
Secara mengejutkan Yukimura Sanada kembali bangkit berkat bantuan Fang'Ling yang datang tepat waktu.
Jika saja saat itu Fang Ling belum sampai, kemungkinan Yukimura akan benar-benar di hampiri oleh kematian.
Berkat ledakan energi besar yang teramat panas dari tubuh Yukimura, semua pasukan aliansi aliran hitam mati dengan mayat menjadi abu.
Kini kemenangan di dapatkan oleh pihak kerajaan dan sekte-sekte aliran putih di benua teratai perak. Mereka nampak sangat bahagia, namun juga berduka atas kematian ribuan prajurit yang kini hanya menyisakan 5Ribu prajurit yang jauh dari kata setengah.
Kemenangan ini tidak sepantas dengan kematian ribuan prajurit yang dengan gagah berani mengorbankan diri untuk melindungi benua mereka.
Bahkan tidak sedikit prajurit yang menangisi kematian rekan mereka, bahkan area ini terlihat sangat mengerikan. Pasalnya, sejauh mata memandang terdapat hamparan mayat dan lautan darah yang menggenang.
Sin Yintian nampak merenungi kematian orang-orang yang dengan senang hati membantunya. Sedangkan dirinya sendiri tidak tau harus memberikan apa, sebagai kompensasi bagi pihak yang di tinggalkan dan yang merugi.
Semua masalah Sin Yintian langsung menghilang, ketika dari belakang seseorang menyentuh bahunya dengan sangat lembut.
"Tuan putri tidak perlu memikirkan hal itu, aku akan mengurusnya. Sekarang, temui seseorang yang telah lama menghilang dari hidupmu,"
Sin Yintian tidak bisa berkata-kata saat Fang Ling dengan bijak membantu dirinya. Apalagi, pemuda itu membawa seorang wanita yang kehadirannya sangat di rindukan Sin Yintian.
Dengan air mata bercucuran, Sin Yintian berlari menghampiri ibunya dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
Anak dan ibu itu saling berpelukan dengan sinar keemasan cahaya matahari yang mulai tenggelam. Mereka tak kuasa menahan tangis, karena sudah berpisah selama berpuluh tahun.
Juga terlihat kehadiran Yukimura membuat orang-orang terkejut, apalagi sosok sahabatnya yang ternyata masih hidup tanpa mengidap luka serius.
"Kau kembali, Yukimura...Aku sudah menunggumu,"
Sahabat Yukimura nampak memandangi Wajah Yukimura yang babak belur. Sedangkan pria yang di maksud hanya termangap-mangap, melihat sedikit buah dada sahabatnya yang ternyata dia adalah perempuan.
Di tengah kebahagiaan itu, Fang Ling di temui oleh guru Luo Tang, Su Ming,Yen Siulan, Shun Quan dan Shun Jing.
Dengan penuh kebanggaan, Luo Tang menatap muridnya dengan sangat lembut. Dia merasa Fang Ling sangat cepat dewasa, hingga dia merasa sangat bersalah karena tidak sempat mengajar apa-apa kepada muridnya itu.
"Kau selalu membuat ku dan sekte pedang bambu bangga. Maafkan gurumu ini karena tidak dapat mengajarkan apa-apa kepadamu,"
Fang Ling tersenyum cerah, dua nampak begitu menyayangi Luo Tang. Karena hanya pria itu sosok ayah bagi dirinya.
"Tidak guru...Kau mengajarkan sesuatu yang sangat hebat di dunia ini, sesuatu yang tidak bisa di ajarkan oleh orang-orang hebat lainnya,"
__ADS_1
"Benarkah itu ? Lalu guru mengajarkanmu apa ??
Nampak Luo Tang kebingungan, seingatnya dia tidak pernah mengajarkan hal berarti bagi muridnya itu.
Tapi sesuatu yang tidak di ketahui Luo Tang itu, sekarang telah menempah Fang Ling menjadi sosok pribadi yang tegas dan selalu membela aliran putih.
"Kehidupan...Guru mengajarkan ku apa itu kehidupan, dan bagaimana cara kita menjalani kehidupan ini...Sifat lembut guru membuatku menjadi sosok pria baik seperti ini, jika tidak ada guru. Mungkin aku sudah berada di aliran hitam,"
Luo Tang tersenyum, dia berbalik dan memandang mentari sore.
"Begitu...Fang Ling, jika kau pulang. Di rumah sudah tidak sepi lagi, karena Yuer Liang telah melahirkan anak guru. Guru harap kau pulang jika kau ada waktu kosong untuk melihatnya,"
Mendengar hal itu Fang Ling sangat terkejut dan bahagia, dia sampai-sampai menangis karena telah berhasil menyelamatkan dan mengubah takdir kematian Luo Tang.
"Baik, guru. Aku akan pulang, jika semua perkerjaan ku telah selesai,"
"Guru menantikan itu. baiklah guru dan tetua Su Ming akan menunggumu di kerajaan teratai perak,"
Mendengar perkataan Luo Tang membuat Su Ming terkejut, dia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepada Fang Ling namun tidak ada pilihan lain selain mengikuti Luo Tang ke kerajaan.
Sebelum menyusul Luo Tang dan Shun Quan yang mulai berjalan meninggalkannya, Su Ming menepuk pundak Fang Ling.
"Seharusnya tetua Ming yang bersiap, aku ragu tetua bisa bergerak leluasa dengan punggung tua itu,"
"Kau ini masih saja sempat meledekku setelah semua ini, baiklah aku harus pergi menyusul gurumu nak,"
Segera setelah mengatakan itu, Su Ming berjalan menyusul Luo Tang dan Shun'Quan. Meninggalkan Fang Ling bersama Shun Jing dan Yen Siulan.
Seketika bulu kuduk Fang Ling berdiri, dia merasakan hawa mengerikan yang terpancar dari dua wanita di belakangnya. Fang Ling pun berbalik sambil tersenyum masam kepada keduanya.
"Kalian berdua menjadi sangat cantik setelah aku pergi, nah bagaimana kabar kalian ?
Shun Jing memelototi Fang'Ling,"Bagiamana kabar kami ? Coba saja kau tanyakan sendiri, bagiamana perasaan kami setelah kau tiba-tiba pergi tanpa pamit,"
"Ha Ha Ha, sepertinya aku lupa mengenai hal itu...Ternyata sekarang Shun Jing sudah dewasa ya,"
Dengan lembut Fang Ling mengusap kepala Shun Jing, membuat wajah gadis itu langsung merah padam.
"Kau ini selalu bisa membuatku berhenti marah...Eh ? dimana bajumu, kenapa ku telanjang dada ??
__ADS_1
"Mungkin terbakar, dan lagi kenapa Jing'er menanyakan hal tidak berguna itu...Apa kamu mengkhawatirkan aku masuk angin ?
"Te-tentu saja tidak, kenapa aku harus khawatir dengan mu...Huu ! Dasar,"
Tatapan mata Fang Ling tidak sengaja melirik Yen Siulan yang terlihat malu-malu untuk mendekatinya. Fang'Ling menghampirinya, sambil tersenyum lembut.
"Lan'er apa kau tidak marah karena aku pergi tidak pamit seperti Shun Jing ?
Buru-buru Yen Siulan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang merah.
"Ti-tidak...Aku mengerti, pasti Lin'gege sedang melakukan sesuatu yang baik walaupun tidak di katakan. Jadi aku tidak terlalu mengkhawatirkan hal ini,"
"Begitu... Ternyata Lan'er sangat dewasa ya, pantas untuk mendapatkan sebuah hadiah spesial,"
Fang Ling menciptakan sebuah gelang cantik dari elemen es, berpadu dengan bunga lotus salju kecil di tengahnya. Gelang itu langsung Fang Ling pasangkan di pergelangan kiri tangan Yen Siulan.
Melihat hal itu membuat Shun Jing cemburu, dia mengembungkan pipinya sambil menghentak kakinya.
"Kenapa aku tidak dapat, bukankah kau bilang aku juga sudah dewasa,"
Fang Ling tersenyum kecut, melihat apa yang di lakukan Shun Jing, hal ini malah membuatnya terlihat seperti anak kecil.
Tidak mau membuat gadis itu merasa berbeda, Fang Ling menciptakan kembali gelang yang sama namun kali ini berwarna merah karena menggunakan elemen api.
"Wah, cantik sekali,"
Shun Jing nampak sangat senang dengan pemberesan Fang Ling, dia terlihat kagum dan terus memandangi gelang di pergelangan tangan kirinya.
Tidak jauh dari tempat Fang Ling, nampak Shin Hye kebingungan dengan keadaannya saat ini. Pasalnya, ibu Sin Yintian terus mengucapakan terimakasi kepadanya.
Tatapan Shin Hye tertuju pada Fang Ling.
"Apa yang telah di lakukan pemuda itu, sampai-sampai namaku di kenal oleh semua orang setelah peperangan ini,"Batin Shin Hye.
Berjarak beberapa meter di depan, Fang'Ling hanya tersenyum penuh makna menatap Shin Hye.
Bersambung ......
__ADS_1