
Setelah mendengar penjelasan singkat dari Fang Ling, Yen Siulan hanya mengangguk lalu berkata."Aku akan membantumu merawat Luo An, jadi kemana kita sekarang..?"
Fang Ling berdiri tegak."Kita tidak akan kemana-mana sebelum berhasil membuat Luo An berhenti menangis, jika ibunya tau maka habislah aku."
Yen Siulan diam untuk sesaat sambil memperhatikan gigi kecil yang baru tumbuh di mulut Luo An, diapun menatap Fang Ling."Buatkan aku sesuatu dari elemen es."
"Bisa saja, tapi untuk apa..?"Fang Ling memiringkan kepala karena tidak paham.
"Sudahlah jangan banyak tanya, nanti akan ku jelaskan jika anak ini sudah berhenti menangis."
"Ah, baiklah."Fang Ling membuat permen dari elemen es, berbeda dari sebelumnya. Permen ini tidak akan pernah cair, Fang Ling juga sudah mengatur tingkat kedinginan-nya.
Fang Ling memberikan permen itu kepada Luo An, segera anak kecil itu memasukan permen pemberian Fang Ling ke dalam mulutnya dan seketika itu juga dia berhenti menangis dan kembali tertawa.
"Wah.. Dia benar-benar berhenti menangis, memangnya apa yang sudah kau lakukan,Siu'er..?"
Yen Siulan tersenyum."Gigi anak ini baru saja tumbuh, jadi dia membutuhkan sesuatu untuk meredam rasa sakitnya, kebetulan es memang bisa membuat rasa sakit pada gigi berkurang."
Meski tidak terlalu mengerti dengan masalah seperti ini, Fang Ling hanya mengangguk lalu berkata."Karena kita sudah bertemu di sini, bagaimana jika Siu'er menemaniku berbelanja beberapa pakaian di pasar..?"
"Tentu, aku juga akan membantumu memilih. Bukankah kau sangat suka dengan pakaian bersyal hitam..?"
Fang Ling menyentuh syal hitam yang dia pakai setiap waktu."Tidak, syal ini hanya ada satu, bukankah kau yang memberikan ini kepadaku saat tubuhku tiba-tiba menjadi besar."
Yen Siulan terkejut."Jadi itu adalah syal pemberian ku..?
Fang Ling hanya mengangguk, sementara Yen Siulan menangis bahagia sebab Fang Ling selalu menggunakan syal itu sepanjang waktu sampai saat ini, tetapi syal itu juga sudah mulai rusak karena di buat dari bahan biasa.
"Siu'er, kenapa kau menangis..? Orang-orang menatap ku seolah sedang melihat pria jahat."Fang Ling mencoba menyeka air mata Yen Siulan, orang-orang juga mulai menatap ke arahnya.
"Tidak, aku hanya tidak menyangka jika kau akan menyimpan dan menggunakan pemberianku sampai saat ini."Kata Yen'Siulan sambil tersenyum bahagia.
"Tentu saja..! Pemberian dari semua pasangan ku akan ku gunakan sampai mati, aku berjanji."Fang Ling tersenyum penuh semangat.
Yen Siulan menyentuh ujung rambut Fang'Ling."Tidak banyak yang berubah darimu, hanya saja kenapa bagian ujung rambut mu berwarna kebiruan..?
Fang Ling terkejut."Warna biru..?
"Iya, lihat saja sendiri."Ujar Yen Siulan sambil memperhatikan bagian ujung rambut Fang Ling yang berubah warna menjadi biru muda meski di bagian pangkal dan tengah masih berwarna hitam pekat.
"Aneh sekali, padahal aku masih berada di normal mode, tapi kenapa rambutku bisa begini..Apa ada kaitannya dengan kekuatan Ranzel di dalam tubuhku..? Apalagi akhir-akhir ini, aku merasa elemen es semakin kuat walau tidak di latih sama sekali."Batin Fang Ling.
Sadar Fang Ling sedang termenung memikirkan sesuatu, Yen Siulan bertanya."Apakah hal ini buruk bagimu..?
__ADS_1
Fang Ling sontak tersadar dari lamunan."Ti-tidak, kurasa tidak..Hari sudah semakin sore, aku juga ingin mengunjungi sungai siapa tau ada teman-teman lamaku di sana. Sebaiknya kita cepat membeli pakaian."
Sempat berpikir Fang Ling sedang menyembunyikan sesuatu, akhirnya Yen'Siulan hanya mengangguk, membuang semua pemikiran buruk tentang sesuatu yang di sembunyikan Fang Ling dan mulai berjalan beriringan menyusuri pasar untuk mencari kedai yang menjual pakaian.
Perjalan kali ini cukup menarik perhatian, penampilan cantik Yen Siulan dengan penampilan keibuannya saat menggendong Luo An, serta ketampanan Fang Ling membuat jalan seakan silau hanya dengan melihat mereka.
Dari tempat cukup jauh sekelompok perempuan muda murid sekte pedang bambu sedang memperhatikan Fang Ling dengan Yen Siulan, mereka juga terlihat berbisik-bisik mengenai keduanya.
"Lihatlah mereka berdua..Bukankah si tampan itu adalah Fang Ling murid guru Luo Tang..?"Salah seorang perempuan di kelompok itu bertanya kepada ketiga temannya.
Seorang lagi perempuan nampak berpikir lalu berkata."Bukankah waktu itu dia tidak seperti sekarang..? Dulu dia adalah anak kecil yang kurus."
"Benar..! Tapi lihatlah sekarang, dia sudah menjadi seorang pria dewasa.. Semua laki-laki di sekte ini seakan hilang ketampanannya jika di bandingkan dengan Fang Ling."Satu lagi perempuan membenarkan.
Meski dari jarak lumayan jauh, sebenarnya Fang Ling masih bisa mendengarkan apa yang di katakan sekelompok perempuan tadi tetapi ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Cukup lama setelah akhirnya Fang Ling dan Yen Siulan menemukan tempat penjual pakaian terbaik di pasar.
Mereka berdua berjalan memasuki kedai tersebut, begitu berada di dalam terlihat seorang pelayan perempuan segera mengeluarkan senyuman terbaiknya begitu melihat Fang'Ling dan Yen Siulan berjalan memasuki kedai.
"Selamat datang, tuan. Anda adalah orang terpintar, kedaiku ini menjual banyak barang bagus, tidak hanya pakaian tetapi juga menjual senjata..Meski kelihatannya kedai ini tak terlalu besar, tetapi kujamin barang yang anda temui di sini adalah yang terbaik di pasar."
Penjual perempuan itu banyak bicara kepada Fang Ling, dia juga sempat mempromosikan senjata dan pakai terbaik di kedai ini, tetapi setelah baru sadar jika di belakang Fang Ling ada putri dari Patriack Yen Chun, barulah penjual itu tidak terlalu banyak bicara.
"Tuan muda, pakaian seperti apa yang anda inginkan..? semua yang anda inginkan ada di sini."Pelayan itu tersenyum kecil.
Fang Ling mengeluarkan tiga koin emas dari balik pakaiannya.. Sambil memberikan koin-koin itu kepada pelayan perempuan di depan, seraya tersenyum canggung."Apakah semua uang ini cukup untuk membeli beberapa pakaian terbaik di kendai mu ini..?"
Mata pelayan sekaligus pemilik kedai tersebut terbelalak, dia menatapi tiga koin emas di tangannya."Tu-Tuan, dengan uang sebanyak ini anda tidak hanya dapat membeli semua pakaian terbaik tetapi juga bisa membeli kedai ini."
"Tidak perlu, ambil semuanya dan serahkan saja pakaian yang tadi ku katakan."Fang Ling tersenyum, sementara Yen Siulan di belakangnya terlihat asik bermain bersama Luo An.
"Baik tuan, akan segara di siapkan."Pemilik kedai itu segera menyiapkan semua pakaian Fang Ling dengan di masukan ke dalam kain berwarna emas berbentuk kota dan di ikat lagi dengan tali bewarna merah.
Setelah semuanya selesai Fang Ling berterimakasih kepada pemilik kedai, diapun dan Yen Siulan beranjak pergi meninggalkan kedai.
Di kedua tangannya Fang Ling membawa beberapa barang yang di bungkus, kebanyakan barang tersebut adalah mainan dan makanan yang tadi Luo An minta sehingga kini makanan tersebut tidak ada yang mau menghabiskan.
"Kemana lagi kau ingin pergi..?"Yen'Siulan melirik ke arah Fang Ling di samping, seraya tidak lupa menyuguhkan senyuman lembut.
"Kurasa lebih baik mengantar Luo An pulang, kelihatanya dia juga sudah mengantuk."Fang Ling menatap ke arah Luo An di gendongan Su Yulan.
"Baiklah."Yen Siulan tersenyum, diapun terus menimang-nimang Luo An hingga bocah kecil itu tertidur lelap.
__ADS_1
Setelah sepakat untuk mengantar Luo An pulang, Fang Ling dan Yen Siulan pergi meninggalkan pasar dan bergegas kembali ke kediaman Luo Tang.
Tidak di sangka di dalam perjalanan kembali, Fang Ling berpapasan dengan Luo Tang.
Saat melihat Fang Ling, Luo Tang langsung tersenyum karena memang berencana mencari pemuda itu.
"Guru pikir akan membutuhkan waktu lama untuk mencari Ling'er,
tetapi sepertinya hari ini langit sedang berbaik hati kepada guru."
Fang Ling tertawa."Hahaha, apa yang membuat guru mencari ku..?
"Begini, rumah yang guru rasa sangat cocok untukmu sudah ketemu.. hanya-saja.."Luo Tang ragu untuk melanjutkan perkataannya.
Fang Ling di buat penasaran, diapun bertanya."Hanya saja apa guru..?
Luo Tang menggaruk kepala."Ling'er, tidak ada yang salah dengan rumah ini. Tetapi sama seperti yang lain, kamu juga harus membayar..Dan harga yang di jatuhkan untuk tinggal di rumah itu juga sedikit mahal, senilai satu keping emas. Untuk itulah guru ingin menemui mu, karena mau membicarakan masalah ini."
Fang Ling mengerti. Diapun mengeluarkan satu koin emas dan memberikan uang itu kepada Luo'Tang meski pria itu sempat menolak, pada akhirnya tetap menerima koin emas tersebut.
"Tetapi uang sebanyak ini sama saja dengan pemborosan, belum lagi Ling'er masih berstatus murid yang belum memiliki pemasukan."
"Tidak masalah guru, putri Sin Yintian sudah memberikan cukup uang kepadaku. Sebab itulah, aku akan tetap tinggal di tempat pilihan guru.. Karena aku yakin, pilihan guru adalah pilihan terbaik untukku."
Luo Tang mengusap kepala Fang Ling, meski tinggi keduanya sama."Kau tidak berubah Ling'er, masih saja memiliki sifat baik dan hormat kepada orang."
"Jika guru boleh tau, mau kemana kalian berdua..?"Luo Tang menoleh ke arah Yen Siulan yang berdiri di samping Fang'Ling, gadis itu seketika menunduk malu sementara Luo Tang tersenyum kecil karena sudah tau hubungan seperti apa yang terjalin antara Fang Ling dan anak dari Patriak Yen Chun.
"Kami berencana pergi ke sungai, mungkin di sana ada Lin Yung dan teman-teman yang lain."Jawab Fang Ling.
"Kebetulan sekali..! Rumah mu mengarah ke sana, kurasa Yen Siulan tau di mana rumah itu."Kata Luo Tang.
Luo Tang memberikan sebuah kunci kepada Yen Siulan."Nona, apa kau tau paviliun harimau putih..?
Yen Siulan mengangguk."Ya aku tau, bukankah rumah itu sudah lama sekali tidak di tinggali semenjak penghuni terdahulu mati gantung diri..?
"Benar..Di tempat itulah Fang Ling akan tinggal, juga nama dari kediaman itu bisa di ubah setelah beberapa hari di tempati..Kuharap, nona mau menemani Fang Ling melihat rumah itu."
Yen Siulan panik dan berusaha untuk menolak karena takut hubungan dirinya dan Fang Ling di ketahui oleh Luo'Tang. Belum lagi jika di ketahui oleh banyak orang, dirinya pasti akan menjadi bahan tertawaan karena baru pertama kali memliki hubungan dengan laki-laki.
"Te-tetua Tang, aku bisa hanya saja..
•Pendekar rajawali
__ADS_1
•Legenda sang dewa naga
Bersambung...