Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Perampok angin hitam II


__ADS_3

Fang ling melakukan gerakan memutar dan memukul punggung orang yang mencoba menyerang Yen Siulan hingga menghantam tanah dengan kuat. Secara tiba-tiba sebuah anak panah melesat hampir mengenai tangan Fang ling yang mencoba mematahkan leher orang yang di serang nya.


Dengan sigap Fang ling melompat mundur untuk menangkal serangan yang berupa anak panah, yang terbuat dari elemen angin. Sehingga orang dengan yang mempunyai pengelihatan buruk, tidak akan bisa melihat panah angin sedang mengarah kepada nya.


Orang berjubah banteng itu mencoba untuk berdiri dengan di bantu beberapa anak buahnya, nampak tangan kiri orang itu sudah hampir putus akibat serangan Fang ling yang begitu tiba-tiba.


"Kau memilih pilihan yang salah" pria yang menggunakan jubah banteng itu nampak sangat murka kepada Fang ling, dengan melepaskan hawa tempur yang terbilang cukup kuat dari tubuhnya.


Fang ling menciptakan sebuah badai salju yang mengitari semua orang, membuat semua lawan kesulitan untuk melihat pergerakan mereka. Setelah badai menghilang, nampak semua pendekar bawahan Su Yulan sudah menggunakan jubah tempur masing-masing.


Kecuali fang ling dan luo tang, mereka berdua tidak memerlukan jubah tempur untuk menghadapi ribuan musuh yang hanya di tingkat pembentukan inti.


Setelah beberapa saat bertatapan. akhirnya pertarungan tidak dapat dihindarkan, satu persatu pendekar maju menghadapi lawan mereka yang berjumlah imbang. Fang ling bergerak lincah menghadapi lima orang yang sedang mengepung nya dengan menggunakan sebilah pedang.


"Badai es" Fang ling memutar tubuhnya, menciptakan badai es yang menyempit membuat lima orang yang terkenal serangan tersebut membeku menjadi patung es.


Karena tidak memiliki senjata apapun, Fang ling menghadapi lawannya dengan tangan kosong sambil sesekali menggunakan ranting untuk membunuh lawannya. Sepuluh orang berjubah hitam Turun dari pohon dan kembali mengepung Fang ling.


"Hati-hati dia sangat berbahaya... gunakan langkah angin untuk menyerangnya" Sepuluh orang itu menghilang menjadi bayangan hitam mencoba untuk mengelabuhi Fang ling dengan Berlari cepat memutari tubuhnya.


Fang ling hanya tersenyum sinis melihat kebodohan orang-orang yang mencoba mengelabuhi nya. Dengan cepat, Fang ling menghempas tubuh salah satu orang itu hingga tubuhnya menghantam tanah dan hancur tidak bersisa.


"kalian salah, bukan begitu caranya. Langkah naga petir" Fang ling menghilang benar-benar tidak terlihat di mata semua orang. Dengan gerakan cepat, Fang ling Berlari memutari sembilan orang yang hanya dapat terdiam di tengah-tengah area lingkaran nya.


Kecepatan fang ling membuat gravitasi menjadi sangat berat seolah menghimpit dan tidak mempunyai oksigen sedikitpun. Kepala sebilah orang itu meledak akibat tidak sanggup menahan gravitasi yang di ciptakan Fang ling dari kecepatan nya.


"Bagilah cara yang benar" Fang ling berjalan santai ke arah tengah-tengah musuhnya, dengan santainya Fang ling mengambil sebuah ranting pohon dengan diameter cukup panjang dan melapisi ranting tersebut dengan elemen es.

__ADS_1


Ranting pohon yang awalnya sangat Rapuh, kini berubah menjadi senjata yang sangatlah mematikan dan tidak bisa di patahkan di tangan Fang ling.


Dengan gerakan bertubi-tubi Fang ling menyerang lawannya dengan rapi agar tidak mengeluarkan darah dengan banyak. Ratusan orang mundur secara serempak, saat melihat Fang ling mulai berjalan mengarah kepada mereka.


Saat Fang ling akan melangkah maju, luo tang menghentikannya dengan menarik tangannya,"apakah kau ingin membunuh mereka semua ?


"Guru, apa yang kita harapkan dari mereka...Jika di biarkan mereka akan membunuh setiap orang yang melintasi area ini" kata Fang ling dengan tegas


"Sudahlah mereka hanya tinggal beberapa puluh orang...Memaafkan adalah kunci untuk memutuskan rantai kebencian," Luo tang mencoba menghentikan Fang ling, namun pemuda itu tidak mau mendengarkan nya.


"aku sudah hidup jutaan tahun, hal yang paling aku muak adalah percaya dengan manusia" Fang ling membuat sebilah pedang dari elemen es dan melesat cepat ke arah puluhan orang yang nampak bergidik ngeri di tempatnya berdiri.


Fang ling menciptakan sebuah badai es yang mengitari dirinya, dengan kecepatan tidak wajar. Fang ling menghilang dari pengelihatan semua orang.


Braaak


"apakah kau tidak mematuhi perintah guru ! biarkan mereka pergi...Tidak ada salahnya melepaskan mereka," kata luo tang dengan nada sedikit membentak.


"Baiklah guru, aku akan melepaskan mereka...namun aku akan membuat mereka mengerti," Fang ling berjala ke arah puluhan orang di hadapannya dan menyentuh dahi mereka satu persatu hingga semuanya merasakan hawa yang begitu mengerikan.


"Itu adalah benih es, jika kalian membunuh orang lagi...maka beni itu akan mekar menjadi bunga lotus salju dan membuat tubuh kalian hancur," Fang ling berjalan meninggalkan sisa-sisa orang aliran hitam yang menggigil ketakutan dengan tubuh yang sudah tidak mampu bergerak.


Ribuan orang aliran hitam itu mati akibat pertempuran yang terjadi, namun tidak ada satupun korban jiwa dari pihak Fang ling. karena saat bertempur, Fang ling menciptakan sebuah hawa yang mampu menekan pergerakan lawan dan mempermudah pendekar bawah Su Yulan.


Merasa sudah kembali normal, semua orang kembali melanjutkan perjalanan walaupun Fang ling sedikit kesal dengan luo tang yang terlalu baik dengan orang lain.


Di kehidupan pertamanya, Fang ling ingat dengan jelas luo tang hampir mati karena mempercayai orang aliran hitam yang menyamar menjadi bocah pengemis.

__ADS_1


Nyatanya Fang ling tidak begitu mempersalahkan kebaikan luo tang, namu dirinya hanya khawatir luo tang akan di permainkan seseorang karena kebaikannya yang sudah tidak wajar.


Su Yulan terus memperhatikan Fang ling selama perjalanan, hingga dirinya sedikit bingung dengan perubahan sifat Fang ling sering terjadi akhir-akhir ini.


Namun Su Yulan tidak mau menanyakan hal itu, karena baginya sudah dekat dengan Fang ling adalah hal yang sangat indah."apakah kau lelah Fang ling ? jika kau mau aku bisa membantumu dengan satu kecupan."


kedua telinga Fang ling seolah-olah berubah menjadi telinga kucing dan sangat berharap jika yang di katakan Su Yulan benar," Kau tidak bohong ?


"Tentu saja tidak... Kemari-lah," Su Yulan menepuk bagian kosong di belakang kudanya, mempersilakan fang ling untuk duduk di belakangnya.


Dengan cepat, Fang ling sudah berada di belakang Su Yulan dengan kedua wajah yang sudah memerah." Ba-baiklah aku sudah siap."


Su Yulan mencium dahi Fang ling, membuat pemuda itu hanya menatapnya dengan datar seolah mengharapkan sesuatu yang lain. Merasa kesal, Fang ling kembali melompat ke kudanya.


"Jangan marah Fang ling, bagaimana jika aku saja," Yen Siulan menunjuk bibir nya yang kecil, namun Fang ling nampak tidak tertarik untuk menciumnya.


Yen Siulan merasa sangat kesal dengan tatapan Fang ling yang meremehkan nya, hingga dirinya membuang muka sambil memajukan bibirnya." Jika kau tidak mau, yah sudah."


Fang ling hanya tertawa kecil melihat Yen Siulan begitu marah kepadanya, namun alasan Fang ling tidak mau menciumnya adalah karena dirinya masih terbayang-bayang akan kematian Yen Siulan.


"Sepertinya kaisar naga es sudah mulai bermutasi menjadi lebih kuat," Batin Fang ling yang menggerakkan tangan kirinya yang mulai mengeluarkan hawa dingin.



Siapakah gadis yang bersama Fang ling ? itu adalah Su Yulan yang di bantu ibunya untuk berdandan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2