
...Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi yang Beragama Islam...
...Selamat Membaca...
Besok harinya di sebuah kamar mewah, Sin Yintian memulai hari dengan meregangkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tatapannya terlihat sayu dan sesekali menguap sambil menoleh ke arah jendela di hadapannya.
"Cerah sekali...Pagi ini nampak sangat indah, tapi kenapa perasaanku tidak enak ya ?"
Sin Yintian merasa kepalanya pusing, diapun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Sedangkan di luar kerajaan nampak masih sangat sepi, begitu juga dengan area kota yang hanya terlihat sedikit orang berlalu-lalang.
Di bagian Utara kerajaan sebuah pasukan yang sangat banyak berjalan kompak menembus hutan.
Banyaknya pasukan itu membuat hawa pekat memenuhi area Utara, hingga membuat hewan-hewan yang berada di tempat itu ketakutan.
Derap langkah kaki mereka menciptakan sedikit getaran kecil dan suara keras yang menggema.
Di barisan paling depan nampak seratus jendral aliran hitam, mereka nampak gagah dengan menunggang masing-masing satu kuda.
Di belakang barisan para jendral itu, Wing Muchien berada di dalam sebuah tandu mewah dan di penuhi hiasan.
Tandu itu di tarik oleh dua ekor kuda besar berwarna hitam, membuat kesan arogan yang pekat bagi Wing Muchien.
Wing Muchien duduk bersender, dia menggerakkan ujung telunjuknya untuk memanggil seorang prajurit di samping tandu miliknya.
"Tuan memanggil saya ?"Prajurit itu menghampiri Wing Muchien dengan kepala tertunduk.
"Pergilah ke kerajaan terlebih dahulu dan deklarasikan perang ini...Aku tidak mau di anggap sebagai pengecut dengan menyerang secara diam-diam,"
"Baik Tuan,"
Dengan cepat prajurit itu terbang ke kerajaan teratai perak yang masih berada cukup jauh di depan.
_____________________
Sedangkan di kamar mandi Sin Yintian baru selesai setelah berendam selama satu jam lebih di dalam.
Sin Yintian berdiri dari bak mandinya dengan keadaan telanjang bulat, namun keindahan tubuhnya masih kalah jauh dengan milik Su Yulan.
Diapun menggunakan pakaian berwarna merah berpadu perak dengan rambut kuncir kuda.
Penampilannya terlihat sangat gahar dan bijak sana, namun masih memiliki wajah seorang putri raja yang polos.
Diapun berjalan keluar dari kamar mandi. Hingga saat baru beberapa langkah keluar dia mendengar suara ribut di depan hingga di bagian aula utama kerajaan.
Deg
Jantung Sin Yintian berdetak semakin kencang, dia sempat merasakan hawa nafsu membunuh yang pekat di bagian Utara kerajaan.
__ADS_1
"Apa ! Kenapa bisa seperti ini ?! Tidak pasti aku bisa memimpin perang ini,"
"Ayah...Aku akan segara melakukan peperangan, aku yakin kami semua bisa menang dengan bantuan dari tetua Shin dan Yung Felix serta semua orang yang membantu,"
Tekat Sin Yintan yang besar mampu menekan rasa takut yang sempat memenuhi pikirannya.
Diapun berjalan ke arah sebuah lemari. Begitu sampai Sin Yintian langsung membuka lemari itu.
Di dalam lemari terlihat sebuah tombak hitam dengan ujung berbentuk kepala naga tersender rapih di bagian dalam lemari.
Saat Sin Yintian menyentuh tombak itu, dia dapat merasakan hawa yang sangat kuat terpancar dari tombak itu.
"Kuat sekali, apa ini kekuatan dari tombak naga hitam ? ayah dengan ini aku meminta ijin untuk menggunakan tombak yang selalu kau simpan ini,"
Sin Yintian memejamkan matanya untuk mengenang ayahnya, kini tidak ada lagi keraguan di mata gadis manis berambut hitam itu.
Segera Sin Yintian meletakan tombak itu di punggungnya, diapun berlari keluar kediaman untuk melihat keadaan prajurit di aula utama.
Gerombolan pelayan wanita terlihat ketakutan, mereka tidak sengaja melihat Sin Yintian keluar dari kediamannya.
Mereka langsung menghampiri Sin Yintian untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting.
"Tuan putri ! Tuan putri, seroang pesuruh aliran hitam tiba-tiba masuk dengan membawa kabar perang...Kini pasukan aliran hitam sepenuhnya menunggu di bagian Utara kerajaan,"
"Tenanglah, apa jalan rahasia menuju bangker bawah tanah sudah siap ?"
"Sudah tuan putri...Makanan dan persediaan lainnya juga sudah di siapkan, di sana sudah ada setengah penduduk kota yang bersembunyi,"
"Kalian segera evakuasi mereka semua, jangan ada yang tertinggal terutama anak kecil dan orang tuan lanjut usia,"
Menyadari hal itu Sin Yintian tersenyum lembut,"Jangan khawatir...Kalian cepatlah bersembunyi,"
Tanpa menunggu jawaban dari semua pelayan itu yang pasti akan menghentikan dirinya. Sin Yintian berlari menuju ke aula utama.
Selama perjalanan nampak semua orang di kerajaan sangat sibuk, mereka terlihat seperti koloni semut yang bergerak ke sana kemari.
Kini semua orang memiliki masalah dan tugas yang harus di lakukan, kekompakan menjadi jalan untuk menyelamatkan banyak nyawa.
Setelah berada di aula utama Sin Yintian langsung berlari keluar kerajaan, di sana dia di sambut dengan 300Ribu pasukan yang siap bertempur.
Semua pasukan itu telah menggunakan jubah tempur dan senjata es yang selalu mereka bawa.
Tatapan mereka memancarkan hawa perlawanan, terlihat tidak ada rasa takut di wajah mereka.
Di depan semua barisan pasukan aliansi aliran putih itu, terlihat Yung Felix dan Shin Hye serta 49 tetua dari berbagai sekte di benua teratai perak.
Mereka semua terlihat menyiapkan masing-masing kelompok yang akan di pimpin oleh satu jendral, sisanya di pimpin sendiri oleh Sin Yintian.
Kehadiran Sin Yintian langsung di sambut oleh semua orang dengan membungkuk ke arahnya.
Setelah di perintahkan untuk berdiri oleh Sin Yintian. Semua pendekar itu langsung menuruti perintahnya.
__ADS_1
"Tuan putri kami sudah menunggu anda, pimpin perang ini...Kami berada di belakang anda untuk mengikuti perintah,"
Shin Hye membungkuk ke arah gadis itu, hingga membuatnya terkejut melihat sikap hormat pria sepuh tersebut.
"Tetua Shin berdirilah, saya tidak pantas di perlakukan hormat oleh orang baik seperti anda,"
"Baik tuan putri,"Shin Hye kembali bangkit berdiri.
Sin Yintian berjalan menaiki tandu, dia berdiri menghadap semua prajurit di hadapannya.
"Para prajurit ku"
"Peperangan ini di lakukan untuk melindungi bukan hanya untuk membunuh... Ingatlah untuk tidak gegabah, kita hanya perlu mengulur waktu hingga Fang Ling datang,"
"Jika dia sudah datang, maka perintah perang ini akan langsung berada di bawah kendali penuhnya,"
Sorang prajurit yang berbaris di depan terlihat mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Tuan putri siapa pemuda yang anda maksud ? jika dia tidak datang, bagaimana dengan perang ini ??
"Dia akan datang...aku yakin, jika dia terlambat maka sebelum itu senjata rahasianya mungkin sudah datang untuk membantu,"
"Jadi kita hanya perlu mengulur waktu selama mungkin...Bersamaku mari kita lindungi benua ini !!!
Semua pendekar bersorak lantang, hingga menggema terdengar seperti gemuruh yang sangat dahsyat.
"Tuan putri semua sudah siap, menunggu untuk menerima perintah,"
Yukimura berjongkok di samping Sin Yintian dengan satu lutut menyentuh tanah.
Dengan jubah tempur berwarna merah Yukimura Sanada nampak gagah dengan tombak di belakang punggungnya.
"Perintahkan kepada semua prajurit untuk segera bergerak ke arah Utara,"
Yukimura mengangguk, dia berdiri dan berjalan turun dari tandu, diapun berbicara kepada satu jendral dan di sampaikan ke jendral lain.
"BERGERAK !!!
Secara kompak semua pasukan bergerak dengan di pimpin 49 Tetua dan Sin Yintian di atas tandu yang di tarik dua ekor kuda berwarna putih.
Di ruangan bagian barat kerajaan, nampak gunung kristal alam hanya tersisa di bagian atasannya saja.
Braaaaak
lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
__ADS_1
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Bersambung....