
Setelah berada tepat di atas altar naga, terlihat jelas jika di bawah sedang di penuhi oleh pendekar muda yang datang bertujuan untuk menjadi murid di sekte naga langit.
"Lihat ke atas ! Tetua Mu Tong sudah kembali, berikan ruangan untuk naganya turun,"
Sontak teriakan seseorang itu membuat kandidat baru bagi sekte naga langit kebingungan, mereka yang berjumlah ratusan itu bergerak mundur untuk memberi ruang bagi naga Mu Tong.
Mu Tong mengarahkan naga itu untuk mendarat di bawah, kehadiran pria muda itu terlihat begitu di nanti-nantikan oleh semua tetua dan 100 murid senior yang kebetulan sedang berada di tempat itu.
Sesaat setelah naga emas Mu Tong mendarat dengan baik di tengah kerumunan, pria muda itu langsung di kerumuni oleh orang-orang yang di kenalnya. Bagi yang tidak mereka hanya diam melihat dengan perasaan bingung.
"Tetua Mu selamat datang kembali, semoga kunjungan mu ke sekte gunung tengkorak membuahkan hasil,"Seorang pira sepuh melangkah dari dalam kerumunan mendekati Mu Tong yang baru saja turun dari naga emasnya.
Sontak mata Mu Tong melebar begitu melihat pria sepuh di hadapannya,"Kakek Shin ! kapan anda datang ? dan kenapa kau tidak memberitahuku,"
"Apakah menemui cucu ku sendiri harus mengabari terlebih dahulu ?" Pria sepuh itu memeluk Mu Tong, setelahnya barulah dia sadar jika di belakang cucunya ada dua orang pendekar muda yang menatapnya.
"Cuci siapa mereka berdua ?" Shin Hye melepaskan pelukannya dan menatap Fang Ling dan Lang Ming dengan tersenyum hangat.
"Ah...Mereka adalah murid pilihan ku... Yang berwajah giok itu bernama Fang'Ling, sedangakan pemuda bertongkat itu adalah Lang Ming,"Mu Tong kembali menatap Fang Ling dan Lang Ming,"Kalian berdua perkenalkan dia adalah kakek ku, Shin Hye,"
Sontak Fang Ling hampir tersedak, dia tidak menyangka jika pria sepuh di hadapannya itu adalah dewa obat Shin Hye karena berbeda dari yang di ingatannya, dan lagi dia adalah kakek dari tetua Mu Tong.
Lang Ming melangkah maju dan mengeluarkan sebelah tangannya,"Guru nama ku adalah Lang Ming,"
"Tentu saja, tentu saja, selamat datang di sekte naga langit,"Walaupun sedang berjabat tangan dengan Lang Ming, tatapan mata Shin Hye tetap tertuju pada Fang Ling,"Anak muda Kemari-lah, aku ingin tau kenapa Mu Tong memilih mu menjadi murid di sekte ini,"
Merasa masih sangat kaget karena dirinya dapat dekat dengan Shin Hye dengan cepat, Fang Ling tetap tidak bisa mempercayai apa yang terjadi dan tidak mendengar perkataan Shin Hye.
"Nak ada apa dengan mu ? Kakek Shin memanggil mu dari tadi,"Merasa ada yang aneh dengan Fang Ling, Mu Tong menyentuh bahu pemuda itu dan membuatnya terkejut.
"Eh ? apa siapa ?"Fang Ling nampak linglung, diapun berjalan pelan ke arah Shin Hye dan menyodorkan tangannya kepada pria sepuh berperawakan bijak itu.
Dengan senyuman hangat yang selalu melekat di wajahnya, Shin'Hye menggegam pergelangan tangan Fang'Ling untuk memeriksa tingkat kekuatan pemuda itu.
"Ah... Sekarang aku mengerti mengapa Mu Tong memilih mu, selamat datang di sekte naga langit, kau akan di didik untuk menjadi seorang pendekar dengan sangat keras dan kasar,"Shin Hye melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Fang Ling.
__ADS_1
Fang Ling membungkuk,"Terimakasih senior, murid akan menerima pembelajaran di sekte ini dengan baik,"
"Tentu saja, tapi kau harus tetap mengikuti prosedur untuk mendaftarkan diri sebagai murid sekte naga langit seperti pendekar lain,"Kata Shin Hye, iapun meninggalkan tempat itu bersama dengan tetua yang ada.
Mu Tong menepuk pundak Fang'Ling,"Baiklah nak, aku akan pergi ke ruangan ku yang berada di ujung gunung itu,"Mu Tong menunjuk sebuah gunung raksasa yang berada di belakang aula utama, di atasnya terdapat ratusan rumah mewah berwarna merah.
"Jika kau membutuhkan sesuatu, pergilah ke tempat itu dan temui aku,"Ucap'Mu Tong, diapun berjalan pergi begitu Fang Ling mengagguk mengerti.
Setelah semua tetua dan murid senior kembali pada posisi masing-masing, Fang Ling dan Lang Ming menjadi bahan tontonan bagi pendekar laki-laki maupun perempuan.
Terlihat sebagai dari mereka menatap Fang Ling dan Lang Ming dengan tatapan yang menunjukkan ketertarikan, sedangakan sebagian nampak memusuhi Fang Ling dan Lang Ming karena menjadi murid pilihan dari tetua Mu Tong.
Di tengah-tengah keadaan canggung yang menimpa Fang Ling dan Lang'Ming, seorang pemuda tampan berseragam rapih berwarna emas berdiri memunggungi mereka berdua.
"Sudah cukup istirahatnya ! kalian semua akan di didik dengan sangat keras hingga merasakan sekujur tubuh kalian mati rasa, jadi jangan heran jika melihat salah satu dari kalian mati,"
"Untuk tahap pertama penerimaan murid, kalian harus berjalan teratur ke meja administrasi untuk mendata apapun tentang kalian,"Pendekar senior itu berkata dengan nada lantang sambil mengeluarkan hawa intimidasi agar semua orang mau mendengarkan perkataannya.
Semua pendekar yang ada berbaris rapi termasuk Fang Ling dan Lang Ming, mereka berdua berbaris pada barisan yang sama.
Barisan panjang itu perlahan bergerak menuju meja administrasi, karena perkerjaan itu cepat, tidak membutuhkan waktu lama bagi Fang Ling dan Lang Ming untuk segera berdiri di depan meja admistrasi untuk menunggu giliran.
"Katakan nama, asal, elemen, hewan kontrak, dan tingkatan,"Kata gadis itu singkat. Terlihat dia begitu ketus dengan wajah cantiknya, apalagi seragam rapi berwarna emas yang menempel pada tubuhnya membuat penampilan gadis itu semakin cantik.
Untuk sesaat Lang Ming tidak mampu menggerakkan mulutnya untuk berbicara, hingga saat gadis di hadapannya menanyakan keadaannya Lang Ming langsung terkejut dengan jantung berdetak kencang.
"Nama ku Lang Ming, asal desa terpencil di bawah kaki gunung dataran daun wangi, berelemen angin, elang api, tingkat pembentukan inti level 9,"Kata Lang Ming.
Gadis itu hanya mencoret-coret kertas, setelahnya dia memberikan seragam putih dan jubah berwarna biru terang kepada Lang Ming dan tidak lupa sebuah liontin giok yang menandakan jika sekarang dia adalah murid luar dari sekte naga langit.
"Untuk memastikan kau akan menjadi murid dalam atau murid inti, silakan ikuti prosedur selanjutnya,"Kata gadis penjaga meja administrasi itu tanpa menatap ke arah Lang Ming.
Dengan perasaan sedih karena sepertinya dia sudah menyukai gadis itu, Lang Ming beranjak keluar dari barisan dengan membawa barang-barang yang di berikan gadis itu bersamanya.
Setelah Lang Ming selesai tibalah giliran Fang Ling, diapun menyentuh wajahnya dan menciptakan topeng hitam yang menutupi setengah bagian wajah karena tau jika Lang Ming menyukai gadis itu.
__ADS_1
"Katakan nama, asal, elemen, hewan kontrak, dan tingkatan,"Kata gadis itu sambil menyiapkan sebuah kertas kosong, diapun menatap Fang Ling seketika alisnya terangkat begitu tau jika pemuda itu menggunakan sebuah topeng.
"Fang Ling, sekte pedang bambu, es,api dan kegelapan, tingkat pembentukan inti puncak,"Kata Fang Ling singkat dengan nada sangat datar dan sedikit menyindir.
Gadis penjaga meja administrasi itu nampak tertegun begitu menyadari jika Fang Ling sedang menyindirnya, iapun terlihat cukup kesal namun tidak berbuat apa-apa kepada murid baru.
"Tiga elemen ? kau serius atau hanya sedang meninggi-ninggikan kemampuan mu,"Kata gadis itu dengan nada dan tatapan tidak percaya.
Sama seperti gadis penjaga meja administrasi itu, semua orang juga nampak tidak percaya mendengar jika Fang Ling memiliki tiga elemen sekaligus.
Fang Ling hanya diam, dia mengeluarkan hawa kuat dan menciptakan tiga Holow di atas kepalanya yang mewakili ketiga elemennya.
Sontak semua orang terkaget-kaget di buatnya karena kehadiran pendekar yang mempunyai dua elemen sangatlah susah di temukan, apalagi yang memiliki tiga elemen yang pasti adalah sesuatu yang tidak mungkin.
"Apakah sudah puas ? Kata Fang datar.
Gadis penjaga meja administrasi itu nampak membeku karena awalnya ingin mempermalukan Fang Ling, diapun memberikan beberapa barang yang sama seperti Lang Ming kepada Fang Ling.
"Jika ingin di perlukan dengan baik, kau juga harus melakukan hal yang sama,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
__ADS_1
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi