
Setelah selesai makan, Fang ling dan Shun Jing kembali berjalan ke kamar penginapan untuk beristirahat.
Selama berjalan kembali ke kamar mereka, Fang ling bercerita dengan topik ringan untuk mencairkan suasana yang dingin.
Di karenakan hujan yang sangat deras dan di penuhi dengan kilatan petir membuat Shun Jing sedikit takut dan merasa cemas.
"Shun Jing Sepertinya kau takut dengan petir,"kata Fang ling dengan nada sedikit mengejek.
Dengan kuat Shun Jing mencubit pinggang Fang ling, karena merasa kesal dengan kejahilannya," Kau tidur di luar, aku tidak mau sekamar dengan orang jahil,"
Seakan tidak peduli dengan kemarahan Shun Jing, Fang ling hanya menguap dan berkata,"Seterah kau saja, aku hanya perlu memesan satu kamar dan membiarkan mu tidur sendirian,"
"Semua laki-laki sama saja," Kata Shun Jing dengan menghentikan langkahnya.
"Beda, tidak ada laki-laki yang lebih tampan dari ku,"ucap Fang ling sambil terus melangkah meninggalkan Shun Jing di belakangnya.
"Kau sangat jahat,aku akan mengadukan mu kepada ayah," Shun Jing berjongkok sambil merangkul kedua kakinya dan menundukkan kepala.
Merasa sudah puas menjahili Shun Jing, Fang ling kembali berjalan menghampirinya dan menggendong Shun Jing memasuki kamar penginapan yang sudah tidak jauh.
"apa yang kau lakukan ?! lepaskan atau aku akan menjerit," Shun Jing mengigit bahu Fang ling berharap bisa lepas dari gendongannya.
"Diam, kau akan membuat orang-orang terganggu dan salah paham," kata Fang ling sambil menoleh ke kanan dan kirinya yang di penuhi orang-orang yang sedang menatapnya.
Dengan langkah pelan Fang ling membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk dengan Shun Jing yang masih mengigit bahunya.
Ruangan penginapan itu tergolong mewah dan luas dengan di penuhi barang-barang bagus yang terbuat dari kaca ataupun kayu.
Terdapat beberapa ruangan yang di gunakan untuk bersantai yang merupakan ruangan tengah dan terdapat kamar mandi yang berada di sudut ruangan.
Tidak hanya itu, terdapat tempat di luar ruangan yang di khususkan untuk melihat bintang atau menikmati pemandangan kota Wuhan di malam hari.
Namun karena di luar hujan lebat, Fang ling mengurungkan niatnya untuk duduk di luar karena takut tersambar petir dan mati konyol.
__ADS_1
Merasa sangat lelah dan mengantuk di karenakan perut yang sudah terisi penuh, Fang ling berjalan memasuki kamar dan menurunkan Shun Jing di atas kasur.
Saat akan menjatuhkan tubuhnya, Shun Jing menghentikan Fang ling dan membuat sebuah pembatas di tengah-tengah tempat tidur, dengan menggunakan bantal.
"apa yang sedang kau lakukan ? tanya Fang ling bingung, karena dirinya tidak terbiasa tidur dengan tubuh dingin.
"aku takut kau akan melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan anak berusia lima tahun,"kata Shun Jing dengan nada ketus, nampak masih kesal.
"apakah kau ingin membunuhku, aku akan mati kedinginan jika tidak dekat dengan mu," ucap Fang ling mencoba untuk membohongi Shun Jing.
Tidak mau mendengar perkataan Shun Jing yang pasti akan menolak kemauannya, Fang ling menjatuhkan diri ke atas tubuh Shun Jing.
"Ah mantap, hangat sekali dan terdapat dua bantal empuk," Fang ling tidur di antara dada Shun Jing, membuatnya semakin kesal.
Dengan kuat Shun Jing mengigit telinga Fang ling dengan tangan kanan mencubit pinggangnya,"Cepat turun, aku tidak bisa bernafas jika kau berpose seperti itu,"
Fang ling mengubah posisinya dengan berbaring di samping Shun Jing,"Kenapa kau sedikit aneh, apakah kau masih marah dengan ku,"
Shun Jing tidak menjawab pertanyaan Fang ling, ia hanya membalik tubuhnya sehingga Fang ling hanya bisa melihat punggungnya.
"Berjanjilah, aku tidak akan memaafkan mu jika kau masih melakukan itu," kata Shun Jing mengacu jari kelingkingnya dengan posisi membelakangi Fang ling.
Fang ling mengaitkan kelingkingnya sambil menahan tawanya,"Baiklah aku berjanji, tidak akan melakukannya 'lagi',"
"berbalik-lah kenapa kau membelakangi ku, bukankah aku sudah minta maaf," ucap Fang ling setelah beberapa saat.
Shun Jing membalikan badannya dan saling bertatapan dengan Fang ling yang berada begitu dekat dengannya,"Kenapa kau melihat ku seperti itu ?
"Kemari-lah aku akan mencium mu,"kata Fang ling dengan wajah memerah.
Seketika setelah mencerna perkataan Fang ling, wajah Shun Jing memerah seolah mengeluarkan uap dari kedua telinganya.
Shun Jing menutup matanya dan memajukan bibirnya dan segera berkata," Ba-baiklah aku sudah siap,"
__ADS_1
Fang ling tersenyum kecil sebelum mencium jidat Shun Jing. Sedangkan Shun Jing mengharapkan sesuatu yang lain, menatap Fang ling dengan tatapan datar.
"ada apa ? apakah kau mengharapkan sesuatu yang lain," kata Fang ling seolah bisa menebak apa yang di pikirkan Shun Jing terang dirinya.
"Ti-tidak, baiklah aku ingin tidur... Selamat malam Fang ling," Shun Jing menutup kedua matanya karena ingin segera tidur.
"Baiklah selamat malam Shun Jing," Fang ling berpura-pura menutup kedua matanya dan sedikit mengeluarkan suara mendengkur.
Setelah beberapa menit menunggu, Fang ling kembali membuka matanya dan mengecup bibir Shun Jing sebelum memeluknya dengan erat.
Shun Jing yang sebenarnya tidak bisa tidur karena suara petir yang menggelegar, hanya menjerit di dalam hatinya karena mendapatkan ciuman pertamanya dari Fang ling.
Dengan mata tertutup dan suara mendengkur yang keluar, Fang ling hanya tertawa di dalam hatinya karena sudah mengetahui jika Shun Jing hanya berpura-pura tidur.
Merasa jika Fang ling sudah benar-benar tidur, Shun Jing membuka matanya secara perlahan dan melihat jika Fang ling sudah menghilang di hadapannya.
Merasa panik Shun Jing duduk di atas tempat tidur dan menoleh ke kanan dan kiri,"Fang ling jangan bercanda ini tidak lucu, aku takut petir,"
Blarrrr
suara petir menggelegar kuat dengan di iringi kilatan petir, membuat Shun Jing ketakutan dan menutupi wajahnya dengan bantal.
Setelah kilatan petir itu mereda, Shun Jing kembali duduk di atas kasur dan mencoba mencari Fang ling di samping atau di bawah tempat tidur, namun dirinya tidak menemukan apa-apa.
Karena merasa takut sendirian, Shun Jing memberanikan diri untuk berjalan keluar kamar untuk mencari Fang ling di salah satu ruangan.
"Fang ling kau di mana, apakah kau di situ," Shun Jing mengecek kamar mandi namun tidak menemukan apa-apa di dalamnya.
Saat akan kembali menutup pintu kamar mandi suara gelegar petir dan kilat kembali muncul, membuat Shun Jing berjongkok dan menjerit ketakutan dengan memanggil nama Fang ling.
Setelah suara itu kembali hilang, Shun Jing Berdiri dan hendak berjalan kembali ke kamarnya, namun kilatan petir kembali muncul dan di hadapannya tiba-tiba ada sosok hitam.
"aaaaaaa !
__ADS_1
Bersambung.....