Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Akhir dari segalanya


__ADS_3

Langit menjadi gelap dan petir saling menyambar, membuat pertarungan Fang Ling dan Wing Muchien semakin memanas.


Dengan gerakan yang hampir bersamaan, Fang Ling dan Wing Muchien berlari ke arah satu sama lain dengan membawa senjata masing-masing.


Braaaaak


Wing Muchien menyilang kan pedangnya, sedangakan Fang Ling terus membenturkan pedang kaisar es ke dua pedang Wing Muchien untuk meruntuhkan pertahanannya.


Karena tidak ada yang mau mengalah antara penyerang dan penahan. Akhirnya, Fang Ling dan Wing Muchien melompat mundur dan kembali maju dengan melakukan serangan intens.


Gerakan keduanya sangat cepat, nyaris tidak terlihat. Bahkan Fang Ling belum menggunakan langkah naga petir. Namun kecepatan yang di perlihatkan nya sangatlah cepat.


Di luar dugaan Wing Muchien ternyata mampu mengimbangi kecepatan Fang'Ling. Kini mereka berdua saling bertukar serangan, hingga menciptakan percikan api dari benturan senjata mereka berdua.


Ratusan gerakan sudah di aplikasikan oleh Fang Ling dan Wing Muchien, namun hanya Wing Muchien yang selalu tersayat pedang walaupun sedikit.


Merasa jika pertarungan ini memberatkan dirinya, Wing Muchien tiba-tiba menerjang Fang Ling hingga membuatnya mundur cukup jauh walaupun sudah sempat bertahan dengan menyilangkan tangannya.


Serangan kembali datang ke arah Fang Ling, kini Wing Muchien melakukan gerakan lincah dengan kedua pedangnya. Secara tiba-tiba, dia berada di belakang Fang Ling dan langsung saja menyerangnya.


Namun tidak demikian, Fang Ling mampu menghindari serang itu dengan menggunakan langkah naga petir. Diapun ikut berada di belakang Wing Muchien dan langsung menendangnya hingga membuat Wing Muchien terpental.


Dengan tubuh melesat di udara, Wing'Muchien tidak kehabisan akal. Dia menancapkan kedua pedangnya ke tanah untuk membantu tubuhnya berhenti terpental.


Saat berhasil berhenti, nafas Wing Muchien terengah-engah. Hingga di depannya, secara tiba-tiba Fang Ling kembali menyerangnya dengan menggunakan pedang.


Tepat waktu sebelum pedang Fang Ling mengiris lehernya, Wing Muchien melompat mundur sambil memperhatikan Fang Ling yang berhenti menyerang dan berdiri beberapa meter di depan.


"Bahkan tidak memberikan ku waktu bernafas, pemuda ini sangat berbahaya aku harus mengeluarkan semua kekuatanku,"


Kedua pedang Wing Muchien kembali melepaskan hawa besar, namun kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dia menancapkan pedang itu ke tanah, hingga membuat retak tempat itu.


Anehnya retakan itu hanya menjalar ke arah Fang Ling, seolah-olah memiliki kecerdasan sendiri untuk menyerang. Tapi, Fang Ling lebih pintar dari yang di pikirkan, dia langsung terbang untuk menghindari serangan itu.


Greep


Saat akan terbang, sesuatu menarik kaki Fang Ling. Saat Fang Ling menoleh kebawah, dia di kejutkan dengan kemunculan Golem raksasa yang kini menggegam kakinya dengan kuat.


"Pedang kaisar es, tebasan bulan sabit !


Craat


Gelombang sabit langsung memotong tangan Golem yang menggema kaki Fang'Ling. Tidak berhenti di situ, Fang Ling kembali menyerang dengan brutal hingga Golem itu hancur lebur.


Dengan tubuh yang mengambang di atas udara, Fang Ling terdiam beberapa saat. Dia kehilangan jejak Wing Muchien saat kedatangan Golem, dia juga merasakan hawa kuat yang semakin lama semakin bertambah.

__ADS_1


beberapa saat kemudian barulah Fang Ling sadar jika Golem tadi adalah penarik perhatian, sehingga Wing Muchien bisa mengumpulkan energi untuk melancarkan serangan kuat.


Cukup lama mencari, akhirnya Fang Ling menemukan Wing Muchien. Dia terlihat sedang berdiri di puncak gunung tidak jauh dari tempat itu.


"Pantas saja energi di sini habis tidak berbekas, ternyata dia yang menghisapnya,"


Fang Ling menatap Wing Muchien di kejauhan. dapat di rasakan jika pria licik itu dengan mengumpulkan kekuatan untuk menyerang.


Hawa menjadi sangat dingin dan pengap, udara juga menjadi semakin tipis hingga bebatuan gunung terangkat dan mengambang di udara.


Hal ini di karenakan kumpulan energi yang di pasok Wing Muchien terlalu besar hingga membuat pertarungan ini menjadi setingkat dewa.


"Serangan ini akan mengaburkan tempat ini, jadi apa kau memiliki kata-kata terkahir untuk di ucapkan ?"


Tubuh Wing Muchien menjadi hitam gelap dengan kedua mata berubah menjadi merah menyala. Dia terbang tinggi dan melepaskan jubah tempurnya untuk memaksimalkan serangan yang akan di lakukan.


Tiba-tiba langit bergemuruh seolah-olah akan runtuh, hawa di tubuh Wing Muchien membentuk tubuh iblis berukuran besar. Iblis itu menatap Fang Ling dengan kedua mata merah menyala.


Melihat hal itu bukanya takut, Fang Ling terlihat meremehkan serangan Wing Muchien dengan santainya.


"Sombong sekali, untuk menggunakan serangan ini saja harus menghisap energi alam..Chi lemah !!


Fang Ling mendarat, dia menghilang jubah tempurnya bersamaan dengan hilangnya pedang kaisar es. Kini Fang'Ling telanjang dada, tiga tato di tubuhnya juga terlihat memancarkan cahaya berbeda.


"Serangan ini bersekala besar...Aku tidak akan mengarahkannya ke bawah karena bisa menghancurkan benua ini,"


"Rozan Shou Ryu ha !!


Fang Ling memukul ke atas langit, dari pukulannya menciptakan tiga ekor naga yang mewakili setiap elemennya. Ketiga naga itu langsung melesat ke arah Wing Muchien yang terlihat melakukan beberapa gerakan.


"Seni segel, tapak segel abadi !!!


Sosok iblis berukuran besar di belakang Wing Muchien melakukan serangan tapak yang tertuju pada tiga ekor roh naga yang melesat ke arahnya.


Boooooooomm !!!!!


Saat tapak iblis milik Wing Muchien berbenturan dengan tiga naga milik Fang'Ling, terciptalah ledakan yang amat sangat dahsyat hingga mengguncang langit dan membuat langit kembali cerah dengan rintik hujan.


Tubuh Fang Ling terlihat di penuhi dengan luka yang bersimbah darah, namun dia tetap berdiri tegak tanpa bantuan apapun di tanah yang sudah seperti terkena batu meteor.


Pasalnya serangan Wing Muchien membuat daratan terpencil itu menjadi kawa dalam yang tidak menyisakan satu pohon pun di tempat yang awalnya subur itu, sedangakan langit terlihat berongga akibat serangan Fang Ling.


Juga terlihat tubuh Wing Muchien mulai terjatuh dari langit, hingga membentur tanah tidak jauh dari tempat Fang Ling.


Tubuh Fang Ling mulai kembali meregenerasi, dia berjalan ke arah Wing Muchien yang terlihat sudah sekarat dan terkapar tidak berdaya.

__ADS_1


"Kau kacau sekali, apa sudah siap untuk bertemu dengan rasa Yaman ?


Fang Ling berjongkok di samping tubuh Wing Muchien yang terluka parah bahkan kehilangan tangan kanannya.


"Akan ku ingat kau, jika tidak bisa sekarang...Setelah rinkarnasi aku akan membunuhmu dan semua keturunan mu,"


"Jangan terlalu yakin mengenai hal itu... aku memiliki kenalan yang bisa mengikat jiwa seseorang hingga tidak bisa berinkarnasi lagi, semoga kau menyukainya,"


Benar saja, secara mengejutkan seorang pria berjubah hitam dengan membawa sabit, muncul dari retakan dimensi di samping Fang Ling.


Dia adalah Martin, Martin sendiri sudah mengintai nyawa Fang Ling selama dia hidup namun tidak dapat membunuhnya sampai saat ini.


"Sangat di sayangkan kaulah pemenang dari pertempuran dahsyat ini, aku sempat berharap kau lah yang kalah...Wah tempat ini benar-benar hancur,"


Suara Martin terdengar sangat mengerikan, suaranya berat dan seolah-olah ada banyak orang yang berbicara dari satu tubuh.


"Martin kau nampaknya sangat berharap aku mati...Mungkin lain kali, sekarang kau ambil jiwa orang itu untuk memperkuat dirimu sehingga bisa mencabut nyawa ku suatu saat nanti,"


Martin menoleh ke arah Wing Muchien yang terlihat sangat ketakutan melihat dirinya, kemudian martin Kembali menatap Fang Ling.


"Lalu apa pentingnya bagiku menghisap jiwa orang ini ? dan lagi, kekuatan ku cukup untuk mencabik-cabik jiwa mu saat sekarat,"


Fang Ling tersenyum kecut, dia mengeluarkan koin emas yang biasa di gunakan untuk menemani orang mati dan memberikan koin itu kepada Martin.


Dengan tatapan datar karena dia hanyalah seonggok tengkorak tak berdaging, Martin memperhatikan koin itu dan kembali menatap Wing Muchien.


"Sangat di sayangkan, kau akan abadi di neraka dan akan di jadikan makanan untuk 4njing di sana,"


Dengan cepat Martin mengayunkan sabitnya ke arah Wing Muchien, seketika jiwanya keluar dan langsung di serap Martin dan di kirim ke neraka.


"Tugasku telah selesai, jika kau bosan hidup atau putus asa...Silakan panggil saja aku, aku akan senang hati mencabut nyawa mu,"


"Tentu saja, Martin... Senang mengenalmu,"


Martin Kembali berjalan memasuki portal dimensi, dia kembali berhenti sebentar,"Aku juga senang mengenalmu,"Kemudian dia berjalan dan menghilang di dalam portal yang semakin tertutup.


"Akhirnya peperangan ini berkahir juga,"


Jangan lupa tiga hal :


Vote


komen


like

__ADS_1


Mohon bantuannya 🐾🐾


__ADS_2