
"Sepertinya kau berasal dari benua luar..Kau tau..? Hal-hal yang kau tanyakan tadi adalah hal yang sangat di rahasiakan...Bagi siapa saja yang menanyakan hal tersebut maka akan mati di tempat ini juga."
Pemimpin dari kelompok itu adalah pria berbadan kekar dan berkepala plontos.. Ia menggunakan pedang lebar sebagai senjata utamanya...Kekuatan pria itu berada di tingkat pembentukan roh tahap akhir dan sedikit lagi akan mencapai tingkat Mencari Da'o.
Sementara itu bawahan pria-pria itu nampak berjalan melingkari tempat duduk Fang Ling...Sedangkan pemilik kedai itu terlihat semakin ketakutan sampai-sampai tidak lagi berani bergerak dari kursinya.
"Satu menit...Akan ku bunuh kalian semua dalam satu menit."Fang Ling tersenyum kecil..Seraya mengangkat telunjuk.
"Membunuh kami dalam satu menit..? Hahaha...Jangan bercanda, kau hanya sendiri sementara kami memiliki jumlah yang lebih banyak."Kata pria sebelumnya..Sambil tertawa begitu juga dengan anak-anak buahnya.
Fang Ling mengeluarkan topeng rubah dari cincin dimensi, iapun langsung mengenakan topeng itu sebelum melompat dari kursi dan menciptakan dua bilah pedang.
Di hadapan Fang Ling terdapat dua orang lawan...Satu dari mereka adalah pemimpin kelompok tersebut...Dengan cepat Fang Ling melakukan gerakan menebas dengan kedua pedangnya.
Gerakan Fang Ling yang terlalu cepat membuat salah satu lawannya tidak lagi dapat menghindar.. Dalam hitungan detik pria itu meregang nyawa dengan kepala terpenggal.
Sementara pemimpin kelompok itu beruntung sempat melompat ke samping saat Fang Ling menyerang..Hal itupun sengaja Fang Ling lakukan agar dapat mengeruk informasi darinya.
Karena tidak ada banyak waktu untuk bermain-main, Fang Ling segera menuntaskan masalahnya..Satu persatu orang mati dengan keadaan mengenaskan..Bahkan pelaku dari pembunuhan itu tidak dapat di lihat pergerakannya.
Pemimpin kelompok itu merasa ironis..Ia dan kelompoknya adalah pembunuh bayaran yang tidak segan-segan melakukan pembantai..Tetapi keadaan terbalik begitu kesialan menimpa mereka karena sudah berani mencari masalah dengan orang yang salah.
Bukannya membantai, kelompok itu malah di babat habis oleh satu orang... Sementara Fang Ling nampak asik menghilang dan muncul di berbagai tempat, serta langsung membunuh orang yang di temui nya.
Pergerakan Fang Ling yang terlalu cepat dan tidak dapat di tangkap oleh mata telanjang.. Membuat lawannya kesulitan dalam menghindar, saat akan mencoba melawan..Orang itu akan terbujur kaku tidak sadar jika ia sudah lebih dulu mati sebelum dapat bertindak.
"Tu-Tuan..Tolong aku..."Seorang korban Fang Ling merangkak dengan tubuh tinggal setengah.. Ia tidak sadar jika luka yang di alaminya sudah sangat parah dan seharusnya ia sudah mati.
Seolah-olah masih memiliki tubuh utuh, pria itupun merangkak menghampiri pemimpin kelompok tersebut yang nampak sedang duduk di pojokan sambil memperhatikan keadaan yang semakin kacau.
Pria yang tidak sadar jika tubuhnya sudah terpotong setengah bagian itu mencengkram kaki pemimpinnya."Tuan...Aku masih bisa selamat, tolong jauhkan aku dari iblis itu."
__ADS_1
"Ba-bagimana bisa..? Kau sudah terluka sangat parah, seharusnya kau sudah mati.. Lihatlah sendiri."Ujar pemimpin kelompok itu.. Wajahnya pucat seolah darah berhenti mengalir di dalam tubuhnya..Ia juga nampak sangat terkejut melihat keadaan bawahnya.
Bawahan itu menoleh ke arah bagian bawah tubuhnya ..Tetapi ia tidak melihat apa-apa selain organ-organ tubuhnya yang keluar..Pria itupun kembali mendongak menatap pemimpinnya dengan mata melotot dan akhirnya mati mengenaskan.
Jeritan orang-orang yang menjadi korban Fang Ling menggema di dalam kedai tersebut.. Sebelumnya Fang Ling sudah mengatur es untuk mengendap, sehingga suara di dalam tidak dapat keluar.
Darah segar mengalir di mana-mana..Potongan tubuh serta organ tubuh manusia tercecer di atas lantai.. Mengeluarkan aroma yang sangat amis dan menyuguhkan pemandangan yang amat sangat mengerikan.
Sedangkan Fang Ling yang nampak berjalan menghampiri lawan terkahir dengan santainya memenggal kepala orang itu..Lalu ia membawa potongan kepala itu bersamanya.
"Maaf sudah membuatmu ketakutan..Tetapi darah adalah warna yang paling indah, aku menyukainya..Apa kau juga begitu..?"
Fang Ling berjalan pelan menghampiri pemimpin kelompok sebelumnya..Pria malang itu duduk di sudut kedai tersebut dengan wajah pucat memperhatikan Fang Ling yang berjalan semakin dekat ke arahnya sambil menenteng sebilah pedang dan potongan kepala.
"Dua pilihan, katakan segala hal yang berkaitan dengan lelang hitam..atau kau ingin bernasib sama dengan semua bawahan mu."Kata Fang Ling.. Seraya memaksa pria yang sudah ketakutan itu melihat mayat-mayat di belakangnya.
"Ak-aku..."Pemimpin kelompok sebelumnya tidak lagi sanggup berbicara..Pikiran dan mentalnya sudah benar-benar hancur, iapun nekat meraih pedang di tangan Fang Ling dan menggorok lehernya sendiri.
Fang Ling melempar penggalan kepala di tangannya ke lantai..Ia benar-benar sangat marah karena gagal mendapatkan informasi untuk menyelamatkan Lang Ming segera.
Sebelum orang-orang sadar tentang kejadian yang sudah di lakukan Fang Ling..Iapun begegas kembali menghampiri pemilik kedai yang masih terduduk di tempat sebelumnya dengan jantung seakan ingin berhenti.
"Tuan.. katakan dimana lelang ini di selenggarakan...Akan ku bayar bayar berapapun yang kau inginkan."Fang Ling mengeluarkan lima koin emas, lalu ia meletakkan koin emas itu ke atas meja.
Seakan jantungnya akan berhenti, pria pemilik kedai itu hanya membuka dan menutup mulutnya seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Vapiliun anggrek"
Setelah mengatakan dua kata tersebut.. Pemilik kedai itupun pingsan, sementara di depan kedai sudah banyak orang berkumpul untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Sadar sudah melakukan hal yang buruk dan mengganggu orang lain..Fang Ling langsung melesat dan menghilang dari tempat itu sebelum beberapa orang mendobrak pintu kedai.
__ADS_1
Saat pintu kedai terbuka... Orang-orang yang kebetulan sudah berkumpul di depan langsung terkejut, sebagian dari mereka tidak tahan dan jatuh pingsan melihat bagian dalam kedai yang sudah di penuhi dengan darah.
Tiga orang pria menyeret mayat pemimpin kelompok yang nekat menyerang Fang Ling sebelumnya dari puing-puing bangunan..Pria itupun langsung di kenali oleh orang-orang, karena kejahatan yang di lakukannya bersama puluhan bawahannya sudah sangat parah.
Sehingga saat orang itu mati.. Orang-orang di kota merasa sangat senang, mereka juga nampak berterimakasih dan mengagung-agungkan pendekar yang sudah berhasil membunuh pria tersebut lengkap bersama dengan bawahannya.
Sementara itu Fang Ling memperhatikan kumpulan orang-orang yang masih berada kedai sebelumnya dari atap rumah...Ia juga sudah melepaskan topeng rubahnya, sehingga ia dapat tenang dan tidak mungkin dapat di kenali karena adanya topeng rubah.
"Hahaha...Ternyata topeng ini berguna juga."Batin Fang Ling, sambil memperhatikan topeng rubah di tangannya.
Setelah mendapat sedikit informasi Fang Ling langsung mencari seseorang untuk di tanya mengenai Vapiliun anggrek..Iapun sempat menanyakan hal itu kepada beberapa anak kecil yang lewat, tetapi tidak ada dari mereka yang tau.
Beruntungnya di depan ada seorang wanita yang lewat..Fang Ling langsung menghampiri wanita itu.
"Maaf sudah mengganggu.. Apakah nona tau dimana Vapiliun anggrek ?"Tanya Fang Ling..Dan tidak lupa sedikit tersenyum.
Mata perempuan yang ditanya Fang Ling melotot..Dia menatap Fang Ling dengan tatapan merendahkan seolah-olah sedang melihat bajing4n..Tanpa sepatah katapun perempuan tersebut pergi meninggalkan Fang Ling.
"Kenapa dia marah, apa salah menanyakan sesuatu kepada seseorang."Gumam Fang Ling di dalam hatinya, seraya menggaruk kepala karena bingung.
Ternyata pertanyaan Fang Ling tidak sengaja di dengar oleh beberapa wanita rumah tangga yang lewat..Mereka menatap sinis Fang Ling sambil mengoceh bersama temannya.
"Lihatlah..Pemuda itu ternyata sedang mencari Vapiliun anggrek..Dasar aneh datang jauh-jauh hanya untuk mencari tempat seperti itu...Hu !"
"Benar, dia memang sangat tampan..Tetapi kenapa dia mau melakukan hal seperti itu..? Jika aku mempunyai anak, maka aku akan menikahkannya secepat mungkin..Agar tidak bernasib sama dengan pemuda itu."
Sadar sudah menjadi bahan ocehan, Fang Ling begegas meninggalkan tempat itu dengan perasaan bingung..Dia tidak tau apanya yang salah dengan pertanyaan yang sudah ia lontarkan.
"Wajar saja kau menjadi bahan pembicaraan.. Menanyakan rumah bordil kepada perempuan, nyalimu benar-benar besar.. Nak."
Bersambung....
__ADS_1