
Langsung saja anak-anak kecil yang kebetulan melihat Luo Yi langsung tertarik untuk berkenalan, namun gadis kecil itu langsung bersembunyi di belakang Ranzel sambil menarik pakaiannya.
"Tuan,Tuan, kenapa dia bersembunyi ? apakah dia tidak mau berteman dan bermain bersama kami,"Kata seorang anak kecil yang memiliki ukuran sama dengan tubuh Luo Yi saat ini.
"Haha anak-anak sepertinya dia malu, bagaimana jika kita duduk di kursi itu agar Luo Yi dapat kembali mengingat apa yang ada di hadapannya kini,"Sindir Ranzel membuat bocah kecil di belakangnya menatap dirinya dengan wajah bingung.
Dengan di ikuti anak-anak kecil di belakangnya Ranzel berjalan ke arah kursi dan segera duduk begitu sampai, dia meletakkan Luo Yi di pangkuannya dengan menghadap ke arahnya.
Melihat mata bulat besar di hadapannya Ranzel tidak bisa menilai jika saat kecil Luo Yi akan selucu itu dan kini dirinya berkesempatan untuk mengasuh bocah perempuan tersebut.
Ranzel mengeluarkan sebuah liontin giok biru dari balik pakaiannya dan membuat anak-anak yang melihat Kilauan dari liontin itu terpukau. Ranzel memberikan liontin itu kepada Luo Yi, terlihat gadis kecil itu mengamati liontin tersebut cukup lama sebelum kembali menatap Ranzel.
Melihat tatapan Luo Yi, Ranzel dapat menebak jika gadis itu sudah mengingat dirinya namun masih belum dapat berbicara karena terpaut umur Luo Yi yang kini masih sangat muda.
Langsung saja Ranzel meraih pergelangan tangan Luo Yi dengan lembut untuk merasakan dantian dan kesehatan tubuh yang kini di miliki gadis itu, cukup lama memeriksa Ranzel menarik kembali tangannya dan menatap Luo Yi dengan tatapan tidak percaya.
"Kesehatan sempurna, dantian sangat kuat, lautan alam sadar sangat baik dan seluruh otot dan tulang sangat kuat dan kokoh,"Merasa sangat bahagia Ranzel memeluk erat tubuh kecil Luo Yi dan masih tidak percaya jika hari ini akan datang. Hari di mana Luo Yi memiliki kesehatan sempurna dan mampu hidup abadi dengan bantuan Ranzel.
Karena hari sudah mulai gelap dan anak-anak sudah kelelahan karena bermain, akhirnya semua anak-anak itu pulang setelah di kejar oleh orang tuanya dengan menggunakan ranting pohon.
Setelah semuanya kembali sunyi Ranzel menggendong Luo Yi untuk masuk ke rumahnya, Setelah berada di dalam terlihat rumah Ranzel begitu sederhana dan hanya terdapat beberapa ruangan yang semuanya terbuat dari kayu.
Ranzel menurunkan Luo Yi dari gendongnya dan berjalan ke arah salah satu ruangan yang di gunakan sebagai dapur, dan kembali dengan membawa beberapa makanan.
Makanan-makanan itu buatan Ranzel sendiri, selama ribuan tahun hidup sendirian Ranzel menjamin jika makannya yang di buatnya mempunyai rasa yang sangat enak.
__ADS_1
Ranzel meletakkan makanan-makanan itu di atas meja yang berada di tengah ruangan, dia mengambil sebuah kursi kayu berukuran kecil dan meletakan Luo Yi di atas kursi itu agar dia dapat makan dengan nyaman.
Merasa sedang di permainkan oleh Ranzel, Luo Yi yang sudah memiliki pemikiran dewasa selayaknya saat dirinya berumur 20thn hanya diam dan memakan makanan yang di berikan Ranzel.
"Apakah kau suka ?? Ranzel duduk di samping Luo Yi dan terus memperhatikan bagaimana cara gadis itu kesulitan saat memasukan makanan ke dalam mulutnya dengan dua tangan pendek.
Merasa sangat kesal Luo Yi meletakan sumpit yang di berikan Ranzel dan memalingkan wajahnya, tidak mau gadis itu marah Ranzel mengambil mangkuk makanan di atas meja dan menyuapi Luo Yi secara bertahap hingga semua makanan itu habis.
Setelah merasa sangat kenyang Luo Yi menguap dan merasa kedua matanya sangat berat karena mengantuk, Ranzel menggendong Luo Yi untuk masuk ke kamarnya yang sangat sederhana.
Di dalam kamar terdapat sebuah lemari di mana di dalam lemari itu terdapat pakaian Ranzel dan pakaian milik Luo Yi yang di simpannya sampai saat ini dan masih terlihat bagus tidak pudar sedikitpun.
Tidak hanya lemari di dalam kamar itu juga terdapat beberapa perkakas persenjataan seperti tombak dan pedang biasa, tidak lupa terdapat sebuah kasur bersih yang berukuran cukup besar.
Dengan lembut Ranzel berbaring di atas kasur dengan Luo Yi yang juga berbaring di sampingnya, Sesekali Ranzel memainkan hidung Luo Yi dan mendapatkan sebuah tamparan sebelum gadis itu memejamkan matanya.
Setelah matahari kembali muncul Ranzel di kejutkan dengan ukuran Luo Yi yang sudah sebesar tubuh aslinya dan nampak gadis itu masih tertidur sambil memeluk tangan Ranzel. Tiba-tiba saat akan beranjak dari kasur, Ranzel di kejutkan dengan guncangan hebat yang membuat tubuhnya bergoyang tidak kuat menahan goncangan itu lebih lama lagi.
Merasa jika rumah itu akan segera roboh Ranzel langsung membopong tubuh Luo Yi dan melesat keluar dari rumahnya, begitu sudah berada di luar rumah yang selama ini di tinggali Ranzel ambruk dan hancur menjadi tumpukan kayu.
Perlahan kelompok mata Luo Yi bergerak dan membuka matanya saat mendengar suara berisik, saat terbangun dirinya di kejutkan dengan rumah Ranzel yang sudah menjadi tumpukan kayu.
"Apa yang sedang terjadi, kenapa rumah mu hancur ? Tanya Luo Yi.
"Ah, kau sudah bisa berbicara, rumah ku hancur karena gempa dan aku juga merasa ada energi yang sangat jahat di arah selatan,"Ranzel menatap ke arah selatan, dimana di sana terpancar cahaya merah kehitaman yang sangat terang.
__ADS_1
"Apakah itu....
"Benar itu adalah naga Wutien, Sepertinya pendekar-pendekar yang lain sudah bertempur melawan naga itu sekarang, selama aku pergi kau tunggulah di sini untuk menjaga penduduk desa,"Jelas Ranzel memotong perkataan Luo Yi.
"Tidak aku akan ikut,"Kata Luo Yi keras kepala.
"Tidak, kau tidak boleh ikut tunggulah sebentar di sini, aku akan segera kembali begitu sudah selesai menyegel naga Wutien,"
"Kau ingin pergi lagi ? kita baru saja bertemu kembali, kenapa kau begitu cepat ingin pergi,"Kata Luo Yi dengan mata berkaca-kaca.
"Karena aku perduli dengan mu, aku tidak ingin melihat mu meninggal lagi karena itu terlalu menyakitkan, tunggulah di sini dan jagalah penduduk desa,"
Luo Yi tidak bisa berkata apa-apa, dirinya hanya dapat memandangi Ranzel yang terbang menjauh dan semakin lama susah untuk di lihat oleh kedua matanya. Walaupun Ranzel adalah manusia abadi dia akan tetap mati jika terserang secara terus-menerus, hal itulah yang membuat Luo Yi khawatir.
Di atas langit Ranzel terbang cepat menuju ke gunung tertinggi di sepuluh benua yang terdapat di benua utama, dari tempatnya Ranzel sudah dapat merasakan energi dari naga Wuiten yang sangat kuat dan juga terdapat jutaan pendekar yang mencoba melawannya.
Setelah tujuannya semakin dekat Ranzel dapat merasakan getaran hebat hingga dirinya menembus awan dan dapat melihat dengan jelas lautan api di bawahnya, jutaan pendekar yang ada semuanya nampak terluka dan yang menjadi tontonan semua orang adalah seekor naga hitam berukuran sangat besar terlihat mengamuk dan menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya.
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang immortal
Bersambung...