
Fang Ling menggaruk kepalanya begitu melihat Mu Yang begitu terkejut melihat siluman alpha yang di bunuh nya, karena bagi Fang Ling hal itu sangat biasa dan sering di lakukannya jika sedang tidak ada kerjaan.
"Ah... Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan ku, karena alpha ini sudah terluka saat aku menemukannya,"Fang Ling menggaruk kepalanya.
Mu Yang terdiam beberapa saat, dia melihat bekas potongan dari kepala siluman alpha itu tidak beraturan seolah-olah terputus dengan paksa karena tidak mungkin jika menggunakan pedang, bekas yang di hasilkan akan rapih berbeda dengan yang terjadi pada penggalan kepala siluman alpha.
"Mungkin begitu... Baiklah, tunggu aku sebentar,"Ujar Mu Yang, diapun berjalan ke papan pengumuman dan mencari nama Fang Ling yang berada pada urutan terkahir di papan itu.
Mu Yang mengeluarkan sebuah kuas dari kantong yang selalu terikat rapih di pinggang, iapun menaikan nama Fang Ling ke peringkat 9 dengan poin pengalaman mencapai 500.
"Melihat namu mu yang tiba-tiba saja naik ke peringkat 9, kurasa pendekar lain akan sangat terkejut,"Kata Mu Yang.
Setalah selesai Mu Yang berjalan menghampiri Fang Ling yang telah sudah menunggunya cukup lama, namun nampak jelas jika pemuda itu hanya diam berdiri terlihat seperti patung tanpa emosi seolah apapun yang berlalu tidak berarti apa-apa baginya.
"Maaf sudah membuat mu lama menunggu, eh ? apakah kau menangkap ikan untuk di masak ??
Mu Yang memperhatikan beberapa ikan yang di tangkap Fang Ling, diapun kembali berdiri tegak dan menatap mata Fang Ling seolah ingin mengajukan sesuatu.
"Tidak apa-apa,"Fang Ling mengangkat ikan yang di dapatnya,"Apakah kau juga ingin beberapa ??
Mu Yang langsung menggeleng,"Ti-tidak, maksud ku aku bisa membantumu untuk memasak karena malam ini aku tidak memiliki jadwal berlatih,"
"Terimakasih, namun aku bisa memasak sendiri. kau tidak perlu khawatirkan mengenai hal ini, bagaimana dengan hadiah yang aku dapat,"Kata Fang Ling.
Mu Yang terlihat sedikit kecewa namun dia langsung kembali tersenyum dan mengambil dua buah kantong kecil di samping pinggangnya.
Mu Yang menyerahkan kedua kantong itu kepada Fang Ling sambil berusaha untuk menjaga senyumannya,"Di dalam kantong itu ada pil tingkat menengah, kantong satunya lagi bersihkan kertas misi dan beberapa alat tulis,"
"Alat tulis ? apakah ada ujian lisan yang akan di lakukan ??" Kata Fang Ling nampak kebingungan.
"Tentu saja tidak, kau bisa menggunakan kertas dan kuas di dalamnya untuk menggambar atau sekedar menulis mengenai cerita hidup mu,"Jelas Mu Yang.
__ADS_1
"Ah jika begitu baiklah, aku akan pergi sekarang terimakasi senior sudah mau membantu ku,"Fang Ling membungkuk ke arah Mu Yang dan terbang kembali ke kediamannya.
Di altar naga terlihat Mu Yang menatap Fang Ling hingga tidak lagi terlihat, diapun berjalan meninggalkan tempat itu sambil menghela nafas panjang.
Di kediamannya Fang Ling merasa jengkel dengan halaman rumah yang berupa jurang, sebab dia tidak bisa bersantai jika tidak ada tempat bertijak di halaman rumahnya.
"Rumah ini perlu sedikit renovasi, mungkin besok pagi akan sempat untuk memperbaikinya sebelum menjalankan misi lagi,"Kata Fang Ling, diapun membuka pintu kediamannya dan berjalan masuk ke dalam.
Setelah berada di dalam Fang Ling langsung di kejutkan dengan kemunculan Lang Ming yang tiba-tiba muncul dari dalam rumahnya yang gelap.
"Apa yang kau lakukan malam-malam di kediaman orang lain, bukankah kau memiliki kediaman sendiri,"Ujar Fang Ling sambil meletakan ikan hasil tangkapannya di atas meja makan sederhana yang terbuat dari kayu.
"Ayolah aku tau saudara Fang merasa kesepian, jujur saja sebenarnya aku merasa bosan berada di tempat ini karena biasanya aku adalah orang yang bebas dan bisa melakukan apapun yang aku mau,"Lang Ming mengusap wajahnya sambil menghela nafas berat beberapa-kali.
"Seharusnya kau senang dengan kehidupan mu yang begitu bebas seolah-olah tidak ada beban sama sekali, di luar sana masih banyak orang-orang yang sangat ingin hidup bebas namun tidak bisa,"Kata Fang Ling.
Lang Ming terdiam begitu mendengar apa yang di katakan Fang Ling adalah kata-kata yang bermakna dalam dan merujuk pada dirinya sendiri.
Fang Ling melepaskan sedikit tenaga dalamnya dan membuat seluruh ruangan di rumah itu menjadi terang, diapun mengambil dua ikan utuh dan menusuk satu persatu ikan itu dengan menggunakan cabang pohon.
"Apakah saudara Ming lapar ? kebetulan sekali aku menangkap beberapa ikan di lautan sore ini,"Fang Ling meletakan satu potong ikan di atas meja.
"Saudara Fang, apakah kau sedang mengejek ku dengan meletakan ikan itu di atas meja agar aku tidak bisa menemukannya ?"Lang Ming mendengus kesal, dengan mudah dia dapat mengambil ikan bakar yang di berikan Fang Ling sebelumnya.
Fang Ling tertawa kecil,"Ku kira kau tidak akan menemukannya, ternyata saudara Ming benar-benar berbakat alami,"
"Baiklah saudara aku akan kembali ke kediaman ku,"Setelah mengucapkan terimakasih kepada Fang Ling, Lang Ming berjalan keluar kediaman Fang Ling sambil memakan ikan bakar.
Setelah kepergian Lang Ming suasana kembali hening, terlihat ikan bakar yang di makan Fang Ling hanya tersentuh sedikit sebelum pemuda itu memutuskan untuk berhenti makan dan berjalan ke kamar.
Begitu berada di dalam kamar Fang Ling langsung duduk bersila di atas kasur, dia mengeluarkan semua kristal yang di dapat dari hadiah menyelesaikan misi maupun kristal hewan alpha.
__ADS_1
"Kristal alpha gila ini biasanya akan sulit untuk di hisap karena bisa membuat orang gila jika salah menggunakan metode, namun jika menggunakan metode seseorang hanya akan menghisap sebagian dari kekuatan kristal ini
"Tapi dengan menggunakan elemen kegelapan yang merupakan metode budidaya terbaik, aku bisa menghisap semua energi di dalam kristal alpha ini tanpa harus takut dengan efek sampingnya,"
Fang Ling membentuk posisinya agar terasa nyaman saat berkultivasi, setelah nyaman barulah dia menutup kedua matanya dan mengeluarkan sebuah Holow hitam berukuran kecil di hadapannya.
"Metode rahasia, Holow hisap,"
Fang Ling menghisap semua energi pada kristal tingkat menengah dan kristal hewan alpha, suara retakan tulang dan erangan tertahan keluar dari dalam mulut Fang Ling begitu dia merasakan sakit karena kualitas tulangannya sedang di perbaiki sekaligus katalis darahnya juga di cuci dengan teknik pembudidaya menggunakan elemen kegelapan.
Fang Ling merapatkan giginya begitu merasakan sakit di sekujur tubuhnya yang sedang bereaksi dengan energi dari kristal-kristal yang di dapatkan nya.
"Sial sakit sekali, seolah-olah setiap jengkal tulang ku hancur berkeping-keping... Sepertinya hal ini akan selesai esok hari,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung