Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Menyewa kapal


__ADS_3

Semua orang yang kebetulan melihat kejadian tersebut menjadi tegang serta terkejut, tatkala dengan santai Fang Ling menghentikan sebuah pisau dapur yang dapat di pastikan ketajamannya hanya dengan tangan kosong.. Meskipun begitu, tidak ada luka berarti walau Fang Ling meremas pisau tersebut hingga hancur menjadi serpihan.


"Kau...


Wanita rumah tangga itu tersentak begitu pisau miliknya dapat di hancurkan dengan sangat mudah oleh Fang Ling.


"Nak, kau berbicara tentang perbuatan tidak pantas yang sudah aku lakukan kepada gadis itu..Lalu apa yang kau lakukan sekarang..?


Perempuan paruh baya itu kembali tersenyum penuh kemenangan, ia merasa sudah menang sebab orang-orang pasti akan membantu wanita sepertinya.


"Darah di balas oleh darah, apapun yang aku lakukan sekarang tidak berbeda jauh dengan apa yang kau lakukan kepada Fixie..Apa sekarang kau merasa hal yang sama dengan gadis itu..?"


Lagi-lagi perkataan Fang Ling membuat perempuan paruh baya sebelumnya tersentak dan kehilangan kata-kata..Dari belakang Fang Ling, dia melihat Fixie mengejeknya dengan menjulurkan lidah serta membuat raut wajah lucu.


'Gadis itu...'


Perempuan paruh baya itu semakin geram, kali ini dia menatap Fang'Ling dengan raut wajah polos tidak berdosa sedikitpun seakan sengaja memperlihatkan sikap menjilat.


"Tuan muda, wanita tua ini tidak bermaksud menyinggung. Hanya saja..Ku lihat gadis itu terlalu bermanja-manja dengan anda...


Sebelum sempat menyelesaikan perkataannya, Fang Ling sudah lebih dulu memotong dan berkata dengan wajah datar namun tegas.


"Apapun yang aku lakukan dan Fixie lakukan bukan urusanmu, apalagi kami tidak memberatkan anda..Jadi berhenti bersikap kekanak-kanakan, karena kau hanya akan mempermalukan diri sendiri di keramaian ini."


Perempuan itu kembali tersentak, dia terdiam dan menoleh ke segala arah..Nampak orang-orang di sana sudah mulai mencemooh perbuatanya dengan berbagai kata-kata kotor, bahkan hal itu sangat memalukan dari pada berjalan di tengah kota tanpa busana.


"Fang Ling, sepertinya kau terlalu berlebih..Dia hanya orang tua biasa,"Bisik Fixie di telinga Fang Ling, diapun kembali menarik lengan baju Fang Ling berjalan menjauhi kerumunan.


Setelah berjalan seperti biasa di alun-alun kota, Fixie nampak tidak lagi mau membeli apapun karena selalu terjadi hal yang menghambat perjalanan.


Tetapi Fang Ling berpikir jika Fixie sudah kenyang, malahan sekarang dirinyalah yang kelaparan..Bahkan dia sendiri tidak mampu mengingat makanan apa yang terakhir kali di makanya, sejak beberapa minggu yang lalu.


'Kurasa akan sangat baik jika menggunakan kapal bagus, tetapi apa elf ini tidak apa jika harus berlayar.. Ah, aku lupa jika kali ini tidak akan bertemu dengan air melainkan laut pasir, kurasa dia tidak akan mabuk laut,'


Batin Fang Ling, sementara Fixie sudah kembali seperti biasa namun kali ini dia selalu berjalan sambil memeluk pergelangan tangan Fang Ling.. Karena penampilan keduanya sudah berubah, orang-orang menjadi tidak terlalu tertarik dan lebih berjalan menjauh saat melihat kesangaran dan kebedesan Fang Ling dalam mode kaisar naga api.


"Tuan apa pelabuhannya masih jauh..? Tanya Fixie nampak sudah mulai bosan padahal baru beberapa menit berjalan kaki dari vapiliun anggrek.


"Kurasa sudah tidak jauh lagi karena gerbang bagian timur sudah terlihat, tetap berada di dekat ku dan jangan berjalan terlalu jauh."

__ADS_1


Fang Ling berkata seperti itu karena jalan yang mengarah ke gerbang timur semakin padat, banyak orang-orang keluar masuk dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta kuda.


Sedangkan Fixie nampak tersipu malu karena sudah salah mengartikan perkataan Fang Ling.


'Apa-apan tadi..? apa pria ini mulai menyukai ku..??' Benak Fixie di penuhi dengan tanda tanya, tetapi dia tidak langsung menyimpulkan secara terburu-buru sebab wajah Fang Ling selalu datar sehingga sulit baginya untuk menebak suasana hati pria itu.


Begitu masuk ke kawasan gerbang nampak beberapa penjaga di sana, mereka semua mengecek orang-orang yang akan keluar masuk dari gerbang timur.


Tidak berselang lama kemudian dua orang penjaga gerbang menghampiri Fang Ling, mereka menggunakan seragam lengkap serta membawa tombak panjang bersamanya.


Salah seorang penjaga meminta tanda pengenal, Fang Ling memberikan tanpa pengenal miliknya yang di dapat dari sekte pedang bambu.


"Sekte pedang bambu..? Hei, apa kau kau pernah mendengar tentang sekte ini..?"


Pria pertama menunjukkan tanda pengenal milik Fang Ling ke temannya..Pria kedua nampak memperhatikan tanda pengenal itu, sebelum menatap Fang Ling.


"Ya aku tau, bukanya sekte ini sangat tertutup..? Tetapi akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan tentang pendekar topeng besi."


"Tunggu, bukankah pendekar topeng besi ini masuk ke dalam jajaran salah satu jagoan terhebat masa ini..?"Tanya penjaga pertama.


Penjaga gerbang kedua mengangguk lalu tersenyum ke arah Fang Ling, diapun mengembalikan plakat pengenal tersebut kepada Fang Ling."Terimakasih pendekar, aku sangat mengimpi-impikan untuk masuk ke sekte pedang bambu dan bertemu pendekar topeng besi."


Tetapi tidak perlu pusing, kali ini Fang Ling lebih dari siap dan mampu menghancurkan beberapa lawan kuat dalam waktu bersamaan..Tetap saja ia berharap tidak akan ada korban di pihak pedang bambu.


Renungan Fang Ling terpecah saat Fixie memanggil-manggil nama seraya menarik tangannya.


"Tuan,Tuan..Apa yang sudah anda pikirkan..? Lihatlah kita sudah sampai, disini sangat ramai."


Fang Ling mendongak menatap ke depan, ternyata dia sudah sampai di dermaga yang akan membawanya ke kota mizake..Di tempat itu juga banyak orang dari berbagai benua, khususnya para pedangan benua pasir mati yang hendak akan pergi ke kota lain dengan membawa barang-barang dagangan mereka yang sangat banyak, sampai harus di bawa oleh beberapa kereta kuda.


Memang terlihat agak aneh dan nyeleneh sekaligus tidak masuk akal, sebab jika kapal pada umumnya berlayar di atas lautan lepas. berbeda halnya di tempat ini, kapal besar ataupun kecil nampak dengan gagah bersender di tepian dermaga..Mereka mengapung di atas pasir, entah bisa bergerak atau tidak, Fang Ling merasa sangat ingin mengetahuinya.


Pemandangan seperti itu sudah sering di lihat oleh Fang Ling, tetapi bagi Fixie hal sederhana seperti ini adalah sesuatu yang berharga baginya dan akan melekat menjadi suatu kenangan.


"Wah...Tuan, kapal itu sangat besar, aku ingin naik yang itu..Eh, tidak. Aku ingin naik yang itu saja. tapi yang itu juga lucu, bagaimana kita naik yang itu..?"


Untungnya Fang Ling berada di form naga api sehingga tidak terlalu pusing dengan kemauan Fixie, gadis itu nampak sangat antusias memilih kapal yang akan di naiki mereka.. Tentu saja atas ijin dari Fang'Ling yang memperbolehkannya memilih kapal sendiri.


Tetapi satu persatu kapal bagus dan mewah menolak mengantarkan Fang'Ling dan Fixie ke kota Mizaki, alasan mereka sama, yaitu tidak mau mati oleh perampok atau bahaya lain yang ada di area tersebut.

__ADS_1


Karena selalu di tolak oleh pemilik kapal membuat Fixie menjadi murung bahkan kehilangan semangat, tetapi tidak jauh dari tempat itu Fang Ling melihat sebuah kapal berukuran sedang, berwarna hitam dengan bendera topi jerami di ujung tiang tengah kapal.


"Hei, tuan kau mau kemana..? Tunggu aku."Fixie berlari menyusul Fang Ling, hingga lagi-lagi dia menabrak punggung seseorang namun kali ini bukan Fang'Ling..Melainkan pria berbadan besar berkepala plontos dengan kulit dominan berwarna hitam, menandakan jika dia asli dari benua pasir mati.


Pria itu berbalik dan menatap ke arah Fixie,"Gadis kecil, kau mau kemana..Paman akan mengantarmu pulang."Ujar pria yang sama dengan raut wajah menggoda.


Merasa takut Fixie berjalan mundur pelan-pelan hingga lagi-lagi dia menabrak seseorang, hingga saat pria di depan hendak meraih tangannya..Tangan pria itu di hentikan oleh Fang Ling, ternyata tadi Fixie menabrak Fang Ling.


"Apa yang ingin kau lakukan kepadanya..?"Fang Ling berkata dengan nada biasa saja, tetapi terdengar berat dan menyeramkan bagi pria plontos di depan..Hingga membuat pria itu ketakutan, meski memiliki tubuh lebih besar dari Fang Ling.


"Tuan, tadi dia ingin menyentuhku..Hajar saja dia tuan."Fixie segera mengadu ke Fang Ling seraya menunjuk pria tadi.


Pria plontos tersebut nampak semakin ketakutan tatkala Fang Ling menatapnya dengan tatapan membunuh..Lalu dengan tubuh bergetar hebat, pria itu berkata dengan nada bergetar.


"Ampuni aku tuan, sungguh aku tidak berhasil menyentuhnya..Tolong kasihanilah aku."


Biasanya Fang Ling akan langsung mencincang seseorang yang menganggu orang terdekatnya..Namun karena pria itu sudah menjadi pusat perhatian, Fang Ling pun melepaskannya.


"Terimakasih, tuan."


Segera pria itu lari meninggalkan tempat itu, sementara Fixie menjadi marah karena Fang Ling sudah melepaskannya.


"Kenapa kau melepaskannya, tuan..Apa kau tidak marah saat perempuan sepertiku sembarang di sentuh..Hmph."Fixie melipat tangan di depan dada seraya mengembungkan pipi.


"Jangan berlebihan, aku tau dia tidak sampai benar-benar menyentuhmu..Tadi aku sudah menemukan kapal yang mau mengantar kita ke kota mizaki.."


Fixie kembali merasa senang karena berpikir jika kapal yang di sewa Fang Ling adalah kapal mewah, namun ekspektasi tidak sesuai dengan realita.


"Apa-apaan itu..? kau ingin pergi ke kota mizaki atau menjadi bajak laut dengan orang-orang bodoh di atasnya..?!"


Note : Terdapat dua bentuk berbeda di ketiga form milik Fang Ling, perbedaannya tidak terlalu besar dan hanya terdapat pada bagian rambut




•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2