingkahnya.
Setelah semua orang menunggu Yen Siulan beberapa saat, gadis itu nampak berjalan keluar dengan menggunakan pakaian berwarna merah dan Rambut yang sedikit di kepang, membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
Dengan langkah elegan, Yen Siulan menaiki kuda putih yang ada di samping kanan Fang ling. Sedangkan guru luo tang, nampak duduk di dalam kereta kuda. karena tidak ada yang mau menggunakannya.
Setelah mengatakan selama tinggal kepada semua istri dari semua tetua bambu, perlahan semua pendekar dan derap langkah kuda berjalan meninggalkan altar naga dengan menuruni jalan penurunan.
Tiga ratus tetua termasuk Yen Chun dan luo Ming, juga nampak mengantar keberangkatan Fang ling dan semua temannya. Dengan mengawal mereka dari atas menggunakan bangau putih dan pedang sebagai kendaraannya.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk segera sampai di kediaman penduduk sekte pedang bambu. Terlihat Semua orang keluar dari rumah masing-masing untuk mengantarkan keberangkatan Su Yulan dan dua kandidat Turnamen.
Semua gadis muda yang melihat luo tang juga ikut dalam perjalanan itu berteriak histeris, karena tidak menyangka jika pria pujaan mereka juga akan ikut serta dalam keberangkatan itu.
Fang ling dan kedua teman perempuannya hanya tertawa melihat luo tang yang nampak menutupi telinganya, karena terganggu dengan suara ratusan gadis yang meneriakkan namanya.
Di celah keramaian, Lin Yung dengan ketiga temannya nampak sangat senang melihat Fang ling yang akan melakukan perjalanan ke sekte gunung tengkorak, untuk meninggikan nama sekte mereka.
"adik Fang berusahalah, aku juga akan berusaha untuk menjadi pemenang di turnamen persaudaraan," Lin Yung berteriak kencang, untuk memanggil Fang ling yang nampak sedang mencari sumber suara nya.
__ADS_1
Fang ling menoleh ke kanan dan kiri, karena merasa ada seseorang memanggil namanya. tidak sengaja melihat Lin Yung yang sedang berlari menembus keramaian untuk mendekat ke arahnya yang mulai berjalan keluar gerbang.
"kak Lin aku akan segara kembali untuk menagih janji mu, aku berjanji," Fang ling berteriak keras agar lin Yung dapat mendengar perkataan nya.
Dengan tubuh terhimpit, Lin Yung dan ketiga temannya mencoba mendekati Fang ling yang mulai keluar dari gerbang sekte," adik kau harus segara kembali. dengan begitu kita akan kembali bersama."
Dengan air mata yang mengalir deras, lin Yung dan ketiga temannya menatap Fang ling yang sudah keluar gerbang. Dirinya merasa sangat bersalah, karena belum sempat mengatakan selamat tinggal kepada Fang ling.
Sedangkan Fang ling terus menatap kebelakang dengan air mata yang juga sudah menetes. dirinya merasa tidak tega untuk meninggalkan teman-temannya yang begitu berharga baginya.
"apakah dia teman mu ? tanya Su Yulan yang berada di samping kanan Fang ling.
"mereka sudah seperti saudara bagi ku...bahkan aku tidak sempat mengatakan selamat tinggal," Fang ling menghapus air matanya dengan lengan pakaiannya.
"Jangan sedih Fang ling, aku akan menghibur mu...Dengan memainkan seruling. apakah kau mau ? Su Yulan mengeluarkan seruling putih yang ada di pinggangnya.
Dirinya mencoba untuk mengingat dimana dirinya pernah mendengar nada seruling seperti yang di mainkan Su Yulan."Sepertinya ada hal yang aku lupakan berkaitan dengan nada seruling itu."
Fang ling mencoba menghayati permainan Seruling Su Yulan, berharap bisa mengingat hal yang di lupakan nya. namun setelah Su Yulan selesai memainkan seruling nya, Fang ling tetap tidak bisa mengingat hal yang di lupakan nya.
"Bagaimana apakah bagus ? Su Yulan nampak mengharapkan pujian dari Fang ling, dengan mata berkaca-kaca menatap pemuda di sampingnya.
Dengan senyum terindah Fang ling mengusap kepala Su Yulan dengan lembut," Kau pintar bermain Seruling, aku sangat menyukainya."
Telinga Su Yulan seolah mengeluarkan uap putih karena wajahnya yang sudah begitu merah di sebabkan Serangan ketampanan Fang ling yang begitu berbahaya.
__ADS_1
Sedangkan Yen Siulan yang berada di samping Fang ling nampak cemburu dengan sikap lembut yang di berikan Fang ling kepada Su Yulan. dirinya berpikir keras bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pujian dari Fang ling.
"Fang ling,apakah kau haus ? Yen Siulan mengeluarkan botol air yang terbuat dari kulit hewan dan memberikannya kepada Fang ling.
Karena merasa cukup haus, Fang ling menerima pemberian Yen Siulan dan meminum air yang ada sebelum kembali memberikan botol itu kepada Yen Siulan dengan Tersenyum terindah.
"Terimakasih, kau anak yang baik... Cobalah untuk tidak bertengkar dengan Su Yulan lagi. apakah kau mengerti ? fang ling mengusap kepala Yen Siulan membuatnya terlihat seperti seekor anak kucing yang begitu lucu.
Karena sekte gunung tengkorak yang berada di tengah lautan benua kedua yang bernama benua teratai perak, rombongan Fang ling membutuhkan beberapa hari perjalanan untuk sampai di benua teratai perak.
Sehingga mereka yang kini sedang berjalan di tengah hutan harus menginap semalam karena ujung hutan masih sangat jauh. Setelah melewati hutan, barulah mereka akan menemukan sebuah kota yang masih di dalam kawasan benua utama atau benua daun wangi.
Fang ling dan kedua teman perempuannya nampak berjalan di barisan paling depan untuk bermain dan memperhatikan Sekitarnya yang di penuhi dengan pohon Pinus yang begitu tinggi.
"fang ling apakah kau suka dengan bunga ? Su Yulan memainkan rambutnya karena merasa malu untuk menanyakan hal itu kepada Fang ling.
"Bunga ? sebenarnya aku suka...namun aku hanya suka dengan bunga persik entah mengapa itu mengingatkan ku kepada seseorang," Jawab Fang ling.
"Seseorang ? siapa ? tanya Yen Siulan yang nampak sangat ingin tau orang yang di maksud Fang ling.
"Di adalah seorang kesatria sejati, dia sangat kuat bahkan mungkin hanya dia yang mampu melawan ku dengan hasil imbang... Dengan rambut putihnya, dia menahan semua beban dan rasa sakit hanya untuk menolong orang lain," Jelas Fang ling.
"lalu dimana orang itu sekarang ? tanya Su Yulan
Fang ling menunjuk dada bagian kirinya," di akan selalu ada di hati semua orang."
__ADS_1
Bersambung....