
Keadaan panas antara Fang Ling dan pemuda tinggi besar sebelumnya
yang terlihat sedang berdiri melenggang lima meter di depan menarik perhatian banyak murid sekte yang kebetulan berada di sana.
Dengan cepat banyak murid sekte berhenti sejenak untuk sekedar menonton apa yang akan terjadi.
Jika saja pertarungan benar-benar terjadi akan ada banyak orang yang beranggapan Fang Ling akan kalah, karena memiliki proporsi tubuh lebih kecil dari lawannya.
Sadar situasi sedang mendukung dirinya sebagai pemenang, pemuda bertubuh besar yang masih tidak di ketahui namanya berjalan menghampiri Fang Ling dengan senyum penuh kemenangan.
"Semua orang tau akulah yang akan menang, kuharap kamu sudah mempersiapkan diri untuk menerima beberapa pukulan ku."
Kesombongan pemuda itu membuat Fang'Ling tersenyum kecil.
Fang Ling tidak mengira sekte pedang bambu menyimpan orang seperti pemuda yang tengah berjalan ke arahnya.
Menurut Fang Ling bukan masalah besar jika satu atau dua orang di tendang keluar dari sekte, ia juga merasa banyak murid lain membenci pemuda tersebut sehingga mereka bisa menjadi bukti kuat untuk mengeluarkannya dari sekte pedang bambu.
Fang Ling mengambil tujuh kerikil di bawah kakinya. Ketujuh kerikil itu Fang Ling lempar ke arah bagian vital pemuda yang berjalan ke arahnya.
Gerakan lengan Fang Ling sangat sulit untuk di lihat, sehingga lawan tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan gerakan menghindar.
Lempar Fang Ling membuat kerikil-kerikilnya itu melesat seperti siluet sampai mengenai bagian yang Fang Ling inginkan.
Bagian yang Fang Ling inginkan adalah bagian syaraf pria tersebut sampai membuatnya tersungkur dengan tubuh kaku tidak bisa di gerakan.
Melihat hal aneh yang menimpa pemuda sebelumnya membuat beberapa teman dari pemuda itu datang untuk membantu dan berencana kabur.
Yu Yuan dan Lin Yung sontak kaget melihat lawan Fang Ling tiba-tiba sudah tersungkur tanpa Fang Ling harus membut gerakan berlebihan.
Jika Fang Ling tidak mengatakan jika yang membuat pemuda itu tersungkur adalah krikil, Yu Yuan dan Lin Yung tidak akan sadar dengan apa yang terjadi.
Fang Ling bersama dua temannya berjalan menghampiri pemuda yang terlihat sudah tidak berdaya di depan.
Teman-teman dari pemuda itu terlihat terkejut dan ketakutan saat melihat Fang Ling dan kedua temannya berjalan mendekat.
Ketiga teman dari pemuda sebelumnya berujud ke arah Fang Ling, kini harga diri bukan berarti apa-apa di hadapan nyawa yang sedang terancam.
"Ampuni kami senior."Ujar salah seorang pemuda di ikuti oleh dua orang temannya.
Fang Ling melambaikan tangan."Jangan sungkan dengan bersujud ke arah ku, berikan lencana kalian."
Salah seorang dari ketiga pria itu mengangkat kepala dan menatap
Fang Ling dengan perasaan campur aduk.
"Ta-tapi..Untuk apa senior meminta lencana kami ?"
Fang Ling menatap tajam pria yang ngotot kepadanya."Apakah aku butuh alasan untuk mengeluarkan mu dan semua teman mu dari sekte ini ?
Lihatlah sekeliling mu, kamu akan mengerti."
Pria itu mengikuti perintah Fang Ling dan menoleh ke semua murid lain. Nampak murid lain memandangnya dengan tatapan penuh kebencian, bahkan dirinya sendiri merasa sudah tidak ada wajah untuk berkata-kata sehingga keluar dari sekte adalah jalan terbaik daripada harus di benci oleh satu sekte.
Setelah mengetahui alasan Fang Ling mengeluarkan mereka,
ketiga orang itupun mengeluarkan lencana masing-masing dan dengan berat hati memberikannya kepada Fang Ling.
"Jadikan kesalahan kalian sebagai pelajaran."Fang Ling dan kedua temannya berjalan pergi setelah mengucapkan kalimat yang membuat ketiga pemuda itu merasa menyesal.
Apa yang di lakukan Fang Ling tadi entah mengapa sangat berkesan di hati Yu Yuan, sehingga kali ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya.
__ADS_1
"Saudara Ling, memang kamu siapa bisa mengeluarkan murid sekte pedang bambu ? Aku tau kamu dekat dengan Patriack Yen Chun, namun tidak wajar jika kamu melakukannya tanpa sepengetahuan Patriack."
"Jika aku mengatakannya
apakah kamu bisa merahasiakan apa yang nanti kamu dengar ?"
Yu Yuan mengagguk.
"Tentu saja."
"Sebelum ke rumah mu, aku nyaris di angkat menjadi tetua sekte namun aku menolaknya.
Tetapi aku memiliki alasan tersendiri mengapa mengeluarkan mereka,"
Yu Yuan mengusap dagu."Ternyata begitu..Ya, aku sendiri merasa sekelompok pemuda itu sudah melebihi batas sehingga pilihan mu tidak salah."
"Adik Ling, kamu sudah di angkat menjadi tetua sekte ? Berarti kamu sangat hebat."Kata Lin Yung.
"Kurasa tidak, aku bukan orang hebat. Aku hanya memiliki keinginan tinggi,
jika mau kalian berdua bisa seperti ku jika berlatih sungguh-sungguh."
Perkataan Fang Ling membuat Yu Yuan dan Lin Yung menjadi bersemangat,
mereka menjadi lebih senang saat di beritahu jika besok Fang Ling akan ikut mencicipi pelatihan murid kelas 2.
Perjalanan menuju sungai terasa asik karena Yu Yuan dan Lin Yung selalu bertanya banyak hal kepada Fang Ling, bahkan Fang Ling tidak pelit membagi ilmu pengetahuan tentang wanita cantik kepada dua sahabatnya.
Kejadian tadi di lihat cukup banyak murid sekte, sehingga cerita itu dengan cepat menyebar namun nampaknya mereka tidak mengenal Fang Ling.
Di tengah jalan Fang Ling bahkan berpapasan dengan Yen Siulan bersama dengan teman-temannya. Fang Ling tersenyum kepada Yen Siulan, namun nampaknya gadis itu malu dan buru-buru pergi bersama temannya.
"Wah..Bahkan anak dari patriack di buat tersipu oleh senyuman saudara Ling, memangnya ada hubungan seperti apa antara kalian berdua ?"Tanya Yu Yuan.
"Dasar bodoh, itu artinya adik Ling tidak mau mengatakannya kepadamu."
Kata Lin Yung.
Yu Yuan tersenyum bodoh sembari menggaruk kepala."Te-ternyata begitu,
ku pikir ada pesan tersembunyi dari perkataan tadi."
Ketiga sejoli itupun tertawa bersama melihat sikap lucu Yu Yuan, merekapun kembali berbincang untuk mempererat tali persaudaraan.
Semakin sore jalan nampak semakin ramai,banyak murid baru dan murid lama berbondong-bondong ke sungai untuk membersihkan tubuh setelah menjalani pelatihan masing-masing.
Sesampainya di sungai laki-laki,
di sana sudah ada beberapa pemuda lain yang datang lebih dulu.
Fang Ling dan teman-temannya segera melepaskan pakaian masing-masing hingga hanya meninggalkan celana pendek berwarna putih.
Yu Yuan dan Lin Yung terdiam melihat tubuh bagian atas Fang Ling yang telanjang, otot abs nya nampak sangat indah dan enak di pandang.
Yu Yuan melihat perutnya dan perut
Fang Ling untuk membandingkan keduanya.
"Sial, sejak kapan lemak di perut ku berubah menjadi lipatan aneh."
Lin Yung tertawa geli lalu menepuk pundak Yu Yuan."Tenang saja saudara, itulah derita menjadi anak juragan restoran. Kamu hanya perlu pus up dan melakukan pelatihan lain untuk menghilangkannya."
__ADS_1
Yu Yuan menghela nafas raut pasrah."Jangan membuat ku tertawa saudara. Sebaiknya kita bersenang-senang sekarang."
Fang Ling dan dua orang sahabatnya berlari dan melompat ke sungai,
sensasi dingin menyegarkan segera dapat Fang Ling rasakan.
Tidak hanya Fang Ling dan dua sahabat sumpahnya, murid sekte yang lain juga nampak sangat menikmati segarnya mandi di sungai. Nampak ada yang melompat dari dahan pohon, bermain lempar bola air, serta banyak permainan yang di lakukan mereka.
Fang Ling mengajak teman-temannya untuk melompat dari dahan pohon yang tumbuh di tepi sungai,
dengan senang hati Yu Yuan dan Lin Yung mengikuti Fang Ling.
"Sebenarnya aku tidak pernah melompat dari pohon, namun sepertinya asik karena banyak dari kalian yang suka melakukannya."Kata Fang Ling sambil berjalan pelan menuju pohon yang di maksud.
Yu Yuan dan Lin Yung bertatapan lalu dengan kompak menahan tangan
Fang Ling yang membuatnya terkejut.
"Ada apa dengan kalian berdua ?"Tanya Fang Ling dengan perasaan bingung.
"Kamu tidak akan mengerti,
ku kira saudara Ling pernah melompat dari pohon."Kata Yu Yuan seakan sedang menutupi sesuatu.
"Karena tidak pernah aku ingin mencobanya sekarang, lepaskan tangan ku."Ujar Fang Ling sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman Yu Yuan dan Lin Yung.
"Tidak"
Kata Yu Yuan dan Lin Yung kompak.
"...
Fang Ling berpura-pura melihat seseorang di belakang kedua sahabatnya."Lihat, ada dua orang perempuan sedang memanggil kalian."
Spontan Yu Yuan dan Lin Yung melepaskan genggaman tangan mereka dari pergelangan tangan Fang Ling dan menoleh kebelakang.
Namun tidak ada siapa-siapa di sana,
saat kembali menatap ke depan Fang Ling ternyata sudah memanjat pohon dan tidak mungkin dapat di hentikan.
Fang Ling tersenyum puas melihat kedua sahabatnya dari atas dahan pohon tertinggi, iapun menoleh ke segala arah untuk mencari rahasia macam apa yang di sembunyikan oleh kedua sahabatnya.
"..."
Seketika Fang Ling terdiam dengan raut bodoh, karena saat menoleh ke arah utara dari tempatnya sekarang bisa melihat sungai perempuan.
Fang Ling juga dapat melihat beberapa wanita tengah mandi bersama,
hingga sebagian dari mereka tidak sengaja menoleh ke arahnya yang membuat
Fang Ling terkejut dan terjatuh dari pohon ke sungai.
Yu Yuan dan Lin Yung berenang menghampiri Fang Ling yang terpelongo setelah melihat sesuatu saat dia berada di atas pohon.
"Nah saudara, apakah kamu menikmati pemandangan di atas pohon ?"
Tanya Yu Yuan dengan senyuman penuh makna.
"Ya, tapi mereka melihat ku."
Ujar Fang Ling dengan keadaan termenung.
__ADS_1
"Apaaa !
@Mampir juga ke novel yang berjudul chasing happiness..