
Yung Qian yang merasakan adik seperguruannya sedang menggigil ketakutan di belakangnya, langsung saja berbalik dan menatapnya dengan lembut.
"Jangan takut, jika Fei'Fei berhasil, penyakit mu akan sembuh," Kata Yung'Qian sambil memegang tangan adik seperguruannya yang terlihat rapuh.
Pemuda itu terlihat mempunyai tubuh yang sangat putih namun juga kurus, terlihat dari pergelangan tangannya yang sangat ramping dengan tubuh tidak lebih tinggi dari dada Yung Qian.
"Tapi Gege, bukankah ini adalah tindakan yang salah," kata pemuda itu nampak ragu untuk mengangkat panahnya.
"Fei'Fei, jika aku harus membunuh satu klan hanya untuk membuat mu kembali sehat, aku akan melakukanya, jadi gunakan kesempatan ini dengan baik,"
Pemuda rapuh itu bernama Gui Fei, dia dan Yung Qian berasal dari sekte besar bernama sekte elang emas yang berada di benua teratai perak.
Keduanya sudah saling mengenal sejak kecil, saat itu Yung Qian adalah anak yang sangat nakal dan membuat ayahnya yang merupakan tetua besar dari sekte itu sangat menyayanginya.
Suatu hari Yung Qian sedang memukuli temannya di sebuah lapangan latihan, ia secara tidak sengaja melihat Gui fei sedang di pukuli oleh pria buncit tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dengan membawa sebuah tongkat kayu Yung Qian melawan pria buncit yang memukuli Gui Fei, hingga membuatnya terjatuh dan ikut di pukuli oleh pria itu hingga terluka.
Walaupun Yung Qian adalah anak yang sangat nakal dan ceroboh, ia juga mempunyai sifat lembut yang jarang di ketahui oleh orang-orang yang juga mengenalnya.
Di saat keduanya duduk sambil memperhatikan wajah masing-masing, di situlah Gui Fei terus mengikuti Yung Qian karena selain ayah dan ibunya yang sudah meninggal, hanya Yung Qian yang tulus merawatnya.
Walaupun sempat mendapatkan pertentangan dari ayahnya saat memohon untuk membiarkan Gui Fei menjadi salah satu murid sekte, akhirnya hati ayah Yung Qian luluh dan mengijinkannya namun dengan sarat Yung Qian mendapatkan seratus cambukan di punggungnya.
Berhari-hari bahkan berminggu-minggu, Gui Fei menunggu kedatangan Yung Qian yang biasanya mereka akan bertemu di atas sebuah bukit di belakang sekte untuk bermain sampai matahari terbenam.
Kedua mata Gui Fei yang terang, terlihat sedih karena tidak kunjung bertemu dengan Yung Qian walaupun dirinya sudah menunggu hingga matahari berganti bulan.
__ADS_1
Di saat Gui Fei akan beranjak pulang, ia mendengar suara Yung Qian yang memanggil namanya dari kejauhan dan terlihat sedang membawa sesuatu di tangannya sambil berlari dengan nafas terputus-putus.
Dengan wajahnya yang di penuhi keringat Yung Qian memberikan Gui Fei pakaian sekte dan sebuah liontin pengenal, dengan begitu ia resmi menjadi murid dari sekte elang emas.
Tangisan Gui Fei tidak tertahankan, ia merasa sangat senang bukan karena dirinya resmi menjadi murid sekte, melainkan ia merasa bahagia karena masih bisa bertemu dengan Yung Qian setelah beberapa minggu tidak bertemu.
Senyuman Yung Qian yang begitu tulus dan sifatnya yang sangat lembut terhadap dirinya, membuat Gui Fei begitu menyukainya hingga ia tidak sengaja mencicipi minuman Yung Qian yang berisikan racun berbahaya.
Di saat Yung Qian menemukan Gui fei tergeletak di lantai dengan mulut yang mengeluarkan darah, ia langsung saja memeriksa minuman yang sempat di minum oleh Gui Fei yang berisi racun.
Urat-urat wajah Yung Qian keluar, ia segera mengambil pedangnya dan berjalan keluar kamar setelah membawa Gui Fei ke atas kasur dengan keadaan yang mulai stabil.
Yung Qian yang gelap mata langsung saja mencari pelayan dan menanyakan siapa yang membawa minuman yang berisikan racun, dan meletakkan minuman itu di kamarnya.
Setelah tau jika yang meletakan racun di dalam minuman itu adalah tunangannya, ia langsung saja bergerak ke arah kediaman klan tunangannya yang masih berada di alun-alun kota.
Walaupun berat dan sangat menyayangi anak satu-satunya itu, ayah Yung Qian hanya dapat tersenyum pahit melihat anaknya meninggalkan sekte dengan membawa Gui Fei bersamanya.
Walaupun sudah tidak memiliki apa-apa Yung Qian merasa sangat bersyukur masih bisa melihat Gui Fei yang tersenyum cerah, ia memutuskan untuk mengikuti turnamen gunung tengkorak hanya karena ingin menemukan sebuah kristal siluman laba-laba.
Kristal tersebut yang akan menyembuhkan Gui Fei dari racun yang perlahan menggerogoti tubuhnya, hingga membuatnya semakin kurus setiap harinya, namun anehnya ia nampak tidak peduli dengan umurnya yang sedikit dan masih tetap tersenyum.
Sambil menatap lembut Gui Fei, Yung Qian terus meyakinkan bahwa itu adalah jalan termudah baginya jika masih ingin hidup lebih lama.
Racun yang bersifat menggerogoti secara perlahan itu tidak akan sembuh hanya dengan menggunakan satu kristal atau bahkan seratus, tapi dengan satu kristal itu sudah cukup untuk membuat Gui Fei hidup lebih lama.
Semua yang di lakukan Yung Qian hanyalah untuk mencari waktu lebih lama dengan Gui Fei, yang hanya memiliki waktu beberapa menit untuk menambah umurnya dengan kristal yang di bawa Fang Ling di dalam pakaiannya.
__ADS_1
Dengan santai Fang Ling berdiri tegap nampak bersiap untuk mati dengan Gui Fei yang terlihat ragu untuk menembakan anak panahnya, dengan tatapan yang terus buram dan akhirnya terjatuh.
Sebelum tubuh Gui Fei menghempas tanah, dengan cepat Yung Qian menangkap dan mendekap tubuh Gui Fei di dalam pelukannya dengan mata yang sudah di basahi dengan air mata.
"Gege kau menangis ? kata Gui Fei lemah dengan wajah yang sangat pucat, bahkan untuk berkedip ia kesulitan.
"Tidak, aku tidak menangis,"Dengan cepat Yung Qian mengusap air matanya, ia tau jika waktu Gui Fei sudah tidak lama lagi.
"Baguslah, apakah kau masih ingat saat kita berdua bermain di lapangan yang di penuhi bunga ?
Dengan tubuh yang bergetar hebat, Yung Qian hanya dapat memeluk tubuh Gui Fei dengan erat tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan nya itu.
"Kita berdua berbaring sambil menatap bulan yang sangat indah dan mengatakan akan selalu bersama, tidak peduli akan di pisahkan dengan kematian, kita akan tetap bersama,"
"Kau rela menerima seratus cambukan hanya untuk melindungi ku, bahkan kau masih sempat tersenyum dan berkata tidak apa-apa saat aku bertanya,"
"Di kehidupan ini aku sangat bahagia bisa mengenali mu dan melakukan perjalanan bersama, jerih payah dan pahitnya kehilangan satu sama lain membuat kita semakin kuat seiring waktu,"
"Tapi... aku selalu membuat mu... kesulitan,"
"Hentikan ! Fei'Fei kau akan sehat aku yakin, hentikan omong kosong ini dan tersenyumlah seperti biasanya,"
Suara Gui Fei yang semakin lemah dan terputus-putus membuat Yung Qian menangis kencang, sambil memeluk tubuhnya dengan kuat seolah tidak mau melepaskannya.
"Gege walaupun sebentar...bisa selalu bersama dengan mu...dalam keadaan apapun, untuk pertama kalinya...aku bahagia,"
__ADS_1
Bersambung....