Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Bantuan dari hantu


__ADS_3

Pria misterius yang membantu Fang Ling tersenyum menyeringai, Sementara Fang Ling yang sadar akan bahaya langsung melompat dari perahu.


"Siapa kau !"Tatapan Fang Ling berubah datar, tidak ada lagi rasa ragu untuk mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya.


"Namaku Ranzel, pernah dengan ?"Pria paruh baya itu melepaskan topi lebar yang di pakainya, nampak dengan jelas rambut putih pria itu terurai dengan wajahnya yang ternyata sangat tampan."Aku di kenal dengan panggilan Ranzel si dewa es, kau adalah penerus ku dan sudah sepantasnya bagiku untuk membantumu."


Fang Ling tersenyum mengejek, kemudian mengangkat bahunya, "Membantuku ? Jujur saja, aku lebih suka menilai orang dari kemampuannya...Pantas atau tidaknya kau membantuku, mari kita lihat berapa lama kau bisa bertarung,"


"Ternyata kau memiliki sifat yang sangat sombong, apa ini adalah pengaruh dari kaisar naga api ??"Ranzel tetap tersenyum lembut meskipun secara terang-terangan Fang Ling sudah menantangnya.


"Jangan ikut campur, kembalilah ke kuburan mu... Terimakasih sudah mau mengantarku ke sini."Fang Ling berbalik, dia nampak tidak perduli dengan apa yang di katakan Ranzel dan lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya.


Sringggg


"Apa !!!


Hawa kuat yang sangat mendominasi menekan tubuh Fang Ling hingga membuatnya berlutut. Dengan posisi berlutut Fang Ling nampak kesal, ia merapatkan giginya."Si sialan ini !! Kuat sekali...Tapi ini belum cukup,"


Blarrrr


"Badai es ! Beku !!!!


Fang Ling mengepal tangan dan berteriak,"Membekulah kau keparat !!!


Area pasir sejauh satu kilo meter sepenuhnya menjadi hamparan es, Akibat ledakan energi yang keluar dari tubuh Fang Ling. Setelah area dominasi Ranzel berhasil di kalahkan, Fang Ling mulai bangkit berdiri.


Ranzel menggelengkan kepala,"Keras kepala sekali... Sepertinya kau ini memang harus di hajar ! Pedang es."Dengan secepat kilat, Ranzel tiba-tiba berdiri di hadapan Fang Ling dan tidak segan-segan menebas ke arah kepalanya.


Karena terlalu cepat Fang Ling gagal menghindar alhasil tangan kanannya terpotong akibat menahan serangan Ranzel agar tidak mengenai lehernya. Namun Fang Ling sempat memukul wajah Ranzel menggunakan tangan kiri, membuat beberapa giginya patah.


"Orang ini..."Fang Ling melompat kebelakang, perlahan tangannya mulai meregenerasi. Sementara itu Fang Ling memperhatikan Ranzel yang masih berdiri beberapa meter di depan terlihat membawa sebilah pedang."Bagaimana bisa dia melukai ku, apalagi sampai separah ini...Kau akan menyesal."Gumam Fang Ling di dalam hatinya.

__ADS_1


"Kau memang sangat hebat, jika orang sehebat dirimu berbalik mendukung aliran hitam ? bagaimana jadinya, pasti sangat merepotkan."Ranzel mengusap wajahnya yang lebam karena di pukul Fang Ling."Aku di sini hanya sekedar lewat saja, pertemuan kali ini memang sudah di takdirkan oleh langit,"


"Tapi kau keliru satu hal...Aku tidak akan pernah membantumu, namun di kehidupan ini kau memerlukan kekuatan ku...Tapi setelah aku memberikan kekuatan ku, kau akan menjadi pendekar tanpa tanding...Sebab itulah aku bertanya, apa yang terjadi jika seorang pendekar tanpa tanding sepertimu malah ujungnya membantu aliran hitam ??


Setelah tangannya sudah kembali seperti semula, Fang ling menciptakan dua pedang dengan elemen api dan es, kemudian ia menatap Ranzel dengan pandangan tajam."Apa yang kau tau ? Aku akan berbelok ataupun tetap berjalan lurus tidak ada kaitannya dengan mu,"


"Itulah masalahnya, jika kau berbelok maka tidak akan ada dewa yang dapat menghentikan mu kecuali satu orang, orang yang ku maksud belum terlahir di dunia ini. Dialah yang akan menduduki tahta Surgawi, bukan dirimu,"


"Kau berbicara seperti orang mabuk yang mampu melihat masa depan, sebaiknya kau pulang ke kuburan mu atau ku buat kau benar-benar mati untuk selamanya tanpa bisa berinkarnasi !!"


"Dan lagi tidak mungkin aku berbelok menjadi aliran hitam, sementara saat ini aku sedang melindungi orang-orang dari kehancuran. Jika aku menjadi pendekar yang berbelok, lalu apa artinya semua hal yang aku lakukan untuk melindungi orang-orang ??


Ranzel tersenyum penuh makna,"Langit berkerja dengan sangat misterius, tidak ada manusia yang tau kapan langit akan cerah dan kapan hujan akan turun. Dari hak itulah, kita dapat menyimpulkan jika takdir dapat berubah dan aku sudah menyusunnya


"Tapi, di kehidupan ini kaulah yang menyusun bidak, sementara aku hanya menonton. Tapi semua penonton tau jalan yang akan kau lakukan, begitu juga denganku yang mampu melihat ujung perjalanan mu."


"Intinya kau selesaikan saja perjalanan mu di kehidupan ini, setelah selesai maka semua orang akan tau siapa musuh yang sebenarnya."


Kepala Fang Ling serasa mendidih, ia tidak tau apa yang di katakan Ranzel namun semenjak bertemu, pria itu mampu membaca pikiran Fang Ling dengan sangat akurat. Bagaimana dengan hal-hal aneh yang di katakan nya ? apakah memang akan menjadi kenyataan ??


Splash


Fang Ling bergerak dengan sangat cepat ke arah Ranzel yang masih berdiri santai, Dengan lincah Fang Ling menebas-nebas tubuh Ranzel dari seluruh penjuru arah namun semua serangannya mampu di tangkis oleh Ranzel hanya dengan menggunakan satu pedang.


Setelah cukup bermain pedang, Fang Ling menendang ke arah wajah Ranzel tetapi Ranzel berhasil menahan serangan itu dengan menangkap kaki Fang Ling.


Fang Ling tersenyum penuh kemenangan,"Hahahah, Dasar bodoh !!


Dengan gerakan lincah Fang Ling menebas tangan Ranzel yang menggema kakinya, benturan keras terdengar begitu pedang Fang Ling menebas permukaan kulit tangan Ranzel.


Krakaaa taaakkkk

__ADS_1


Di luar dugaan ternyata pedang Fang Ling tidak cukup kuat untuk melukai Ranzel, bahkan pedangnya hancur berkeping-keping setelah mencoba menebas tangan Ranzel.


"Apa, pedangku hancur !!


Ranzel segera berbalik menyerang, ia memukul perut Fang Ling dengan gerakan pelan namun bagi Fang Ling serangan itu sangat kuat hingga membuatnya terpental kebelakang.


"Jangan begerak terlebih dahulu, aku akan menjelaskan sesuatu kepadamu sebelum aku memberikan semua kekuatan yang aku miliki."Ranzel berjalan mendekati Fang Ling, kemudian dia berhenti begitu jarak keduanya terpaut dua meter.


"Kau adalah pendekar yang terlahir hanya satu kali di semua kehidupan, terlahir dengan tubuh sempurna tanpa cacat sedikitpun. Bahkan saat kekuatan mu hilang, kekuatan itu kembali muncul tanpa harus menunggu kau kembali melatihnya


"Satu dari dua keturunan ku mati akibat tidak sanggup menahan kuatnya elemen es, tapi kau tidak...Tubuhmu mampu menahan beban elemen api dan kegelapan tidak termasuk elemen es, karena sebenarnya kau tidak memiliki elemen sama sekali seperti wadah kosong


"Kehebatan wadah kosong sepertimu mampu menyimpan semua elemen tanpa terkecuali, sebab itulah tubuhmu tidak hancur karena mampu menyelaraskan elemen-elemen itu dengan sangat hebat. Berbeda denganku, aku memang memiliki tubuh sempurna namun tidak sesempurna tubuhmu


Ranzel membuka bajunya, nampak tubuhnya di penuhi dengan retakan yang mengeluarkan cahaya biru, retakan itu mulai merambat ke area wajahnya.


"Untuk menaklukkan naga Wutien, kau membutuhkan kekutan ku...Aku yakin kekuatan ini akan sangat membantu mu dalam mengarungi takdir langit ini."


Ranzel berjalan mendekati Fang Ling, kemudian dia menyentuh dahi Fang Ling dengan ujung jarinya. Kekuatan besar kemudian tersalur dan masuk ke dalam tubuh Fang Ling, seketika tubuhnya terasa terbakar dan membeku di waktu yang bersamaan.


Rasa sakit itu tidak lagi tertahankan, hingga membuat Fang Ling berteriak kencang hingga perlahan tubuh Ranzel berubah menjadi butiran salju yang juga masuk ke dalam tubuh Fang Ling, kini dia terkubur selamanya di tubuh Fang Ling sebagai pemasok energi.


Begitu penyaluran energi selesai, Ranzel sudah benar-benar mati dan tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk Fang Ling. Namun pria itu memiliki jutaan kejutan yang tidak di ketahui oleh orang-orang.


Sementara itu Fang Ling tergeletak tidak berdaya di atas gurun pasir yang tandus, kemudian secara mengejutkan ada beberapa orang-orang yang menunggangi onta mendekat ke arahnya.


Alhamdulilah akhirnya Ranzel benar-benar mati, berikut adalah ilustrasi pahlawan kita :



Sementara itu di bawah ini adalah Ilunstrasi murid durhaka, tidak lain dan tidak bukan adalah si tampan Fang Ling :

__ADS_1



Bersambung dulu tong mau lebaran, jangan lupa like dan komen ya


__ADS_2