Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Menyelamatkan II


__ADS_3

Sontak saja darah Fang Ling serasa mendidih, dia berlari ke arah ketiga lawannya dengan membawa dua tombak yang kini memancarkan hawa mengerikan.


Melihat lawannya yang mulai menyerang ketiga pria berpakaian hitam itu sontak saja mengatur posisi untuk menyerang secara bertahap.


Dua dari ketiga pria itu bertugas untuk mengalihkan perhatian Fang Ling, sehingga pemimpin dari kelompok itu dengan leluasa dapat menyerang.


Fang Ling melompat dan langsung menebaskan tombaknya ke arah dua lawan di depan, tidak di sangka dari atas pemimpin kelompok itu datang hendak menebas kepala Fang Ling.


"Pusar badai !


Dengan seperkian detik sebelum kepalanya terpenggal, Fang Ling memutar tubuhnya dan menciptakan sebuah badai api yang membuat ketiga lawanya terpental.


Fang Ling menghentikan putarannya sehingga badai yang mengelilingi tubuhnya juga ikut berhenti, dari tiga penjuru arah lawanya kembali menyerang dengan menggunakan pedang.


Dengan gerakan tiba-tiba Fang Ling melepaskan energi besar dari tubuhnya, alhasil energi itu menekan tubuh ketiga lawanya hingga tersungkur ke tanah.


Dalam keadaan tersungkur di tanah seolah di himpit oleh ratusan gajah, ketiga pria itu hanya dapat meringis kesakitan akibat energi Fang Ling yang mampu menekan tubuh.


Energi yang menekan ketiga pria itu tidak bertahan lama dan segera menghilang, sehingga mereka kembali berdiri walaupun sedikit sempoyongan.


Melihat lawannya yang linglung Fang Ling langsung menyerang ketiga pria di hadapannya dengan beringas, hingga satu dari mereka terkena sayatan tombak yang melukai pundaknya.


Hendak menebas kepala pria yang terluka di bagian pundak, tombak Fang Ling di hentikan dua pedang di hadapannya.


Dengan gerakan cepat Fang Ling memutar tombaknya hingga membuat dua pedang yang menahan tombaknya terpental cukup jauh.


Melihat kesempatan itu Fang Ling langsung bergerak cepat ke tempat di mana pria yang terluka di bagian bajunya, Fang Ling langsung menebas leher pria itu hingga terpenggal dan tergelatak tidak berdaya dengan tubuh kaku.


Pemimpin dari kelompok itu nampak amat murka, dia dan satu orang temannya langsung berlari dan menyerang Fang Ling secara bersamaan.


Tapi karena kemampuannya Fang Ling dapat menangkis semua serangan lawannya menggunakan dua tombak.


"Si sialan ini, jangankan untuk melukainya semua serangan saja bisa dia halau menggunakan kedua tombaknya,"Pemimpin kelompok itu nampak sangat kesal dan kembali menyerang dengan lebih intens.


"Sepertinya mental mu sudah kena, jika begitu akan mudah bagi ku untuk melumpuhkan mu,"Fang Ling memutar tombaknya dan menciptakan badai api yang memaksa kedua lawannya untuk bergerak mundur.


Segera Fang Ling mengangkat dua tombaknya dan menyatukan ujung kedua tombak itu hingga menciptakan bola api berukuran besar.


"Bola api !

__ADS_1


Fang Ling melempar bola api itu ke arah kedua lawan di hadapannya, karena kecepatan bola itu sangat cepat dan tidak mungkin bisa di hindari, alhasil kedua pria itu terpental menabrak dinding begitu tubuh keduanya terkena bola api.


Melihat kesempatan itu Fang Ling bergerak cepat dan melepaskan semua tali tenaga dalam yang mengikat semua korban menggunakan tombak api.


Tapi saat akan menyelamatkan korban terkahir sebuah kunai beracun melesat sangat cepat ke arah Fang Ling tanpa di ketahui dirinya.


Tanpa di duga penyusup yang berada di pihak Fang Ling tiba-tiba muncul di belakangnya dan menahan kunai itu menggunakan tubuhnya, karena tidak sempat untuk menangkis dengan menggunakan senjata.


Setelah perutnya tertancap kunai beracun, penyusup itu ambruk ke tanah dengan luka yang terinfeksi racun.


Fang Ling yang menyadari hal itu langsung cepat-cepat melepaskan satu korban yang tersisa dan langsung berlari ke arah penyusup di pihaknya begitu selesai menyelamatkan korban itu.


Dengan wajah di penuhi keringat dingin Fang Ling memeriksa keadaan pemuda itu namun, pemuda itu sudah mati akibat racun yang ada di dalam tubuhnya sangatlah ganas.


"Beristirahatlah dengan tenang, sisanya serahkan kepada ku,"Fang Ling menutup mata pemuda itu dan berjalan meninggalkannya.


Dengan adanya amarah yang amat besar dan membutuhkan sesuatu untuk menenangkan dirinya, Fang Ling menciptakan tiga pedang api.


"Jujur saja, jika aku sudah menggegam pedang aku sendiri tidak yakin jika masih ada potongan tubuh kalian yang tersisa,"


Fang Ling mengigit satu pedang di mulutnya dan dua pedang di tangan kanan dan kirinya, segera saja dia berlari ke depan menjadi siluet merah bercampur api kemerahan.


Terlihat kedua lawan Fang Ling masih berdiri bersiap untuk melakukan pertarungan, namun teman dari pemimpin kelompok itu langsung tertancap di dinding dengan kepala terhunus pedang.


"Ka-kau m-monter....


Pemimpin kelompok yang awalnya ketakutan melihat temannya mati dengan keadaan mengenaskan, kini dirinya juga merasakan tekstur dinding yang keras akibat kepalanya di hentak Fang Ling.


"Apakah enak ? mau lebih kuat ?! Fang Ling menghentak kepala pria itu ke dinding hingga saat akan menghancurkan kepalanya, Fang Ling terhenti begitu melihat aliran darah di bawah kakinya.


Aliran darah itu berasal dari orang-orang yang Fang Ling bunuh, sehingga darah dari mereka tidak sengaja mengalir ke dalam kolam bertepatan dengan cahaya bulan purnama.


Langsung saja perhatikan Fang Ling terpaku sesaat begitu pemimpin dari kelompok penyusup itu menghilang dari hadapannya.


Fang Ling akhirnya dapat kembali melihat pria itu sudah berada di pinggir kolam dan mengambil dua bunga lotus darah.


"Hahaha,habislah kalian semua ! tanpa ragu-ragu pria itu langsung menelan beberapa bunga lotus darah, hingga perlahan tubuhnya menjadi merah dan memancarkan hawa membunuh pekat.


Sebelum efek dari bunga itu berkerja Fang Ling langsung berlari hendak menebas kepala pria itu, namun tanpa di duga pedang Fang Ling dapat di hentikan nya dengan tangan kosong.

__ADS_1


"Terkejut ? jangan harap bisa hidup,"Pria itu memukul perut Fang Ling, sehingga membuatnya terpental jauh hingga menabrak dinding.


Dengan kaki gemetaran seolah baru saja di pukul oleh ratusan pendekar, Fang Ling kembali berdiri dan menciptakan dua pedang kembali begitu ketiga pedangnya menghilang.


Belum sempat bergerak Fang Ling kembali di serang, kali ini serangan itu menggunakan pedang dan merobek pinggang Fang Ling cukup dalam.


Dengan cepat sebelum pria itu kembali menghilang, Fang Ling memukul punggungnya sekuat tenaga hingga menghantam tanah.


Tidak memberikan nafas kepada pria itu, Fang Ling kembali menciptakan dua pedang dan melakukan gerakan menyayat dengan bertubi-tubi.


Di luar dugaan pedang yang di gunakan Fang Ling untuk menyerang patah, namun Fang Ling kembali menciptakan dua pedang dan kembali melanjutkan gerakannya.


Saat pemimpin penyusup itu merasa jika dirinya tidak dapat di bunuh, wajahnya memucat begitu merasakan efek dari lotus merah mulai menghilang karena dirinya terlalu bentak mengkonsumsi bunga itu hingga di luar batas tubuhnya.


Kedua pedang Fang Ling kembali patah, namun di akhir tebasan dirinya merasa jika ketahanan tubuh pria itu mulai menghilang dan kembali seperti semula.


Dengan bertubi-tubi Fang Ling kembali menciptakan dua pedang dan menyayat habisa-habisan tubuh pria itu, hingga saat pedangnya patah Fang Ling Kembali menciptakan dua pedang dan kembali melakukan serangan yang sama.


Teman-teman Fang Ling yang melihat kebrutalannya hanya dapat terdiam berdiri di tempat, walaupun apa yang di lakukan Fang Ling benar tetap saja dia sedikit berlebihan.


Setelah emosinya meredah Fang Ling baru berhenti setelah kelelahan, hingga saat asap merah akibat bercampur darah menghilang terdapat lobang kawah di bawah kakinya dan segumpal darah tanpa daging di tengah kawah tersebut.



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang immortal


Bersambung....


__ADS_2