Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Siluman laba-laba III


__ADS_3

Suara Xian Guo yang begitu kuat langsung saja terngiang-ngiang di kepala Fang Ling, dengan sebilah tombak yang terbuat dari elemen air ia mulai bangkit dari keterpurukannya.


"Tingkat tinggi, sabit pembela !


Fang Ling mengayunkan tombaknya dan menciptakan sebuah gelombang sabit biru, yang melesat ke arah siluman laba-laba dan membuat retakan kecil di bagian kepalanya.


Siluman itu terhuyung di tempatnya berdiri dengan pelindung di kepalanya yang mulai retak, akibat serangan Fang Ling yang begitu fatal dan sangat berbahaya.


"Langkah angin !


Sebuah daun terjatuh dari pohon, Fang Ling menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di hadapan siluman laba-laba, dan langsung saja menghunuskan Tombaknya, namun siluman itu menahan serangannya dengan dua tangan di bagian depan.


Dengan kuat siluman itu berbalik menyerang Fang Ling dengan menendangnya, hingga kembali membuat dirinya mundur beberapa langkah dengan jubah tempur yang juga mulai retak.


Walaupun mempunyai tubuh yang lima kali lebih besar dari Fang Ling, hal itu tidak membuat pergerakan siluman itu menjadi lambat dan mudah untuk di serang dengan kecepatan tinggi.


Nyatanya siluman itu mampu bergerak cepat dan terus bertarung dengan Fang Ling dari jarak dekat, hingga beberapa saat mereka habiskan dengan menghantamkan senjata masing-masing.


Suara hentakan dan ledakan terdengar beberapa kali akibat ledakan dua energi yang bertabrakan, sehingga membuat Fang Ling dan Siluman itu mundur beberapa langkah.


Keduanya kembali melesat ke arah satu sama lain, dan menahan masing-masing serangan yang keduanya kerahkan dengan menggunakan senjata masing-masing.


"Cakram air !


Fang Ling menciptakan sebuah cakram dan melepaskan tombaknya, dirinya mencoba memotong satu tangan siluman itu dengan menggunakan cakram yang di buatnya dari elemen air.


Tau akan rencana Fang Ling, siluman itu menyemburkan cairan hijau dari mulutnya. Sehingga Fang Ling terpaksa melompat mundur untuk menangkal serangan berbahaya itu.


Dengan kuat Fang Ling melempar cakram di tangannya ke arah siluman laba-laba, dengan memfokuskan serangannya di bagian kepala siluman itu.


Serangan itu kembali di tangkal siluman laba-laba dengan menggunakan tangan di bagian depannya, sehingga cakram Fang Ling melesat kembali ke arahnya dan mengenai tubuh di bagian dadanya.


Sebelumnya serangan balik yang merupakan cakram itu mengenai nya, Fang Ling sudah menghilangkan cakram itu dan membuatnya kembali menjadi air saat mencapai tubuhnya, yang di mana serangan itu tidak melukai tubuhnya sama sekali.

__ADS_1


Tidak sampai di situ, siluman laba-laba kembali menyerang dengan menghentak semua kakinya ke arah Fang Ling yang terlihat setenang aliran air.


"Perisai air !


Sebuah gumpalan air terbentuk di tangan Fang Ling dan dengan cepat dirinya menahan serangan Siluman itu, dengan gumpalan air di tangannya.


Booomm


Gumpalan air di tangan Fang Ling meledak saat semua kaki siluman laba-laba menyentuh perisa itu, hingga membuat tubuhnya terpental menghantam tanah.


Dengan cepat Fang Ling melompat dan menghantam perut siluman itu dengan tangan kosong, hingga membuat tanah di sekitarnya retak dan jeritan laba-laba tersebut yang terdengar jelas.


Dengan kuat dan bertubi-tubi Fang Ling menghantam dan menghentak perut siluman laba-laba, hingga dirinya kembali di serang oleh tangan-tangan siluman tersebut yang terlihat semakin marah.


Salah satu tangan siluman itu berhasil mengenai tubuh Fang Ling hingga menembus pinggangnya, sehingga ia melompat mundur sambil memegangi lukanya yang mulai meregenerasi.


Seolah tau dengan kecepatan penyembuhan Fang Ling, Siluman itu menyerangnya secara bertubi-tubi dengan menggunakan seluruh tangannya.


Saat siluman itu mulai kehilangan keseimbangannya, Fang Ling meletakkan tangan kanannya di samping pinggang dan mengumpulkan energi yang kuat di dalam kepalan tangannya.


"Haduken !


Fang Ling memukul perut siluman laba-laba dengan tangan kanannya yang sudah di balut energi kebiruan, yang meledak saat pukulannya telak mengenai perut siluman tersebut.


Siluman itu tidak langsung mati, tubuhnya terbalik dan terlihat kesulitan untuk mengembalikan posisinya kembali. Namun dari atas Fang Ling melompat dan melempar delapan trisula di setiap tangan siluman laba-laba.


Salah satu trisulanya gagal menahan satu tangan siluman laba-laba, yang membuatnya langsung saja membebaskan tangan-tangannya yang terjebak dan melompat dengan posisi yang sudah berada di hadapan Fang Ling.


Dengan kuat Fang Ling memukul wajah siluman itu, namun tangan kanannya mengarah tepat ke dalam mulut siluman tersebut, sehingga ia menarik tangannya dengan kuat agar tidak terputus.


Tangan kanan Fang Ling patah dan tidak bisa di gerakan akibat gigitan siluman itu, sehingga ia menggunakan tangan kirinya untuk memegang sebuah tombak yang kembali tercipta dari udara kosong.


Saat siluman itu akan menyerangnya, Fang Ling menghilang dan menyerang dari segala arah tanpa tempo berhenti dan memfokuskan setiap serangannya mengenai retakan di kepala siluman tersebut yang nampak kebingungan mencari keberadaan dirinya.

__ADS_1


Selama beberapa saat melakukan serangan tanpa henti, Fang Ling berhasil mengenai bagian retakan di kepala siluman laba-laba, sehingga retakan itu membesar dan memperlihatkan kulit asli siluman tersebut yang berwarna kehitaman dan terlihat begitu lunak.


Dengan susah paya Fang Ling mencoba menyerang celah di bagian kepala siluman laba-laba itu, namun serangannya selalu di tahan oleh tangan-tangan siluman tersebut, membuat dirinya kembali melompat mundur untuk mengambil nafas beberapa-kali.


Dari udara kosong gumpalan air membentuk tiga pedang yang di gunakan Fang Ling sekaligus, dirinya berlari ke arah siluman di depannya dan hendak memotong kepalanya.


Dengan cepat siluman laba-laba menutupi kepalanya dengan dua tangan, namun Fang Ling mengubah arah dan memotong dua tangan siluman tersebut dengan cepat dan kembali melompat mundur.


Walaupun sudah kehilangan dua tangan, siluman itu mampu berdiri tanpa terhuyung sedikitpun dan terlihat hendak menyerang Fang Ling dengan menembakan jaring dari mulutnya.


Karena gerakan Fang Ling yang begitu gesit, semua jaring yang di keluarkan siluman laba-laba tidak ada satupun yang mengenai sasaran.


Dari bagian bawah, Fang Ling membelah perut siluman laba-laba dengan menggunakan ketiga pedangnya, hingga membuat cairan hitam kental keluar dari perut siluman tersebut.


Cairan itu sempat mengenai tubuh Fang'Ling, namun Fang Ling tidak merasakan ada yang aneh saat cairan itu mengenai tubuhnya. Setelah perutnya sudah terkoyak, siluman itu tumbang namun masih mencoba menyerang Fang Ling dengan tangannya.


Alhasil akibat serangan siluman yang hampir menemui ajalnya itu, dada Fang Ling terkoyak dengan luka gores menyamping akibat tangan dari siluman laba-laba yang mulai kesulitan untuk bernafas.


Dengan cepat Fang Ling menusukkan tiga pedangnya ke celah kepala siluman itu, sehingga siluman laba-laba mati akibat serangan terakhir dari Fang Ling.


Perlahan setelah matinya siluman laba-laba, area hutan ilusi di sekeliling Fang Ling mulai menghilang dan di gantikan dengan pohon pinus di setiap pinggiran jalan, yang dimana tidak jauh dari tempatnya berdiri terdapat sebuah jalan tiga cabang di dalam peta.


Setelah berhasil mengakhiri pertarungannya, Fang Ling baru sadar dengan keadaan Xian Guo, dirinya dengan cepat melompat ke atas pohon yang di mana ia meninggalkan pria cantik itu di sana.


Saat sesudah berada di atas pohon tempat Xian Guo, mata Fang Ling melebar melihat tubuh pemuda itu yang sudah pucat dan kaku.


Walaupun sedikit dan nyaris tidak terasa, Fang Ling dapat merasakan detak jantung Xian Guo yang semakin lemah.


"Tidak mungkin, seharusnya darah kaisar naga dapat menyembuhkan semua luka,"



Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2