
Cahaya matahari yang begitu terik membuat Fang Ling sedikit merundukan kepalanya dan terus berjalan ke lokasi berikut dengan mengandalkan peta.
Selama berjalan melewati hamparan hutan pinus Xian Guo terus menjaga jarak dengan Fang Ling, sedikit ada yang berubah pada gadis berwajah datar itu yang kini berjalan di belakang Fang Ling.
"apakah kau tidak suka dengan pakaian itu Guo kecil ?? Kata Fang Ling untuk melunakkan suasana.
Xian Guo tidak langsung menjawab pertanyaan Fang Ling, ia terlihat merasa tidak nyaman saat menggunakan pakaian Yen Siulan yang di berikan Fang Ling kepadanya.
"Sepertinya kau terlalu sering menggunakan pakaian laki-laki, sampai-sampai kau merasa tidak nyaman menggunakan pakaian perempuan,"kata Fang Ling sambil menoleh ke kanan dan kiri untuk melihat situasi mereka.
Sruup
Satu buah anak panah mengarah ke arah Fang Ling dengan kecepatan tinggi, entah disebabkan ia tidak sengaja menginjak sesuatu yang memicu jebakan itu.
Tubuh Xian Guo yang masih lemah karena baru saja mendapatkan elemennya Kembali, tidak mampu menjangkau tubuh Fang Ling hingga membuatnya tersungkur ke tanah.
Dengan tatapan datar, Fang Ling menatap Xian Guo yang terjatuh,"apa yang kau lakukan, apakah karena panas kau menjadi pingsan ??
Dengan wajah di penuhi tanah dan debu, Xian Guo mengangkat kepalanya dan menatap Fang Ling untuk waktu yang lama," ada anak panah yang mengarah kepada mu,"
Seketika mata Xian Guo melebar melihat sebuah anak panah yang awalnya hampir mengenai leher Fang Ling sudah menancap ke salah satu pohon Pinus, dan tidak mengenainya sama sekali.
"Bagaimana itu bisa terjadi ? Xian Guo berdiri dan membersihkan pakaian dan wajahnya yang tertutup tanah.
Mendengar pernyataan Xian Guo, Fang Ling tertawa kecil dan menjawab,"Itu bukankah jebakan, melainkan ada seseorang yang memanah ku dengan sengaja... tapi sepertinya dia tidak mengerti tentang hukum angin yang mampu mengubah arah anak panahnya,"
Dengan tatapan datar Xian Guo mengangguk dan berkata,"Dengan kata lain, orang itu tidak terlalu mengerti bagaimana menggunakan panah,"
"Benar sekali, dari awal aku sudah merasa ada beberapa orang yang mengikuti kita di jarak yang cukup jauh, sehingga aku tidak dapat merasakan mereka dengan jelas,"Ucap Fang Ling.
__ADS_1
"lalu apa yang harus kita lakukan ? tanya Xian Guo bingung.
Fang Ling mengelus dagunya, nampak sedang berpikir beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Xian Guo,"Kemari-lah aku akan membisikan sesuatu kepada mu,"
Dengan polosnya Xian Guo mendekatkan wajahnya kepada Fang Ling, namun belum sempat mendapatkan apa yang di rencana Fang Ling ia malah mendapat sebuah ciuman di pipinya.
Plaak
"Kau sebenarnya serius atau tidak ?kata Xian Guo nampak kesal dengan telinga yang memerah.
Dengan pipi yang sudah terdapat tamparan Xian Guo yang membekas, Fang Ling mulai membisikan sesuatu kepadanya di mana ia tidak tau jika ada dua orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Salah satu dari kedua orang itu adalah pemuda sombong yang mengajukan keluhannya saat Fang Ling mendapatkan pendamping senior, keduanya nampak sedang memperhatikan Fang Ling dan Xian Guo dari atas pohon.
Walaupun jarak mereka dan Fang Ling terpaut jauh, mereka masih dapat melihat keduanya dari tempat sejauh itu dengan menggunakan kemampuan khusus yang di ajarkan sekte mereka.
"Kak, aku merasakan energi yang sangat besar di dalam pakaian pemuda itu, sepertinya dialah yang membunuh siluman laba-laba yang kita temui sebelumnya,"
Pendekar yang mengatakan pemuda di sampingnya dengan panggilan kak yang tidak lain adalah pemuda sombong bernama Yung Qian, terlihat sedang memegang sebuah panah di tangannya.
"Kau bercanda ? bukankah kau lihat jika dia hanyalah sampah dengan jubah tempur dahsyat,"Kata pemuda sombong itu dengan tatapan yang terus tertuju pada tempat Fang ling.
"Tapi kak, apakah kau yakin ingin membunuhnya ? bukankah pendamping senior kita melarang untuk membunuh orang tanpa alasan yang jelas,"Kata pendekar pria yang mempunyai tubuh imut dengan suara kemanyun nampak khawatir terhadap pemuda sombong di sampingnya.
"Tenang saja, senior itu sedang tidak ada di sini, jadi kita akan membunuhnya dengan cepat,"Kata pemuda sombong itu sambil melirik adik seperguruannya.
Di tengah-tengah keduanya sedang bertatapan, mereka tidak sadar jika Fang Ling dan Xian Guo sudah menghilang dari tempat mereka berdiri.
Hingga saat keduanya baru sadar, mereka terlihat kebingungan karena baru beberapa detik bertatapan sebelum Fang Ling dan Xian Guo menghilang.
__ADS_1
"kak, mereka berdua menghilang,"Kata pemuda itu dengan panik, sambil menggoncang tubuh seniornya yang terlihat sangat terkejut.
"Ayo kita hampiri tempat mereka,"
Kedua pendekar itu melompat dari pohon ke pohon yang lain dan berhenti di tempat Fang Ling dan Xian Guo berdiri, di mana keduanya sudah tidak berada di tempat itu seakan lenyap di telan bumi.
Kedua pendekar itu nampak menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari ke arah mana Fang Ling dan Xian Guo pergi, namun keduanya di kejutkan dengan orang yang di carinya berjalan dari balik pohon dengan santainya.
"Wah-wah, pantas saja anak panah itu tidak mengenai ku, ternyata ada anak kecil di sini,"Tatapan Fang Ling tertuju pada pemuda imut di hadapannya, yang sedang memegang sebuah panah terlihat mempunyai ukuran lebih besar dari tubuhnya.
Pemuda sombong yang mengincar kristal siluman laba-laba di balik pakaian Fang Ling terlihat sedang melindungi temannya di balik punggung, sambil menatap Fang Ling dengan tatapan dingin seakan ingin mencabit-cabit tubuh Fang Ling menjadi potongan kecil.
Tatapan pemuda sombong itu beralih menatap Xian Guo yang ada di samping Fang Ling,"Ternyata kau memang benar perempuan, akhirnya kau membuka penyamaran mu... tapi, sayangnya aku mempunyai urusan dengan orang itu,"
Dengan tatapan bingung Fang Ling menatap pemuda di hadapannya, yang selalu saja mencari masalah dengannya.
"Apa yang kau mau kan dari ku ? kata Fang Ling kebingungan.
"Serahkan kristal laba-laba yang kau simpan, maka kami akan pergi dan tidak akan melukai mu,"Kata pemuda sombong itu dengan nada datar.
Fang Ling mengeluarkan kristal bundar berwarna hijau terang dari balik pakaiannya,"maksud mu ini ?
Mata pemuda sombong itu melebar melihat kristal yang di keluarkan Fang Ling, ia seakan ingin mengambil kristal itu namun Fang Ling kembali menyimpan kristal tersebut di balik pakaiannya.
"aku akan memberikan kristal ini secara gratis, jika pemuda di belakang mu mampu memanah ku dengan baik,"Kata Fang Ling sambil tersenyum kecil melihat pemuda di belakang Yung Qian yang terlihat ketakutan.
Bersambung...
__ADS_1