Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Strategi Fang Ling


__ADS_3

Dalam keadaan ini kemenangan yang akan di dapatkan oleh pihak kerajaan 1% dari 100% yang akan di dapatkan oleh pihak aliansi aliran hitam.


"Dengan adanya aku di sini, kemenangan ini akan terbagi menjadi 50% dan 50%,"


Dengan senyuman penuh makna Fang Ling menatap Yung Qian,"Lalu.. bagaimana dengan keputusan saudara Qian mengenai permintaan ku ?"


"Mengenai hal ini aku akan membantumu, tapi bukan aku yang akan memimpin perang ?"


"Lalu siapa ?"


"Ayah ku...Dia memiliki kemampuan seorang pemimpin jauh di atas ku, maka dari itu besok kita akan meminta bantuan sekte elang emas dan ayah,"


Fang Ling memperhatikan wajah Yung Qian,"Masuk akal, karena kau saja bisa memimpin kota ini apalagi ayah mu,"


"Saudara terlalu membesar-besarkan, aku tidak sehebat itu,"


Yung Qian tertawa kecil,"Aku benci mengakui ini, kenapa tidak saudara saja yang menjadi pemimpin karena memiliki kemampuan yang sangat tinggi ?"


"Aku suka membantu dari balik bayangan..Yang harus kalian lakukan hanyalah membunuh barisan depan, sedangkan aku sisanya,"


Walaupun terdengar cukup sombong, nyatanya Yung Qian memang sudah tidak lagi mampu mengukur kemampuan pria di hadapannya.


Penampilan Fang Ling yang biasa-biasa saja tidak membuat Yung Qian hilang kewaspadaan, karena dia masih tidak tau ada berapa psikopat di dalam satu tubuh di hadapannya.


Menyadari Yung Qian sedang memperhatikannya membuat Fang Ling tertawa kecil,"Apa yang saudara lihat ?? aku ini hanya orang buta,"


"Orang buta ?? hu...Apa kau kira aku lupa seberapa gila regenerasi yang kau miliki, berhentilah main-main karena kau itu tidak buta,"


"Benar juga, akan sangat menyusakan jika aku bertarung dalam keadaan buta seperti ini,"


Fang Ling menutup dan membuka kembali matanya, kini Indra pengelihatannya kembali dan membuat kedua matanya mengeluarkan cahaya odd seperti biasa.


"Apa yang terjadi dengan kedua mata mu ? akhir-akhir ini saudara sudah banyak berubah,"Tanya lagi Yung Qian.


Fang Ling tersenyum,"Rahasia,"


Setelah beberapa saat berbicara dengan keadaan santai, Fang Ling dan Yung Qian kembali nampak serius setelah bulan menampakkan diri.


"Saudara Qian, bukankah tadi kau bilang setiap murid di sekte elang emas di berikan seekor burung elang pengintai ? lalu berapa banyak jumlah murid di sekte elang emas ??


Melihat reaksi Fang Ling, Yung Qian dapat menyimpulkan jika pemuda itu nampak sedang menyusun strategi namun hal ini terlalu berat untuk di pikirkan seorang Yung Qian.


"Benar... paling tidak ada lima ratus lebih murid, itupun jika semua kemampuannya di campur,"


"Itu lebih dari cukup, apakah saudara Qian bisa membuat ayah mu mau mengikuti perang ?? Karena aku memiliki rencana,"

__ADS_1


Walaupun sedikit berat akhirnya Yung Qian mengiyakan dan berkata yakin jika dirinya mampu meluluhkan hati ayahnya.


"Baiklah, aku tau jika sekte aliran putih di benua teratai perak paling tidak ada 100 sekte kecil dan sedang


"Dengan menggunakan burung elang kita akan meminta pertolongan ke sekte-sekte lain dengan menggunakan kekuatan intimidasi dari sekte naga langit dan sekte elang emas,"


"Hal ini tidak mungkin di tolak oleh sekte-sekte itu mengingat kekuatan sekte naga langit dan sekte elang emas sangat terkenal, apalagi ini menyangkut keberlangsungan hidup orang-orang yang tinggal di benua teratai perak,"


Mendengar strategi itu membuat beban di pikiran Yung Qian menghilang karena dia sempat berpikir selama dua minggu bagaimana cara menyelamatkan benua teratai perak namun tidak berhasil.


Tapi tidak bagi Fang Ling, dia dapat dengan mudah mencari cara berperang seolah-olah sudah lama hidup di medan peperangan.


"Bagaimana ? apa saudara bisa melakukan hal ini, membuat syarat pertolongan dan menyerahkannya kepada semua sekte aliran putih dan netral tanpa terkecuali,"


Terlihat di wajah Yung Qian keraguan karena merasa sangat terbebani mengingat ayahnya sangat keras kepala, namun dengan strategi cerdas ini dia yakin jika ayahnya akan setuju.


Menyadari perubahan ekspresi pada Yung Qian membuat Fang Ling sedikit bersikap dingin, karena merasa keraguan di dalam hati pemuda itu.


"Apa permintaan ku terlalu besar, saudara ?


Yung Qian langsung menggeleng,"Tidak, tentu saja tidak.. Mengenai hal ini aku akan berusaha untuk membujuk ayah agar mau mendengarkan perkataan kita,"


"Memangnya ada apa ? apa saudara mempunyai masalah ??"


"Eh...Benar, aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan ayah, terkahir kali bertemu dengannya adalah waktu aku membantai klan tunangan ku,"


Fang Ling tertawa kecil,"Jangan khawatir, aku tau bagaimana cara meluluhkan hati seseorang,"


"Benarkah ? bagaimana caranya ?"Tanya Yung Qian nampak sangat antusias.


"Tenang saja, saudara akan tau besok hari...Kali ini aku meminta satu lagi permintaan,"


"Apa itu Saudara Lin ?"


"Saudara Qian dan Gui Fei berasal dari satu sekte, apa boleh aku meminjam masing-masing burung elang kalian ??"


"Tentu saja saudara, tunggu sebentar akan aku bawakan mereka,"Yung Qian beranjak memasuki kediamannya.


Sambil menunggu Yung Qian, Fang Ling mengejutkan kuas dan dua lembar kertas dari udara kosong dan segera menuliskan sesuatu di kedua kertas itu dan tidak lupa menggulungnya setelah selesai.


Tidak berselang lama kemudian Yung'Qian keluar dengan membawa dua elang berwarna emas dan hitam di pundaknya, diapun kembali duduk di hadapan Fang Ling.


"Elang ini sudah terlatih dan tau di mana letak semua sekte di berbagai benua, jadi saudara hanya perlu membisikan tujuan surat itu pada elang ini,"Jelas Yung Qian.


Fang Ling bersiul dan seketika kedua elang di pundak Yung Qian berubah haluan ke pundak Fang Ling, hal ini membuat pemuda itu terkejut karena elangnya sangat tidak suka berdekatan dengan orang asing namun nampak sangat jinak dengan Fang Ling.

__ADS_1


Satu persatu surat Fang Ling ikat di Masing-masing elang, diapun tidak lupa membisikan alamat tujuan surat itu, segera kedua elang itu terbang ke tujuan yang berbeda-beda.


"Jika boleh tau kemana surat itu di hantar ?"Tanya Yung Qian, diapun meneguk segelas minuman yang di sediakan Gui Fei sebelumnya.


Fang Ling mendekati Yung Qian dan membisikkan sesuatu yang membuat kedua mata Yung Qian melebar hanya dengan mendengarnya.


___________________________________


Di sisi lain, di sebuah ruangan kerajaan yang sangat amat megah dan terlihat seperti sebuah kamar dengan di hiasi warna emas di mana-mana, Shin Hye nampak sedang meracik obat.


Dengan bantuan pasilitas kerajaan yang unlimited membuat Shin Hye dapat dengan mudah membuatkan obat langkah untuk sang putri kaisar.


Tidak jauh dari meja tempat Shin Hye meracik obat, nampak sebuah kasur mewah dengan seorang putri cantik berambut hitam di atasnya.


Wajah gadis itu terlihat sangat pucat namun tidak membuat kecantikan yang di milikinya memudar, wajahnya kecil dan imut dengan kulit sejernih cahaya bulan.


Gadis itu terbaring di atas kasur kurang lebih selama satu tahun karena sebuah penyakit, diapun nampak menggunakan gaun putih terlihat seperti mayat yang sangat cantik.


Tidak berselang lama obat yang di racik Shin Hye selesai, diapun bergerak menghampiri sang putri dan menuangkan obat cair itu ke dalam mulut putri hingga habis tak bersisa.


"Ini sudah ke lima kali sang putri meminum obat yang sama, namun tetap saja hasil ini sangat lambat walaupun dengan bantuan tenaga dalam ku, ini semua tidak akan pernah cukup,"


"Aku membutuhkan sesuatu yang bisa mendorong paksa aliran darah untuk mengeluarkan kemampuan regenerasi,"


Tiba-tiba di tengah kebingungan itu Shin Hye tiba-tiba teringat dengan Fang Ling, diapun mengkhawatirkan pemuda itu karena sudah satu hari tidak kunjung datang ke kerajaan.


"Aku memiliki pirasat tidak enak dengan perang kali ini, entah apa yang Fang Ling lakukan saat ini namun yang pasti semua ini tergantung dari strategi miliknya,"


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2