Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pedagang benua ke tiga


__ADS_3


Biodata Fang Ling : Umur 6 Thn mempunyai fisik pemuda berumur 20 Thn sesuai Ilunstrasi yang selalu saya berikan di akhir cerita.


Kemampuan : Pembentukan inti puncak



Shun Jing : umur 10 thn mempunyai fisik perempuan berumur 20 Thn dengan rambut perak dan selalu menutupi matanya dengan topeng sesuai dengan Ilunstrasi yang selalu saya berikan.


Kemampuan : Mencari Da'o Lv 2



Yen Siulan : umur 5 tahun sengaja memang mau bikin plot twist entah di Ch berapa sebab itu umurnya memang sengaja di bikin muda, Fisik terlihat seperti gadis berusia 20 thn


Kemampuan : di rahasiakan karena bakal jadi plot twist agar kalian terkejut.



Su Yulan : umur 15 thn bentuk fisik gadis berumur 20 Thn memiliki pemikiran yang sangat dewasa.


Kemampuan : Setengah abadi Level 9


Itu udah di bikin biodata sekaligus Ilunstrasinya, kalok kalian masih bilang fisik dan akalnya masih 5 THN mending baca ulang Karena sejak awal sudah di katakan jika fisik dan pikiran mereka sudah dewasa kecuali Shun Jing.


Mengenai Yen Siulan, kalian pasti tidak pernah melihat cara dia bertarung, bahkan saya selaku author tidak pernah mengungkapkan kemampuannya kecuali jika dia memiliki elemen angin.


Jadi masalah terpaut umur Yen Siulan yang masih muda memang sengaja saya rahasiakan berserta semua kemampuannya, Nanti bakal saya kasih tau siapa sebenarnya Yen Siulan entah di Ch berapa, sebenarnya Shun Jing memiliki Plot twist yang sama seperti Yen Siulan, tapi karena kalian banyak merengek terpaksa saya ubah haluan menjadi satu saja plot Twist yaitu Yen Siulan.


Sedikit penjelasan mengenai plot Twist : yaitu seorang penulis dengan sengaja membuat sebuah detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira arahnya ke A ternyata ke B, membuat pembaca menyangka penjahatnya A ternyata B atau membiarkan pembaca menduga ending-nya A ternyata B.


Jadi udah taukan Yen Siulan adalah Plot Twist baik atau jahatnya nanti bakal terungkap.


Skip selesai ngamuknya lajut cerita :


__________________________________


Fang Ling segera mengenakan pakaian itu, setelah selesai diapun berjalan ke arah kasur untuk membersihkan darah yang ada di atasnya.


Dengan tatapan penuh makna Fang Ling menatap darah di atas kasur itu cukup lama, diapun menarik kain putih yang menjadi alas kasur sekaligus paling banyak bercak darah.


Fang Ling memasukan kain putih yang menyisakan bercak darah ke dalam cincin dimensi, setelah itu Fang Ling kembali berjalan ke lemari dan mengambil kain brokat putih di dalamnya dan di letakan untuk di jadikan alas atau seprai pada kasur Su Yulan.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga,"Fang Ling menyeka keringat di dahinya, setelah itu berjalan kembali ke kamar mandi.


Di dalam kolam terlihat Su Yulan menggigil karena sudah menunggu Fang Ling cukup lama, begitu pemuda yang di maksud muncul diapun nampak sangat senang.


"Maaf sudah membuat mu menunggu lama,"Fang Ling menggendong tubuh Su Yulan yang tidak di tutupi apapun dan berjalan ke luar kamar mandi.


"Tidak apa-apa,"Ucap Su Yulan sambil menyenderkan kepalanya di dada Fang Ling nampak sedikit manja.


Setelah berada di depan kasur Fang Ling menurunkan Su Yulan dan meletakkan nya di atas ranjang dengan perlahan, Fang Ling mengusap kepalanya sebelum berjalan meninggalkan Su Yulan karenja ingin membeli obat untuknya.


Setelah berada di luar kamar Su Yulan, Fang Ling langsung di kejutkan dengan kedatangan Su Yun dan dua anak kembarnya yang terlihat sangat aktif.


"Ibu, selamat pagi,"Fang Ling membungkuk memberi hormat begitu melihat Su Yun berjalan hendak memasuki kamar Su Yulan.


"Apakah Su Yulan ada di dalam ? Su Yun berbicara dengan raut khasnya yang tersenyum lembut dengan mata tertutup.


"Ada, dia sedang beristirahat,"Kata Fang'Ling terlihat canggung karena Su Yun tidak terlalu banyak bicara, berbeda dengan Su Yulan yang suka berbicara seperti tetua Su Ming.


"Kalau begitu apakah kau bisa menjaga Su Luo dan Su Liang ?? mereka sudah lama tidak melihat kota,"Kata Su Yun dengan nada lembut.


Fang Ling yang kebingungan dari mana ibu Su Yulan tau jika dirinya akan ke kota hanya dapat mengangguk pelan, iapun menatap Su Yun yang masuk ke dalam kamar Su Yulan dan tidak lupa menutup pintu kamar itu.


"Kakak apakah kau adalah pasangan kakak Lan'lan ? Adik Su Yulan yang perempuan bernama Su Luo berkata sambil menarik jubah Fang Ling.


"Obat ? apakah kak Su Yulan terluka ?? Kata adik Su Yulan yang laki-laki bernama Su Liang dengan tatapan datar terlihat seperti Su Yulan saat sedang marah.


Fang Ling kembali di buat bingung dengan kepintaran adik-adik Su Yulan, diapun menggaruk kepalanya,"Benar kita akan membeli obat, obat itu akan di berikan kepada anak yang nakal dan tidak suka menghabiskan makanannya,"


Terlihat Su Luo dan Su Liang terdiam membeku begitu mendengar obat akan di berikan kepada anak nakal, kesempatan itu membuat Fang Ling memiliki senjata ampuh agar kedua bocah itu mau menuruti perkataannya.


"Baiklah ayo berangkat,"Fang Ling berjalan pelan menuju ke luar Kediaman Keluarga Su di ikuti dengan Su Luo dan Su'Liang yang berjalan di samping kanan dan kirinya.


Di sebuah balik ruangan Lang Ming tidak sengaja mendengar langkah kaki Fang Ling yang sedang berjalan keluar Kediaman Keluarga Su, merasa penasaran apa yang di lakukan Fang Ling diapun berjalan pelan mengikuti pemuda itu.


Setelah berada di luar Fang Ling dapat melihat banyak orang-orang yang berlalu lalang, namun dia harus berjalan turun gunung untuk sampai ke kota, sedangkan dirinya sedang membawa dua anak kecil yang tidak sanggup berjalan lama.


"Apakah kalian berdua suka terbang ? Tanya Fang Ling sambil tersenyum lembut kepada dua anak kecil di sampingnya.


"Suka !! ayah sering mengajak kami terbang, tapi biasanya kami akan di tinggal di suatu tempat karena ayah sering lupa,"Jawab Su Luo dan Su Liang kompak Karena keduanya kembar dan tau apa yang di pikirkan satu sama lain.


Fang Ling tersenyum canggung begitu tau jika Su Ming suka meninggalkan anak-anaknya di sembarang tempat apalagi kedua anak itu sangat lucu dan menggemaskan, sehingga tidak mungkin seseorang tidak mau menculiknya.


"Tunggu...Lucu dan menggemaskan,"Fang Ling menatap Su Luo dan Su Liang dengan tatapan penuh siasat.

__ADS_1


Su Luo dan Su Liang nampak merasa aneh dengan tatapan Fang Ling, namun saat keduanya di bawa terbang perasaan itu hilang seolah tidak ada sama sekali.


Di bawah Fang Ling kini terlihat sebuah kota besar yang berdampingan dengan sekte gunung tengkorak, sehingga tidak jarang dapat terlihat murid-murid dari sekte gunung tengkorak berjalan-jalan di kota itu.


"Apakah kalian berdua suka eskrim ? Tanya Fang Ling.


Kedua bocah di gendongan Fang Ling mengangguk dengan semangat, akhirnya Fang Ling mendarat di kota itu pada lokasi yang sedikit sepi.


Fang Ling berjalan memasuki keramaian terlihat Su Luo dan Su Liang terlihat sangat antusias, berbeda dengan kedua bocah itu Fang Ling terlihat menoleh ke kanan dan kiri , iapun dapat menyimpulkan jika tidak ada orang di kota itu yang tidak mengenal kedua anak kembar Su Ming karena kedua bocah itu terlihat begitu di hormati di usianya yang masih muda.


"Tidak ada orang yang tidak mengenal kedua adik Su Yulan, bahkan menutup kemungkinan jika pedagang dari benua ke tiga itu sama sekali tidak tau jika Su Ming memiliki dua anak kembar karena biasanya kerja sama antar pedagang di lakukan secara tertutup pada keluarga masing-masing,"Batin Fang Ling sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri.


Bruuuukkk


"Maaf apakah kau terluka ? Fang Ling tidak sengaja menabrak seorang pira gemuk berpakaian merah terlihat seperti murid senior dari sekte gunung tengkorak.


"Tidak aku tidak apa-apa,"Ujar pria itu sambil tersenyum.


Setelah saling meminta maaf Fang Ling Kembali mencari sebuah kedai eskrim, hingga saat putus asa dia menemukan sebuah tempat penjual es krim yang berada di depan sebuah lorong.


Fang Ling mengajak Su Luo dan Su Liang berjalan mendekati tukang eskrim tersebut, setelah mendapatkan apa yang kedua bocah itu mau, Fang Ling menitipkan mereka berdua kepada penjual eskrim karena ingin membeli obat untuk Su Yulan.


"Adik kecil apakah kalian menunggu seorang pria muda tampan berpakaian putih berpadu hitam ?


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2