Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Perampok angin hitam


__ADS_3

Setelah kembali dari hutan, Fang ling dan Su Yulan di hadang oleh Yen Siulan yang nampak sangat marah, terutama kepada Su Yulan. Matanya memancarkan cahaya kehijauan yang begitu mengerikan, Hingga Su Yulan mundur beberapa langkah.


"Fang ling, sudah malam saatnya tidur," Yen Siulan menarik tangan Fang ling, untuk mengajak nya tidur bersama, sedangkan Su Yulan nampak kesal karena dirinya harus tidur sendirian di dalam gerbong kereta.


Fang ling hanya mengikuti Yen Siulan karena ini adalah bagian gadis itu, untuk bersama dengannya. karena Fang ling sudah menghabiskan waktu cukup lama dengan Su Yulan, membuat Yen Siulan merasa sedikit tidak adil.


"mulai sekarang, kau harus membagi waktu mu kepada kami berdua...Jika kau melupakan salah satu dari kami, maka kau akan kehilangan telinga mu." Kata Yen Siulan ketus, dirinya merasa sangat kesal karena di tinggal Fang ling sendirian.


Fang ling hanya menggaruk pipinya karena merasa sangat canggung,"kenapa aku begitu menurut dengan mereka berdua,"Batin Fang ling, sambil terus berjalan mengikuti arahan Yen Siulan.


Yen Siulan membawa Fang ling ke sebuah pohon besar yang berada tidak terlalu jauh dari gerbong milik luo tang yang berposisi di hadapan mereka berdua.


Dengan perasaan masih kesal, Yen Siulan duduk Bersender di pohon besar di belakangnya sambil menepuk pangkuannya," Kemari-lah, kau harus tidur bersama ku."


Fang ling hanya bisa menuruti kemauan Yen Siulan, dirinya berbaring di pangkuan gadis itu sambil mengeluarkan sebuah apel dari balik pakaiannya.


"apakah kau mau ? aku mengambilnya di dalam hutan, bersama Su Yulan," Fang ling menyodorkan apel itu ke mulut Yen Siulan, agar gadis itu mau memakannya.


Yen Siulan mengambil apel yang di berikan Fang ling dan mengigit nya sedikit demi sedikit,"wah manis sekali, aku sangat suka. Terimakasih."


Fang ling memainkan rambut Yen Siulan yang mengenai wajahnya dan sesekali menatap wajah Yen Siulan yang begitu lucu,"Bukan masalah...Jika dilihat kau dan Su Yulan sedikit mirip, tapi kenapa kalian tidak bisa akrab,"


Yen Siulan mendengus kesal sebelum menjawab pertanyaan Fang ling,"Aku hanya tidak suka jika dia terlalu dekat dengan mu."


Fang ling mencubit hidung Yen Siulan, karena menyadari jika kedua gadis itu mempunyai perasaan yang sama terhadap dirinya."Jika kau tidak suka dengannya, hanya karena dia dekat dengan ku... Bagaimana perasaan Su Yulan saat kau dekat dengan ku ?


Yen Siulan terdiam beberapa saat,"Dia pasti juga merasa kesal...Tapi ini semua karena salah mu, Jika kau bisa membagi waktu mu kepada kami, maka kami berdua tidak perlu merasa kesal."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan berusaha untuk memahami kalian berdua... tapi aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu," kata Fang ling


Yen Siulan mengusap kepala Fang ling,"katakan apa yang ingin kau tanya, Si cantik ini akan menjawabnya dengan senang hati,"


"apakah kau menyukai ku ? Fang ling menutup wajahnya dengan telapak tangannya, untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"ap-apa yang kau katakan, hahaha... Sepertinya kita harus segera tidur, karena sudah mulai larut." Yen Siulan berpura-pura tidur dengan mengeluarkan suara mendengkur yang cukup besar.


Karena sudah mengetahui perasaan Yen Siulan, Fang ling hanya tersenyum lembut dan memejamkan matanya untuk segera tidur. Sedangkan Yen Siulan, dia menutupi wajahnya yang memerah karena tidak tau harus mengatakan apa tentang pertanyaan Fang ling.


Karena merasa cukup lelah, Fang ling dan Yen Siulan tertidur dengan pulas meninggalkan semua pendekar yang nampak asik bercerita melingkari api unggun yang mereka buat.


[\=\=\=\=\=]>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>legenda pendekar pedang.


Matahari kembali muncul di hari kedua Fang ling memulai perjalanan, dengan tubuh yang penuh dengan energi. Semua orang nampak bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Karena merasa hidungnya begitu gatal, Fang ling membuka matanya dan menemukan Yen Siulan yang sedang asik memainkan wajahnya." apa yang sedang kau lakukan ? apakah kau akan terus menjahili ku."


"Jangan marah, Fang ling. aku hanya bercanda... ayo waktunya bangun, cepat Berdiri. semua orang sudah menunggu," Yen Siulan menarik tangan Fang ling untuk membantunya berdiri.


Dengan perasaan malas, Fang ling terpaksa bangun dan berjalan ke arah kudanya yang di ikat di samping pohon tempatnya tidur bersama Yen Siulan. Sambil sesekali menguap, Fang ling memacu kudanya untuk melanjutkan perjalanan.


Semua pendekar yang ada, nampak bersiaga dengan perhatian yang tertuju kepada pohon-pohon di sekeliling mereka. Fang ling yang merasa bingung mencoba bertanya kepada Su Yulan yang ada di samping kanannya.


"apa yang sedang mereka siagakan ? tanya Fang ling kepada Su Yulan.


"Jalan yang kita lalui saat ini, sering terjadi Perampokan...mereka di kenal dengan sebutan perampok angin, karena semua perampok itu menggunakan elemen angin yang berbahaya," Jelas Su Yulan sambil memperbaiki rambut Fang ling yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Di kehidupan pertamanya, Fang ling tidak tau pasti dengan perampok yang di katakan Su Yulan. dirinya hanya meningkatkan kewaspadaan nya untuk merasakan kehadiran orang selain mereka.


Fang ling dan kedua teman perempuannya sengaja berkuda di tengah dua gerbong, karena bisa melindungi mereka dari serangan yang berupa anak panah ataupun belati kecil, yang biasa di gunakan oleh pembunuh.


Selama berjalan beberapa jam, mereka tidak menemukan tanda-tanda perampok yang di katakan sangat brutal dan suka menculik perempuan muda untuk menjadi pemuas birahi mereka.


Secara tiba-tiba sebuah anak panah melesat cepat ke arah Fang ling, namun dengan gerakan lebih cepat. Fang ling mengambil pedang yang ada di pinggang Su Yulan dan menebas anak panah yang hampir mengenai lehernya menjadi dua bagian.


Semua pendekar termasuk luo tang menghentikan langkahnya dan turun dari kendaraan masing-masing untuk bersiap melakukan pertempuran yang nampaknya tidak bisa terelakkan lagi, karena menyangkut murid kesayangan luo tang.


Ribuan orang berpakaian serba hitam muncul di balik pohon dan melakukan sebuah Pormasi melingkar dari atas pohon dengan tubuh yang sudah di balut dengan jubah tempur masing-masing.


Seorang pria bertubuh besar, berjalan keluar dari dalam semak belukar dengan tubuh yang sudah di balut dengan jubah tempur berbentuk banteng.


pandangan orang itu tertuju kepada Yen Siulan dan Su Yulan dengan tatapan penuh dengan nafsu."anak-anak Sepertinya kita akan bersenang-senang malam ini...Coba kalian lihat, mereka membawa dua orang perempuan muda yang sangat cantik,"


Ribuan orang yang merupakan perampok tersebut, tertawa terbahak-bahak menanggapi perkataan ketua mereka. Dengan arogannya, pria berjubah banteng itu melesat cepat ke arah Yen Siulan yang nampak tidak sadar dengan kecepatannya.


Braaaaak


"kau sentuh mereka berdua, maka sekte mu akan aku hancurkan !



Ilunstrasi : ingat yang kayak gini Su Yulan nanti ketukar sama Yen Siulan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2