
Semua orang terdiam, kini pria buncit yang ada di atas arena dan berjarak beberapa di depan Fang Ling nampak sangat murka dan tidak segan-segan mengeluarkan hawa kemampuannya di tingkat setengah abadi.
Tekanan hawa pria itu dapat di rasakan semua pendekar yang memiliki kekuatan di bawahnya namun Fang Ling terlihat biasa saja seolah tidak merasakan apapun.
"Buncit ! aku menantang mu untuk melakukan pertarungan bersih, apakah kau menerima tantangan ini ?"Fang Ling menatap datar pria buncit di hadapannya, petarung bersih ialah pertarungan murni yang menggunakan kekuatan tubuh tidak di dukung oleh apapun, hal ini di lakukan agar tidak membuat orang terkejut jika melihat seorang junior mampu mengalahkan seorang tetua.
Tantangan yang di lontarkan dari mulut Fang Ling membuat orang merasa sangat terkejut begitu juga dengan orang-orang yang mengenalnya, bahkan Lang Ming yang berada di tempat itu merasa jika kali ini Fang Ling terlalu gegabah walaupun ia tau pasti jika pria buncit itu bukanlah ap-apa bagi Fang Ling.
Pria bucin itu tertawa lantang,"Pertarungan murni ?! memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan tulang lemah itu ??
"Jangan terlalu bertele-tele !! terima atau angkat kaki dari tempat ini !! kau kira hanya kau yang bisa bermulut besar ?!"Bentak Fang Ling dengan nada tinggi membuat pria buncit itu cukup terkejut mendengarnya.
"Jaga mulut mu anak kecil, memangnya aku akan mendapatkan apa jika menang ? baju jelek mu itu tidak akan bisa di gadaikan,"Pria itu mengejek pakaian Fang Ling dan mencoba untuk merendahkannya di hadapan orang-orang, dengan begitu dia bertujuan mendominasi dan membuat mental Fang Ling turun.
Fang Ling mengangkat dua jarinya,"Jika aku kalah maka aku Fang Ling akan angkat kaki dari sekte ini, jika sebaliknya ! aku yang menang, sebaiknya kau bersiap-siap pergi, karena sekte naga langit tidak membutuhkan orang sombong dan congkak seperti mu,"
Lagi-lagi orang-orang tercengang mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Fang Ling, mereka tidak habis pikir kenapa Fang Ling berani melakukan itu ? melawan musuh yang lebih kuat darinya entah untuk alsan apa, yang di ketahui semua orang hanya satu hal yaitu, pria buncit itu sudah melampaui batas dan salah memilih lawan.
Pria buncit itu mendengus tidak percaya dengan perjanjian Fang Ling,"Jangan asal bicara nak, jika kau keluar dari tempat ini kau akan menjadi pengemis,"
Braaaakkkkk
Sesuatu melesat dengan cepat ke arah pria buncit dan membuat pria itu terpental hampir jatuh dari arena, setelah tau jika yang melakukan hal itu adalah Fang Ling, tentu saja semua orang menjadi sangat terkejut dan kagum.
"Sejak kapan dia sudah berada di tempat itu ?? ada yang bisa jelaskan,"
"Aku tidak tau, yang pasti tetua itu terpental entah di sebabkan apa karena serangan pemuda itu terlalu cepat,"
"Di-dia monster ! Tidak mungkin manusia biasa mampu melakukan gerakan itu tanpa menggunakan tenaga dalam,"
Keterkejutan ini tidak hanya di rasakan oleh murid namun juga di rasakan oleh tetua sekte yang ada, di balik keterkejutan itu hanya Shin Hye yang tersenyum puas melihat dengan mata kepalanya sendiri seorang tetua terpental akibat satu pukulan dari Fang Ling.
__ADS_1
Di atas arena Fang Ling berdiri tegap dengan pandangan lurus menatap pria buncit yang masih terkapar, tidak berselang lama pria itu menggerakkan jarinya dan kembali berdiri dengan amarah yang bergejolak.
Nampak sebuah cap tapak sisa dari serangan Fang Ling di perut pria itu, perutnya yang buncit seperti ibu hamil membuat sisa serangan itu terlihat dengan jelas.
"Jangan sombong dulu nak, kau masih belum melihat apa-apa dari semua kemampuan ku,"Pria itu nampak masih dalam efek serangan tapak penghancur, di lihat dari jalannya yang masih sempoyongan.
Di mata Fang Ling hal itu adalah sebuah kesempatan baginya, ia bergerak cepat menuju ke arah pria buncit dan berencana melakukan gerakan menendang namun kakinya di hentikan oleh sesuatu saat hampir mencapai bagian perut.
"Hahaha, serangan seperti ini tidak akan mempan,"Pria buncit itu menghentikan serangan Fang Ling hanya dengan menggunakan tangannya, bahkan kekuatan pria itu cukup hebat karena bisa membuat Fang Ling kesulitan saat akan kembali menarik kakinya.
Tidak kehabisan akal Fang Ling kembali melancarkan serangan dengan menendang kepala pria itu dengan kaki kirinya yang tersisa, akibatnya kaki itu kembali di tangkap oleh sesuatu namun kali ini bukan tangan melainkan dengan cara di gigit.
"Apa-apaan tetua itu ? apakah di perbolehkan mengigit lawan dan menguncinya dengan sangat licik ??
"Benar ! ini tidak di benarkan, bahkan adikku tau jika ini adalah sebuah pelanggaran,"
Semua orang merasa tidak adil melihat kedua kaki Fang Ling terkunci dengan tubuh berada di udara karena Fang Ling menarik rambut pria buncit itu untuk bertahan, namun pria itu malah tertawa terbahak-bahak dan enggan melepaskan gigitannya pada kaki Fang Ling.
Di luar dugaan, Fang Ling melakukan pukulan bertubi-tubi di bagian wajah dan kepala pria itu untuk melepaskan kedua kakinya yang terkunci, hal itu terus di lakukan hingga sebuah sikutan memecahkan pelipis mata kanan pria buncit itu.
"Serangan barusan tepat mengenai area rawan, seharusnya dia tersungkur setelah menerima serangan itu,"Fang Ling memperhatikan pria buncit di hadapannya.
Pria buncit di hadapan Fang Ling meringis kesakitan memegangi matanya yang berdarah, dengan licik di sela-sela itu dia menutup matanya dengan telapak tangan dan melakukan regenerasi.
Setelah selesai dia kembali tertawa dan membuka matanya yang kini kembali normal, semua orang tidak menyadari kelicikan itu kecuali Fang Ling dan Shin Hye yang mengetahuinya.
"Bersiap-siaplah ! aku akan menyerang dengan kekuatan penuh,"Dengan keadaan setengah telanjang, pria buncit itu melakukan gerakan aneh dan tiba-tiba berlari ke arah Fang Ling.
"Apa ! cepat sekali,"Fang Ling sangat terkejut begitu melihat kecepatan pria itu tidaklah main-main, walaupun memiliki tubuh besar hal itu tidak membuatnya menjadi lambat malahan dapat bergerak cepat.
Hanya dalam waktu singkat pria buncit itu sudah berada di hadapan Fang Ling dan segera menyerang dengan melakukan berbagai macam serangan tapak.
__ADS_1
Dengan gesit Fang Ling mampu menghindari semua serangan itu bahkan sambil sesekali menguap,"Hanya ini kemampuan paman, ini tidak seperti yang kau katakan tadi,"
"Jangan sombong kau bocah ! lihat ini,"
Pria buncit itu mengambil ancang-ancang sebelum kembali menyerang Fang Ling namun serangan kali ini lebih cepat dan akurat dari sebelumnya.
Walaupun begitu dengan mudah Fang'Ling dapat menghindari semua serangan itu, bahkan di sela-sela itu dia sempat melakukan beberapa gerakan ringan namun berpusat pada organ vital pada pria buncit.
Sekecil apapun serangan yang di lancarkan Fang Ling, tetap saja serangan itu membuat pria buncit merasakan sakit karena serangan Fang Ling selalu mengenai organ vitalnya.
Di atas arena dengan lincahnya Fang Ling menyerang menggunakan kaki dan tangannya secara bergiliran, hal ini mendesak pria buncit untuk memasang perlindungan dan berjalan semakin mundur namun Fang Ling tetap menyerang dengan lincah.
Semua orang termangap-mangap melihat serangan Fang Ling yang menggunakan teknik Muay Thai dan campuran seni tapak, hal ini adalah kombinasi yang tepat karena penggunaan kemampuan Muay Thai menyerang dengan lincah menggunakan sikut, tumpuan kaki dan pukulan kuat bersamaan dengan serangan tapak dapat di gunakan dalam petarung satu lawan satu jika musuh memiliki ketahan dan difens lebih kuat.
"Tapak penghancur !!
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung