
Setelah selesai mendata diri, Fang Ling dan Lang Ming berjalan berkeliling di altar itu untuk melihat apa saja yang bisa membuat mereka kagum.
Keduanya berjalan ke pinggiran altar dan melihat ke segala arah di penuhi dengan pohon persik yang tumbuh di pinggiran gunung kecil yang menjulang tinggi.
"Ternyata memang benar di tempat ini kita tidak bisa menemukan daratan, Toh karena sekarang kita berada di atas awan,"Fang Ling menoleh kebawah, dia tidak bisa melihat apa-apa karena tertutup awan, hanya terdapat puncak lancip dari gunung yang menembus awan.
"Aku penasaran apa yang terjadi jika kita terjatuh ke bawah,"Lang Ming berjalan semakin ke pinggir, dia menoleh ke bawah seolah-olah bisa melihat.
"Bagaimana jika kau coba sendiri ? Kata Fang Ling.
"Apa ? maksudnya...
Belum sempat berkata-kata, Fang Ling mendorong Lang Ming hingga membuat pemuda itu panik setengah mati karena jatuh dari ketinggian yang tidak bisa di bayangkan seberapa jauhnya.
"Baik lah ayo kita bersenang-senang,"Fang'Ling melompat, diapun membuka keempat sayapnya dan terbang menukik hendak menyusul Lang Ming yang terjatuh lebih dulu.
Setelah tubuhnya menembus awan, di bawah Fang Ling melihat sebuah keindahan yang tidak mampu di ungkapkan dengan kata-kata.
Lautan biru nan luas dan ratusan pergunungan tinggi hingga ujungnya menembus awan membuat tempat itu bak seperti negri dongeng yang hanya muncul di hayalan seseorang.
Di bawah Fang Ling terlihat Lang Ming pingsan dengan tubuh terentang, merasa jika pemuda itu tidak bisa terbang Fang'Ling mengepak sayapnya dengan cepat karena merasa panik.
Fang Ling berusaha meraih baju Lang'Ming namun saat ujung jarinya hanya berjarak beberapa jengkal dengan baju Lang Ming, pemuda itu membuka matanya dan tersenyum penuh kemenangan ke arah Fang Ling.
"Kena kau ! "Lang Ming menciptakan pusaran angin yang mampu mendorong tubuhnya ke atas, setelah berada di atas Lang Ming menendang punggung Fang'Ling hingga membuatnya terpental masuk ke dalam air.
Walaupun tidak memiliki sayap untuk terbang, Lang Ming mampu menciptakan pusaran angin yang mengitari tubuhnya agar mampu terbang dengan leluasa sesuai keinginannya.
Sruuup
Dari dalam air ratusan es runcing melesat ke arah Lang Ming, namun satu kibasan tongkat semua serangan itu hancur sebelum sempat mengenai tubuhnya.
Dari dalam air Fang Ling nampak kesal karena kedinginan, sebab sungai yang ada di seluruh penjuru sekte naga langit membeku akibat temperatur suhu yang sangat rendah walaupun Fang Ling memiliki elemen es.
Melihat pemuda itu marah Lang Ming langsung meleset kabur hendak kembali ke altar naga namun dari bawah Fang Ling terbang dengan cepat membawa dua bilah pedang di tangannya.
Braaaaak
Tangg
Dua serangan beruntun dari Fang Ling mampu di tahan Lang Ming menggunakan tongkatnya, merasa imbang kedua pemuda itu melanjutkan serangan demi serangan hingga keduanya saling kejar-kejaran di antara gunung.
"Tebasan sabit es !
__ADS_1
Fang Ling menyilangkan kedua pedangnya dan melepaskan energi X dari kedua pedang itu, energi itu nampak dengan cepat melesat ke arah Lang Ming yang berada beberapa meter di depan Fang Ling.
"Angin penghalau !
Lang Ming mengayunkan tongkatnya menciptakan gelombang angin yang mampu membuat serangan Fang Ling seketika menghilang.
Kini Fang Ling dan Lang Ming saling berhadapan dengan tatapan mata tajam, mereka berdua nampak sangat ingin mengukur kemampuan masing-masing lebih jauh lagi.
"Serangan itu hampir saja mengenai ku, jika tidak cepat mungkin aku akan terluka cukup parah, aku kagum dengan mu,"Ujar Lang Ming.
"Jangan merendah, sejauh ini hanya saudara Ming yang mampu bertahan bahkan imbang melawan ku,"Ujar Fang'Ling dengan jarak terpaut beberapa meter dari Lang Ming.
Dengan gerakan cepat dan hampir bersamaan, Fang Ling dan Lang Ming melesat ke arah satu sama lain dan saling menyerang menggunakan senjata masing-masing.
Puluhan sampai ratusan gerakan saling mereka lancarkan namun tidak ada satupun serangan Fang Ling dan Lang Ming yang mampu mengenai keduanya.
"Pusaran angin !
Lang Ming melindungi tubuhnya dengan menciptakan badai topan untuk di jadikan tempat perlindungan, sedangakan Fang Ling nampak terbang mundur begitu sadar jika yang melindungi tubuh Lang Ming adalah angin tajam.
Fang Ling hendak mengubah formnya menjadi hujud kaisar naga api, namun Lang Ming langsung menghentikannya.
"Saudara ! apakah kau tidak tau jika angin dan api bertubrukan, maka akan terjadi ledakan besar yang mampu menghancurkan tempat ini,"
"Lalu apakah saudara tidak tau jika api milik ku adalah jenis terkontrol,"
Fang Ling langsung mengubah hujud nya menjadi kaisar naga api dan langsung memegang dua tombak di tangannya.
"Badai api abadi !
Dengan gerakan memutar Fang Ling menciptakan pusaran badai api suci berwarna hitam, saat api suci itu menyentuh angin milik Lang Ming, nampak tidak terjadi gejolak atau ledakan karena jenis api Fang Ling terkontrol dan beda dengan api lain.
Sudut bibir Lang Ming sedikit terangkat, dia dan Fang Ling bergerak bersama ke arah satu sama lain dengan masing-masing badai yang mengelilingi tubuh mereka.
Di dalam badai Fang Ling dan Lang Ming saling menyerang namun tetap hasilnya sama saja, tidak ada satupun serangan mereka mampu mengenai satu sama lain.
Hingga saat kedua tombak Fang Ling di tahan oleh tongkat Lang Ming, sebuah pukulan mendarat di kepala mereka hingga membuat keduanya tersentak dan jatuh ke dalam lautan.
"Apakah kalian berdua sudah menyelesaikan pendaftaran ? kenapa tau-tau sekarang kalian bertarung di sini,"Shin Hye nampak kesal melihat sikap Fang Ling dan Lang Ming yang terkesan bertidak semaunya.
Dari dalam lautan Fang Ling dan Lang Ming mengambang ke permukaan, tubuh mereka seolah-olah tersayat ribuan pedang karena dingin yang menusuk masuk ke dalam tulang mereka.
"Kakek Shin kenapa kami harus mengikuti pendaftaran, toh tidak ada yang lebih kuat dari kami berdua,"Lang Ming berkata dengan sombongnya.
__ADS_1
"Benar ! dan lagi kami adalah murid pilihan dari tetua Mu, sudah sepatutnya kami langsung menjadi murid inti dan tidak mengikuti tahap pendaftaran,"Tambah Fang Ling.
Terlihat Shin Hye mengambang di udara dengan menggunakan pedang sebagai tumpuan nya, mendengar perkataan Fang Ling dan Lang Ming kedua alisnya terangkat naik.
"Sepertinya kalian hanya tau jika patriak sekte ini adalah Mu Tong, tapi tidak tau jika yang membuat sekte naga langit adalah aku,"Shin Hye membusungkan dadanya dan melipat kedua tangannya.
Fang Ling dan Lang Ming saling bertatapan hingga keduanya tertawa terbahak-bahak,"Benarkah ? apakah senior Shin tidak memikirkan kesehatan punggung anda,"Kata Lang Ming.
"Hei sepertinya itu terlalu berlebihan,"Bisik Fang Ling.
"Sudahlah saudara, aku tau apa yang sedang aku lakukan,"
Lang Ming kembali menatap Shin Hye dan menunjuk pria sepuh itu dengan telunjuknya,"Jangan halangi kami jika tidak mau terluka,"
"Apa ? kau tidak salah bicarakan ?! begini saja, kalian berdua bebas dari hukuman jika berhasil melewati ku,"Kata Shin Hye sambil tersenyum mengejek.
"Hukuman apa kakek tua ?! kau tidak mengatakan hal itu awalnya,"Kata Lang Ming dengan nada sedikit tinggi agar Shin Hye dapat mendengarnya.
"Lewati aku dulu ! jika kalian gagal, barulah aku putuskan hukuman apa yang sesuai untuk kalian berdua,"Shin Hye berkata santai.
Fang Ling tertawa terbahak-bahak, sedangakan Fang Ling terdiam seribu bahasa seolah membuat Shin Hye marah adalah kesalahan besar.
"Baiklah hati-hati dengan serangan yang satu ini ! serangan ini dapat memotong seseorang menjadi potongan kecil,"
"Angin berdesir lembut menciptakan kekuatan dahsyat, sayatan penembus ruang !!
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi