Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Hutan beracun


__ADS_3

Hari itu entah hari ke berapa Fang Ling sudah berada di sekte gunung tengkorak, di saat semua orang masih tertidur lelap dengan matahari yang belum menampakkan diri sepenuhnya, Fang Ling sudah berada di tepian rawa nampak sedang membersihkan tubuhnya.


Selama membersihkan tubuh Fang Ling juga merasakan kehadiran hewan buas yang kemungkinan besar, sudah berada jauh dari tempatnya saat ini akibat pertempuran Ah Bai yang menewaskan dua ekor siluman kuat sekaligus.


Dengan kata lain, siluman-siluman yang memiliki kemampuan setara dengan siluman ular atau siluman buaya, sudah tidak ada lagi di area keberadaan Fang'Ling dan hanya menyisakan ikan-ikan pemakan daging yang tidak terlalu agresif.


Sedangkan area berikutnya sudah berada tidak jauh dari tempat Fang Ling, karena ia pingsan selama beberapa hari dan hanyut terbawa arus yang membawanya ke arah yang benar.


Entah karena keberuntungan atau apapun Fang Ling dapat menyingkat waktunya yang tidak terbuang sia-sia, dan merasa sedikit bersyukur karena sudah pingsan yang memberikan waktu pada darah kaisar naga untuk kembali meregenerasi.


Setelah puas membersihkan tubuhnya, Fang Ling mulai memakai semua pakaiannya dan berjalan ke tempat Ah Bai dan teman-temannya beristirahat.


Setelah tiba di tempat teman-temannya, mereka semua nampak sudah bersiap-siap untuk berangkat ke area selanjutnya dengan bantuan Fang Ling.


Ketika Ah Bai melihat Fang Ling ia langsung mengecil dan berlari ke arah tuannya, sambil melompat dengan empat kaki pendeknya ia berakhir di gendongan Fang Ling dan kembali tidur.


"Apakah kalian sudah selesai mengemasi barang-barang yang kalian bawa ? Tanya Fang Ling.


"Ah,tuan Fang Ling, ya kami sudah siap ayo kita berangkat,"Ucap Xiao Bai penuh semangat.


Setelah percakapan singkat itu Fang Ling dan kedua teman barunya berjalan ke tempat mereka meletakan perahu, mereka langsung saja naik ke perahu masing-masing dan bergerak pelan ke arah matahari terbenam.


Karena perahu Xiao Bai dan Xiao Qing berada di belakangnya, Fang Ling dapat leluasa mengeluarkan peta dari dalam cincin dimensi tanpa harus takut ketahuan, karena benda itu sangat susah di temui di daratan sepuluh benua.


Wajah Fang Ling nampak serius menatap peta di hadapannya, dari sepuluh tempat berbahaya dirinya telah melewati tempat pertama yang merupakan tempat bersemayamnya siluman laba-laba.


Dan lagi dia akan segera melewati tempat kedua yang berupa rawa besar, mata Fang Ling melebar melihat area ketiga yang di gambar dengan menggunakan kemampuan rahasia.


"Di dalam peta, nampak dengan jelas area ketiga adalah hutan beracun karena di gambar dengan menggunakan tinta hitam, Tapi kenapa di gambar dengan tinta yang sangat tebal... Berbeda dari area yang lain,"gumam Fang Ling.

__ADS_1


Karena merasa hari begitu panas Fang Ling tidak sengaja mengangkat peta di tangannya, sejajar dengan matahari dan memperlihatkan sebuah area tersembunyi di bawah area ketiga.


"Apa-apaan ini ? Kenapa ada area tersembunyi di bawah area ketiga. Apakah racun di area ketiga hanyalah sebuah jebakan yang di buat ? aku tidak mengerti,"Batin Fang Ling.


"Aung Aung" Ah Bai mengusap wajahnya di tangan Fang Ling meminta untuk di elus olehnya.


Sambil mengusap perut Ah Bai, Fang Ling berpikir keras mengenai area tersembunyi yang berada tepat di bawah area tiga yang merupakan hutan racun.


"Sepertinya aku harus melihat area tiga terlebih dahulu,"Batin Fang Ling.


Merasa penasaran dengan area tersembunyi itu, Fang Ling terus berpikir keras sambil mengayuh perahunya sampai sore hari tanpa hambatan yang berarti.


"Tuan Fang Ling, lihat di sana ada perserta lain,"Xiao Qing menunjuk ke segala arah yang dimana, terlihat semua perserta lain mulai mendekati area ketiga secara bersamaan.


Mata Fang Ling melebar, cahaya matahari yang keemasan membuat pandangannya sedikit buram dan melihat banyak pendekar-pendekar lain hendak berlabuh di sebuah hutan lebat.


Namun beberapa kelompok pendekar yang sudah tiba di area ke tiga tidak mendengarkan perkataan Fang Ling dan melangkah maju, memasuki hutan berkabut hijau tersebut.


Seketika saat beberapa kelompok pendekar itu memasuki area ketiga, terdengar suara jeritan yang begitu menyedihkan dan begitu histeris hingga terdengar sangat keras.


pendekar-pendekar yang hendak berlabuh di area tiga menghentikan laju perahunya setelah mendengarkan jeritan itu, yang membuat wajah mereka pucat seolah tidak memiliki darah.


"Bu-bukankah itu adalah area ketiga ? kenapa ada suara jeritan,"Kata seorang pendekar laki-laki yang berada tidak jauh dari perahu Fang Ling.


Melihat semua pendekar merasa kebingungan dan putus asa, Fang Ling yang tidak mau mereka mati akibat tidak teliti dalam bertindak, berdiri di atas perahunya dan berkata dengan lantang.


"Arahkan peta kalian sejajar dengan cahaya matahari, terdapat sebuah area tersembunyi tepat di bawah area tiga yang dapat di lalui,"Kata Fang Ling.


Semua pendekar-pendekar itu mengarahkan peta masing-masing sejajar dengan cahaya matahari, dan benar saja, mereka menemukan sebuah area tersembunyi tepat di bawah area tiga.

__ADS_1


"Lalu apakah kau yakin jika area itu aman ? kata seorang pendekar laki-laki, nampak meragukan usul Fang Ling.


"Bukankah kau si sampah itu ! kata lagi seorang pendekar lain dengan nada tinggi sengaja agar perkataannya di dengar semua orang.


"Benar ! dia adalah si sampah dari sekte pedang bambu, apakah kalian mau mendengarkan perkataan nya ?! kata lagi seorang pendekar dengan lantang.


"Jika aku jadi kalian, aku akan lewat area tiga karena tidak mungkin ada area lain di hutan itu,"Kata seorang pendekar, sambil mengayuh perahunya menuju area ketiga.


Satu persatu pendekar yang ada perlahan bergerak meninggalkan Fang Ling menuju ke area tiga, walaupun sempat menghentikan mereka, justru Fang Ling mendapatkan cacian dan hinaan.


Fang Ling menundukkan kepalanya merasa sedih bukan karena cacian orang-orang itu, melainkan mereka tidak mau mendengar apa yang di Katakan nya.


Xiao Qing dan Xiao Bai merapatkan perahu mereka ke perahu milik Fang Ling, mereka merasa sedih melihat pemuda itu hanya menatap ke area tiga dengan mata sendu dan khawatir.


"Tuan apakah kau tidak apa-apa ? tanya Xiao Qing khawatir.


"Aku tidak apa-apa, ayo kita lanjutkan perjalanan nya," Jawab Fang Ling.


"Lalu bagaimana dengan semua orang itu ? tanya Xiao Bai menatap ke arah semua pendekar yang sudah berlabuh di area tiga.


"Aku sudah mencoba mengatakan yang terbaik, tapi itu adalah pilihan mereka sendiri... Mereka juga yang akan menanggung pilihan itu ,"


Setelah beberapa saat mengatakan itu, suara gemuruh jeritan orang-orang terdengar sangat menyedihkan, hingga membuat burung-burung yang ada pergi meninggalkan sangkarnya.



Ilunstrasi : tebak sendiri lah masa harus di bilang


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2