Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
legenda tiga kaisar naga ( terbongkarnya kebenaran ) and


__ADS_3

Hawa yang begitu mengerikan dan pekat dapat Ranzel rasakan begitu dirinya dapat dengan jelas melihat naga Wutien mengamuk di hadapannya, walaupun jarak Ranzel dan Wutien tergolong jauh tapi karena tubuh Wutien sangat besar membuatnya terlihat sangat dekat.


Jutaan pendekar kultivator berusaha menahan naga itu dengan serangan elemen yang mereka miliki namun terlihat dengan jelas jika serangan itu tidak berpengaruh terhadap tubuh naga Wutien walaupun serangan itu mengenainya.


Ranzel terbang sedikit lebih tinggi dia mengumpulkan energi dalam jumlah besar di kedua kepalan tangannya hingga saat energi itu sudah sepenuhnya terkumpul kedua kepalan tangan Ranzel memancarkan cahaya kebiruan.


Merasakan hawa dingin yang hebat di atas langit semua orang memalingkan pandangannya dan menatap Ranzel yang bersiap menyerang, tidak mau pemuda itu menyerang tanpa perlindungan, pendekar-pendekar yang berada di garis depan langsung menyerang naga Wutien untuk menyibukkan nya, dengan begitu Ranzel dapat menyerang dengan leluasa.


Mendapatkan dukungan dari jutaan pendekar yang ada Ransel terbang cepat ke arah Naga Wuiten yang sibuk menyerang pendekar-pendekar barisan depan, dari segala arah Ranzel memukul Naga Wuiten dengan sekuat tenaga, alhasil serangan yang di lancarkan Ranzel dapat membuat Naga Wuiten bergerak mundur.


Semua pendekar yang awalnya kehilangan semangat karena sudah menyerang naga Wutien dengan kekuatan penuh namun tidak membuat naga itu bergeming, melihat serangan Ranzel yang mampu memaksa naga itu berjalan mundur membuat semua pendekar itu kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyerang naga Wutien dengan bantuan Ranzel.


Ranzel yang terbang di atas semua orang hanya menatap Naga Wuiten yang juga menatap dirinya, ia juga tidak bisa menganggap dirinya sudah menang karena nyatanya naga itu tidak terluka sama sekali setelah menerima pukulan bertubi-tubi yang mampu menghancurkan satu pulau dalam satu pukulan.


Kemarahan Naga Wuiten menjadi-jadi ketika melihat seorang pengendali elemen es, elemen yang sama ketika jutaan tahun lalu dirinya di segel oleh pengendali es. Hawa kegelapan meningkatkan drastis di tubuh naga Wutien, energi itu di kumpulkan nya di dalam mulut dan saat energi itu sudah mencapai puncaknya naga Wutien menembakan energi hitam dari mulutnya.


Mata Ranzel melebar ketika merasakan jika serangan itu mampu membunuh seluruh pendekar yang ada, kewaspadaan Ranzel begitu meningkat setelah cahaya kegelapan yang di lancarkan Naga Wuiten ke arahnya mulai mendekat dengan cepat.


Dari tubuh Ranzel keluar sebuah dinding pelindung yang mampu menahan serangan Naga Wuiten dan menyelamatkan semua pendekar, tapi pelindung itu tidak bertahan lama dan langsung saja di penuhi dengan retakan yang terus merambat.


Merasa jika pelindung itu tidak akan bertahan lama Ranzel memerintahkan semua pendekar untuk terbang menjauh, setelah semua pendekar yang ada berhasil menjauh, pelindung Ranzel hancur dan serangan Wutien mengenai tubuhnya dengan telak hingga membuatnya melesat menabrak tanah.


Dari dalam tanah Ranzel Kembali berdiri dengan pakaian di bagian bajunya compang camping setelah menerima serangan Wutien, walaupun luka yang di alaminya tidak terlalu serius tetap saja luka itu mampu membuat Ranzel merasakan kesakitan terutama di bagian dadanya.


Untuk memberikan waktu kepada Ranzel untuk memulihkan diri semua pendekar yang ada membentuk sebuah pormasi menyerang dan bertahan, setidaknya jutaan pendekar menjadi korban akibat keganasan kekuatan Naga Wuiten hal itu membuat pendekar-pendekar yang masih selamat menjadi lemah karena terus kehilangan banyak anggota.


Tidak hanya faktor kematian anggota yang membuat pendekar-pendekar menjadi lemah, Qi,tenaga dalam dan kemampuan spiritual pengandaian elemen yang masih terbatas akan sangat jelas jika peperangan ini akan di menangi Naga Wuiten.


Terbatasnya tiga Faktor itu adalah kunci kemenangan Naga Wuiten, jika dia bisa menahan setiap-setiap serangan yang mengenainya lebih lama, akan membuatnya menjadi pemenang karena semua pendekar masih memiliki keterbatasan keterampilan dalam penggunaan kemampuan kultivator.

__ADS_1


Dengan kemampuan rahasia dari Naga Wuiten yang di sebut dengan Holow penghisap membuatnya mampu menyerap energi yang menyerangnya, sehingga dia akan semakin kuat jika terus di serang, sebab itulah untuk menunggu jutaan pendekar kelelahan adalah hal yang mudah bagi Wutien.


Selama berjam-jam pendekar yang berusaha menahan serangan di kejutkan dengan ledakan energi berbahaya di tempat Ranzel memulihkan diri, langsung saja setiap pendekar terbang menjauh ketika merasakan energi berbahaya yang keluar dari tubuh Ranzel.


Di atas tanah Ranzel telah memegang tiga pedang legendaris, dia melesat dan menyerang naga Wutien dengan ketiga pedang tersebut, pandangan semua orang tertuju pada pertarungan Ranzel dan naga Wutien, terlihat serangan demi serangan Ranzel mampu melukai Naga Wuiten.


Keterkejutan itu juga di alami oleh naga Wutien, kedua matanya terbelalak ketika baru menyadari jika ketiga pedang yang di gunakan Ranzel adalah adik-adiknya, merasa sangat murka ketika melihat adik-adiknya telah di perbudak, naga Wutien menyerang Ranzel bertubi-tubi hingga salah satu serangan itu membuatnya sekarat dan terluka parah.


"Kembalikan adik-adik ku !! aku akan membunuh kalian !! dimana teman-teman ku, kembali mereka semua kepada ku,"


Wutien menghancurkan semua yang di lalui nya, dia mencari teman-temannya yang di ubah menjadi senjata, saat itu dia di kendalikan oleh seorang dewa sehingga penyerangan yang terjadi jutaan tahun lalu bukanlah keinginannya tersendiri.


Ranzel yang terluka parah hanya dapat terbaring kaku di atas tanah dengan darah yang mengalir dari setiap luka yang di alaminya, Dari atas langit secara samar-samar dia melihat sebuah siluet biru yang begitu familiar terbang ke arahnya.


"Luo Yi apa yang kau lakukan di sini ? Ucap Ranzel ketika siluet biru itu menghilang dan menapakkan hujud Luo Yi yang duduk di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan ?? Naga Wuiten tidak jahat, dia di kendalikan oleh seorang dewa di balik tabir dia hanya ingin mencari teman-temannya yang di ubah menjadi senjata,"Jelas Luo Yi sambil mengobati luka-luka Ranzel.


Mendengar penjelasan Luo Yi nyatanya Ranzel tidak mendengarkannya sama sekali karena yang di pikirannya saat ini adalah kemarahan, kemarahan yang tertuju pada naga Wutien, karena naga itu banyak orang-orang mati akibat dampak peperangan ini.


Hati Ranzel yang keras akan kematian membuatnya terjerumus ke dalam jurang kesalahan, dia melukai jantungnya sendiri untuk mengikat jiwanya dengan tiga pedang legendaris. Merasakan kontrak yang dapat membahayakan adik-adiknya, Wutien bergerak cepat ke arah Ranzel sebelum kontrak itu terjadi.


"Adik ! kau iblis apa yang kau lakukan, kenapa kau merenggut adik-adik ku !!!


Wutien mengamuk sejadi-jadinya dia membunuh semua pendekar yang menghalanginya, dia terus berlari hingga jarak Ranzel dan Luo Yi hanya terpaut beberapa kilo meter di depannya.


"Hentikan !!! adik-adik ku, kontrak itu akan mengubah ketiga adik ku menjadi mahkluk buas jangan kau lakukan !!! hentikan,"


Dengan terpaksa Wutien menyerang Luo Yi yang menghalanginya, serangan naga Wutien adalah serangan abdi atau mudahnya. Jika terkena serangan naga Wutien, seseorang itu akan mati dan tidak lagi bisa berinkarnasi.

__ADS_1


Akibat serangan Wutien, Luo Yi terpental menabrak tanah membuat Ranzel yang melihatnya langsung mengamuk dan kehilangan kendali, alhasil kontrak jiwa berhasil di batalkan dan menyelamatkan jiwa tiga pedang legendaris.


Tidak memikirkan keselamatan pendekar yang tersisa Ranzel menciptakan sebuah kurungan oriental Holow yang turun dari langit dan mengurung naga Wutien, di dalam kurungan Naga Wuiten sengaja tidak melawan karena merasa bersalah karena sudah membunuh Luo Yi.


"Maaf aku tidak sengaja, serangan itu membuat orang yang terkena tidak lagi mampu berinkarnasi, aku benar-benar minta maaf,"Ucap Naga Wuiten.


Tidak mau mendengarkan apa yang di katakan Naga Wuiten, Ranzel yang kehilangan kendali langsung menyegel naga itu kembali ke dalam gunung raksasa yang berada di daratan utama.


Di saat baru sadar dari kemarahan, Ranzel melihat tumpukan mayat pendekar yang mati akibat terhimpit oleh Oriental Holow milikinya. Dengan tubuh penuh luka Ranzel berjalan ke tempat Luo Yi terpental.


Setelah sampai di hanya menemukan sebuah liontin giok biru yang di berikan nya, hati Ranzel seakan hancur ketika tau jika Luo Yi tidak akan mampu berinkarnasi lagi sedangkan dirinya adalah manusia abadi.


Merasa tidak ada lagi gunanya untuk hidup, Ranzel terbang ke arah barat dan menemukan sebuah pulau besar dengan gunung hitam di bagian tengahnya, sebelum melakukan pertapaan Ranzel melempar pedang kematian berserta kitabnya ke pulau tersebut.


Sedangkan untuk ketiga pedang legendaris berada di benua daun wangi, karena Ranzel merasakan sesuatu yang baik dan segera lahir di sana, untuk itu Ranzel menyimpan ketiga pedang itu di dalam goa berserta kitab-kitab nya.


Setelah di rasa selesai menjalani kehidupan yang sangat kacau, Ranzel duduk di dalam sebuah batu yang berada di dalam gunung berapi itu, ia terus duduk hingga ribuan tahun kemudian tubuhnya berada di dalam kristal dan tidak sadar.



Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang immortal


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2