Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
LPP.Mengembalikan kotak


__ADS_3

Satu jam lamanya Fang Ling menunggu Yen Siulan, hingga pada akhirnya gadis itupun bangun setelah lima jam dan langsung terkejut menyadari matahari sudah sejajar dengan kepala.


Yen Siulan segera duduk dan menatap Fang Ling yang sedari tadi memandangi-nya."Gege, bukankah tadi sudah berjanji akan membangunkan ku..? Lihatlah sekarang sudah siang hari."


Fang Ling tersenyum."Aku tidak sampai hati membangunkan Siu'er yang tidur dengan sangat nyenyak, jadi ku-putuskan untuk menunggumu bangun."


Yen Siulan memandangi Fang Ling dengan mata berkaca-kaca."Uhmm..Gege memang yang terbaik.!!"Yen Siulan memeluk Fang Ling hingga membuat ia sesak nafas.


"Uhk, jika Siu'er memeluk sangat kuat seperti ini maka aku akan berkahir dengan kehabisan nafas."


Yen Siulan melepaskan pelukannya."Lalu apa yang akan kita lakukan hari ini..?"


Fang Ling mengusap dagu."Awalnya aku berpikir untuk ikut berlatih di perguruan ini bersama dengan yang lain, menurut mu bagaimana Siu'er?"


"Hari ini adalah hari libur, semua murid terbebas dari semua latihan dan di perbolehkan untuk melakukan apa saja seharian ini. Kebanyakan dari mereka akan pergi jalan-jalan ke pasar bersama dengan pasangan masing-masing...


Yen Siulan menarik rambutnya sendiri karena merasa kesal."Andai saja aku bangun lebih cepat, maka kita memiliki banyak waktu untuk bermain."


Sadar apa yang di inginkan Yen Siulan, Fang Ling hanya tersenyum dan mengusap kepala gadis itu."Setelah mengembalikan kota ini kepada ayah Yu'Yuan, kita akan melakukan apapun yang Siu'er mau."


Mata Yen Siulan melebar."Benarkah..! ingat Gege sudah berjanji setelah mengantar kotak ini kita akan bermain.!!


Fang Ling mengiyakan perkataan Yen Siulan, membuat gadis itu terlihat sangat senang dan bersemangat.


Yen Siulan berdiri dengan sebelah tangan memegang kota hitam."Ayo tunggu apa lagi..? kita harus segera mengembalikan kotak ini lalu bermain."


Sangking bersemangat-nya Yen Siulan berlari lebih dulu, sementara Fang Ling hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu sambil berjalan pelan menyusulnya dari belakang.


"Siu'er, jangan berlarian seperti itu atau kau akan jatuh."Cegah Fang Ling kepada Yen Siulan yang sudah berada beberapa meter di depan.


Yen Siulan tidak menghiraukan perkataan Fang Ling, ia terus berlari hingga di suatu titik ia menoleh kebelakang.


"Gege..! Jalanmu lambat sekali, jika terus seperti ini aku akan duluan sampai ke kediaman Yu Yuan..


Bruuuk


Karena berlari sambil menoleh kebelakang, Yen Siulan tidak sengaja tersandung dan terjatuh ke tanah melukai kedua lututnya akibat gesekan tanah yang lumayan kuat.


Fang Ling seketika panik dan berlari menghampiri Yen Siulan yang terduduk di atas tanah. Fang Ling berlutut dengan satu kaki menyentuh tanah di hadapan Yen Siulan."Siu'er apa kau terluka..?


"Tidak terlalu, hanya saja terasa sedikit perih di sana."Ujar Yen Siulan sambil meringis seraya menunjukkan goresan di lututnya kepada Fang Ling.


"Lain kali tidak perlu terburu-buru karena akan membahayakan diri sendiri..


Jika sudah begini siapa yang khawatir."Kata Fang Ling sambil meniup luka di kedua lutut Yen Siulan.


"Maafkan aku Gege."Yen Siulan menundukkan kepala karena sudah merasa bersalah.

__ADS_1


Fang Ling meniup luka Yen Siulan hingga luka di kedua lutut gadis itu menghilang dengan ajaib tanpa meninggalkan bekas..Fang Ling menatap Yen Siulan dengan lembut.


"Lukanya sudah sembuh, apa Siu'er sudah merasa lebih baik..?


Yen Siulan pura-pura meringis meski ia tidak merasa apa-apa sebab lukanya sudah sembuh, dengan nada manja Yen Siulan berkata."Masih terasa sakit, sepertinya kali ini aku akan benar-benar merepotkan Gege."


Fang Ling menghela nafas lalu mengetuk kepala Yen Siulan dengan seruling dan berkata."Dasar manja, baiklah aku akan menggendong mu."


Yen Siulan tersenyum penuh kemenangan. Fang Ling berjongkok dan berbalik membelakangi Yen Siulan, gadis itupun perlahan naik ke gendongan punggung Fang Ling.


"Argh sial, benda kenyal itu lagi."Batin Fang Ling dengan nada berteriak.


Di belakang punggung Fang Ling, Yen'Siulan mengepal dan mengangkat tangannya lalu berkata dengan nada riang."Ayo berangkat Gege..!


"Baiklah.."


Fang Ling mengambil ancang-ancang lalu berlari dengan cepat keluar dari kediamannya, iapun terus berlari sementara Yen Siulan nampak asik di belakang sambil berpegangan pada bahu Fang Ling.


Saat jalan keluar yang mengarah ke desa sekte mulai terlihat barulah Fang Ling berjalan normal, karena gerakan Fang Ling terlalu cepat rambut Yen Siulan di buat acak-acakan karenanya.


"Gege, kau sangat hebat karena bisa berlari dengan sangat cepat..


Apakah dengan kecepatan seperti tadi kau kau bisa berlari sampai ke benua teratai perak..?"Kata Yen Siulan.


Fang Ling tersenyum kecil."Bisa, hanya saja sampai di sana aku tidak akan memiliki kaki lagi karena sudah meleleh akibat berlari seperti orang gila karena mengikuti kemauan Siu'er."


Berbeda halnya dengan tetua lain yang tinggal di kediaman megah di atas gunung Ryuzen, terdapat beberapa tetua yang lebih memilih tinggal di desa sekte seperti penduduk lain.


Begitulah halnya dengan tetua Yu Lang ayah dari Yu Yuan, ia lebih memilih tinggal di kediaman sederhana yang tidak terlalu besar namun memiliki halaman luas karena ingin mendidik anaknya.


Serta bisnis keluarga Yu Yuan yang berupa restoran akan sangat merepotkan jika tetua Yu Lang harus turun gunung untuk mengurus bisnisnya..Sebab itulah mengapa ia lebih memilih untuk tinggal di desa yang berletak di bagian tengah wilayah sekte.


Jalan setapak desa yang memiliki lebar 2 meter lumayan ramai pada saat ini. Orang-orang yang lewat biasanya berniat pergi ke sawah untuk merawat padi, sehingga tidak heran ada beberapa warga yang menunggangi kerbau untuk membajak sawah.


Semua orang nampak bahagia bisa tinggal dengan makmur di sekte pedang bambu, kehidupan mereka di jamin layak karena pihak sekte akan membantu apapun yang mereka butuhkan.


Sesaat sebelum masuk ke permukiman warga, Yen Siulan sudah lebih dulu menggunakan topeng rubah sehingga ia tidak di kenali oleh orang-orang yang kebetulan berpapasan dengan mereka.


"Gege, dari sini kurus saja..Kita akan segera sampai di kediaman Yu Yuan."


Fang Ling hanya mengangguk, iapun terus berjalan dengan Yen Siulan di gendongan. Setelah menghabiskan waktu setidaknya lima menit, sampailah Fang'Ling di depan sebuah rumah lumayan mewah.


Rumah ini hanya di pagari dengan tembok putih setinggi dua meter dengan gerbang di bagian depan. Tidak ada penjaga di depan gerbang, sehingga Fang Ling bingung bagaimana cara memanggil pemilik rumah.


Di halaman rumah, Yu Yuan terlihat berdiri telanjang dada dengan menopang batu besar menggunakan kedua tangan-nya, pada lain titik ia tidak sengaja melihat ada seseorang berdiri di depan gerbang rumahnya.


Yu Yuan melirik ke arah ayahnya yang duduk di teras rumah."Ayah ada orang di depan gerbang, bolehkah aku berhenti sejenak untuk menyambut mereka..?

__ADS_1


"Tidak..! Kau harus tetap seperti itu sampai kotak jimatku kembali..Biarlah ayah yang menyambut mereka, jika saat kembali ayah melihat mu bergeser sedikit saja maka hukuman akan di tambah."


"Ayah, bagaimana bisa sebuah kota dapat kembali dengan sendirinya..Jika ayah menginginkan kotak itu tinggal ambil saja di paviliun harimau putih, jika menunggu kota itu kembali maka sampai mati aku akan tetap berada di posisi seperti ini."


Tetua Yu Lang beranjak dari teras rumah."Jangan merengek..! Atau hukuman mu ayah tambah."


Yu Yuan hanya dapat mengejek ayahnya diam-diam. Sementara tetua Yu Lang berjalan ke arah gerbang untuk memastikan siapa yang datang berkunjung.


Sesampainya di depan gerbang tetua Yu'Lang langsung terkejut melihat Fan'Ling, meski samar-samar ia masih bisa meningkat jika pemuda di hadapannya adalah Fang Ling.


"Lin'er apakah itu kau..?"Yu Lang nampak terkejut melihat perubahan Fang Ling.


Fang Ling hanya tersenyum dan mengangguk."Benar paman, aku adalah Fang Ling. Aku datang kemari untuk mengembalikan kotak ini kepada mu, sebab tadi malam kotak ini terjatuh di depan kediaman ku."Fang Ling menyerahkan kotak hitam di tangannya kepada tetua Yu Lang.


"Jadi sekarang kau yang menempati paviliun harimau putih..?"Tanya Yu Lang sambil menerima kotak hitam yang di berikan Fang Ling.


"Benar paman, aku sudah tinggal di kediaman itu sejak kemarin sore..Jika boleh tau, dimana Yu Yuan sekarang..?


"Ah anak itu sedang di hukum, jika Lin'er mau paman akan memanggil-nya."Yu Lang hendak berbalik untuk memanggil Yu Yuan, sementara Fang Ling yang berpikir jika sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertemu Yu Yuan segera menghentikan Tetua Yu Lang.


"Tidak usah paman, mungkin lain hari kami akan bertemu.. Saat ini masih banyak sesuatu yang harus ku kerjakan."Jelas Fang Ling.


Yu Lang terlihat sedikit kecewa karena kapan lagi bisa mendengar sepak terjang sang iblis rubah langsung dari yang asli, tatapi karena Fang Ling sudah berkata seperti itu ia hanya bisa tersenyum.


"Baiklah.. Kapan-kapan jangan sungkan untuk berkunjung, tetapi sebelum itu siapa gadis yang kau gendong itu..?"Yu Lang harus sadar ada seorang gadis di belakang Fang Ling, tetapi ia tidak mengenal gadis itu sebagai Yen Siulan.


"Ah..Dia adalah pasangan ku, baiklah paman. Lain kali aku akan datang berkunjung."


Fang Ling berbalik meninggalkan kediaman Yu Yuan, sementara Yu Lang hanya melambai ke arah mereka sambil menggoda Fang Ling dari kejauhan.


"Kau sangat memanjakan pasangan mu, sama seperti gurumu hahahhahahhah....


Setelah puas menggoda Fang Ling, Yu Lang kembali berjalan masuk ke kediamannya.


"Siapa mereka tadi, ayah..? Lalu bukankah itu adalah kotak ayah.??"Tanya Yu Yuan.


Yu Lang kembali duduk di teras rumah."Dia adalah teman mu Fang'Ling..Pemuda itu baru kembali dari perjalanan-nya, hanya dalam satu tahun saja ia sudah mampu mengukir sejarah.. Bagaimana denganmu, kapan kau akan menjadi sehebat dia..?"


'Saudara Fang sudah kembali.. Jadi tadi malam hantu yang kami lihat adalah dia..? Bodoh lah..! Yang penting aku bisa terbebas dari hukuman ayah.'Batin Yu'Yuan.


Yu Yuan melirik ayahnya."Wahai ayahku yang tampan dan perkasa, karena sudah kembalinya kota mu yang tidak berguna apakah hukuman anak mu ini sudah di lepaskan..?


"Tidak..! kau harus terus berada di posisi itu sampai kau bisa terkena seperti Fang Ling.!!"


Yu Yuan merasa kesal sampai ingin menangis."Jika terus seperti ini kapan aku bisa mengukir sejarah..? Apa ayah mu anak mu ini di kenal sebagai penopang batu paling lama.??Ayolah ayah, aku ingin keluar dan menemui saudara Fang."


"Jangan merengek..!!

__ADS_1


__ADS_2