Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Jeritan hening rakyat kecil II


__ADS_3

"Kemari-lah nak ikuti aku,"


Pria itu menuntun Fang Ling untuk duduk di sebuah kursi cukup jauh dari tempat sebelumnya.


Pria paruh baya dan Fang Ling duduk bersebelahan di kursi panjang yang sama. Pria itu beberapa kali menghela nafas dengan tatapan tertuju pada kerabatnya yang masih berada di tempat sebelum.


Sebelum bercerita wajah pria di samping Fang Ling nampak tegang dan ada sedikit ketakutan di dalamnya.


Dia nampak menghela nafas berat beberapa saat, sebelum akhirnya mulai bercerita.


"Aku berasal dari desa kecil di bawah kaki gunung, letaknya berada di batas barat benua ketiga.


"Awalnya desaku bisa di katakan desa yang sangat besar dengan mayoritas sehari-hari penduduknya adalah seorang petani. Karena berada di bawah kaki gunung, apapun yang kamu tanam akan tumbuh dengan sangat subur,


"Hasil dari penjualan panen padi dan sayuran lain mampu membuat desa kami maju dan sangat sejahtera,


"Bertahun-tahun kami hidup dalam kedamaian, dengan sehari-harinya bekerja di ladang. Hingga sekumpul perampok berpakaian serba hitam dengan cap kalajengking di pakaiannya, datang menyerang,


Wajah pria di samping Fang Ling terlihat semakin pucat dan dibasahi keringat, dia berhenti mengambil nafas sejenak sebelum kembali bercerita.


"Mereka semua berjumlah ratusan. Dengan menggunakan pedang, orang-orang itu menyerang semua warga desa yang kebetulan sedang melakukan panen pada hari itu


"Awalnya penduduk di desaku berjumlah 500 orang... Tapi setelah penyerangan pertama itu, hanya tersisa sebanyak yang kau lihat saat ini,


"Gadis yang tadi menjerit adalah salah satu korban yang selamat. Tapi sebelum menjadi gila seperti ini, dia di jadikan budak nafsu oleh orang-orang itu selama beberapa hari hingga membuatnya menjadi seperti sekarang


Tiba-tiba tatapan pria di samping Fang'Ling dipenuhi dengan kemarahan yang mendalam.


"Mereka seperti binatang...Mereka memperkos* semua perempuan muda di desaku dan setelah mereka puas gadis-gadis itu di bunuh, gadis itu satu-satunya yang berhasil selamat...Tapi lihatlah keadaannya saat ini,"


Karena ledakan emosi itu, pria di samping Fang Ling menutupi wajahnya dan menangis tertahan. Sedangkan Fang Ling nampak sangat murka, dia kemudian menatap gadis yang tadi menjerit.


Nampak gadis itu mulai tenang, namun dia terlihat sangat ketakutan dengan selalu merangkul kedua lututnya dengan tatapan kosong.


Pria di samping Fang Ling kembali bercerita.


"Kami sudah meminta bantuan kepada kerajaan teratai perak, tapi saat itu sang rasa dilibatkan dalam peperangan. Sehingga permintaan kami sia-sia,


"Karena takut untuk kembali ke desa, kamipun memutuskan untuk tinggal di dalam hutan... Kemudian gelombang kedua peperangan di mulai, kali ini pemimpin perang itu adalah putri Sin Yintian

__ADS_1


"Sebelum itu dia memerintahkan kepada semua penduduk untuk berlindung di gudang bawah tanah. Beberapa jam kemudian, gudang di buka dan dinyatakan jika peperangan di menangkan pihak kerajaan berkat bantuan Shin Hye


"Kami di berikan tempat tinggal yang sangat layak oleh sang putri, tapi kenyamanan ini tidak akan bertahan lama. mau tidak mau, kami harus kembali ke desa itu lagi seperti orang bodoh yang sengaja mengantar nyawanya,"


"Kau bilang mengantar nyawa ? Apa mungkin perampok itu masih berada di desa mu ??"Tanya Fang Ling


"Benar. Mengetahui jika benua ini sedang di ambang kehancuran, kejahatan seperti mereka sangat berani menepati desaku...Di dalam desa itu, mungkin masih banyak orang yang di tawan,"


Fang Ling berdiri, dia berjalan menghampiri kelompok orang-orang yang masih duduk termenung menatap api unggun sambil meratapi nasib mereka.


Dengan santai dan tegas Fang Ling berdiri menghadap semua orang itu.


"Aku akan membantu kalian membalas dendam untuk kematian orang-orang terdekat kalian,"


Perkataan Fang Ling membuat semua orang marah, hingga seorang pria tua bungkuk dan langsung menunjuk ke arah Fang Ling.


"Bisa apa.kau bocah ! kau menyuruh kami semua mati ? kami memang rakyat kecil, tidak seharusnya kau memperlakukan kami seperti ini,"


Hingga beberapa orang pria berdiri dengan raut wajah kesal, merekapun nampak menatap rendah Fang Ling.


"Membantu kami ? Jangan membuatku tertawa, kau lebih baik bersyukur dengan kehidupanmu yang sangat mewah,"


"Baiklah jika itu mau kalian,"


Fang Ling menyanggupi permintaan orang itu, diapun berjalan dan berjongkok di depan gadis cantik yang tadi menjerit. Dapat di pastikan, gadis itu memiliki mental yang terganggu.


Awalnya gadis itu tidak menggubris Fang Ling, dia hanya terlihat menoleh kedepan dengan tatapan kosong. Fang Ling tersenyum, dia kemudian menyentuh dahi gadis itu dengan ujung telunjuknya.


"Aku tidak bisa langsung menyembuhkan mu dari gangguan mental ini...Ini hanya kulakukan untuk membantumu melawan rasa takut, kembali sadar atau tidaknya akan tergantung darimu yang bisa atau tidaknya mengalahkan rasa takut itu,"


Tanda Yin dan Yang di dahi Fang Ling tiba-tiba muncul, ujung telunjuknya nampak mengeluarkan cahaya yang merasuk ke dalam tubuh gadis di hadapannya.


Karena semangat hidup sekaligus rasa ingin balas dendam yang menggebul. Gadis itu kembali sadar dan normal, karena bisa mengalahkan rasa takut yang merusak mentalnya.


Dengan perasaan kagum sekaligus terkejut. Gadis itu menggerakkan tangannya beberapakali.


"Aku sembuh,"Ucapnya


Kejadian itu membuat orang-orang terkejut. Kini mereka percaya jika Fang Ling memang bisa membantu mereka sesuai seperti yang di katakan nya.

__ADS_1


Sontak semua orang itu berdiri dan mengangkat tangan mereka dengan mengatakan pendekar naga bersama-sama.


"Pendekar naga"


Melihat kesiapan orang-orang itu Fang Ling tersenyum puas, dia menciptakan sebilah pedang es dari dan menebas udara menciptakan sebuah portal.


"Itu desa kita !


Semua orang terkejut melihat pantulan desa mereka yang masih utuh di balik portal Fang Ling. Karena sepertinya koordinat ini memang benar, Fang Ling berjalan memasuki portal.


Walau ragu-ragu karena baru pertama kali melihat portal, semua orang itupun akhirnya masuk ke dalam portal setelah Fang Ling berjalan ke dalamnya terlebih dahulu.


Setelah berada di ujung lain portal, semua orang tidak tahun untuk tidak terkejut. Dalam jangka waktu beberapa detik, orang-orang itu telah berada didepan desa mereka yang masih bagus.


Fang Ling mengibaskan tangannya, membuat portal di belakang tiba-tiba menghilang. Kini tatapan semua orang menjadi serius, terutama Fang Ling yang terlihat sangat geram.


"Kalian semua tunggulah di sini, aku akan memeriksa tempat ini terlebih dahulu,"Kata Fang Ling, seraya menoleh ke kiri dan kanannya.


Orang-orang di belakang mengangguk mengerti. Fang Ling mulai berjalan memasuki permukiman warga, terdapat beberapa rumah di sekelilingnya.


Cukup lama berkeliling Fang Ling tidak menemukan satu orangpun, hingga sesuatu mengejutkannya dari belakang.


"Eksekusi langit !


Fang Ling hendak menebas pedangnya, gerakannya terhenti saat sadar ternyata orang itu adalah gadis yang ia bantu tadi.


"Kenapa kau mengikuti ku ? Bukankah,sudah kukatakan untuk menunggu,"


"Maaf tuan, hanya saja...


Gadis itu tidak melanjutkan perkataannya. Dia menundukkan kepalanya sambil mengepal kuat.


Tidak di jelaskan pun Fang Ling tau apa yang sedang gadis itu pikiran, diapun menginjak gadis itu mengikutinya dengan sarat untuk tetap diam.


"Baiklah tuan,"


Fang Ling dan gadis cantik di belakangnya mulai menyusuri setiap-setiap rumah. Walaupun bisa merasa keberadaan orang, kali ini Fang Ling sengaja mempersulit diri sendiri agar lebih tertantang.


"Siapa di sana !!

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2