
Di bagian sisi pinggiran altar naga nampak di penuhi dengan hewan tunggangan orang-orang. Melihat dari rupanya, orang-orang itu berasal dari berbagai benua yang berbeda.
Fang Ling sendiri hanya dapat menebak jika keramaian ini ada sangkut pautnya dengan Shin Hye yang ambil andil dalam peperangan lalu.
Keterkenalan pria itu memang sangat mengejutkan semua pihak. Bahkan sektenya kini telah berhasil menduduki posisi ketiga dari lima sekte pilar terkuat aliran putih.
Jadi tidak heran jika sekte ini begitu terkenal hanya dalam beberapa hari saja. Orang-orang di altar naga nampak kagum dengan pemandangan, ada juga yang nampak fokus pada meja administrasi sekte naga langit.
Entah apa yang terjadi, tapi yang pasti orang-orang ini datang untuk mendaftarkan diri menjadi murid sekte naga langit. Setelah ini pasti sekte naga langit akan memiliki banyak pendekar hebat, karena tidak sedikit yang berasal dari benua ternama.
Kedatangan Fang Ling awalnya tidak di sadari oleh ratusan orang di altar naga. Hingga perlahan satu persatu mereka mulai sadar, mengingat penampilan Fang Ling yang mencolok membuatnya menjadi pusat perhatian.
Berjarak beberapa meter di belakang, terlihat dua orang perempuan sedang memperhatikan Fang Ling sambil berbisik dengan temannya.
Kedua gadis itu memang memiliki paras yang sangat cantik. Salah satu dari mereka memiliki paras dewasa, menggunakan gaun cantik berwarna hijau. Sedangkan yang satunya terlihat lebih mudah, nampak menggunakan gaun biru dengan wajah sedikit pucat.
"Hei adik, lihatlah. Pria itu benar-benar sangat tampan, kurasa di berasal dari klan yang sangat terkenal,"
"Jangan terlalu memperhatikannya, kau ini membuatku malu saja. Fokuslah dengan seleksi yang akan kita jalani beberapa saat lagi,"
"Jangan terlalu anggap serius dengan seleksi itu. Sebaiknya pemandangan ini harus di lanjut, orang-orang juga memperhatikan pria itu,"
"Aku akui dia memang cukup tampan, tapi apa kakak tidak lihat dia sudah memiliki seorang istri dan dua anak kembar. Dan lagi apa kau yakin bisa mengalahkan kecantikan istrinya itu ?? kurasa kakak harus menyerah,"
Wanita cantik yang berusia lebih muda berjalan menjauh, sedangakan perempuan yang lebih tua nampak kesal karena belum puas memperhatikan Fang Ling.
"Kau ini tidak bisa membiarkan kakak mu yang cantik ini bahagia sebentar saja...Hei, tunggu aku,"
Perempuan yang lebih tua segera menyusul adiknya yang telah berjarak beberapa meter di depan.
Sedangkan Fang Ling yang mulai risi tidak segan-segan mengeluarkan secuil hawa membunuh dari tubuhnya.
__ADS_1
Secuil hawa itu menekan orang-orang di sekitar hingga membuat mereka enggan, dan memalingkan pandangannya dari Fang Ling ataupun Su Yulan.
Fang Ling menoleh ke arah Su Yulan, gadis itu berdiri di sampingnya dengan tatapan masih tertuju pada keindahan pergunungan di sekitar sekte.
"Lan'er ayo ikuti aku,"
Su Yulan berbalik," Eh ? kau mau kemana...Aku belum puas melihat-lihat,"
"Nanti saja, malam hari tempat ini akan menjadi lebih indah berkali-kali lipat...Jadi ikuti saja aku kali ini,"
Merasa sedikit enggan untuk meninggalkan tempat indah itu, Su Yulan hanya dapat mengangguk dengan raut wajah khasnya yang cemberut.
Fang Ling kemudian membuka keempat sayapnya, kemudian terbang menuju kediaman Mu Tong yang berada di atas gunung di belakang aula utama.
Tidak membutuhkan waktu lama kemudian Fang Ling sampai di tempat tinggal semua tetua. Baru saja melangkah beberapa kali, Lang Ming tiba-tiba menghampiri Fang Ling bersama seorang gadis bersamanya.
"Saudara Ling, apa kau tidak merindukan sahabat mu ini...Aku bahkan memimpikan mu setiap malamnya,"
Mendengar suara Lang Ming, Fang'Ling berbalik dan cukup terkejut melihat sahabatnya itu sedang berjalan bersama dengan seorang perempuan di sampingnya.
"Bukannya kau gadis itu ??"
"Kau mengenal gadis di samping ku saudara ??
Lang Ming terlihat pura-pura tidak mengenal gadis di sampingnya. Padahal dia sudah tau siapa gadis itu sejak awal pertemuannya di perternakan sekte.
Tidak mau menyakiti perasaan Lang Ming, kemudian Fang Ling memutuskan untuk pura-pura tidak tahu dan berpikir jika Lang Ming memiliki kemampuan dalam membedakan nada suara seseorang. Sehingga Fang Ling berpikir, jika Lang Ming sudah tau mengenai gadis yang sekarang berdiri di sampingnya.
"Tidak apa-apa, lupakan saja...Ah saudara, aku sedang mencari tetua Mu, apa saudara tau di mana pria itu ??
Lang Ming memperhatikan wajah Fang Ling beberapa saat,"Apa saudara sudah akan keluar dari sekte ini ??
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tau ??
Kemudian Lang Ming tertawa,"Ha Ha Ha, itu sudah ku duga sejak awal...Kau telah membunuh Wing Muchien dan harus menyembunyikan identitas, begitu juga denganku,"
"AH... aku baru ingat, saudara sudah membunuh setengah prajurit aliran hitam saat itu. Pastinya saudara juga akan menjadi incaran orang-orang aliran hitam, jika tidak menyembunyikan identitas,"
"Aku akan mengantarmu ke tempat tetua Mu Tong berada saat ini, pria itu sedang menonton pertarungan yang di lakukan altar naga. pertarungan ini akan menentukan pendatang baru, pantas atau tidaknya untuk menjadi murid di sekte naga langit,"
Fang Ling terlihat antusias dan bersemangat untuk menonton pertarungan itu,"Sepertinya menarik, kebetulan sekali aku membutuhkan hiburan saat ini,"
Lang Ming terlihat ragu,"Sebelum itu sebaiknya saudara tarik hawa mengerikan itu. Jika tidak akan banyak orang yang pingsan, sebelum bertarung,"
"AH... aku lupa, semakin lama kekuatan ini sedikit sudah di kendalikan,"Segera Fang Ling menarik kembali hawa membunuh yang semakin pekat keluar dari tubuhnya.
Setelah semuanya siap, merekapun bergerak kembali menuju altar naga untuk menonton pertarungan yang ternyata sudah di mulai.
Setelah cukup dekat ternyata area altar naga telah di penuhi ratusan penonton. Ratusan orang itu nampak antusias melihat pertarungan dua orang di satu area besar, kedua pendekar itu nampak saling menyerang dengan menggunakan kemampuan terbaik masing-masing.
Hanya terdapat satu saja area pertarungan, namun memiliki Diameter lebar karena berbentuk bundar.
Tempat untuk menonton juga telah di sediakan, dengan posisi melingkari area pertarungan. Terdapat juga kursi batu panjang yang telah di sediakan untuk di gunakan oleh penonton.
Tempat ramai itu membuat Fang Ling bersama Lang Ming kesulitan untuk mencari tempat kosong. Di tempat duduk khusus untuk tetua, bertepatan paling dekat dengan area pertarungan Mu Tong terlihat melambaikan tangannya ke arah Fang Ling.
Sadar akan hak itu, Fang Ling dan Lang Ming terbang menurun ke arah Mu Tong. Mereka berdua pun langsung di sambut dengan sangat ramah, oleh ratusan tetua yang tengah asik menonton laju pertarungan.
Sikap ramah yang di berikan semua tetua pada Fang Ling dan Lang Ming membuat orang-orang kebingungan. Mereka beranggapan jika kedua pria itu berasal dari klan ternama, hingga sangat di hormati oleh orang-orang.
Hingga saat akan duduk Fang Ling terkejut, begitu juga dengan Lang Ming. Pasalnya kedua pasangan mereka tiba-tiba menghilang, seolah di telan bumi.
Tidak mau ambil pusing karena kini ada keseruan di depan mata. Fang Ling dan Lang Ming langsung duduk di kursi para tetua, Fang Ling duduk tepat di samping kiri Mu Tong.
__ADS_1
"Tetua Mu, aku ingin undur diri dari sekte ini. Tolong, rahasiakan semua data mengenaiku dari orang-orang walaupun orang terpercaya mu sekalipun,"
Bersambung.....