
Setelah selesai membuat pelindung Fang Ling dan Shun Jing berjalan ke tempat teman-teman berada untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah.
"Adik Fang, menurut mu apa yang sedang penyusup itu cari hingga melakukan perbuat yang bisa saja membunuh pendekar lain,"Tanya Wang Yihan begitu melihat Fang Ling duduk di sampingnya.
"Besar kemungkinan orang yang di maksud sedang mengincar bunga lotus salju, jika tidak segera di hentikan maka akan banyak korban yang berjatuhan,"
"Aku tau, tapi..."
Fang Ling menatap Wang Yihan di sampingnya,"Kenapa apakah kau takut ? harus aku akui kau sedikit aneh,"
"Sepertinya itu hanya perasaan mu saja, tidak mungkin ada orang yang bisa menyamar dengan sangat sempurna tanpa di ketahui,"Wang Yihan tertawa kecil.
Seketika mata Fang Ling melebar dan langsung memukul wajah Wang Yihan hingga membuatnya terpental menabrak batu besar hingga hancur.
Semua orang begitu terkejut melihat apa yang di lakukan Fang Ling terutama Yue Liang, dia segera berdiri dan menghampiri Fang Ling dengan perasaan marah.
"Adik Ling apa yang kau lakukan ?! bukankah kalian teman baik, kenapa kau memukulnya,"Dengan perasaan marah Yue liang hendak berlari ke arah Wang Yihan namun Fang Ling menarik tangannya.
"Kak Yue, jangan gegabah dia bukan Wang Yihan,"
Dengan kuat Yue Liang menampar wajah Fang Ling,"Apa yang kau maksud !! dia begitu mempercayai mu, tapi lihat apa yang kau lakukan kepadanya,"
Emosi Fang Ling semakin meningkat, namun dirinya mencoba untuk memendam amarahnya,"Kak Yue, sebaiknya kau lihat siapa yang kau maksud dengan Wang Yihan,"
Seketika tatapan semua orang tertuju pada tempat di mana Wang Yihan terpental akibat pukulan Fang Ling, dari dalam asap tebal terlihat sekelebat bayangan yang berjalan keluar.
Seorang pemuda berjalan keluar dari dalam asap terlihat menggunakan pakaian hitam dan penutup wajah,"Hahaha, tidak disangka akan secepat ini aku akan di ketahui, padahal penyamaran itu sudah sangat sempurna,"
Sontak saja semua orang di buat kaget dengan kemunculan pemuda misterius itu, mereka semua langsung hendak mengaktifkan jubah tempur masing-masing namun Fang Ling menghentikannya.
"Tidak perlu repot-repot, aku akan mengurus yang ini,"Setelah mengatakan itu ledakan api merah mengelilingi tubuh Fang Ling dan menghilang berubah menjadi jubah tempur kaisar naga.
Tanpa basa-basi Fang Ling langsung berlari ke arah pemuda misterius di depannya, Fang Ling menciptakan dua tombak dan langsung menebaskan tombak itu ke arah pemuda di depannya.
Walaupun sempat terkejut melihat pergerakan Fang Ling yang sangat cepat, pemuda misterius itu berhasil selamat dari serangan yang hampir mengenainya walaupun dengan bagian wajahnya tersayat ujung tombak.
__ADS_1
Dengan beringas Fang Ling kembali menyerang dengan melakukan gerakan menyamping, alhasil pemuda misterius itu tercabik-cabik oleh serangan Fang Ling tanpa bisa melawan.
"Ke-kenapa dia begitu brutal, bahkan tidak memberikan ku waktu untuk bernafas,"Pemuda itu mundur beberapa langkah dengan tubuh yang sudah di hiasi luka sayatan.
Lagi-lagi Fang Ling kembali menyerang dengan melakukan gerakan melompat dan menghunus, namun kali ini serangannya meleset dengan tombak menembus tanah.
Dari belakang pemuda misterius terengah-engah begitu berhasil menyelamatkan dirinya dari serangan bertubi-tubi Fang Ling, merasa jika lawannya bukanlah orang biasa pemuda itu langsung mengaktifkan jubah tempurnya.
Setelah berhasil mengenakan jubah tempur berwarna hitam polos pemuda misterius itu kembali di kejutkan dengan pukulan mendadak yang mengenai perutnya.
Dengan keadaan tersungkur pemuda misterius itu kembali berdiri sambil memegangi perutnya,"Apa-apaan dia, walaupun menyerang tepat di hadapan ku kenapa aku tidak bisa melihatnya,"
Pemuda misterius itu merasa sangat terpojok tidak mungkin bagi dirinya bisa melarikan diri dari tempat itu, namun dia tetap memegang privasi informasi tentang keberadaan Wang Yihan.
Pemuda itu mengambil racun di balik jubahnya dan hendak meminum racun itu, Fang Ling yang tau jika pemuda itu tau di mana keberadaan Wang Yihan segera menghentikannya dengan memotong kedua tangan pemuda itu.
Suara jeritan terdengar begitu kedua tangan pemuda misterius putus dan tergeletak di tanah, dengan botol racun yang menggelinding dari kepalan tangannya yang sudah tergeletak.
Fang Ling berjalan ke arah pemuda itu dan mengambil botol racun sebelum berjongkok di hadapannya,"Kau akan memberi tahu di mana teman ku kan ?
"Ha teman ? apa yang kau maksud aku tidak tau mengenai hal itu percayalah,"Pemuda itu menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap mata Fang Ling.
"Sungguh tuan aku tidak tau, aku hanya di berikan informasi yang merujuk pada rupa dari teman tuan oleh senior ku,"Pemuda itu meneguk ludahnya ketika terpaksa menatap mata Fang Ling.
Merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan pemuda id depannya, Fang Ling menciptakan sebilah tombak dan mengarahkan tombak itu ke leher pemuda di hadapannya.
"Apakah kau ingin hidup ? aku bisa mengembalikan kedua tangan mu jika kau mengikuti apa yang aku katakan,"Fang Ling mencoba berkata lembut ketika tau pemuda di hadapannya tidak ada niat untuk menyakiti dirinya.
Pemuda itu nampak berpikir beberapa saat sebelum menggelengkan kepalanya,"Tuan, walaupun aku sangat ingin melakukan itu, tetap saja aku akan mati jika melanggar perintah mereka,"
Sudut bibir Fang Ling terangkat,"Teman ? apakah kau datang tidak sendirian ?"
"Benar tuan aku datang bersama sepuluh orang senior, tapi aku terpaksa melakukan ini,"Pemuda itu berkata sungguh-sungguh.
"Begini saja, aku akan menjamin keselamatan mu dan memberikan mu beberapa kristal jika kau mau berkerja sama dengan kami,"
__ADS_1
Pemuda itu kembali terdiam dan menatap Fang Ling untuk waktu lama, dia berpikir jika kemampuan pemuda di hadapannya tidaklah main-main dan bisa mengalahkan kesepuluh seniornya dengan bantuan dari teman-teman Fang Ling yang berkemampuan tinggi.
"Baiklah tuan aku akan mengikuti ucapan mu dan memberi tau di mana teman mu di sembunyikan,"Kata pemuda itu yakin.
Setelah mendengar pilihan pemuda di hadapannya, Fang Ling tertawa kecil dia membantu pemuda itu berdiri dan menciptakan sebuah pil api di tangan kanannya.
"Minumlah, ini adalah jaminan jika kau akan mematuhi perintah ku,"Fang Ling menyodorkan pil buatannya kepada pemuda di depannya.
"Ta-tapi apa yang terjadi jika aku meminum pil itu,"Kata pemuda itu ragu sambil mengambil pil yang di berikan Fang Ling dan langsung menelan pil itu.
"Mudah saja,pil itu akan meledak jika kau menghianati ku maka aku dapat membunuhmu hanya dengan menjentikkan jari untuk memicu pil tersebut,"Fang Ling tertawa kecil karena itu hanyalah tipuan, karena pil yang di berikan nya kepada pemuda itu adalah pil penyembuhan.
Setelah beberapa saat pil itu di telan luka-luka yang di alami pemuda itu berlangsung membaik dan kedua tangannya kembali utuh seperti semua, tatapan tidak percaya terpancar dari mata pemuda itu.
"Tuan kau bilang pil ini akan meledak, tapi kenapa malah seluruh luka di tubuh ku sembuh,"Kata pemuda itu sambil menggerakkan tangannya.
"Itu adalah janji ku, tapi pil yang kau telan akan tetap meledak jika kau berani macam-macam,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang immortal
Bersambung....