
Melihat hal itu, Shin Hye semakin yakin jika Fang Ling lah dalang penyebab namanya menjadi sangat terkenal.
Di benak Shin Hye Fang Ling lah pahlawan sesungguhnya, bahkan dia tidak bisa bertahan hidup jika pemuda itu tidak datang tepat waktu.
"Ya sebenarnya dia sedikit terlambat...Tapi tetap saja, dia adalah pahlawan di balik bayang orang-orang,"
"Kurasa, tidak ada salahnya dikenal sebagai dewa obat bagi semua orang,"Batin Shin Hye sambil membalas senyuman Fang Ling.
Setelah semua itu, semua prajurit dan tetua yang tersisa mereka semua berjalan kembali ke kerajaan. Kini di tempat itu hanya ada Fang Ling dan kedua kekasihnya.
Karena tidak terlalu nyaman berada di genangan mayat dan darah, Shun Jing terlihat canggung untuk mengatakan sesuatu kepada Fang Ling.
"Fang'Gege, kurasa tempat ini tidak bagus untuk di jadikan kencan,"
Fang Ling tersenyum kecil menanggapi perkataan Shun Jing, dia mengangkat kedua tangannya.
"Kau bercanda... Warna darah, adalah warna terindah di dunia ini,"
Seketika darah dan mayat aliansi aliran putih berubah menjadi cahaya seputih salju. cahaya itu tertiup angin hingga cahayanya menerangi area peperangan, menggantikan cahaya matahari yang mulai redup.
Nampak Yen Siulan sangat kagum dengan pemandangan indah itu hingga matanya berkaca-kaca.
Melihat hal itu tentunya Shun Jing tetap saja muak, karena bagaimanapun rupanya. Cahaya itu tetap saja terbuat dari darah dan daging manusia.
Perlahan cahaya itu tertiup angin pergi ke langit yang sangat tinggi, hingga cahaya orang-orang itu membawa kembali sang bulan yang terlihat sangat besar dan indah pada malam itu.
Fang Ling tersenyum,
"Bagaimana ? indah sekali bukan ??
Shun Jing kini nampak terdiam, baru kali ini dia begitu kagum dengan bulan yang berukuran sangat besar seolah-olah dia begitu dekat dengannya.
Mulut Shun Jing nampak ingin mengatakan sesuatu, dengan suara yang sangat pelan dan lembut.
"Ternyata, di balik kehancuran ini...Juga terdapat keindahan setelahnya,"
Dengan lembut Fang Ling mengusap kepala Shun Jing dan Yen Siulan, kedua gadis cantik itui berdiri di samping kiri dan kanannya.
"Saatnya pulang, aku ingin mengatakan sesuatu kepada sang putri,"
Fang Ling membuat sebilah pedang, ia mengayunkan pedang itu menebas udara kosong di hadapannya. Hingga tercipta sebuah celah dimensi, di dalamnya terlihat kerajaan teratai perak.
Melihat hal itu Shun Jing dan Yen Siulan merasa sangat terkejut. Pasalnya, apa yang di lakukan oleh Fang Ling saat ini hanya bisa di lakukan oleh pendekar di tingkat abadi.
Sangking terkejutnya, Wajah Shun Jing dan Yen Siulan berubah tegang.
__ADS_1
"Seberapa kuat kau ini ?"Tanya Shun Jing, juga mewakili pertanyaan yang sama dari Yen Siulan.
Mendengar hal itu wajah Fang Ling berubah serius, dia menatap portal di hadapannya.
"Aku sangat kuat...Aku bisa melindungi kalian, aku yakin,"
Kemudian Yen Siulan bertanya,"Jika memang sangat kuat, kenapa kau tidak membantai semua orang-orang aliran hitam ??
Fang Ling tersenyum.
"Tentu aku bisa, tapi juga tidak. Karena, sampai kapanpun kebaikan akan selalu berdampingan dengan kejahatan...Selakunya hukum Yin dan Yang di dunia ini,"
"Jika saja aku membunuh mereka semua, maka bibit baru akan terus muncul... Karena jika manusia belum mengerti rasa sakit, maka mereka tidak akan pernah bisa lepas dari hukum Yin dan Yang,"
"Jika sebaliknya, manusia bisa saling memahami... Maka tidak akan ada yang namanya pertikaian dan peperangan di dunia ini,"
Penjelasan Fang Ling membuat Shun Jing dan Yen Siulan membuka lebar kedua matanya. Mereka mendapatkan pelajaran, bagaimana hukum berlaku di dunia ini dan bagaimana cara menentangnya.
Di saat-saat keseriusan itu, Fang Ling merusak suasana dengan mengelus perutnya dengan raut wajah sedikit meringis.
"Aku lapar...."
Mendengar dua kata yang keluar dari mulut Fang Ling, membuat Shun Jing marah dan menjitak kepala Fang Ling dengan tinjunya.
"Dimana dirimu yang bijak tadi...Ayo kembali menjadi bijak lagi,"
"Eh ? sepertinya tidak, aku hanya bersikap seperti ini jika berada di hadapan orang yang aku sukai,"
'Benarkah ? aku benar-benar sangat senang,"
Dengan lembut Fang Ling mengecup dahi Shun Jing, membuat gadis itu berteriak malu dengan wajah memerah.
Di tengah-tengah canda tawa itu, nampak Yen Siulan merasa sangat kesal dia terus mengutuk Fang Ling dari dalam hatinya.
"Sebenarnya...Kalian anggap aku ini apa,"Batin Yen Siulan sambil mengepal kuat tangannya.
Menyadari Yen Siulan sedang memperhatikannya sambil marah-marah, Fang Ling membalik tubuhnya. Dia menatap lembut mata Yen Siulan, sambil juga tersenyum.
"Maaf, Lan'er...Kau akan mendapatkan perlakuan sama seperti ini jika sudah berumur 15Thn,"
"Apa ! ha ! Seterah kau saja...Jangan salah kan aku, jika aku melakukan sesuatu yang buruk di masa depan, kau lihat saja,"
Langsung saja Fang Ling mengusap kepala Yen Siulan untuk menenangkannya. Namun saat Yen Siulan mengatakan itu, tatapannya tajam seolah-olah memang ingin melakukan hal ini.
"Cup Cup Cup, kau tidak boleh marah-marah... Bagiamana kita segera ke kerajaan,"
__ADS_1
Kemudian Fang Ling dan Shun Jing melangkah memasuki portal, Yen Siulan menatap mereka berdua dengan tatapan sedang merencanakan sesuatu.
"Ini bukan salahmu, bagaimana kau memperlakukanku...Kau memang adil dengan semua pasangan mu, tapi masalahnya adalah mereka,"
Di dalam portal, Fang Ling melambaikan tangannya ke arah Yen Siulan yang masih berada di dalam balik lain portal.
"Lan'er, Kemari-lah,"
Segera Yen Siulan memasuki portal itu dan secara ajaib dia sudah berada di halaman istana kerajaan.
Sraaaah
Portal itu menghilang begitu Fang Ling melambaikan tangannya, seolah sedang mengibas udara kosong.
"Portal ini bisa membawamu kemana saja ?"Tanya Shun Jing.
Fang Ling terlihat sedang berpikir. Dia sedikit memajukan wajahnya sambil menyentuh dagu.
"Jaraknya bisa menembus alam lain...Tapi jika masih di aplikasikan di sepuluh benua, jarak paling jauh hanya dapat melompat satu benua sekaligus,"
"Itupun aku harus tau untuk pergi ke koordinasi mana atau di tempat mana...Maka jika tidak, aku akan terpental di berbagai benua dan di kirim ke tempat random,"
"Kemampuan ini memang sangat hebat, tapi juga berbahaya... Sebaiknya, kau tidak menggunakannya jika tidak perlu,"Kata Shun Jing.
Fang Ling tersenyum cerah,"Jing'er ternyata memang sudah sangat dewasa, jadi jangan pernah mengikuti apa yang di katakan dua pedang itu padamu,"
"Eh, kau sendiri sepertinya memiliki pedang lain...Dari awal aku sudah merasakannya,"
Fang Ling kembali mengibaskan tangannya, dua bilah pedang Kekegengkai tertancap di depan kakinya.
"Benar, ini adalah pedang kekegegengkai... Untuk sementara aku akan menggunakannya, namun pedang ini tidak memiliki kitab...Aku harus menemukan kitab itu segera,"
Dari belakang, Yen Siulan menarik tangan Fang Ling dan menyeretnya menuju pintu utama kerajaan.
"Kalian berdua selalu berbicara sesuatu yang tidak aku mengerti. Sekarang, sebaiknya kau pergi bersamaku,"
Melihat sikap Yen Siulan yang sedikit kasar, membuat Shun Jing marah. Dia menarik tangan Yen Siulan hingga gadis itu menghentikan langkahnya.
"Apa-apaan kau ini ?! Sebaiknya kau lepaskan tangan mu itu dari Fang Ling, Bocah !"
Mata Yen Siulan berubah merah padam, dia nampak sangat marah hingga mengeluarkan energi besar berserta petir di sekeliling tubuhnya.
"Kau memanggilku bocah ? hanya karena aku berumur 6th, baiklah akan ku ajarkan kau bagaimana cara menghormati orang,"
Melihat hal itu membuat Shun Jing menjadi bersemangat, dia menarik dua pedang hiydra yang sebelumnya di sarung di samping pinggangnya.
__ADS_1
"Kau ingin berduel, akan ku berikan kau kekalahan karena sudah melakukan tindakan salah yang tidak sesuai dengan umur mu,"
bersambung....