
Pagi pun tiba dan suara burung yang saling bersahutan bersamaan cahaya matahari memasuki kamar Su Yulan, membangunkan Fang'Ling dan Su Yulan setelah berperang semalam hingga baru bisa tidur saat pajar hari.
"Tadi malam sangat menyenangkan... seluruh tubuh ku terasa sangat lega dan mudah di gerakan seolah baru saja melakukan latihan intens selama satu tahun penuh,"
Fang Ling menguap sambil mengangkat tinggi-tinggi kedua tangannya, bahkan suara letupan dari tulang Fang Ling yang kaku membangunkan Su Yulan yang tidur di sampingnya.
"Aw aw aw ashhhh, sakittt,"Rengek Su'Yulan hingga terlihat hampir menangis karena merasa sakit di bagian bawahnya saat mencoba bergerak sedikit.
Mendengar rengekan Su Yulan malah membuat Fang Ling menjadi sangat panik karena ini pengalaman pertamanya melakukan itu, bahkan dia hampir menjerit begitu melihat bercak darah yang tersisa di atas kasur.
"Su Yulan darah apa itu ? apakah aku melukai mu,"Fang Ling nampak ketakutan karena merasa sudah menyakiti Su Yulan hingga membuatnya berdarah.
Sontak Su Yulan terdiam dengan wajah memerah,"Sudahlah kau bersihkan saja, aku masih merasa sakit di bawah,"
Fang Ling memperhatikan tubuh Su Yulan karena semalam tidak sempat mengamati lebih jelas karena gelap, kini dia dapat dengan jelas melihat tubuh Su Yulan yang sangat putih dan di penuhi dengan sisa kecupan merah di sekujur tubuhnya.
"Mantap,"Fang Ling mengangkat jempolnya begitu melihat tubuh Su Yulan dengan sangat jelas.
"Apa yang kau maksud ? cepat bawa aku ke kamar mandi !! Su Yulan mengepal tangannya karena kesal melihat tingkah Fang Ling yang menyebalkan.
"Baiklah,"Fang Ling membopong Su Yulan dan membawanya ke kamar mandi, diapun menaruh gadis itu ke dalam kolam air hangat secara perlahan-lahan.
Saat tubuh bagian bawahnya masuk ke dalam air, Su Yulan merasakan perih hingga membuatnya menangis sambil mengigit pundak Fang Ling hingga berdarah.
"Gigit saja, selama bisa membuat mu merasa baik, aku tidak masalah merasakan sakit jika bisa menggantikan rasa sakit yang Lan'er rasakan,"Kata Fang'Ling sambil perlahan menurunkan Su'Yulan hingga seluruh tubuhnya masuk ke dalam kolam.
Fang Ling hendak keluar untuk membiarkan Su Yulan mandi, namun gadis itu malah menarik tangannya sambil menatap Fang Ling dengan manja.
"Mau kemana ? Kata Su Yulan.
"Aku akan membersihkan tempat tidur agar tidak membuat pelayan terkejut jika mereka masuk, setelah itu aku juga akan mencari obat untuk mu di kota,"Jawab Fang Ling sambil mengusap lembut kepala Su Yulan.
"Apakah kau tidak ikut mandi sebelum pergi ke kota ?? Kata lagi Su Yulan sambil sedikit meringis kesakitan karena bagian bawahnya agak bengkak.
Akhirnya Fang Ling mengikuti kemauan gadis itu karena mengetahui jika Su Yulan takut saat melihat bagian bawahnya sedikit bengkak.
__ADS_1
"Lan'er hari ini sebenarnya aku ingin menghabiskan waktu bersama mu karena aku sudah meminta ijin dengan tetua Mu, tapi... Melihat keadaan mu yang sekarang, sepertinya kau lebih baik beristirahat,"Jelas Fang Ling sambil berendam di samping Su Yulan.
Mendengar penjelasan Fang Ling mata Su Yulan melebar dia pun menarik tangan Fang Ling,"Aku tidak apa-apa, kita bisa jalan-jalan setelah ini...Fang'gege, jadi kapan kau akan pergi ?
"Besok aku akan segera pergi, dan aku tidak tau kapan akan segera kembali,"Fang Ling menundukkan kepala dan merendahkan nada suaranya.
Mengerti jika Fang Ling tidak sedang bermain-main karena juga sudah tau apa yang akan di lakukannya di sekte naga langit karena sudah di ceritakan ayahnya, Su Yulan mencium pipi Fang Ling untuk menghiburnya.
"Tidak apa-apa Fang'gege, aku tau jika kau selalu melakukan hal-hal yang tidak bisa di mengerti oleh orang lain, maka sedari itu kau harus ingat karena kini kau memiliki rumah untuk pulang,"Su'Yulan mengelus kepala Fang Ling sambil tersenyum lembut.
Mendengar perkataan Su Yulan air mata menetes dari wajah Fang Ling dan kemudian menjadi semakin banyak, diapun menangis di dalam pelukan Su Yulan karena ini kedua kalinya dia memiliki rumah untuk pulang selain sekte pedang bambu.
Setelah puas berendam akhirnya kini Fang Ling di hadapankan oleh sesuatu yang sangat berbahaya, karena Su Yulan takut membersihkan darah di bagian kewanitaannya kini Fang Ling yang melakukan itu.
"Ke-kenapa tangan ku bergetar, dan lagi bukankah aku sedang berendam tapi kenapa hawa begitu sangat panas,"Batin Fang Ling sambil mencoba untuk menahan diri begitu menatap bagian bawah Su Yulan dengan jarak beberapa jengkal dari wajahnya.
"Haruskah sedekat itu ? Su Yulan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Dengan perlahan Fang Ling mengusap bagian itu dengan menggunakan kain putih brokat awan yang terkenal sangat lembut dan juga mahal.
"Aw aw pelan-pelan,"Saat tempat itu di bersihkan dengan kain, Su Yulan menggigit jarinya karena merasa perih.
"Kenapa bisa bengkak seperti ini ? apakah aku terlalu kasar tadi malam, apakah dia akan langsung hamil dan aku akan di cincang tetua Su jika dia tau mengetahui hal ini, tapi itu tidak mungkin karena suara di ruangan ini tidak bisa di dengar oleh orang di luar,"
Fang Ling terus berdebat dengan dirinya mengenai kejadian tadi malam, apalagi jika Su Yulan hamil maka akan susah untuk melakukan misi yang di katakan Su'Ming saat di area lima.
"la-Lan'er apakah kau akan langsung hamil ? Fang Ling memberanikan diri untuk bertanya karena pusing memikirkan hal itu.
"Eh kenapa kau tiba-tiba membicarakan hal itu ? apakah kau berencana mempunyai anak ?? Kata Su Yulan berterus terang.
"Bu-bukan begitu, perjalan ku masih sangat jauh untuk memiliki anak,"Akhirnya karena takut Fang Ling menceritakan alasan mengapa di bertanya mengenai hal itu kepada Su Yulan.
Su Yulan tertawa kecil melihat Fang Ling yang sama sekali tidak tau mengenai hubungan itu,"Tentu saja aku tidak akan hamil secepat itu, apalagi aku adalah pendekar pengolah Qi alam, sehingga membutuhkan hubungan itu berkali-kali baru bisa hamil,"Jelas Su Yulan nampak seperti guru.
Fang Ling mengangguk mengerti, diapun menyudahi perkerjaan nya karena sudah merasa pusing akibat kehabisan darah terlalu banyak di dalam bak.
__ADS_1
"Lan'er, apakah kau akan ikut atau tinggal di sini ?? aku akan pergi keluar untuk membeli obat untuk mu,"Kata Fang Ling, diapun berdiri dan mengambil handuk.
"Aku akan tinggal di sini, tapi setelah Fang'gege sudah menemukan obatnya cepat lah kembali,"Kata Su Yulan manja.
Fang Ling hanya tersenyum lembut, setelah ia selesai menutupi bagian bawahnya dengan handuk, Fang Ling mengambil satu handuk yang tersangkut di pinggir kolam dan mengeringkan kepala Su Yulan dengan lembut.
"Apakah masih sakit ? Tanya Fang Ling.
Su Yulan mengagguk,"Masih sangat perih,"
Fang Ling merasa kebingungan karena tidak tega melihat Su Yulan meringis kesakitan, diapun menyuruh Su Yulan untuk menunggu sebentar karena ingin membersihkan kasur untuk gadis itu.
Fang Ling berjalan keluar kamar mandi, diapun menghampiri lemari pakaian yang berada pada sudut kamar, setelah di buka di dalamnya terdapat beberapa pakaian lama Fang Ling berserta syal hitam yang selalu di gunakannya.
"Apakah dia menyimpan pakaian ini sejak aku meninggalkan rumahnya beberapa bulan lalu,"Batin Fang Ling sambil mengingat waktu satu bulan lebih yang di habiskan dirinya untuk menyelesaikan tahap seleksi.
" Su Yulan, kau adalah Kupu-kupu yang cantik dan dewasa,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung....