Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pendekar setengah abadi


__ADS_3

"Tombak naga api !!


Kini Fang Ling terlihat sangat serius dan tidak lagi terbawa emosi, iapun menciptakan dua tombak dan berjalan santai ke arah empat lawannya.


Keempat orang itu nampak bersiap dengan senjata masing-masing, sedangkan pemuda berkemampuan pendukung terlihat berdiri di bagian tengah dan di jaga semua teman-temannya.


Merasa kesulitan jika pemuda yang di maksud selalu di lindungi, Fang Ling menancapkan satu tombaknya ke atas tanah dan kembali menciptakan sebilah pedang api di tangan kanannya.


"Hujan bencana !


Fang Ling melempar pedang itu hingga menembus langit hal itu sontak membuat orang-orang yang melihat keheranan, namun tidak bagi Lang Ming, dia menciptakan angin pelindung di sekujur tubuhnya karena merasa hari akan hujan terlihat dari langit yang mulai mendung.


Karena kemampuan itu membutuhkan waktu Fang Ling mengambil kembali satu tombaknya yang tertancap di tanah, dengan kedua tombaknya ia berlari maju walaupun ketiga lawanya terlihat menghadang dirinya untuk melindungi pemuda berkemampuan pendukung.


Perempuan berbadan kekar terlihat berdiri paling depan, diapun langsung menyerang dengan menghentak tanah untuk menciptakan ratusan tanah tajam yang menyerang Fang Ling.


Di saat Fang Ling berada di dalam jarak serangannya perempuan berbadan kekar langsung memukul tanah, dari dalam tanah ratusan tanah runcing muncul hendak menghujam Fang Ling yang sedang berlari.


Karena memilik akal untuk berpikir Fang Ling terbang tinggi karena tanah tidak mungkin bisa menyerangnya dari ketinggian, diapun menciptakan ratusan cakram api dan menyerang perempuan berbadan kekar secara bertubi-tubi.


Untuk menghindari cakram api Fang'Ling, perempuan berbadan kekar itu menciptakan pelindung dari tanah namun tetap saja sedikit serangan Fang Ling berhasil tembus dan melukai tubuhnya.


Setelah berhasil melumpuhkan satu lawannya Fang Ling kembali mendarat dan langsung di hadang oleh perempuan berambut hijau, terlihat rambut kepang perempuan itu memancarkan cahaya hijau yang kemungkinan besar rambutnya sendiri adalah senjata utamanya.


Benar saja belum sempat Fang Ling menyerang kini lehernya di ikat oleh perempuan berambut hijau menggunakan rambutnya yang sangat panjang, tidak berhenti di situ seorang pemuda yang bersenjata panah melompat dan menarik anak panahnya.


Sebelum pemuda itu melepaskan anak panahnya, pemuda berkemampuan pendukung memberikan peningkatan serangan kepada teman-temannya.


Alhasil akibat pemuda pendukung kini Fang Ling merasa jika lehernya sangat sakit karena rambut yang mengikatnya sudah semakin kuat karena bantuan dari pendekar pendukung.


Terlihat di atas udara seorang lagi pemuda sedang mengumpulkan energi kemerahan dari busurnya, iapun melepaskan anak panahnya yang kini sudah semakin kuat ke arah kepala Fang Ling.


Fang Ling tersenyum kecil melihat kebodohan orang-orang di hadapannya, walaupun tidak bisa lepas dari ikatan rambut di lehernya, ia masih bisa menghindar dari serangan anak panah dengan salto kebelakang.


Alhasil akibat Fang Ling salto perempuan berambut hijau tersungkur mencium tanah karena rambutnya masih mengikat leher Fang Ling, karena merasa enek akibat sudah memakan rumput sebanyak dua kali, ikatan rambut di leher Fang Ling mulai melemah dan dapat di lepaskan dengan mudah.


Namun dari belakang tubuh Fang Ling di jerat oleh tanah yang berbentuk seperti tangan raksasa, lagi-lagi serangan itu tidak bertahan lama karena langsung hancur begitu Fang Ling meledakan energi dahsyat dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Sangat lemah, apakah begini kemampuan lima pendekar terkuat ? Sungguh sangat di sayangkan terdapat orang-orang bodoh di tempat ini,"Dengan santainya Fang Ling mengupil sambil berdiri melenggang.


"Ini belum ada apa-apanya bocah api, kau masih belum merasakan serangan kami semua secara bersamaan,"Kata pemuda yang memegang busur panah nampak terbawa emosi akibat perkataan Fang'Ling yang merendahkan dirinya.


Keempat orang itu mengepung Fang Ling dengan pormasi melingkar, senyuman licik menghiasi wajah mereka nampak akan melakukan sesuatu.


Sebuah cahaya merah pekat keluar dari kristal pemuda berkemampuan pendukung, Cahaya itu masuk ke dalam tubuh teman-temannya dan membuat serangan mereka menjadi lebih kuat.


"Tanah mengepal !!


Dari dalam tanah tempat Fang Ling berdiri sebuah tangan yang terbentuk dari bebatuan panas keluar dan langsung mencengkram tubuhnya dengan kuat.


Kali ini Fang Ling tidak mampu menghancurkan ketahanan tanah yang mengekang tubuhnya, juga terlihat dua penyerang yang tersisa mengumpulkan energi dalam jumlah besar untuk melakukan serangan mematikan.


"Sepertinya akan hujan,"Fang Ling tersenyum kecil dan berubah menjadi tawa terbahak-bahak.


Sontak serangan besar yang akan di lakukan keempat lawan Fang Ling terhenti begitu dari langit yang sangat mendung menjatuhkan satu pedang api yang tertancap ke tanah.


"Haaa, apa ! Semua orang terkaget melihat satu persatu pedang jatuh dari langit dan semakin banyak jumlahnya.


Dari awal Fang Ling sudah menyiapkan serangan ini untuk di lancarkan pada saat dirinya terdesak, dan lagi serangan itu di buat jarak agar tidak melukai orang-orang yang tidak bersalah.


Namun di tengah-tengah keributan orang-orang yang sangat takut dengan hujan pedang, Fang Ling masih terlihat santai tidak bergerak sedikitpun karena tubuhnya masih terkekang.


Terlihat pedang yang terjatuh dari langit semakin banyak dan semakin cepat, seolah-olah kini hujan pedang adalah air yang tidak habis-habisnya terjatuh ke tanah dan menghantam perisai kristal lawan Fang Ling.


Awalnya senyuman lebar menghiasi wajah keempat lawan Fang Ling karena di lindungi perisai yang sangat kuat, namun senyuman itu seketika pudar dan menghilang begitu pelindung mereka mulai di penuhi retakan.


Tidak jauh dari lokasi teman-temannya, pemuda pendukung terlihat sangat kelelahan akibat terus menerus mengeluarkan energi, akibatnya kekuatannya semakin lemah dan efek dari kemampuan pendukungnya juga mulai menghilang secara perlahan.


Terlihat pemuda berkemampuan pendukung itu tergolek lemas dengan nafas terputus-putus, teman-temannya menjadi sangat panik begitu perisai yang melindungi mereka dari hujan pedang mulai ikut menghilang.


Teman-teman dari pemuda berkemampuan pendukung terus memanggil namanya, karena jika perisai itu menghilang nyawa mereka juga akan ikut menghilang.


Seolah di lindungi sesuatu jutaan pedang yang jatuh datu langit tidak kuasa mengenai tubuh Fang Ling sedikitpun, bahkan kini Fang Ling terlihat tertawa terbahak-bahak melihat kepanikan lawan-lawannya.


"Hanya begini saja kalian sudah ketakutan setengah mati, bagaiman jika terkena serangan dahsyat Hiken, aku sampai-sampai tidak bisa membayangkan bagaimana kalian mati akibat kemampuan itu dan bagaimana jadinya tubuh kalian,"

__ADS_1


Wajah Fang Ling menyeringai melihat lawan-lawannya mulai panik dan langsung memasang pelindung dari elemen masing-masing begitu kristal yang awalnya melindungi mereka menghilang.


Terlihat tubuh pemuda berkemampuan pendukung sudah di penuhi oleh pedang-pedang yang menebus tubuhnya hingga mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Bahkan perisai yang tercipta dari elemen yang ketiga lawan Fang Ling miliki kini tidak bertahan lama, terlihat pelindung mereka sudah beberapa kali hancur dan mengenai orang di dalamnya.


Melihat Fang Ling yang berniat membunuh kandidat terbaik dari sekte orang lain, para senior yang melihatnya tidak tinggal diam dan langsung menyelamatkan ketiga lawan Fang Ling walaupun salah satu dari mereka telah menjadi mayat.


Melihat kemampuan senior-senior itu dalam menghindari hujan pedang membuat Fang Ling tercengang, diapun sangat marah begitu perempuan berambut hijau juga di selamatkan.


"Langkah naga petir,"


Fang Ling langsung bergerak cepat ketika tanah yang mengekang tubuhnya hancur, diapun hendak merebut perempuan berambut hijau dari gendongan seorang senior laki-laki.


Tapi saat akan bertindak lima orang pria paruh baya menghadang jalannya, salah satu dari mereka terlihat sangat terpukul begitu melihat muridnya tergelak tidak berada di atas tanah dengan keadaan tubuh di penuhi pedang-pedang yang masih saja turun dari langit.


Sebuah ledakan yang sangat besar keluar dari tubuh seorang pria sepuh begitu melihat muridnya yang merupakan pemuda pendukung mati, bahkan ledakan itu membuat Fang Ling terpental dan mampu membuat hujan pedang berhenti seketika.


"Pendekar setengah abadi !!



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2