Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pendekar sombong III


__ADS_3

"Fei'Fei, kumohon tunggulah sebentar saja, aku akan mengambil kristal itu dengan paksa dan setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan,"Yung Qian terpaksa melepaskan pelukannya dan meletakkan Gui Fei di tanah.


Sedangkan Fang Ling yang tidak tau situasi macam apa yang terjadi kali ini, hanya menatap Yung Qian yang berjalan ke arahnya dengan tatapan biasa nampak tidak berniat bertarung sedikitpun.


"Sebenarnya aku tidak mau membunuh lagi, tapi... Karena ini menyangkut nyama Gui Fei, aku akan melakukannya,"


Yung Qian memasang ancang dengan tangan kosong dan melakukan gerakan memukul ke depan yang berpusat pada perut Fang Ling, dengan cepat memutar tubuhnya dan melakukan gerakan tipuan.


Dengan kemampuannya yang sudah tidak berada di sepuluh benua, Fang Ling dapat menghindari semua pukulan Yung Qian dengan tepat, namun setelah beberapa saat menahan serangan Yung Qian, Fang Ling merasakan sakit di sekujur tangannya.


"Kuat sekali, Sepertinya akan bagus jika mengikat sesuatu dengan pemuda ini,"Batin Fang Ling sambil menghindari serangan Yung Qian yang memiliki tempo cepat dengan pukulan dan tendangan yang sangat kuat.


Suara dentuman dan ledakan terdengar beberapa kali akibat serangan Fang Ling dan Yung Qian yang mampu merobohkan pohon di sekitarnya, bahkan tanah-tanah seolah bergetar akibat dentuman pukulan keduanya.


Setelah merasa Fang Ling bukanlah lawan lemah seperti yang biasa di hadapinya, Yung Qian mengeluarkan pedangnya dan melakukan gerakan menebas ke arah perut Fang Ling.


Tidak kehabisan akal, Fang Ling melompat ke atas dahan pohon, sehingga membuat serangan Yung Qian mengenai pohon dan merobohkannya dengan bekas tebasan yang sangat rapih.


Merasa lawannya menyerang secara membabi-buta, Fang Ling menemukan celah cukup besar pada gerakannya dan memukul perut Yung Qian dengan kuat hingga membuatnya mundur beberapa langkah akibat serangannya.


"Ada apa dengan mu ? kenapa kau sangat ingin membunuh ku ,"Fang Ling mencoba untuk bernegosiasi dengan Yung Qian, namun dirinya malah di serang balik hingga membuat pergelangan tangannya yang patah hampir putus.


Seolah sudah kerasukan sesuatu mata Yung Qian memutih dengan kemampuan bertarung yang semakin meningkat, hingga Fang Ling semakin kesulitan menahan serangannya yang bertubi-tubi.


Dari sisi lain, Gui Fei terbalik lemas menatap Yung Qian dengan mata yang sudah buram dan nampak kesulitan untuk mempertahankan matanya agar tetap terbuka, agar dapat melihat wajah Yung Qian untuk terakhir kalinya.


Sedangkan Fang Ling yang seolah sedang menghadapi hewan buas, hanya dapat menghindar tanpa menyerang, karena tidak tau apa yang sedang terjadi kepada Yung Qian.

__ADS_1


"Sial, jika seperti ini aku akan terpojok... Di sisi lain untuk menyerangnya aku membutuhkan alasan yang jelas,"Dengan tubuh yang sudah seperti papan iris, Fang Ling mencoba tidak menyerang Yung Qian karena tidak mau membunuhnya tanpa alasan yang jelas.


Luka sayatan pada tubuh Fang Ling terus tertutup dan terbuka, akibat regenerasi ekstrim dari tubuhnya yang sangat spesial dan tidak mungkin bisa di bunuh hanya dengan menggunakan pedang di tingkat normal, seperti yang di gunakan Yung'Qian untuk menyerangnya.


Dengan mata yang memutih takut jika Gui Fei sudah tidak sanggup, Yung Qian menyerang Fang Ling dengan sekuat tenaga hingga membuat tangan kanannya terputus, namun terlihat Fang Ling bersikap biasa saja seolah tidak merasakan apapun.


"Sepertinya kau mempunyai alasan kenapa mengincar kristal siluman, tapi sepertinya kau sudah terlambat, teman mu sudah tidak bernyawa," Ucap Fang Ling dengan tubuh terluka parah, namun dengan cepat kembali normal seperti tangan kanannya yang kembali utuh.


Mendengar perkataan Fang Ling, Yung Qian langsung saja membuang pandangannya dan berlari ke arah Gui Fei yang terlihat sudah terbujur kaku.


"Fei'Fei kumohon bangunlah, tidak !


Ggrrrr rghrrrr


"Ku bunuh kau !


Dengan gelap mata Yung Qian menyerang Fang Ling dengan bringas seolah ingin membunuh siapa saja di hadapannya, jika hal itu bisa menyelamatkan Gui Fei dari kematian dan kesakitan nya.


Sedangkan Fang Ling yang masih tidak mengerti hanya menangkal semua serangan Yung Qian, dengan menggunakan tangan kosong hingga membuat tangannya beberapa kali terputus.


"Tenanglah, percuma saja. Bahkan jika kau memotong setengah tubuh ku, itu tidak akan membunuh ku,"Ucap Fang Ling mencoba untuk menenangkan Yung Qian yang gelap mata.


Seolah sudah buta dan tuli, karena Yung Qian adalah manusia abadi dan sudah kehilangan orang yang di sayangin nya, ia terus mencincang tubuh Fang Ling walaupun itu sia-sia.


Selama di kehidupannya Yung Qian selalu ingin bercerita kepada Gui Fei, jika dirinya abadi dan tidak akan pernah merasakan kematian karena ia memegang kitab suci tapak kematian.


Jika Yung Qian kehilangan Gui Fei, ia akan hidup di dalam penderitaan tidak berujung karena sudah tidak mampu untuk berinkarnasi ke kehidupan selanjutnya.

__ADS_1


Walaupun sedikit tapi secara samar-samar Fang Ling dapat merasakan detak jantung Gui Fei yang perlahan menghilang, hingga dirinya memutuskan untuk memukul perut Yung Qian hingga membuatnya tersungkur.


Dengan perut yang seolah di pukul oleh sesuatu yang amat kuat dan besar, Yung Qian tidak mampu berdiri setelah menerima satu pukulan dari Fang Ling.


Sedangkan Fang Ling perlahan berjalan ke arah Gui fei dan memutuskan titik nadinya, dan segara membuka mulut Gui Fei untuk memasukkan darahnya yang sangat murni.


Yung Qian yang melihat Fang Ling sedang melakukan sesuatu kepada Gui fei, merasa ia sedang menyakitinya dan dengan sekuat tenaga walaupun dengan tubuh yang sudah tidak mampu berdiri, Yung'Qian merangkak dan memegang kaki Fang Ling dengan kuat.


"Bunuh saja aku, aku sudah tidak punya alasan untuk tetap hidup di saat satu-satunya cahaya ku sudah menghilang,"Ucap Yung Qian dengan susah paya karena perutnya yang terasa sangat sakit.


Mendengar perkataan Yung Qian, tentu saja membuat Fang Ling kebingungan,"Apa yang kau maksud tentang cahaya adalah dia ?? Seperti yang kau lihat, walaupun tidak bisa membuka matanya. Sekarang di sudah terbebas dari kematian, Tapi..."


Dengan mata berkaca-kaca, Yung Qian berusaha berdiri dan mendekap telinganya ke dada Gui Fei untuk merasakan jantungnya mulai kuat dan stabil, yang awalnya sudah terbujur kaku seolah sudah mati.


"Tapi... Dia tidak akan bangun setelah beberapa bulan, karena efek dari tubuhnya yang hampir mati. Jika saja kau tidak menyerang ku seperti orang gila, dia sudah terbangun sekarang,"Jelas Fang Ling dengan santainya, seolah tidak memiliki dendam sedikitpun terhadap Yung Qian yang sudah membabat habis tubuhnya.


Setelah merasa tubuh Gui Fei mulai menguat kembali dan kulitnya semakin cerah dan hangat, Yung Qian menggendong tubuhnya dan melompat ke atas dahan pohon.


Dengan sombongnya, Yung Qian mengeluarkan sebuah plakat giok hijau dari balik pakaiannya dan melepaskan giok itu kepada Fang Ling.


"Sepertinya aku berutang kepada mu, dia adalah hal yang paling berharga bagiku, sekaligus alasan ku tetap hidup dan melangkah maju... sebab itulah, jika kau memerlukan ku aku akan siap,"


Setelah menyelesaikan kata-katanya, Yung Qian melompat dari dahan ke dahan lain hingga ia menghilang di antara pohon untuk menyelesaikan perjalanannya.


Fang Ling memainkan giok hijau pemberian Yung Qian di antara jarinya, dengan sudut bibir sedikit terangkat,"Satu pendekar legendaris di temukan,"Batinnya.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2