
Sebelum membaca Ch ini saya selaku author meminta maaf kepada pembaca sekalian, sebab beberapa hari ini saya up tidak beraturan karena memang sedang menghadapi ujian kenaikan kelas.
Mengenai kendala saya, saya harap kalian semua mengerti dan memaklumi kesalahan ini 🙂
Oke, mungkin hanya itu saja dari author. Sampai jumpa lain waktu 👋
_____________________________________
Wajah Yu Yuan di penuhi keringat, perkataan Yen Siulan sudah benar-benar membuat pemuda nakal seperti dirinya kehabisan kata-kata.
Sadar jika Yu Yuan tidak lagi mampu menjawab pertanyaan Yen Siulan, Lin'Yung segera ambil alih dengan melangkah satu kali menghadap Yen'Siulan.
Meski sebenarnya takut terhadap Yen Siulan sebab gadis itu memiliki kemampuan jauh di atasnya, Lin Yung mencoba untuk memberanikan diri dengan menatap mata Yen Siulan yang penuh dengan intimidasi.
"Nona, apa yang anda lakukan malam-malam seperti ini ke sungai..?"
Pertanyaan Lin Yung membuat alis Yen Siulan terangkat mendengarnya."Tentu saja mandi, memangnya untuk apa lagi kami pergi ke sungai."
Lin Yung tersenyum."Baguslah, kami juga mau ke sana, anda tidak bisa melarang atau menanyai kami lebih dari ini setelah tau kami hanya mau ke sungai,kan"
Yen Siulan menatap aneh Lin Yung di depan."Kau tidak sedang mabuk'kan..? Siapa yang melarang kalian, aku hanya bertanya tadi."
Setelah mengatakan itu Yen Siulan dan beberapa temannya pergi meninggalkan kelompok Lin Yung, perkataan terakhir dari mulut Yen Siulan benar-benar membuat hancur mental sekelompok pemuda tadi.
"Jika di pikir-pikir kita memang terlihat aneh, sebab tadi nona Yen hanya sedang bertanya, kita saja yang terlalu menganggap pertanyaan itu berlebihan."Lin Yung menghela nafas panjang di ikuti teman-teman.
"Ya.. Ku,rasa perempuan memang selalu benar soal perbincangan,"Yu Yuan mengangkat kedua bahu.
Yu Yuan berjalan menghampiri Lin Yung yang berdiri beberapa langkah di depan, Yu Yuan pun menepuk pundak Lin Yung."Hari sudah semakin larut, kita harus bergegas."
Semua orang yang berjumlah sepuluh anggota itupun kembali melanjutkan perjalanan, mereka saling melindungi dengan tetap berdekatan serta selalu mengawasi keadaan sekitar yang sangat sunyi dari hingar-bingar.
Letak lokasi jalur masih lumayan jauh, tetapi baru sampai di sini saja kelompok Yu Yuan merasakan hawa mencengkam. Mereka tidak habis pikir, mengapa wanita tadi berani pergi ke sungai di malam hari seperti sekarang.
Suara gesekan bambu dan suara semilir angin menambah kesan menyeramkan, bahkan membuat tubuh sepuluh orang pemuda tersebut tidak berhenti bergetar. Mereka sebenarnya takut, namun perasaan penasaran yang mengebul-ngebul membuat mereka terus melanjutkan perjalanan.
Hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka tepat di depan jalan paling kanan.. Yu Yuan dan Lin Yung yang berdiri paling depan di buat tidak berhenti menelan ludah melihat jalan di depan yang tidak memiliki penerangan sama sekali.
Juga jalan yang menuju ke paviliun harimau putih tersebut hanya memiliki lebar kurang dari satu meter dengan sisi kanan dan kiri di tumbuhi oleh pohon bambu. Membuat siapa saja yang melihatnya enggan untuk lewat dan lebih memilih memutar arah.
Tidak hanya itu saja, jalan di depan di penuhi dengan rerumputan dan ilalang tinggi seakan jalan tersebut sudah lama tidak di rawat.
__ADS_1
Lin Yung mengusap dagu."Jika keadaan jalanya gelap seperti ini kita harus membuat banyak obor, juga sekalian membersihkan sedikit dahan bambu yang merunduk dan menghalangi jalan agar mudah untuk di lewati."
"Baik, kami akan mengurus semuanya."Yu'Yuan berjalan ke arah teman-temannya yang lain, merekapun kompak membuat obor dari pohon bambu yang pastinya mudah di temui.
Lagi-lagi Lin Yung di buat merinding begitu merasakan ada hawa aneh yang terus memanggil dari depan, iapun menyimpitikan mata memandang ke jalan di depan yang sangat gelap.
"Aneh sekali, samar-samar aku mendengar suara aneh di depan sana.."Lin Yung menepis anggapan-nya.. Diapun bergumam di dalam hati."Tidak mungkin ada manusia di depan sana, karena di sini sangat sunyi bahkan di depan sangat gelap nyaris tidak bisa melihat apa-apa."
Saat tengah asik berpikir Lin Yung di kejutkan dengan tangan seseorang yang menyentuh pundaknya, ternyata orang itu adalah Yu Yuan, dia juga terlihat sedang memegang sebuah obor di tangannya yang lain.
"Ada apa saudara..? Kau terlalu sering melamun, ayahku pernah berkata untuk tidak sering melamun apalagi di tempat seperti ini."Kata Yu Yuan dengan nada sedikit menakut-nakuti.
Lin Yung berbalik dan menatap Yu Yuan."Aku sudah pernah mendengar, siapapun yang melamun di tempat seram seperti ini katanya akan di ganggu oleh roh jahat, menurutku hal seperti itu tidak lebih dari tahayul."
Yu Yuan nampak terkejut."Tahayul..?! Hei ini ayahku yang mengatakannya, seterah mau percaya atau tidak yang jelas aku sudah memperingati saudara."
Lin Yung melambai seakan tidak perduli."Iya iya, aku akan mendengarkan mu jadi berhentilah bicara seenaknya."
Yu Yuan memberikan satu obor yang telah di buat kepada Lin Yung, kini lima orang dari mereka sudah memegang obor sementara sisanya akan membersihkan jalan dengan pedang.
Kali ini Yu Yuan mendapatkan tugas membersihkan jalan bersama dengan empat orang teman lainnya. Mereka berjalan cukup dekat dengan pemegang obor, sehingga tidak menginjak ke sembarang tempat.
Secara pelan dan bersamaan merekapun berjalan memasuki jalur paling kanan..
Di bagian depan Yu Yuan dan empat orang temannya membersihkan jalan agar mudah untuk di lewati, karena memang terdapat banyak dahan bambu yang merunduk sampai menghalangi jalan karena sudah lama tidak di pangkas.
"Melangkah-lah secara perlahan, awasi bagian belakang dan di sekitar."Kata Yu'Yuan mencoba untuk mengkoordinasikan teman-temannya, sedangkan dia dan beberapa temannya berjaga di bagian depan.
Di langit bulan terlihat bersinar sangat terang nyaris tidak ada awan yang menutupi, rombongan Yu Yuan masih terus berjalan dengan mengandalkan cahaya obor hingga di satu titik mereka mendengar suara seruling.
Seketika bulu kuduk mereka berdiri dan segara mengehentikan langkah, wajah mereka pucat pasih seakan sudah tidak memiliki darah.
"Sudah kuduga jika di paviliun itu memang ada hantu, sebaiknya kita pulang saja karena sudah tau jika di sana memang ada hantunya."Ujar seorang teman di samping Yu Yuan, ia sudah terlihat sangat ketakutan.
Yu Yuan mencoba untuk tetap berani."Tidak, kita belum memastikan apa-apa. Tidak boleh menyimpulkan sesuatu yang belum jelas, karena itu ayo bergerak lebih dekat."
"Kau gila..? Sudah jelas ada suara seruling di sana, jika bukan hantu siapa lagi..? Tidak mungkin manusia."Kata lagi salah seorang teman Yu Yuan.
"Jika kita hanya menyimpulkan dari sini sama saja dengan bohong.. Tujuan kita sebelumnya memastikan apakah memang ada hantu di sana atau tidak, bukanya malah menebak.."Ujar Yu Yuan.
"Meski aneh tapi kali ini aku setuju dengan saudara Yuan, percuma saja kita kembali pulang tanpa mendapatkan bukti yang jelas."Kata Lin Yung menengahi teman-temannya.
__ADS_1
Yu Yuan mengangguk."Bagus..! Terimakasih saudara Yung, kalian tidak perlu takut karena aku memiliki senjata rahasia dan ampuh dalam mengatasi urusan perhantuan."
Akhirnya kelompok pemuda itupun sepakat untuk kembali melanjutkan perjalanan, tetapi kali ini Yu Yuan memerintahkan kepada mereka untuk memadamkan api obor sehingga keberadaan mereka tidak di ketahui.
Setelah semua obor di matikan dan keadaan kembali gelap gulita, kelompok Yu Yuan kembali melanjutkan perjalanan, kali ini masing-masing dari mereka sudah menggenggam pedang sementara Yu Yuan terlihat siaga dengan memegangi kotak yang menyimpan kertas ajaib sebelumnya.
Dengan perlahan mereka berjalan mengendap-endap, suara seruling tadi terdengar semakin jelas saat mereka berjalan semakin ke depan.
Setelah berjalan sekitar dua menit mereka sudah dapat melihat gerbang kayu paviliun harimau putih. Di dalam terdapat sebuah rumah besar yang bagian depannya terpasang dua obor.
Seketika kelompok Yu Yuan tiarap masuk ke dalam semak, mereka memperhatikan rumah megah di depan dan berpikir apakah hantu bisa membuat obor..?
Pertanyaan itu membuat mereka semakin penasaran, hingga tiba-tiba suara seruling tadi menghilang serta obor di depan rumah tiba-tiba padam.
Kelompok Yu Yuan hampir menjerit tetapi mereka tutup dengan tangan, mereka juga semakin masuk ke dalam semak sambil memperhatikan ke arah rumah yang berjarak 10 meter di depan.
Keberadaan mereka jelas sudah di ketahui oleh Fang Ling, bahkan semenjak tadi Fang Ling sudah dapat merasakan kehadiran seseorang yang tengah mengendap-endap memasuki rumahnya.
Fang Ling duduk di atas atap rumahnya tanpa mengeluarkan sedikitpun hawa keberadaan, sehingga membuat kelompok Yu Yuan tidak sadar jika Fang Ling dengan santai duduk di atas atap tengah memperhatikan mereka.
"Apa yang di lakukan bocah-bocah itu di tengah malam di kediaman orang lain.. Karena sudah begini, mungkin aku akan sedikit memberikan pelajar kepada mereka untuk tidur lebih awal."Fang Ling tersenyum kecil, diapun menggunakan topeng rubah yang tadi berada di samping wajahnya.
Di dalam semak belukar di depan gerbang paviliun harimau putih, Yu'Yuan dan teman-temannya berjalan dengan cara membungkuk, satu persatu dari mereka masuk ke dalam paviliun dan bersembunyi di belakang sebuah pohon yang sama.
Setelah semuanya sudah kembali berkumpul merekapun langsung memperhatikan keadaan rumah di depan, serta seluruh keadaan di sekitar rumah besar tersebut.
"Bersabarlah, kita hanya perlu menunggu makhluk itu menampakkan diri sehingga aku dapat menyegelnya dengan kertas jimat ini."Kata Yu Yuan dengan nada berbisik, seraya mengeluarkan satu kertas jimat dari dalam kotak.
Di atas atap rumah sebenarnya Fang Ling bisa mendengar perkataan Yu Yuan dengan jelas, diapun tersenyum dan bergumam di dalam hati."Ternyata tujuan mereka datang kemari hanya untuk mencari hantu, baiklah akan ku berikan."
Fang Ling menada sebelah telapak tangannya, dengan elemen kegelapan dia menciptakan seekor macan kecil berwarna hitam di atas telapak tangannya.
"Pergi dan bermainlah dengan orang-orang itu."Bisik Fang Ling kepada macan kecil di atas telapak tangan, macan itupun melompat lincah di atas genteng hingga akhirnya hilang di antara bayang-bayang.
Di balik pohon di depan kediaman Fang Ling, kelompok Yu Yuan berjalan mengendap-endap semakin dekat dengan rumah tersebut.
Hingga dari kegelapan di samping rumah salah satu temannya melihat sekelebat bayangan hitam lewat dengan sangat cepat, diapun memberi tahu semua temannya mengenai hal itu.
Yu Yuan berbalik dan nampak kesal, diapun meletakan telunjuknya di bibir dan menoleh kebelakang karena kebetulan dia berada di barisan paling depan."Jangan berisik atau kalian...
Belum sempat melanjutkan perkataannya Yu Yuan terkejut melihat wajah semua temannya menjadi pucat, tatapan mereka tertuju pada sesuatu di belakang dirinya.
__ADS_1
Karena penasaran Yu Yuan berbalik, alangkah terkejutnya dia saat melihat macan kumbang berukuran setinggi lima meter menatapnya dengan mulut berbusa.
'I-ibuuu...